Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Pertempuran part 2



Zayn langsung bangkit dan menghampiri Addofo setelah Alberto sudah diamankan oleh Aaron yang memang selalu standby jika dalam situasi seperti ini. Zayn dengan santainya mendekat dan menatap dengan datar dan tanpa ekspresi apapun.


"Akhirnya kau keluar juga anak kecil. Aku sudah lama ingin sekali menghabisi mu, sama seperti aku menghabisi pecundang seperti Ayah mu itu. Hahaha" ucap Addofo dengan tertawa sangat kencang.


"Benarkah? Benarkah anda bisa menghabisi ku semudah itu Pak tua? Jika bisa silahkan saja, tapi. Kau juga akan mendapatkan kabar duka dari orang yang anda harapkan" tanya Zayn yang mana memberikan ancaman yang bisa membuat Addofo bungkam dan tidak bisa mengatakan apa-apa.


"Kenapa anda diam saja? Apa anda sudah lupa cara tertawa lagi?" tanya Zayn seakan-akan mengejek sang juga mengoloknya dengan terang-terangan pada Addofo Barnard.


"Kau tidak akan bisa meninggalkan melawan Tuan kami anak muda. Karena kami sudah bisa membuat mu akan memohon untuk bisa melepaskan orang yang kami bawa untuk mu anak muda" ucap seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Lucas dan disana juga ada Louis yang melihat dari jauh.


Bagaimana saudaranya yang mengkhianatinya dengan sangat mudahnya dan tanpa merasa bersalah sedikitpun. Bahkan sudah membunuh seluruh keluarganya tanpa sisa, hingga dia pergi dan membangun perusahaan disini. Di negara ini untuk bisa jauh dan lepas dari orang sepertinya.


"Benarkah? Jika iya, saya mau melihatnya" ucap Zayn dengan sangat datar.


Tiba-tiba ada seseorang yang membawa wanita yang dari postur tubuhnya sangat mirip dengan Azalya dan itu tidak membuat Zayn memperlihatkan ekspresinya walau hanya sekilas. Dia masih saja santai dengan apa yang akan dilakukan oleh mereka pada wanita yang ada ditangan mereka.


"Apa kau lupa anak muda, dengan istri kamu sendiri? Jika iya, mari akan saya tunjukan bagaimana kami semua akan membuat kamu bertekuk lutut dihadapan Tuan dan memohon untuk keselamatan wanita ini dan yang ternyata adalah istrimu sendiri" ucapnya yang sambil menyeringai karena bisa membuat Zayn diam dan tidak mengatakan apa-apa lagi pada Addofo.


Bukan Zayn yang tersulut emosi. Melainkan Louis yang langsung menyerang menggunakan senjatanya hingga suara bising membuat semua orang semakin tercengang dan juga langsung berlindung dari tembakan yang sangat banyak dan dari berbagai arah.


Zayn langsung memberi kode pada anggotanya untuk melakukan tugasnya dengan baik dan tanpa kesalahan yang akan dilakukan oleh anggotanya yang sekarang menyamar menjadi Azalya. Dengan begitu dia tidak akan mengampuni orang yang sudah membuatnya benar-benar menjadi seorang yatim.


"Apa kau tidak apa-apa Z?" tanya Dad Louis yang menatap Zayn dari atas hingga bawah.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja dia terus menatap dan menggunakan senjatanya yang sudah diberikan peredam suara untuk bisa lebih mudah menghabisi orang-orang dari Addofo.


"Kita harus menyerangnya dengan caranya bersama-sama untuk bisa menghancurkan Addofo Z" ucap Dad Louis pada Zayn.


" Tidak perlu Dad. aku sudah memiliki rencana yang lain. Daddy sendiri saja, aku akan melakukan sesuatu" jawab Zayn yang langsung pergi dalam sekejap mata meninggalkan Dad Louis yang hanya bisa menatapnya yang sudah tidak ada lagi disampingnya.


"Semoga kamu memang bisa mengalahkan nya Z. Daddy mengandalkan mu, Daddy akan membantu mu dari sini" gumam Dad Louis yang terus menembaki para anggota Addofo yang masih menyerangnya.


Sedangkan Zayn sedang menatap pria yang sudah tidak bernyawa lagi dan dihadapan nya saat ini ada Mark. Asisten pribadi dari pria yang sedang dia tatap, siapa lagi jika bukan Dad Surya atau sering dipanggil Alberto. Karena beliau menggunakan nama kecilnya.


"Tuan Muda. Saya akan melakukan segala cara untuk bisa memberikan anda.. " tapi Zayn mengangkat tangan nya untuk menghentikan ucapan dari Mark yang ingin mengatakan sesuatu padanya.


"Saya bisa melakukan nya sendiri. Anda urus saja diri anda sendiri, jangan pernah memanggil saya dengan sebutan itu lagi. Karena saya bukan Tuan anda" ucap Zayn yang langsung pergi dari hadapan Mark yang menatapnya dengan tatapan sedihnya.


"Maafkan saya Tuan Muda. Ini memang kesalahan kami, bukan hanya kesalahan Tuan saja. Saya juga bersalah pada anda. Karena saya juga ikut menyembunyikan kebenaran ini dari anda" gumam Mark yang menatap kearah depan, tapi sudah tidak ada siapa-siapa lagi.


Sekarang orang yang ingin meminta maaf langsung pada seluruh keluarganya dan menjelaskan semuanya sudah tidak ada lagi. Bahkan semua rencananya benar-benar didengar oleh Tuhan. Bagaimana tidak didengar, dia membohongi seluruh keluarganya dengan mengatakan meninggal dunia. Dan sekarang dia benar-benar meninggalkan seluruh keluarganya untuk selama-lamanya.


SRAK...


DOR...


DOR...


SRAK...


SRAK...


Zayn membunuh semua musuhnya dengan sangat mudah san juga menggunakan caranya sebagai psychopath yang kejam. Dengan begitu dia bisa mengimbangi Addofo yang juga tercengang melihat kemampuan Zayn yang bisa dengan mudah menggunakan dua Macam senjata dalam satu gerakan dan juga bisa membuat musuh-musuhnya mati dengan sangat tragis.


"Kau sangat berbakat juga anak muda. Apa kau yakin akan sanggup jika hanya menggunakan tangan kosong saja melawan ku" ucap Addofo yang menantang Zayn dengan mengatakan itu semua pada Zayn. Tapi dia akan berbuat curang, karena begitulah Addofo jika bertarung dengan orang-orang yang dianggapnya kuat.


"Tidak masalah. Jika anda berbuat curang, maka anda salah memilih lawan" ucap Zayn yang dengan santainya menyimpan belatinya tanpa disadari oleh Addofo yang walau jeli menatap Zayn.


BUK...


BRAK...


KREK...


BUK...


BUK...


Zayn terus melawan dengan tangan kosong awalnya. Tapi saat dia melihat Addofo mengeluarkan sesuatu Zayn mengeluarkan jarum beracun yang sudah dia siapkan untuk bisa melumpuhkan Addofo dengan mudah.


JLEB...


"Aaaaa, kau curang anak muda! Kau menggunakan senjata!" ucap Addofo yang tidak terima. Sedangkan Zayn hanya diam saja menatap Addofo yang mengerang kesakitan karena tangan nya terkena jarum beracun yng dia buat.


"Sudah ku katakan pada anda. Jika anda salah memilih lawan, jika anda berbuat curang. Maka saya akan lebih curang lagi, saya bisa menjadi diri anda yang lebih kejam dan juga sadis dibandingkan anda" ucap Zayn yang sudah membuat Addofo tidak bisa berdiri lagi dengan benar.


Karena kedua tangan nya sudah lemas dan seperti tidak memiliki tulang lagi. Agostino yang melihatnya ingin menyerang Zayn dari belakang tapi ditahan oleh Marcos yang memang dengan melindungi Zayn dari jarak jauh.


"Kau tidak bisakah melawan dan menyerang dari depan?" ucap Marcos yang sudah menjelama menjadi Iblis yang siap membunuh siapa saja yang ingin berbuat curang pada King nya.


"Kau! Kau tidak akan mampu melawan ku penghianat!" ucap Agostino yang mengacungkan senjatanya pada Marcos yang hanya tersenyum miring menatap Agostino yang sedang marah dan mungkin dendam padanya.


"Kenapa? Apa kau takut untuk melawan ku dengan keadaan mu yang sedang cacat seperti itu? Cih!" tanya Marcos yang menatap sinis dan juga meremehkan.


DOR...


DOR...


DOR...


Agostino langsung menembaki Marcos dengan memba*i buta. Dia tidak perduli jika pelurunya meleset atau memang mengenai sasaran nya. Yang pasti tidak harus bisa membuatnya mati ditangan nya, karena dia sudah dibuat kesal dan juga marah oleh ucapan nya tadi padanya dan juga sudah menjadi musuh bebuyutan sejak lama.


DOR...


DOR...


DOR...


"Sial! Kenapa harus habis sekarang" umpat Agostino saat pelurunya sudah habis dan tidak bisa menggunakan senjatanya lagi. Dan dengan mudahnya Marcos datang dan menyerangnya dengan perlahan dan senyap. Awalnya Markos menembak kaki Agostino.


"Ini adalah untuk adik ku yang sudah kau le*ehkan hingga dia bunuh diri. DOR... " Marcos menembak kaki yang masih dibalut oleh perban.


"Aaa" jerit Agostino dengan sangat kencang.


"Ini untuk kakak ku yang kau bunuh dengan keji. DOR... " Marcos menembak kaki sebelahnya lagi.


"Aaa.... Bang*at!" umpat Agostino yang mana semakin membuat Marcos tertawa senang melihat dan menyaksikan Agostino mengerang kesakitan.


"Ini untuk seluruh keluargaku yang sudah kau hancurkan dengan sangat tidak kemanusiaan. DOR..." Marcos menembak kepala Agostino tepat dikeningnya hingga ada lubang bekas tembakan yang Marcos lakukan.


"Kau memang pantas mendapatkan itu semua. Jika kau tidak dibunuh, maka akan banyak korban yang berhamburan dimana-mana" ucap Marcos yang menatap Agostino yang sudah tidak bernyawa lagi dengan mata yang melotot lebar.


"Kau memang pantas mendapatkan semua itu. Karena jika kau tidak mati, akan banyak korban yang sama dengan seluruh keluargaku. Dengan begini sudah berkurang penjahat keji sepertimu" ucap Marcos yang menatap Agostino yang sudah tidak bernyawa lagi.


Sedangkan ditempat lain Zayn sedang menatap Addofo yang sedang mengerang kesakitan dan juga mengumpati Zayn yang sudah membuat keduanya tangan nya tidak bisa digunakan lagi. Jangan kan digunakan, tangan nya sangat lemas dan seperti tidak memiliki tulang.


"Anda akan bertemu dengan seseorang yang anda inginkan" ucap Zayn yang membawa Zoya, yang entah sejak kapan dia berada disana.


Sampai seluruh keluarganya dan juga Mommy Vita tidak tahu jika Zoya berada disana dengan Zayn.


"Zoya...." ucap Addofo yang menatap Zoya penuh dengan kerinduan dan juga rasanya ingin memeluk Zoya dan mengatakan jika dia adalah Ayah biologis nya.


"Anda ingin mengatakan apa? Saya tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni anda" tanya Zoya yang menatap Addofo dengan tatapan datarnya dan juga dingin.


"Kak, Z akan keluar dulu. Kakak bisa berbicara berdua dengan nya" ucap Zayn yang ingin pergi tapi ditahan oleh Zoya. Karena Zoya sudah muak dan juga sangat membencinya, dia tidak ingin hanya berdua didalam ruangan ini bersama dengan Addofo.


"Baiklah, jika kakak maunya seperti itu" ucap Zayn yang kembali duduk dan menatapi layar pad nya yang selalu dia bawa-bawa kemanapun. Dia terus menatapi layar pad nya, yang dimana menampilkan Azalya yang sedang terlelap dalam kamar yang terlihat sangat nyaman.


"Zoya. Daddy minta maaf, Daddy hanya ingin kamu yang mengurus semua usaha Daddy yang ada di Italia. Karena hanya kamu penerus Daddy, karena hanya kamu keturunan ku satu-satunya. Tolong terima semua ini" ucap Addofo dengan tatapan yang sangat memohon pada Zoya.


Dimana seorang Addofo Barnard yang angkuh dan juga arrogant perginya. Bukankah dia adalah pria yang tidak pernah mengatakan permohonan pada siapapun, tapi sekarang dia memohon pada putri kandungnya yang sengaja dia menitipkan benihnya pada wanita yang juga sudah dia sakiti sangat dalam. Jika saja wanita itu masih mengingatnya.


"Apa saya tidak salah mendengarnya? Saya sama sekali tidak tertarik jika harus melanjutkan bisnis haram dan ilegal anda" ucap Zoya dengan tatapan tajamnya dan juga sangat dingin menatap Addofo.


Zayn seperti tidak mendengar apa-apa yang Ayah dan anak itu katakan. Dia hanya fokus pada Azalya yang sedang terlelap saja, apa lagi posisi Azalya yang terlelap sangat menantangnya untuk dia buat mend*sah dibawah kungkungan nya.


.


.


.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...


Subscribe dan pollow akun Othor juga...