Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Dinner with family



"By sudah, anak-anak sudah menunggu kita" ucap Azalya yang menahan tangan Zayn yang ingin mengulangi yang baru saja mereka lewati bersama.


"Biarkan saja. Aku masih menginginkan nya" jawab Zayn tanpa beban sedikitpun juga. Membuat Azalya semakin kesal mendengarnya.


PLAK...


"Kita harus cepat By, kasihan mereka. Hubby kan sudah menjanjikan itu pada mereka, jadi jangan membuat mereka berdua kecewa" ucap Azalya setelah memukul lengan Zayn lumayan kencang.


"Baiklah. Nanti kau tidak akan bisa lolos" ucap Zayn yang mematikan shower dan mengenakan bathrobe sama dengan Azalya yang menggunakan bathrobe seperti Zayn.


"Mommy, Daddy... " teriak Zahiya dan Zaniya yang sudah menggedor-gedor pintu kamar kedua orang tuanya.


CKLEK...


"Maaf girl, Mommy dan Daddy baru selesai mandi. Makanya tidak langsung membuka pintunya. Kalian tunggu disini dulu, Mommy mau mengenakan pakaian" ucap Azalya yang meminta anak-anaknya untuk menunggu lagi.


"Apa Daddy sudah selesai mandi?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menatap punggung Azalya yang ingin memasuki ruangan walk in closet.


Azalya berbalik dan mengangguk, lalu tidak lama kemudian Zayn sudah datang dengan pakaian casual nya dan juga sudah sangat rapih. Zahiya dan Zaniya langsung menghampiri dan memeluk Zayn saat Zayn sudah berjongkok.


"Maafkan Daddy yang lama. Apa masih bisa menunggu Mommy untuk berdandan?" tanya Zayn pada kedua putrinya yang sudah sangat cantik-cantik ini.


"Tentu saja. Lagiankan ini masih setengah tujuh malam, masih ada waktu bukan Daddy?" jawab Zahiya dan Zaniya yang mengangguk lalu bertanya pada Zayn etelah melihat jam tangan yang ada ditangan mereka masing-masing.


"Tentu saja. Daddy mau menelpon dulu, kalian tunggu disini. Dan sambil menunggu ini" ucap Zayn yang memberikan iPad pada Zahiya dan Zaniya keduanya mendapatkan satu-satu.


"Thank you Dad" ucap keduanya yang langsung memeluk dan mencium Zayn setelah menerima iPad dari Zayn.


"You're welcome baby" jawab Zayn yang mengusap Zahiya dan Zaniya.


Zayn langsung menuju balkon untuk menghubungi anggotanya yang sudah bersiap untuk menjaga keamanan nya dengan keluarganya.


"Apa semunya sudah siap?" tanya Zayn pada Angga yang ternyata Zayn sudah berada dihalaman tanpa tahu bagaimana rencananya dia turun yang pasti dia sudah berada disana.


"Sesuai keinginan anda King. Apa ada lagi yang anda inginkan? Kami akan melakukan apa yang anda inginkan" jawab Angga yang mengatakan semuanya sesuai dengan keinginan Zayn tadi. Angga juga menawarkan jika ada kekurangan.


"Sementara itu saja dulu" ucap Zayn yang langsung pergi lagi setelah mengatakan itu pada Angga.


Zayn tiba-tiba sudah berada dibalkon kembali. Dan dia melihat Azalya sudah siap dengan gaun malam yang sangat cantik dan juga melekat sempurna ditubuhnya. Azalya tahu jika Zayn tidak suka jika dia menggunakan pakaian yang ketat dan juga terbuka, jadi dia menggunakan pakaian yang sedikit tertutup dan itu malah membuat Azalya semakin terlihat sangat cantik dan juga sangat imut juga elegant.


"Apa Mommy sudah terlihat cantik dengan gaun ini sayang?" tanya Azalya pada Zahiya dan Zaniya.


"Perfect Mom, bahkan sangatlah cantik" jawab Zahiya dan Zaniya yang mengacungkan kedua jempolnya pada Azalya yang tersenyum.


Zayn yang melihat itu langsung menghampiri mereka dan memeluk Azalya. Lalu merapatkan tubuhnya pada tubuh Azalya yang sudah sangat sempurna ini.


"By, ada anak-anak. Jangan seperti ini" ucap protes Azalya saat Zayn malah semakin memeluknya.


"My Queen, apa kalian melihat sesuatu?" tanya Zayn yang sengaja mengatakan itu pada Zahiya dan Zaniya yang dengan kompak membalikan badan nya kearah belakang.


"Kami tidak melihatnya Dad" jawab keduanya dengan kompak dan menahan senyuman nya.


"Kau dengar sendiri bukan, jika mereka tidak melihat apa-apa" ucap Zayn yang malah mengecup keningnya cukup lama lalu turun hingga kebibirnya dan mereka saling tersenyum saat kecupan nya terlepas.


Zayn dan Azalya menyatukan keningnya lalu tersenyum bahagia dan Zayn mengusap sisa slivanya yang menempel pada bibir Azalya.


"Ini lebih baik" ucap Zayn yang sudah menghapus lipstick dibibir Azalya yang menggunakan warna merah terang.


"Ini bukan lebih baik, yang ada hubby menghapusnya" ucap Azalya yang menggerutu karena lipstick nya sudah habis oleh Zayn.


"Jangan protes. Kita pergi sekarang" ucap Zayn yang menuntun Azalya menghampiri Zahiya dan Zaniya yang tersenyum melihat Daddy nya menghampiri dengan lipstick Mommy nya menempel dibibirnya.


"Apa Daddy menggunakan lipstick?" tanya Zahiya dan Zaniya yang tertawa cekikikan melihat Zayn yang bibirnya merah.


Zayn langsung menuju cermin dan benar saja, Azalya mengambil tisu lalu menghapusnya sambil tersenyum.


"Bagaimana rasanya By?" tanya Azalya juga menahan tawanya karena melihat Zayn yang sedang menahan malu dengan memasang wajah datarnya.


"Ehm... Kita bisa berangkat sekarang" ucap Zayn yang menggandeng tangan Azalya lalu menghampiri Zahiya dan Zaniya yang sedang bermain dengan iPad baru mereka.


"Ayo girl, kita pergi sekarang" ucap Azalya yang mengajak kedua putrinya yang langsung meletakan iPad nya diatas meja.


"Let's go" ucap keduanya bersemangat lalu menggandeng tangan Zayn dan Azalya.


Zahiya dan Zaniya tidak berhenti berbicara saat sudah didalam mobil menuju restaurant yang sudah dibooking oleh Angga untuk Zayn dan juga keluarganya.


"Mari Tuan dan Nyonya" ucap pelayan yang sudah menunggu kedatangan Zayn dan keluarga kecilnya.


Azalya mengangguk dan juga tersenyum, begitu juga dengan Zahiya dan Zaniya yang memperlihatkan wajah ramah mereka berdua.


Zayn, Azalya, Zahiya dan Zaniya sudah duduk ditempatnya masing-masing. Lalu berbagai makanan mulai dihidangkan oleh beberapa pelayan dan juga pramusaji.


Zayn mengibaskan tangan nya. Zayn paling tidak suka jika akan makan tapi banyak pertanyaan. Dengan patuhnya manager restaurant tersebut pergi setelah berpamitan pada pelanggan VVIP mereka.


"Apa kalian suka dengan makanan yang ada disini atau mau menambah yang lain lagi?" tanya Zayn pada ketiga wanita kesayangan nya.


"Ini sudah cukup By, malah terlalu banyak. Bagaimana jika tidak habis? Bisa mubazir semua makanan ini" jawab Azalya yang menanyakan bagaimana menghabiskan semua makanan sebanyak ini.


"Tinggal bungkus lalu memberikan nya pada yang membutuhkan. Karena aku sudah membayar semuanya ini dengan sangat mahal, jadi kalian bisa rikwes dan bisa membungkusnya untuk anak-anak yatim atau para duafa lainnya" jawab Zayn dengan entengnya dan dia menyantap makanan nya setelah semuanya sudah dicek oleh Angga dan Marcos yang menjadi bahan testy.


"Yang dikatakan oleh Daddy memang benar Mommy, kita harus berbagi bukan?" tanya Zahiya dan Zaniya yang memang sudah selalu diingatkan oleh Azalya sejak dini.


"Tentu saja, kenapa tidak. Dengan kita berbagi pada orang lain dan tangan membutuhkan, maka kita bisa meringankan beban yang ada pada mereka yang tidak bisa menikmati makanan ini juga bisa mengurangi angka kelaparan disini" jawab Azalya yang membuat Zayn langsung menggenggam tangan Azalya yang berada dibawah meja dan mengusapnya.


"Sekarang makan dulu. Urusan berbagi bisa nanti, jika bisa menghabisakan semua ini maka akan bisa kenyang. Dan jangan bangayak bicara jika sedang makan" ucap Zayn yang mengatakan nya pada ketiga wanita kesayangan nya.


"Oke Dad" jawab ketiganya kompak lalu tersenyum bersama dan mereka menikmati makan malam yang sangat mewah juga sangat membuat mereka tersenyum senang. Apa lagi Zayn yang selama ini mencarinya.


'Terimakasih Ya Allah, engkau telah mempertemukan kami kembali. Jangan biarkan kami berpisah dan jangan membuat kami menghadapi masalah yang besar lagi. Karena aku tidak akan bisa melewati semuanya tanpa mereka bertiga. Wanita-wanita yang sudah bisa membuat kehidupan ku menjadi berwarna dan merasakan indahnya memiliki keluarga yang utuh dan aku berjanji akan melakukan apapun untuk kebahagiaan mereka bertiga' ucap Zayn dalam hati saat melihat ketiganya saling tersenyum bersama.


Setelah makan malam selesai, mereka tidak langsung pulang. Mereka malah berjalan-jalan ditaman yang terlihat ramai dan banyak orang. Sebenarnya Zayn tidak suka berada ditempat ramai seperti ini. Tapi demi anak-anaknya yang menginginkan berada ditempat ini.


"Apa kalian senang berada disini?" tanya Zayn yang melihat anak-anak sudah mengatuk setelah lelah bermain dan juga sudah kekenyangan setelah makan malam tadi.


"Senang Daddy, tapi kami ingin pulang dan sudah sangat mengantuk" jawab Zahiya dan Zaniya yang menguap beberapa kali.


"Oke, kita pulang sekarang" ucap Zayn yang mengajak mereka semua untuk pulang kembali ke mainson.


Setelah sampai mainson mereka langsung membersihkan tubuhnya dan berganti pakaian setelah itu mereka berdua langsung tertidur dengan sangat nyenyaknya.


Sedangkan Azalya sedah bersiap juga untuk tidur dan dia juga sudah menggunakan lingerie yang sangat tipis dan sexy. Membuat Zayn semakin bersemangat untuk segera menikmatinya, tapi Zayn mengingat sesuatu akan Azalya yang dulu melahirkan dengan cara paksa dulu.


"Aku ingin menanyakan sesuatu pada kamu, tolong jawab dengan jujur" ucap Zayn yang sudah berbaring disamping Azalya setelah berganti pakaian juga.


"Bertanya apa By? Kenapa harus menanyakan nya dulu?" tanya Azalya yang langsung menghadap Zayn yang sedang menatapnya juga.


"Apa, maaf. Apa kamu masih bisa hamil kembali setelah kejadian waktu itu? Aku hanya ingin tahu saja, aku tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan kamu sebagai wanita. Aku tidak masalah jika kita tidak bisa menambah momongan lagi, Tali aku sudah bahagia mendapatkan dan bisa menemukan kalian" ucap Zayn yang merasa tidak enak harus menanyakan ini semua pada Azalya langsung.


"Aku minta maaf juga By, karena aku memang sudah tidak bisa hamil lagi. Karena kejadian dulu dan juga selalu diberikan ramuan dan obat yang berdampak bisa menyebabkan aku tidak akan bisa memiliki keturunan kembali. Aku yang seharusnya meminta maaf pada Hubby, karena aku belum bisa memberikan seorang putra untuk Hubby" ucap Azalya yang sudah meneteskan air matanya saat mengucapkan kata-kata itu pada Zayn.


"Sstttt, jangan pernah mengatakan itu padaku. Karena aku sudah bilng jika aku tidak membutuhkan apa-apa lagi selain kamu. Apa lagi ada dua putri kita yang sudah bisa membuat aku semakin bahagia. Walau tidak memiliki mereka sekalipun aku akan bahagia karena bisa memiliki kamu dalam hidupku. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri, ini semua adalah takdir untuk kita berdua untuk bisa menjaga kedua putri kita dengan baik" ucap Zayn yang memeluk dan mengusap punggung Azalya yang bergetar karena menangis.


"Maafkan aku yang sudah menanyakan ini dan membuat kamu bsrsedih. Sungguh aku bahagia dan sangat bahagia bersama kalian, jangan pernah berfikiran macam-macam dan jangan pernah memintaku untuk mencari yang lain. Karena aku tidak akan melakukan itu semua" ucap Zayn yang seolah tahu jika Azalya ingin mengatakan supaya Zayn mencari wanita lain untuk bisa mendapatkan seorang putra.


"Apa Hubby bisa membaca fikiran? Kenapa Hubby tahu apa yang ada dalam fikiran dan muga ingin aku katakan pada Hubby?" tanya Azalya yang mendongak dan air matanya nasib mengalir walau tidak terlalu deras.


"Jangan pernah berfikiran seperti itu lagi. Karena bagi ku kamu saja sudah cukup, untuk apa seorang putra jika aku menyakiti hati empat wanita segaligus. Jadi jangan berfikiran seperti itu lagi!" ucap Zayn dengan sangat tegas pada Azalya dan Azalya mengerutkan keningnya saat mendengar Zayn mengucapkan kata empat wanita.


"Maksud Hubby dari empat wanita? Apa Hubby memang berencana bukan hanya menambah satu istri? Melainkan empat sekaligus, begitu?!" tanya Azalya yang menatap Zayn dengan tajam dan tidak ingin dipeluk oleh Zayn.


"Jelas empat wanita. Istriku, kedua anak ku dan wanita yang akan memberikan seorang putra padaku. Iya jika yang kudapatkan adalah putra, jika putri lagi dan lagi. Apa yang harus aku lakukan? Menambah istri lagi dan akan menyakiti perasaan kalian semua? Itu adalah serakah dan tidak bisa bersyukur dengan apa yang sudah Allah berikan pada kita. Apa kamu mau aku yang seperti itu?" tanya Zayn dengan tatapan seriusnya.


"Iya juga, lebih baik Hubby jangan melakukan itu semua. Cukup hanya aku saja didalam hati dan fikiran Hubby ,jangan sampai ada yang lain" ucap Azalya yang memeluk Zayn dan menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn yang tersenyum akan mendengar jawaban yang diberikan oleh Azalya padanya.


"Tentu saja aku tidak akan melakukan nya. Tapi jika kamu memaksa, kenapa tidak?" tanya Zayn yang malah menggoda Azalya yang sedang posesif padanya sekarang.


"Tidak, tidak akan aku izinkan Hubby melakukan itu. Enak saja, yang ada aku yang selalu makan hati. Bisa-bisa nanti dijadikan judul novel lagi sama Othor" ucap Azalya yang membuat Zayn malah semakin mengeratkan pelukan nya.


"Kenapa tidak, mungkin saja judulnya derita istri pertama yang meminta suaminya menikah lagi" jawab Zayn yang membuat Azalya mencubit gemas perut kotak-kotak Zayn yang membuat Azalya mengerucutkan bibirnya kesal pada Zayn yang malah menggodanya.


"Hubby Ihhh... Nyebelin, memangnya Hubby mau seperti itu apa? Jika iya, lebih baik pulangkan saja aku pada Ibu ku atau Ayah ku. Huo... Huo...." ucap Azalya yang ikut tergelak juga karena dia malah bernyanyi diujung kalimatnya.


"Kenapa harus seperti itu? Jika bisa mendapatkan dua, kenapa harus satu? Hahaha" ucap Zayn yang semakin menggoda Azalya dan juga malah menggelitik pinggang Azalya yang sedang tertawa sambil membalas gelitikan Zayn padanya.


Keduanya saling tertawa bersama menghabisakan waktu malam mereka sebelum tidur. Hingga keduanya kelelahan akibat banyak tertawa dan saling mengejek dan menggelitik, akhirnya mereka berdua terlelap dibawah selimut tebalnya dengan saling berpelukan erat. Tidak ingin berjauhan satu sama lain.


.


.


.


Jangan lupa subscribe dan tinggalkan jejak kalian semua ya untuk like, komen, vote, dan hadiahnya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up tiap hari...


Pollow akun Othor juga ya...


FB. Atikah Syarif


IG. @Atikah_syarif440