
Zayn hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Azalya yang sangat ketakutan jika dia akan meminta jatahnya. Zayn duduk dan menatap wajah Azalya yang terlihat tegang walau sudah terlelap.
Ini adalah pernikahan mereka berdua yang ke 18tahun. Dan bertepatan pada besok, hari minggu. Sekarang Zayn sudah menyiapkan hadiah untuk Azalya yang sangat sepesial dari segalanya.
"Kamu tidak perlu khawatir sweetie, aku tidak akan memintanya untuk saat ini. Tapi tidak untuk esok" ucap Zayn yang ikut merebahkan dirinya disamping Azalya yang membungkus seluruh tubuhnya menggunakan selimut.
Zayn memeluk Azalya dan menelusupkan wajahnya kedalam dada bidangnya. Lalu dia ikut memejamkan matanya juga.
.
Keesokan harinya mereka merasa heran dengan kedua putrinya yang pagi-pagi seperti ini sudah tidak ada dimainson. Azalya dan Zayn juga merasa heran akan hal itu.
"By, kemana anak-anak? Kenapa pagi-pagi seperti ini sudah tidak ada dimainson?" tanya Azalya yang sudah memeriksa kamar putrinya dan juga tempat gym tapi tidak ada.
"Aku juga tidak tahu. Mungkin sedang joging atau memang ada urusan lain" jawab Zayn yang memang tidak tahu kemana kedua putrinya itu pergi.
Keduanya hnya sarapan berdua dan rasanya sangat sepi dan juga tidak ada riuh suara putrinya yang kadang-kadang suka berdebat jika hari libur seperti ini.
Sedangkan Zahiya dan Zaniya sedang berada disuatu tempat yang sudah mereka berdua rencanakan. Dia sudah berada disebuah cafe yang tidak lain adalah cafe milik uncle dan auntie nya.
Dimana lagi jika bukan Z&Z cafe. Mereka berdua sudah membuat rencana ini jauh-jauh hari. Apa lagi ini adalah hari yang sangat sepesial untuk kedua orang tuanya.
"Za, apa kita sudah benar melakukan ini semua? Apa lagi jika melihat kondisi keluarga bang Daffy yang tidak harmonis" tanya Zaniya yang merasa tidak enak karena mengundang seluruh keluarga dari pihak Zayn maupun pihak Azalya.
"Kita tidak ada niatan untuk membuat auntie Joyce dan uncle Zico merasa tersinggung. Karena kita hanya ingin memberikan kejutan untuk Mommy dan Daddy. Itu saja, tidak lebih. Jika mereka berdua tidak datang juga tidak masalah, karena kita hanya ingin mengumpulkan seluruh keluarga" jawab Zahiya dengan santainya dan dia masih sibuk menyiapkan segala pernak pernik untuk menghias cafe milik Zayd dan Zia.
"Iya juga. Tapi gue masih ngerasa nggak enak saja sama bang Daffy, apa lagi orang tua saudara kita yang lain semuanya harmonis-harmonis saja. Hanya keluarga bang Daffy saja yang tidak. Tapi jika hanya mereka berdua yang tidak kita undang akan membuat mereka merasa tidak dianggap. Huh.. Gue benar-benar pusing dengan keluarga itu" ucap Zaniya sambil menghembuskan nafasnya kasar.
"Sudah, jangan banyak berfikir yang macam-macam. Lebih baik kita dekor saja semuanya dengan baik dan benar. Itu semua urusan nanti" ucap Zahiya yang mengatakan itu sambil terus mengerjakan semua yang bisa dia kerjakan sendiri.
"Oke deh, gue nggak bakalan mikirin sesuatu yang belum terjadi" ucap Zaniya yang juga ikut membantu pekerjaan menghias cafe.
"Hai Nona-Nona manis. Ada yang bisa kami bantu?" tanya seseorang yang sedang berdiri dibelakang Zahiya dan Zaniya.
"Grandpa... Papa... Abang..." ucap Zahiya dan Zaniya kompak dan langsung memeluk ketiga pria beda usia itu saat sudah dekat dengan mereka bertiga.
"Apa kabar my Queen?" tanya Papa Danu sambil mengusap kepala kedua cucu perempuan nya.
"Seperti yang grandpa lihat" jawab Zahiya dan Zaniya yang selalu saja berbarengan.
"Apa Mommy dan Daddy tidak tahu rencana kalian berdua?" tanya Alaric. Putra pasangan Alkana dan Arabella yang usianya berbeda dua tahun dengan Zahiya dan Zaniya.
(Jika ingin tahu tentang Arabella adalah dinovel unforgettable love five Z ya... Sekalian Othor promo 😁).
"Ya nggak lah, jika mereka berdua tahu bukan lagi kejutan namanya" ucap Zaniya yang malah asik bergelayutan manja dilengan Alkana.
"Aku kira tahu. Jika tahu akan tidak seru kan" ucap Alaric lagi yang mulai membantu Zahiya yang sedang menata ruangan cafe dengan sedemikian rupa.
"Grandpa, apa grandma dan Mama tidak datang kemari?" tanya Zaniya yang memanggil Alkana bukan uncle, melainkan Papa. Sama seperti Alaric dan juga Attala dua saudara yang keduanya adalah laki-laki.
"Biasa, para wanita akan lama jika sedang bersiap" jawab Papa Danu yang melihat dekorasi yang dibuat oleh kedua cucunya itu.
"Apa Oma dan Opa tidak bisa hadir? Zani sangat merindukan mereka berdua" ucap Zaniya yang memang sudah jarang sekali bertemu dengan Oma Rena dan Opa Wijaya yang memang sudah sangat sepuh.
"Mungkin akan datang dengan para wanita. Karena mereka berdua mana mau ketinggalan" bukan Papa Danu yang menjawab melainkan Attala. Adik dari Alaric yang usia mereka berdua hanya berjarak beberapa bulan saja.
"Benarkah? Kenapa gue merasa tidak yakin?" tanya Zaniya yang menatap Attala dengan lekat karena mereka berdua sangat jauh berbeda.
Jika Attala sangat mirip dengan Zahiya yang banyak diam dan juga penampilan nya juga tidak jauh darinya. Yang mirip dan satu frekuensi adalah Alaric, karena baik Zaniya maupun Alaric keduanya sama-sama konyol dan juga selalu membuat ulah.
Attala hanya mengedikan bahunya saja. Dia malah menghampiri Zahiya yang sedang sibuk.
"Ada yang bisa aku bantu kak?" tanya Attala yang sudah berdiri disampingnya.
"Boleh, kamu bisa angkat yang itu" ucap Zahiya sambil menunjuk kursi yang sudah dia hias sedemikian rupa.
"Oke" jawab Attala yang langsung mengerjakan pekerjaan nya.
Sedangkan keluarga dari Zayn akan datang pada saat waktunya sudah akan dimulainya kejutan untuk Zayn dan Azalya.
Setelah semuanya berbincang-bincang dan juga semua dekor sudah selesai dan semua makanan juga sudah siap semuanya. Zahiya dan Zaniya akan menjemput Zayn dan Azalya langsung untuk datang kemari.
"Grandpa, Papa. Kami akan menjemput Mommy dan Daddy dulu, kalian bersiaplah setampan mungkin saat kami juga akan membuat Mommy dan Daddy seperti pengantin baru lagi" ucap Zaniya yang mengedipkan sebelah matanya kepada Papa Danu dan Alkana yang hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah Zaniya yang tidak jauh berbeda dengan Azalya saat muda dulu.
"Baiklah, kalian buatlah mereka berdua layaknya pengantin" ucap Papa Danu pada kedua cucunya itu.
"Siap, laksanakan" ucap keduanya kompak dan juga memberikan hormat pada Papa Danu yang tersenyum pada Zahiya dan Zaniya.
Saat sedang berjalan Zahiya melihat jika ada Angga dan Marcos yang membuntuti mereka berdua. Zahiya langsung menghampiri mereka berdua.
"Uncle, tolong jangan melaporkan ini pada Daddy. Karena kami berdua sudah susah payah menyiapkan semuanya ini untuk kejutan Anniversary Mommy dan Daddy. Jadi untuk saat ini saja diam dan lihat saja" ucap Zahiya yang meminta tolong pada Angga dan Marcos yang saling melirik lalu mengangguk mengiyakan permintaan dari Nona Muda mereka.
"Good. Thank you uncle" ucap Zahiya yang langsung pergi menuju mobilnya yang berada tidak jauh dari mobil yang dikendarai oleh Angga.
Setelah mengatakan itu Zahiya langsung masuk kedalam mobilnya. Yang ternyata disana sudah ada Zaniya sudah duduk disamping kemudi.
"Loe dari mana?" tanya Zaniya yang menatap kakak kembarnya sudah masuk dan duduk dibalik kemudi.
"Aku habis bilang pada uncle Angga dan uncle Marcos supaya tidak melaporkan semua ini pada Daddy" jawab Zahiya yang langsung menyalakan mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang menuju mainson mereka.
Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang. mobil yang dikendarai oleh Zahiya dan Zaniya sudah sampai didepan mainson dan ternyata Azalya dan Zayn sudah menunggu mereka berdua diteras mainson.
"Assalamualaikum" ucap keduanya saat sudah berada disamping Mommy dan Daddy nya.
"Wa'allaikumsalam, kalian berdua habis dari mana? Kenapa kamu segini baru pulang?" jawab Azalya dan Zayn bersama-sama lalu Azalya bertanya pada kedua putrinya yang masih menggunakan pakaian olahraganya.
"Kami habis joging Mom, sekalian kami juga ingin memberikan kejutan untuk Mommy dan Daddy" jawab Zaniya yang mengedipkan sebelah matanya kepada Azalya dan Zayn.
"Kalian..." belum selesai Azalya mengatakan nya pada Zaniya tapi sudah dipotong oleh Zahiya.
"Lebih baik Mommy dan Daddy bersiap-siap serapih dan sesempurna mungkin. Kami sudah menyiapkan pakaian yang akan Mommy dan Daddy kenakan" ucap Zahiya yang menggandeng tangan Zayn dan Azalya masuk kedalam mainson.
Zayn yang ingin protes tidak jadi saat tangan nya ditarik oleh Zahiya. Sedangkan Zaniya sudah menyiapkan MUA untuk merias Mommy dan Daddy nya sesempurna mungkin.
Setelah keduanya rapih dan berdandan ala pengantin. Zahiya dan Zaniya berdandan layaknya bridesmaids yang mengawal kedua mempelai menuju pelaminan.
"Sebenarnya kalian berdua inginkan mengajak kami kemana? Kenapa harus berdandan seperi ini?" tanya Azalya yang sudah sejak tadi protes akan apa yang dilakukan oleh Zahiya dan Zaniya padanya dan Zayn.
"Mom, apa Mommy tidak lelah menanyakan itu sejak tadi? Apa Mommy tidak bosan? Aku saja bosan dan lelah mendengarnya sejak tadi" tanya Zaniya yang memang sudah jengah akan dua pertanyaan dari Mommy nya itu.
"Sudahalah sweetie, kita menurut saja dengan apa yang akan mereka lakukan. Karena percuma saja jika kamu terus bertanya, mereka tidak akan mengatakan nya" ucap Zayn yang mencoba menengahi keduanya yang memang sering bersitegang jika sudah dalam mode cerewet mereka.
"Apa jangan-jangan Daddy sudah tahu rencana mereka berdua? Aku sudah curiga akan hal itu" ucap Azalya yang memicingkan matanya.
"Jangankan mengetahuinya. Melihat mereka seperti ini saja sudah membuatku bingung" jawab Zayn yang memang tidak tahu apa-apa. Karena baik Angga maupun Marcos tidak melaporkan apapun padanya sejak pagi tadi hingga sekarang.
"Oke, lebih baik kedua mempelai diam and no speaking!" ucap Zaniya yang memang tidak bisa sabar.
Zahiya hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Mommy dan adik kembarnya yang jarang sekali akur dan sependapat. Karena keduanya memang lebih mirip Tom and Jerry jika sudah dalam mode cerewet mereka berdua.
Akhirnya Azalya hanya bisa diam dan menggerutu tidak jelas. Hingga mereka berdua harus menurut kembali untuk ditutup matanya oleh Zahiya dan Zaniya.
Baru akan protes, tapi melihat kode yang diberikan oleh Zayn. Akhirnya Azalya hanya bisa diam dan juga pasrah saja. Apa lagi ini sudah waktunya untuk makan malam, dan ini sangat cocok untuk membuat semuanya gelap dan bisa membuat suasana semakin mendukung rencana mereka.
Saat sudah masuk kedalam ruangan yang gelap dan Zahiya dan Zaniya sudah membuka penutup mata Zayn dan Azalya. Karena seluruh ruangan sangat gelap gulita.
"Ini sebenarnya ada dimana my Queen?" tanya Zayn yang sudah pasrah dengan apa yang dilakukan oleh Zahiya dan Zaniya.
Tiba-tiba semua lampu menyala dan....
HAPPY ANNIVERSARY.... Teriak semua orang yang hadir disini dengan riuh dan juga tepukan tangan yang membuat Azalya langsung berkaca-kaca melihat semua itu.
"Happy anniversary sayang" ucap Mama Soraya yang memeluk putrinya yang jarang sekali bertemu semenjak mereka semua sibuk mengurus Oma Rena yang sering sakit-sakitan.
"Maksih Ma" jawab Azalya yang memeluk tubuh Mama Soraya dengan sangat erat dan menangis haru disana.
"Happy anniversary sayang" ucap Mom Vita yang menghampiri Zayn.
"Thank you Mom" ucap Zayn yang melakukan hal yang sama seperti Azalya lakukan. Dia memeluk Mommy Vita yang sudah terlihat jauh lebih kurus dibanding sebelumnya mereka berdua bertemu seminggu yang lalu.
"Mom, apa Mommy sakit? Kenapa Mommy semakin pucat saja akhir-akhir ini?" tanya Zayn yang mengusap air mata yang menetes dipipi Mom Vita.
"Mommy baik-baik saja. Kenapa jadi malah membuat sedih, ini adalah hari bahagia kalian berdua. Jadi Mommy ucapkan selamat sekali lagi, semoga pernikahan kalian langgeng hingga hanya maut yang bisa memisahkan kalian berdua" ucap Mom Vita yang mengusap air matanya sendiri dengan sedikit kasar.
"Selamat Z, Aza" ucap semua saudaranya dan juga para keponakan yang sudah hadir didalam merayakan hari jadi Zayn dan Azalya.
"Terimakasih semuanya" ucap Zayn dan Azalya sambil menampilkan senyuman terbaik dari Azalya untuk seluruh keluarganya yang sudah hadir disini untuk ikut berbahagia bersama dengan nya.
Terutama Oma Rena dan Opa Wijaya yang sedang duduk melihat cucunya sudah bahagia dengan pilihan nya sendiri dan bisa selalu bersama-sama terus hingga ke jannah nya kelak.
"Oma, Opa. Terimakasih sudah mau hadir dan mau ikut merayakan hari jadi kami berdua. Semoga Oma dan Opa selalu diberi kesehatan dan bisa melihat cucu dan cicitnya bahagia" ucap Azalya yang memeluk kedua Opa dan Oma nya yang dulu selalu dia repotkan.
"Sama-sama sayang. Kami juga sangat senang bisa hadir diacara ini, walau kami sudah tidak kuat untuk berdiri. Tapi kami akan selalu mendo'akan kalian berdua yang terbaik" ucap Oma Rena yang memang terlihat sangat kurus dan juga keriput.
Azalya dan Zayn memeluk tubuh renta Oma dan Opa nya. Karena berkat kedua orang inilah merjakan berdua bisa bersatu hingga sekarang dan saling mencintai.
Sedangkan disudut ruangan ada seseorang yang terlihat sangat sedih akan situasi yang seperti ini. Siapa lagi jika bukan Joyce, dia sangat mengharapkan bisa seperti mereka berdua. Puluhan tahun mereka berumah tangga, tapi tidak pernah ada kebahagiaan yang hadir didalam pernikahan nya.
Apa lagi sekarang dia bisa melihat wanita yang dia sakiti dulu sudah bahagia dan sudah memiliki keluarga yang begitu menyayanginya dan juga seorang suami yang terlihat sangat mencintainya. Sangat berbeda jauh dengan nya yang seorang istri, tapi diperlakukan layaknya teman biasa.
Sungguh miris bukan? Tapi itulah kehidupan, ada yang terlihat bahagia. Namun tidak seperti pandangan orang yang melihat.
"Hai, kenapa malah ngelamun disini? Ikut gabung yuk?" ucap Zia yang sudah bisa menerima Joyce sebagai iparnya. Karena dia sudah tahu banyak tentang masalah rumah tangga mereka. Apa lagi Joyce sangat rutin untuk konsultasi padanya.
"Kamu duluan saja Zi. Aku sedang tidak enak badan dan rasanya aku masuk angin" jawab Joyce yang sudah menyendiri setelah mengucapkan selamat pada Zayn dan Azalya tadi.
Zia hanya mengangguk dan meninggalkan Joyce sendiri, tidak jauh dari mereka berdua ternyata Daffy melihat bagaimana Mommy nya sedih dan tidak bisa ikut bergabung dengan yang lainnya. Daffy juga ikut menatap sedih pada Mommy nya, apa lagi dia sudah dewasa dan tahu kondisi rumah tangga kedua orang tuanya itu.
.
.
.
Othor sudah up 3bab ya hari ini....
Jadi jangan lupa untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya... Ramaikan disetiap babnya dengan komen kalian semua ya....