
"Apa yang sedang abang selidiki? Semuanya sudah sangat jelas boy, Daddy juga sudah mengatakan jika itu bukanlah perusahaan keluarga Daddy. Itu real usaha dan juga jerih payah Daddy selama ini" ucap Dad Louis yang mana memang tidak terima jika harus menyerahkan apa yang dia capai selama ini akan diambil oleh saudaranya yang selalu saja tidak bisa melihat saudara yang lainnya bisa sukses.
"Tapi Dad, Mommy tidak mau jika nanti akan ada pertumpahan darah diantara Zayn dan orang itu. Mommy tidak bisa dan tidak akan bisa menerima itu semua" sela Mom Vita yang takut akan keselamatan putranya yang ini.
"Mommy tenang saja, semua tidak akan terjadi Mom. Mommy do'akan saja semuanya baik-baik saja" ucap Zayn yang mencoba menenangkan Mommy nya.
"Yang dikatakan oleh Zayn benar honey. Jangan berfikiran macam-macam dan yang aneh-aneh, karena fikiran seorang Ibu bisa saja terjadi. So sebelum itu terjadi lebih baik berfikiran positive dan juga do'akan yang terbaik untuk putra kita ini" ucap Dad Louis yang membenarkan ucapan dari Zayn barusan.
"Baiklah, tapi jika situasinya sudah tidak kondusif lagi lebih baik mundur dan jangan berbuat nekad. Mommy tidak mau itu!" jawab Mom Vita yang memberikan ultimatum pada putranya.
"Iya Mom" jawab Zayn yang memang tidak bisa menolak permintaan dari Mommy nya.
"Mommy akan menemani Mamanya Azalya dulu dibawah. Kalian mengobrol saja ambil nunggu Azalya terbangun" ucap Mom Vita pada kedua pria beda usia itu.
"Tentu honey" jawab Dad Louis yang tersenyum pada Mom Vita.
"Apa rencana selanjutnya yang akan kamu lakukan boy?" tanya Dad Louis saat melihat Mom Vita sudah tidak ada lagi.
"Tidak ada. Z hanya akan melakukan apa yang Z bisa, apa lagi EDC.CORP sedang banyak yang ingin menghancurkan dan juga mengambil alih. Karena mereka mungkin sudah tahu jika Z bukan anak kandung Daddy" jawab Zayn yang memperlihatkan layar laptop nya pada Dad Louis.
"Jadi dia sudah mulai bertindak dengan teman-temannya" gumam Dad Louis yang melihat siapa saja yang terlibat dalam masalah yang ada diperusahaan.
"Seperti yang Daddy lihat. Jika Z masih menggali siapa yang sudah merencanakan ini semua, karena dari ketiga orang ini salah satu nya adalah orang yang Z kenal. Sedangkan yang dua belum, karena Z belum pernah bertemu dan tahu apa yang dia inginkan" jelas Zayn yang memberikan informasi yang dia ketahui.
Walaupun tidak semuanya diberitahukan nya pada Dad Louis oleh Zayn. Zayn sengaja menyimpan dulu rahasia yang ada, karena tidak semuanya Dad Louis harus mengetahuinya. Bukan Zayn tidak percaya pada Daddy nya sendiri, tapi Zayn ingin Dad Louis jangan terlalu banyak tahu masalah yang ditimbulkan oleh saudaranya sendiri. Bisa-bisa Dad Louis akan mengambil tindakan diluar dugaan.
"Z sudah tahu jika Robert Delwyn adalah salah satu dari mereka?" tanya Dad Louis memastikan.
"Iya, juga pernah akan menjalin kerjasama. Tapi tidak jadi karena tidak sesuai dengan yang Z inginkan" jawab Zayn dengan datarnya.
"Kamu harus berhati-hati dengan ketiga orang itu. Dan dibelakang mereka masih ada orang yang paling berpengaruh dalam negara ini. Jika kamu salah langkah maka akan dipastikan, bukan hanya perusahaan yang akan hancur. Nyawa seluruh keluarga kita juga akan menjadi taruhannya" ucap Dad Louis yang memberikan peringatkan pada putranya yang satu ini.
Karena hanya Zayn lah yang paling tepat menghadapinya. Zayn adalah orang yang paling bisa diandalkan olehnya. Walau fisiknya lemah, tapi otaknya tidak bisa diragukan lagi kemampuan nya.
"Siapa kira-kira yang mendalangi mereka bertiga Dad? Z yakin jika Daddy tahu segalanya" tanya Zayn yang menatap dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.
"Daddy masih belum yakin jika itu adalah dia. Karena seingat Daddy dia sudah lama tidak pernah menampakan dirinya lagi didepan semua orang" jawab Dad Louis yang menatap lurus kedepan.
"Jika Daddy saja tidak yakin, kenapa Daddy bilang jika dia adalah orang yang sangat berpengaruh dinegara ini?" tanya Zayn lagi yang semakin penasaran akan semua masalah yang ada didalam keluarganya Dad Louis.
"Dari semua informasi yang Z dapatkan, tidak ada yang detail. Karena Z mendapatkan itu dari orang yang Z percaya untuk mencari tahu. Apa Daddy bisa menjelaskan semuanya dengan rinci? Karena ini akan sangat membantu untuk bisa menyingkirkan satu persatu dari mereka" ucap Zayn yang ingin supaya Dad Louis membuka mulutnya Danu menceritakan semua yang dia ketahui dan dia alami sendiri.
'Daddy belum bisa menceritakan semuanya padamu boy. Daddy tidak mau jika nanti kamu akan membenci Daddy, jadi lebih baik ini akan menjadi rahasia saja hingga Daddy mati nanti' ucap Dad Louis yang hanya bisa didalam hati saja.
'Apa yang sebenarnya Daddy sembunyikan dariku dan dari Mommy? Kenapa dia tidak mau menceritakan semua yang dia ketahui? Apa ada sesuatu yang membuatnya bungkam seperti ini? Aku harus bisa memecahkan teka teki ini dengan segera, jika tidak mungkin apa yang Daddy bilang akan terjadi. Seluruh keluarga ku akan mereka singkirkan' gumam Zayn yang juga dalam hatinya saja.
Mereka berdua saling memikirkan apa yang akan mereka lakukan dengan isi fikiran nya masing-masing. Hingga keheningan lah yang terjadi diantara kedua orang pria tersebut.
Saat mereka berdua sedang saling merenung satu sama lain, Azalya terbangun dan langsung menatap dengan heran Ayah dan anak itu yang sedang saling diam seperti orang yang sedang bermusuhan.
"Kenapa mereka berdua? Malah saling diam dan seperti sedang memikirkan sesuatu" gumam Azalya yang menatap heran.
"Aha, aku adalah ide untuk membuat mereka tidak saling diam lagi. Jangan panggil Azalya jika tidak bisa mencairkan suasana. Hihihi" gumamnya lagi sambil tersenyum cekikikan sendiri.
"Ehm" Azalya sengaja berdehem dengan sangat kencang supaya kedua orang yang sedang saling diam melihat kearahnya.
"Sudah bangun menantu?" tanya Dad Louis yang menatap Azalya sedang duduk menatap kearahnya juga Zayn.
"Seperti yang Daddy lihat" jawab Azalya dengan santainya.
Sedangkan Zayn langsung beranjak untuk menghampiri Azalya yang sedang menatapnya ingin segera beranjak dari tempat tidur.
"Daddy tunggu dibawah Z, Az" ucap Dad Louis yang langsung beranjak pergi menuju pintu lift untuk membawanya menuju lantai bawah.
"Iya Dad" jawab Azalya yang sekarang sedang mengerucutkan bibirnya kepada Zayn.
"Kenapa abang tidak membangunkan ku saat ada orang lain dikamar ini?" tanya Azalya dengan tatapan kesalnya.
"Dia bukan orang lain" ucap Zayn yang ingin menyentil kening Azalya tapi tidak jadi. Karena Azalya sudah lebih dulu menutupinya dengan tangan nya.
"Iya, maksudku. Jika ada orang lain selain kita berdua didalam kamar ini, aku kan jadi tidak enak pada Daddy. Masa ada mertua aku masih asik tidur" gerutu Azalya yang masih saja kesal karena Zayn tidak memperdulikan ucapan nya.
"Oh God!!! Kenapa engkau kirimkan manusia yang modelan flat seperti ini sih... Jadi sudah sendiri kan aku" ucap Azalya yang menengadahkan tangan nya seperti sedang berdo'a.
PLTAK...
"Aduh, sakit bang. Kenapa sih selalu saja menyentil keningku ini? Tidak bisa apa abang itu bicara, bukan menyentil ku??!" tanya Azalya yang sedang mengusap-ngusap keningnya yang terasa sakit.
"Makanya jangan asal bicara" jawab Zayn yang langsung menarik selimut yang sedang Azalya kenakan.
"Ih, abang mau ngapain?" tanya Azalya yang menarik kembali selimut yang tadi Zayn tarik.
"Kenapa malah ditarik kembali? Apa kamu tidak ingin menemui Mama?" Zayn balik bertanya pada Azalya yang malah memeluk selimut yang sedang dia pegang.
"Oh, aku kira abang mau ngapain. Hehehe" jawab Azalya yang nyengir kuda mendengar ucapan Zayn.
"Eh, sejak kapan aku menggunakan ini?" gumam Azalya yang melihat pakaian nya sudah ganti dari pakaian yang sebelumnya.
"Kamu tidur mirip kerbau, abang lap badan dan mengganti pakaian mu saja tidak sadar. Kamu ini tidur apa pingsan?" tanya Zayn yang memdekatkan wajahnya pada wajah Azalya.
"Jadi abang yang menggantikan nya... What!!" ucap Azalya yang berteriak setelah dia sadar jika tadi Zayn lah yang menggantikan pakaian nya bahkan membersihkan tubuhnya juga.
"Tidak bisakah jika tidak berteriak jika bicara?" tanya Zayn yang mengusap-ngusap telinganya yang terasa sakit karena mendengar teriakan Azalya barusan.
"Abang, benar abang yang melakukan ini semua? Abang yang mengganti pakaian dan juga membersihkan tubuh ku? Aaaa, aku kan jadi malu bang" ucap Azalya yang malah menutup wajahnya dengan keduanya tangan nya.
"Ck kau ini aneh sekali. Bukankah abang sudah melihat dan bahkan merasakan semuanya. Kenapa masih malu juga. Apa perlu abang mengulanginya sekarang sebelum kita turun menemui yang lainnya dibawah?" tanya Zayn yang malah menggoda Azalya yang sedang menutup wajahnya.
.
.
.
Saweran nya mana guys..... 💃💃💃
Like, komen, vote dan hadiahnya.... Kembang sekebon bila perlu kopi sepanci 😁😁😁