Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Ungkapan Zayn saat Azalya terlelap



Mom Vita meminta Azalya dan juga Zayn untuk duduk disofa ruang tamu dulu. Karena Mom Vita ingin menanyakan tentang yang tadi saat mereka baru bertemu lagi setelah beberapa minggu tidak bertemu.


"Bisa jelaskan pada Mommy Z?" tanya Mom Vita yang ingin tahu kenapa mood Azalya tidak seperti biasanya dengan terkesan malah seperti Ibu hamil yang mood nya naik turun.


"Z harus bicara apa Mom? Karena memang Azalya seperti itu. Z juga tidak tahu" jawab Zayn dengan masih menggenggam tangan Azalya dengan penuh kelembutan.


"Apa sudah diperiksa oleh dokter Z?" tanya Mom Vita yang menatap keduanya dengan sangat lekat.


"Memangnya ada hubungan nya dengan mood yang naik turun dengan diperiksa oleh dokter?" tanya Zayn yang mendadak menjadi tidak konek dengan ucapan dari Mom Vita.


"Zayn Pratama Edison. Apa kau tidak sadar jika sikap kalian berdua itu terlihat aneh dan juga tidak seperti biasanya. Apa kalian tahu, jika kalian itu seperti tanda-tanda orang yang sedang mengidam dan sedang hamil" ucap Mom Vita yang gemas pada putranya yang selalu pintar dan juga tidak pernah lemot, mendadak menjadi lemot seperti ini.


"Tapi Mom, hubby kan laki-laki tulen. Masa hamil?" tanya Azalya yang sama saja dengan Zayn yang mendadak menjadi lemot dan juga tulalit.


"Memangnya siapa yang bilang jika Zayn bukan laki-laki tulen Aza" ucap Mama Soraya yang ikutan gemas pada Azalya yang menjadi seperti itu.


"Lah, tadi Mommy bilang jika kami berdua seperti Ibu yang sedang hamil dan mengidam. Lalu letak salahnya dimana?" tanya Azalya dengan tatapan bingungnya kenatap semua orang yang ada dihadapan nya saat ini.


"Azalya Wijaya Kusuma... Yang ampun Aza, maksud Mommy kamu itu adalah. Kalian itu kemungkinan mengidam bersama, dengan catatan jika Azalya yang hamil. Tapi Zayn juga ikut merasakan ngidamnya" jelas Mama Soraya yang menepuk keningnya sendiri mendengarkan pertanyaan dari putrinya itu.


"Jadi maksud Mama... Oh my God!! By, aku hamil By" ucap Azalya dengan sangat antusias dan juga berteriak kegirangan tapi tiba-tiba menjadi sedih setelah melihat Zayn tidak merespon apa-apa dengan ucapan nya barusan.


"Hubby tidak mau menerimanya sebagai anak hubby? Hubby jahat! Aku nggak mau ketemu hubby lagi!" ucap Azalya yang langsung pergi begitu saja dari ruang tamu menuju kamarnya dan itu membuat semua orang saling pandang juga tidak tahu kenapa dengan Azalya.


"Mom, Dad, Ma, Pa, yang lainnya Z harus menyusul Azalya dulu" pamit Zayn yang segera beranjak dari duduknya menyusul Azalya yang sudah masuk kedalam kamar.


Sedangkan para orang tua dan juga Alkana hanya saling menatap akan kelakuan pasangan suami istri yang aneh bin ajaib itu. Zayn terus berlari menuju kamar Azalya yang ternyata dikunci dari dalam.


TOK...


TOK...


TOK...


"Az, buka pintunya. Aku mau bicara, dengarkan aku dulu oke" ucap Zayn yang mengetuk pintu kamar Azalya berulang kali tapi tidak ada jawaban.


Zayn mengeluarkan alat yang selalu dia bawa-bawa kemanapun dan itu sangat membantu dalam lah seperti ini. Dan langsung berhasil, Zayn bisa masuk kedalam kamar Azalya. Dia melihat Azalya malah terlelap dengan wajah sembabnya. Dengan sisa air mata yang sudah mengering dipipinya.


"Maafkan aku. Aku sangat menerimanya, dan juga mengharapkan nya. Jika itu terjadi, jangan pernah beranggapan jika aku tidak menerimanya dan tidak menganggapnya" ucap Zayn yang langsung memeluk Azalya dan juga mengecup kening Azalya dengan sangat lembut dan juga penuh kasih sayang padanya.


Zayn terus memeluk dan juga menciumi seluruh wajah Azalya yang masih terlelap sambil juga bergumam tidak jelas dalam tidurnya. Zayn yang menyadari itu mengurai pelukan nya dan langsung menangkup wajah Azalya dan melabuhkan kecupan mesra dibibirnya dan juga kedua mata Azalya yang terpejam.


"I love you my wife" ucap Zayn dengan berbisik pada Azalya yang sedang tertidur, tapi tetap tersenyum seperti mendengar ungkapkan cinta dari Zayn. Suaminya.


Zayn memeluk Azalya dan juga ikut membaringkan tubuhnya disamping Azalya yang sedang terlelap. Dengan seperti ini saja keduanya merasa sangat nyaman dan juga saling melengkapi dan juga saling mencintai tentunya.


.


Sedangkan dilantai bawah semua orang yang sedang memikirkan cara untuk bisa memastikan jika dugaan mereka benar. Apa lagi insting Mom Vita tidak akan bisa dibohongi jika masalah seperti ini. Semua orang juga memang sedang memikirkan hal yang sama.


"Mbak, apa yang mbak katakan itu memang ada benarnya juga. Jika kita harus memastikan semuanya dengan benar, tapi melihat mereka berdua yang seperti ini. Apa yang harus kita lakukan?" tanya Mama Soraya yang bingung harus berbuat seperti apa.


"Kita harus membeli alat tes kehamilan saja, itu adalah satu bentuk untuk bisa memastikan semuanya itu benar dan juga pasti dulu. Setelah semuanya pasti baru kita periksa dengan menyeluruh pada dokter obgyn" jelas Mom Vita yang memberikan saran pada Mama Soraya.


"Baiklah mbak, saya akan menyuruh seseorang untuk membelikan tespek untuk Azalya nanti setelah dia lebih tenang dan juga bisa mencobanya. Supaya semuanya bisa jelas dan tidak hanya tebak-tebakan saja" jawab Mama Soraya yang menatap Alkana untuk membelikan apa yang sedang dibicarakan oleh Mama Soraya dan juga Mom Vita.


"Alkan saja yang membelinya Ma, supaya bisa segera digunakan dan semuanya bisa jelas dengan semua yang Aza lakukan" ucap Alkana yang menawarkan dirinya untuk membelikan alat untuk mengetes kehamilan.


"Jika kamu tidak keberatan tidak apa-apa nak. Mommy senang jika nak Alkan mau membelikan nya untuk Azalya" ucap Mom Vita yang merasa senang dengan semua yang dilakukan oleh Alkana.


"Jangan begitu Mom, Aza adalah adik Alkan. Jadi sudah tugas dan juga kewajiban Alkan untuk membantunya juga. Jadi Mommy jangan merasa sungkan pada Alkan" ucap Alkana yang langsung beranjak dari duduknya untuk segera membelikan apa yang dibutuhkan oleh Azalya.


Setelah kepergian Alkana para orang tua langsung beranjak juga menuju kamar Azalya yang ternyata masih tertutup rapat dan juga terkunci juga.


"Apa Zayn sudah bisa masuk ya?" tanya Mom Vita pada Mama Soraya yang juga melihat kearah mereka semua.


"Kita tunggu saja sampai mereka keluar dari dalam kamarnya" ucap Mama Soraya yang diangguki oleh Mom Vita yang berada disampingnya sekarang.


"Baiklah, kami sebaiknya menunggu mereka saja untuk bisa bertemu dan juga menyuruh Azalya untuk segera menggunakan tespek yang sedang dibelikan oleh Alkana" ucap Mom Vita yang langsung pergi dari depan kamar Azalya menuju ruang keluarga dengan diikuti oleh Mama Soraya dan juga Papa Danu juga Dad Louis.


Sedangkan didalam kamar, Azalya dan Zayn sedang menikmati waktu berduanya dengan sangat dekat dan juga menikmati semuanya bersama. Azalya yang awalnya masih kesal dan juga marah pada Zayn sudah berhenti saat melihat Zayn tersenyum dan juga mencium keningnya dengan sangat lama dan juga penuh kasih sayang padanya.


"By, jika aku tidak hamil bagaimana? Apa hubby akan kecewa dan marah padaku?" tanya Azalya yang menatap Zayn dengan posisi masih saling berbaring dan juga berpelukan bersama.


"Berarti kita harus mencobanya lagi dan lagi hingga baby Z ada didalam sini" ucap Zayn sambil mengusap perut nya yang memang sedikit membuncit dari sebelum-sebelumnya Zayn melihatnya.


"Baby Z? Kenapa namanya mirip dengan hubby?" tanya Azalya yang sangat menikmati usapan lembut dari Zayn pada perutnya dan juga masih bingung dengan apa yang dikatakan oleh Zayn tadi.


"Iya, baby Z. Dengan begitu kita akan saling berhubungan satu sama lain" ucap Zayn dengan menunjuk wajah Azalya yang terlihat lebih cubby dan juga lebih semox dari sebelumnya yang seperti papan penggilesan. Seperti yang Zayn dulu katakan padanya.


"Benarkah? Berarti hubby sudah mulai mencintaiku dan juga melupakan surat perjanjian itu?" tanya Azalya yang menatap dan juga memeluk Zayn yang juga sedang memeluknya juga.


PLETAK...


"Hubby ih... Sakit tahu, kenapa malah disentil lagi" gerutu Azalya yang mengusap keningnya sendiri yang terasa berdenyut nyeri karena sentilan dari Zayn padanya.


"Itu hukuman karena tidak bisa menjaga ucapan kamu sendiri" ucap Zayn yang langsung mencium kening Azalya dengan kecupan mesranya pada Azalya yang sedang menikmati perasaan dari Zayn yang jarang melakukan seperti ini padanya.


"By, makasih ya. Hubby sudah membuat aku merasakan menjadi ratu dan juga selalu dimanjakan oleh hubby" ucap Azalya yang semakin memeluk erat tubuh Zayn dalam pelukan nya tersebut.


Zayn hanya diam dan menikmati pelukan dari Azalya padanya. Entah siapa yang memulainya lebih dulu, mereka berdua akhirnya melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan sebagai pasangan suami istri pada umumnya.


.


Malam harinya Zayn dan juga Azalya turun dengan keadaan yang sudah segar kembali. Untuk ikut makan malam bersama, dan itu sangat membuat semua orang menatap keduanya dengan tatapan yang penuh dengan tanda tanya.


"Aza, sudah lebih baik nak?" tanya Mom Vita yang melihat menantunya sudah ikut bergabung dan sudah duduk dikursi yang Zayn tarikan untuk Azalya.


"Sudah Mom" jawab Azalya yang menunduk tidak berani menatap wajah Mom Vita entah kenapa Azalya merasa enggan menatap wajah Mom Vita yang tersenyum menatapnya.


"Kenapa hanya diam saja? Kita semua makan malam dulu, baru setelah itu bisa melanjutkan pembicaraan yang tadi siang tertunda" ucap Dad Louis menyela semua orang yang akan mengucapkan kata-kata mereka saat berada dimeja makan untuk makan malam bersama.


Semua orang hanya diam dan menikmati makan malam mereka dengan sangat lahap dan juga dengan diam. Hingga mereka semua sudah selesai dan segera menuju ruang keluarga untuk membicarakan hal yang tadi siang juga meminta Azalya untuk mencoba tespek nya untuk bisa memastikan semuanya benar atau hanya dugaan semua orang saja.


Azalya dan Zayn sudah duduk dihadapan semua orang yang sedang menatap mereka berdua. Zayn merasa mereka berdua sedang dihakimi dan juga sedang disidang karena kasus tertentu. Zayn ingin mengatakan sesuatu pada semua orang yang sedang ada didalam ruangan keluarga.


"Maaf semuanya. Kenapa seperti kami ini adalah terdakwa yang sedang menghadapi persidangan?" tanya Zayn dengan tatapan yang datar dan sulit untuk diartikan oleh semua orang.


"Maaf Z. Mommy tidak bermaksud untuk melakukan itu pada kalian berdua, Mommy hanya ingin memastikan semuanya saja. Dan itu semua demi kebaikan dan juga bisa tahu apa semua yang kami curigai itu adalah benar semuanya" jawab Mom Vita yang merasa tidak enak pada putranya dan juga menantunya.


.


.


.


Othor meminta like, komen, vote dan hadiahnya ya... Supaya Othor bisa terus up setiap hari dan Othor bisa lebih banyak lagi....


Subscribe dan pollow akun Othor juga ya 😉🤗