Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Menyelesaikan misi



Masih Flashback....


Zayn hanya diam saja melihat semua orang yang sudah berada didalam kendalinya. Dia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh semua orang yang sudah menghianati nya selama ini. Zayn dengan santainya melenggang dihadapan semuanya dengan tatapan yang sangat tajam.


"King, apa yang akan kita lakukan untuk membuat mereka semua jera?" tanya Jeff yang memang sudah ada disana dengan tatapan laparnya ingin segera mengeksekusi semua penghianat ini.


"Lakukan saja sesuai keinginan mu Jeff" jawab Zayn dengan santainya dan langsung pergi dari tempat itu dan berbalik pada Jeff sebelum meninggalkan mereka semua.


"Baiklah King, dengan senang hati saya akan melakukan tugas dengan sangat baik dan juga benar" jawab Jeff dengan seringai dibibirnya.


"Ingat, bebaskan salah satunya untuk memberikan informasi pada Tuan nya karena sudah berhasil membunuh ku. Dan bilang jika semua rencana kalian sukses besar" ucap Zayn dengan melangkahkan kakinya menjauh dari mereka semua.


Sedangkan semua orang yang tadinya tertawa senang karena sudah bisa melumpuhkan King mafia nya. Sudah sangat ketakutan melihat Jeff yang sudah bersiap dengan senjatanya dikedua tangan Jeff.


Semuanya tidak bisa berkata-kata lagi karena dengan sekejap Jeff sudah membuat mereka sudah menemui malaikat pencabut nyawa.


Benar saja, Jeff melakukan tugasnya dengan sangat baik. Dia melakukan perintah dari King nya supaya tidak melukai musuh nya yang akan memberikan informasi sesuai dengan keinginan dari King nya.


Flashback Off...


"Rencana anda sangat bagus King. Dengan seperti ini anda sudah bisa membuat mereka merasa menang dan juga berada diatas angin dengan kemenangan semu mereka" ucap anggotanya yamg selalu menjadi supir Zayn selama ini.


Sedangkan Zayn yang mendapatkan pujian hanya diam saja dan juga selalu memperhatikan tab nya. Dimana didalam nya menunjuk kan keseharian dari Azalya. Ya , Zayn selalu memantau Azalya supaya tidak terjadi kesalahan nantinya.


Zayn merasa aneh dengan kelakuan gadis ini. Dia sangat ceroboh dan juga sangat bar-bar, setiap yang dia lakukan terkecuali dengan pelajaran kuliah nya dia selalu membuat kesalahan yang sangat membuat semua orang menjadi jengkel.


"Dasar aneh" gumam Zayn dan mengalihkan rekaman nya menjadi semua grafik-grafik perusahaan nya sendiri.


"Apa anda mengatakan sesuatu King" tanya Angga, anggotanya yang selalu menjadi supir yang tadi mendengar gumaman dari King nya.


"Tidak ada" jawab Zayn dengan singkat dan jelas.


Angga mengemudikan mobilnya menuju EDC.CORP lagi, karena tadi dia habis dari sana. Dan Zayn juga melakukan hal yang sama dengan saat dia keluar tadi. Jadi tidak ada yang tahu Jika Zayn sempat keluar dari ruangan nya.


Zayn membuka kembali seluruh penutup didalam ruangan nya dan membuat dia bisa melihat keadaan diluar sana. Dan juga bisa melihat cara kerja sekertaris barunya seperti apa.


"Chris, keruangan saya sekarang" ucap Zayn menggunakan telpon yang ada diruangan nya.


Tidak menunggu lama Chris datang dengan memegang berkas yang harus mendapatkan tandatangan dari Mister Z.


"Iya Mister Z" ucap Chris yang sudah berdiri dihadapan Zayn dengan sangat tegap.


"Apa saja yang kau lakukan didalam ruangan mu?!" tanya Zayn dengan tatapan tajam dan mengintimidasi nya.


"Saya mengerjakan tugas saya Mister Z" jawab Chris dengan menyerahkan tumpukan berkas yang dia bawa dari ruangan nya.


"Benarkah?" tanya Zayn lagi dengan tatapan yang lebih tajam lagi.


"Benar Mister Z. Apa saya membuat kesalahan Mister?" jawab Chris dan juga bertanya pada Zayn.


"Baiklah, kau boleh luar" jawab Zayn dengan mengibaskan tangan nya mengusir Chris keluar dari ruangan nya.


Zayn merasa heran. Tadi dia melihat Chris tidak ada diruangan nya sendiri dan tiba-tiba ada seseorang yang sama dengan Chris memasuki ruangan nya dan mencari-cari sesuatu didalam ruangan kerja Chris.


"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan ku rupanya" gumam Zayn yang sudah bisa menebak, jika orang yang tadi berada didalam ruangan Chris sengaja membuat Zayn teralihkan.


"Kita lihat saja. Apa yang akan kau lakukan dengan cara seperti itu" seringai licik diwajah Zayn membuat siapa saja yang melihatnya pasti ketakutan.


"Apa Mister Z sudah tahu semua ini? Pantas saja tadi Mister Z bertanya apa yang ku lakukan didalam ruangan ku sendiri. Ternyata ini rupanya" gumam Chris yang sudah bisa menebak akan jalan fikiran Zayn.


Dia sudah lebih tahu banyak tenang Zayn dan juga kebiasaan nya yang selalu ingin semuanya serba perfect dan juga sempurna dan tidak ada kesalahan sedikit pun juga.


Chris langsung memeriksa berkas-berkas yang sudah berhamburan dan juga berceceran. Dia ingin memeriksa semuanya dan memastikan tidak ada yang hilang dari berkas-berkas tersebut.


Dan benar saja, ada salah satu berkas yang tidak ada. Yaitu berkas yang sangat penting, yaitu berkas kerjasama dengan perusahaan Jepang. Chris langsung berlari menuju kedalam ruangan kerja Tuan nya dan ingin melaporkan kejadian ini.


Benar saja, Zayn sudah menunggu dan juga dengan seseorang yang sudah berada didalam ruangan nya. Chris merasa tidak kenal dengan orang yang sedang duduk disofa dengan pandangan menunduk kebawah.


"Mister Z saya minta maaf. Saya sudah kecolongan karena keteledoran saya" ucap Chris yang langsung membungkuk kan badan nya dihadapan Zayn.


"Kau sudah tahu apa kesalahan mu?!" tanya Zayn dengan sangat datar.


"Iya Mister Z" jawab Chris dengan menunduk dalam.


"Bagus. Sekarang kau boleh keluar" ucap Zayn mengusir Chris untuk keluar kembali.


"Tapi Mister Z, saya..." belum selesai Chris mengatakan nya sudah dipotong oleh Zayn dengan tatapan yang sangat tajam.


Tentu saja Chris tidak berani membantah lagi. Dia langsung keluar dari ruangan Tuan nya dengan berjalan sangat gontai.


Sedangkan didalam ruangan Zayn. Zayn sedang mengintrogasi langsung orang yang sudah berani menyusup kedalam perusahaan nya.


"Kau akan menjelaskan nya sekarang atau mau menunggu seseorang akan menjemput mu?" pertanyaan yang membuat bulu kuduk berdiri.


Sedangkan orang yang sedang ditatap oleh Zayn sama sekali tidak berani mengangkat wajah nya untuk menatap Zayn yang dengan santainya duduk dikursi kebesaran nya dengan sangat nyaman.


Pria tersebut bungkam seribu bahasa dihadapan Zayn. Dia sama sekali tidak berani membuka mulutnya sedikit pun. Dia sudah takut akan seseorang yang telah menyuruhnya dan juga orang yang sedang berada dihadapan nya saat ini.


"Kau yakin tidak ingin berbicara?" satu pertanyaan lagi yang Zayn keluarkan dengan menahan emosinya supaya tidak meledak.


"Saya akan menghitung satu sampai lima. Jika tidak bicara juga, jangan salahkan saya jika saya melakukan sesuatu diluar fikiran mu untuk seluruh keluarga mu!" ancaman telak dari Zayn membuat pria tersebut semakin gemetar ketakutan.


"Satu... Dua... Tiga... Empat... Li.." belum selesai Zayn mengucapkan angka lima dengan sempurna, pria tersebut sudah berlutut dihadapan Zayn dengan memohon ampunan.


"Mister, maafkan saya. Saya hanya disuruh. Saya tidak tahu apa-apa, jangan apa-apakan keluarga saya. Saya akan menceritakan semuanya pada anda Mister. Tapi tolong, jangan berbuat sesuatu pada keluarga saya" mohon nya pada Zayn dengan berlutut dihadapan Zayn.


"Ceritakan!" ucap Zayn dengan tatapan yang seperti sedang menguliti nya.


"Saya disuruh oleh Tuan Carlos Mister. Saya disuruh untuk mengambil surat kontrak kerjasama dengan perusahaan saingan nya dan akan menggantikan nya dengan surat yang dia miliki. Saya sudah dijanjikan akan mendapatkan pekerjaan dan juga jaminan keluarga saya selamat. Jika saya menolaknya maka seperti yang anda lakukan barusan Mister, dia juga mengancam saya dengan ancaman yang sama. Apa lagi dia sedang menyekap adik perempuan saya. Saya tidak memiliki pilihan lain selain menurut dan mematuhi dengan semua yang Tuan Carlos perintahkan kepada saya" jelas pria itu dengan tatapan yang sudah ingin menangis.


Tapi itu tidak membuat Zayn merasa kasihan melihatnya. Bagi Zayn seorang penyusup tetaplah penyusup apapun alasan nya. Tidak pernah bisa dimaafkan sama sekali olehnya.


"Mister, tolong ampuni saya. Saya benar-benar terpaksa melakukan semua ini, saya sedang berusaha untuk bisa menyelamatkan adik perempuan saya dari tangan Tuan Carlos yang suka akan melakukan pele*ehan terhadap para wanita yang dia temui. Tolong Mister, tolong bantu saya" ucapnya dengan sangat memohon pada Zayn.


"Apa untung nya saya menolong mu?!" tanya Zayn dengan menatap tajam pada pria tersebut.


"Saya akan menjadi budak anda Mister. Dan saya akan melakukan apapun yang anda minta" jawabnya dengan sangat yakin dihadapan Zayn.


"Kau yakin?" tanya Zayn dengan tatapan datarnya.


Zayn tahu jika pria yang ada dihadapan nya memang berkata jujur padanya.Dia memang sedang ditekan oleh Carlos yang memang sangat bisa melakukan apapun yang dia inginkan dan dengan cara apapun akan dia lakukan. Termasuk menjerat orang yang sangat bisa dia tindas.