
"Saya melihatnya King. Apa yang sebenarnya terjadi padanya?" tanya Jeff yang sudah mengepalkan tangan menahan emosi.
"Dia adalah orang-orang Lucas yang melakukan ini semua padanya" jawab Zayn dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Apa yang harus saya lakukan King? Apa saya harus menyerangnya balik atau kita buat strategi?" tanya Jeff yang sudah sangat ingin membuat para musuh yang sudah membuat singa yang sedang tidur menjadi murka.
"Kita buat strategi saja. Dengan begitu bisa membuat mereka berfikir dua kali untuk menyerang anggota kita" jawab Zayn yang sedang menyusun strategi dilayar pad yang selalu setia menemaninya.
"Kau bisa lihat ini semua" ucap Zayn yang menyerahkan tab yang sedang dia utak atik sejak tadi.
"Apa maksud anda kita rusak semua jaringan nya dan melumpuhkan secara perlahan-lahan sistem yang mereka miliki?" tanya Jeff yang memastikan tebakan nya pada strategi yang Zayn buat didalam tab nya.
"God" ucap Zayn dengan seringai tipis dibibirnya.
"Apa anggota kita yang diutus untuk masuk sudah selamat atau malah sudah tiada?" tanya Jeff lagi saat mengingat bahwa Angga bertugas untuk menjemput anggota yang berhasil masuk dan juga meletakan beberapa kamera dan juga penyadap suara tanpa diketahui.
"Angga belum memberitahukan nya. Dia malah langsung tidak sadarkan diri" jawab Zayn yang tadi ingin menanyakan hal itu.
"King, apa anda sudah mendapatkan bukti yang kuat jika dugaan kita ada pada Robert dan juga orang yang berada dibelakang nya?" tanya Jeff kembali dengan memindah-mindahkan gambar yang ada didalam pad milik Zayn.
"Belum ada yang saya dapatkan. Tapi semuanya harus bisa kita dapatkan bagaimana pun caranya" ucap Zayn dengan sangat tegas.
"Iya King. Saya dan yang lainnya hanya tinggal menunggu perintah dari anda saja" jawab Jeff dengan tatapan yang siap akan menerkam mangsanya.
"Kau boleh pulang sekarang. Dan lakukan tugas mu dengan baik dan juga rapih, jika sudah selesai kabari Ayang lagi" ucap Zayn yang langsung diangguki oleh Jeff.
Jeff langsung keluar dari ruangan perawatan Angga. Dia langsung menuju keluar saja tanpa melewati keluarga Zayn yang sedang duduk bersama sambil bercengkrama.
Zayn menatapi Angga yang masih memejamkan matanya. Dia masih belum sadar karena masih dalam pengaruh obat bius yang digunakan oleh Arron saat mengobatinya tadi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Zayn sambil menatapi Angga.
Zayn langsung meninggalkan Angga yang masih memejamkan matanya. Dia tidak membalikan tubuhnya lagi. Karena didalam ruangan itu ada beberapa bodyguard dan juga perawat yang akan mengurus dan juga memantau keadaan Angga hingga bangun kembali.
Zayn melangkahkan kakinya menuju kamarnya lagi untuk mengambilkan tongkat yang diinginkan oleh Azalya. Zayn mengambilnya dan langsung turun kembali untuk memberikan tongkatnya pada Azalya.
"Hubby, habis mengambilkan ini untuk ku? Uuhhh... So sweet banget sih By" ucap Azalya yang langsung bangun dan memeluk Zayn yang hanya berdiri saja.
"Kamu ini Azalya, lebay banget sih" ucap Oma Rena yang melihat tingkah cucunya yang sangat manja tapi terlihat lebay oleh Oma Rena.
"Iri? Bilang bos" ucap Azalya yang menjulurkan lidahnya meledek Oma Rena.
"Dasar cucu kurang asem" ucap Oma Rena yang melihat cucunya meledek dirinya.
Akhirnya mereka berdua saling berdebat hingga semua orang jengah melihatnya. Apa lagi Zayn yang memang tidak suka dengan berisik dan juga keramaian langsung pergi begitu saja.
Zayn masuk kedalam kamar dan dia langsung melihat apa saja yang bisa dia lihat. Zayn melihat dan juga mendengarkan rekaman yang sudah deletakan oleh anggotanya.
"Tuan, apa anda yakin ingin menghancurkan putra anda sendiri? Ini sudah diluar dari kendali anda" suara yang sedang Zayn dengarkan dengan sangat teliti.
"Semuanya memang harus seperti itu jika tidak ingin semuanya terbongkar" suara yang terdengar berbeda dari sebelumnya.
"Tapi, dia adalah.... " ucpan nya disela.
"Cukup! Tidak perlu kau jelaskan padaku apapun" suaranya terdengar sedikit menjauh dari sebelumnya.
"Siapa mereka sebenarnya? Kenapa dia bilang putranya? Ini seperti menyusun sebuah fazel yang sangat rumit untuk bisa melihat gambar apa yang ada didalamnya" gumam Zayn saat hanya bisa melihat bagian belakang nya saja. Itu pun tidak terlalu jelas terlihat.
Sebenarnya siapa yang sedang Zayn hadapi dan musuh seperti apa mereka sebenarnya? Berbagai macam pertanyaan masih bersarang dalam fikiran Zayn saat ini. Dia sedang berfikir semuanya dan juga menghubungkan semua yang pernah dia lalui sebelum-sebelum nya.
"Apa aku harus turun tangan sendiri? Tapi apa benar akulah incaran nya?" gumam Zayn yang sedang menatap layar laptop yang sudah gelap.
Saat yang bersamaan Azalya datang menghampiri Zayn dengan sangat hati-hati. Tapi tetap saja, walau hati-hati seorang Azalya tetap tidak bisa.
"Hubby sedang apa?" tanya Azalya yang ingin bergabung malah tersandung kaki meja hingga dia hampir terjatuh dan kepalanya membentur ujung meja yang runcing, jika saja Zayn tidak reflek menangkap tubuhnya.
Keduanya saling memandang dan juga menatap kedalam mata mereka dengan dalam. Hingga mereka berdua dikejutkan oleh teriakan seseorang yang membuat mereka berdua keget.
"Maaf-maaf, Oma tidak sengaja. Lanjutkan saja" ucap Oma Rena yang ternyata melihat itu semua.
"Dasar Oma. Mengganggu saja adegan romantis ini" gerutuan Azalya yang mana dia sudah duduk disofa yang tadi Zayn duduki.
"Hubby, apa hubby ada yang sakit? Maaf tadi aku tersandung" tanya Azalya yang merasa sangat bersalah.
Apa lagi saat dia tahu jika Zayn masih terluka saat dia menyelamatkan nya waktu itu. Azalya menatap Zayn yng sedang membetulkan letak kacamata yang dia kenalan.
"By, apa hubby marah padaku? Jika hubby marah, marah saja. Jangan merasa tidak enak padaku" tanya Azalya lagi dengan senyuman dibibirnya.
Zayn ikut mendudukan tubuhnya disamping Azalya. Dia menatap wajah Azalya dengan sangat dekat dan juga intens. Tangan nya terulur untuk menyentuh pipi Azalya, tapi...
PLETAK...
"Dasar ceroboh!" ucap Zayn yang membuat ekspetasi Azalya ambyar semua.
"Hubby.... Tega banget sih.." gerutu Azalya yang malah melihat Zayn duduk dan menatap layar laptop yang ada dihadapan nya saat ini.
Azalya hanya diam saja melihat Zayn yang sedang fokus itu. Azalya malah tertidur saat melihat Zayn yang masih fokus pada layar laptop nya.
Zayn langsung memindahkan Azalya keatas tempat tidur. Karena dia masih ingin menyelidiki sesuatu yang mengganjal didalam dirinya. Apa lagi sekarang keluarganya juga akan terlibat masalah juga jika dia hanya diam saja dan menunggu hasil yang entah kapan akan terungkap.
Zayn sudah bersiap dengan pakaian serba hitamnya dan juga masker dan topi untuk melengkapi penyamaran nya. Zayn menatapi Azalya yang sedang terlelap dengan sangat nyenyaknya tanpa terusik sedikitpun.
Zayn mengendarai motor kesayangan nya menuju sebuah tempat yang selama ini dia selalu bertanya tempat apa sebenarnya yang ada dihadapan nya saat ini. Zayn masih menatapi saja, dia tidak melakukan apapun.
Dia kembali melajukan motornya menuju sebuah bangunan terbengkalai ditepi hutan yang sangat rindang. Dia terus melajukan motornya dengan kecepatan penuh nya sehingga seperti bayangan saja jika terlihat.
Tapi baru saja melewati hutan yang biasa dia lewati, tiba-tiba ada yang menghadang nya dan menatapnya dengan sangat tajam dan juga menusuk. Zayn langsung menghentikan laju motornya dan dia juga turun dari motor.Zayn menghampirinya lebih dekat lagi.
"Apa yang kau inginkan, menghadangku seperti ini?" tanya Zayn pada sesuatu yang ada didepan nya yang sedang menatapnya juga.
"King, kau merindukan ku?" tanya Zayn lagi yang mengusap kepalanya dengan sangat lembut.
"Ada apa? Apa ada masalah besar yang membuat mu menemuiku?" Zayn masih terus bertanya padanya.
Hingga ada sesuatu yang ingin menyerang sahabatnya yang sejak lama menemaninya. Pergilah, aku akan menghadapi mereka semua. Jangan berbalik! Larilah sekencang mungkin dan jangan bersuara" ucap Zayn yang memerintahkan sahabatnya segera pergi saat mendengar sesuatu yang keluar dari semak-semak.
Zayn sudah bersiap dengan belati yang sedang dia pegang. Dia selalu membawa apapun yang mungkin akan selalu dia butuhkan. Zayn mengayunkan tangan nya untuk menyerang sesuatu yang akan keluar dari semak-semak tersebut.
Ternyata itu adalah kelompok serigala yang sedang mengintainya saat ini. Zayn sama sekali tidak takut walau dia sudah dikepung oleh belasan serigala yang sedang mengaum dan juga ingin menyerangnya.
"Apa yang kalian inginkan? Apa hanya ingin membunuhku saja?" tanya Zayn yang menatap mata para serigala yang akan menerkam nya hidup-hidup.
Mungkin saja akan mencabik-cabik tubuhnya tanpa ampun. Tapi Zayn dengan gesit mengayunkan tangan nya yang memegang dua belati sekaligus untuk bisa melumpuhkan semuanya dalam beberapa gerakan saja untuk menghemat tenaganya.
"Kalian yang menginginkan ini semua. Jadi jangan salahkan aku" ucap Zayn yang memulai penyerangan dengan sangat sengit.
Zayn sudah melumpuhkan beberapa serigala yang menyerangnya. Dia melihat ada salah satu dari mereka semua hanya menatapi nya saja. Dan Zayn tidak pernah lepas menatap itu semua.
.
.
Siapa ya kira-kira yang menghadang Zayn tadi???
Kenapa Zayn memanggilnya dengan sebutan King juga???
Yuk tinggalkan komentarnya....