
"Jika Daddy sedang mencari Dad Surya, kenapa dia malah mengancamku waktu itu?" gumam Zayn yang hanya dia sendiri yang mendengarnya.
"Apa Tuan Muda mengatakan sesuatu?" tanya bik Sumi yang mendengar Zayn bergumam.
Zayn hanya menggeleng dan dia langsung menyimpan lagi album foto tersebut ketempat semula. Dia tidak ingin jika ada yang melihat ini semua dan biarlah ini menjadi rahasia. Karena semuanya orang tahunya jika Zoya adalah keturunan Pratama.
"Apa mereka semua mengetahui semua yang sudah saya ketahui bik?" tanya Zayn yang menatap lurus kedepan setelah dia bangkit dari duduknya dan berdiri disamping lemari besar yang ada dihadapan nya.
"Tidak Tuan Muda. Mereka hanya tahu jika Zoya bukan saudara satu Ayah saja. Karena mereka hanya mendengar daribsatu pihak saja, yaitu Tuan Addofo sendiri. Karena dia sudah pernah menemui Nona Zoya dan berbicara berdua" jawab bik Sumi dengan tenang dan juga bisa saja.
"Apa bibik memiliki mata-mata yang kapan saja bisa melaporkan nya pada bibik? Karena saya paling tidak suka jika ada orang yang tidak pernah jujur dan juga tidak bisa dipegang kata-katanya" ucap Zayn yang tiba-tiba mendorong lemari tersebut dan munculah ruangan rahasia lagi yang Zayn sudah tahu akan seperti ini.
"Saya, hanya menjalankan perintah dari Tuan saja. Karena saya sudah berjanji pada beliau" jawab bik Sumi pada Zayn yang sudah memasuki ruangan rahasia milik Daddy nya selama ini.
"Jadi ini semua dia serahkan padaku? Anak lemah yang memiliki banyak kekurangan?" tanya Zayn tanpa ekspresi apapun dan dia menatapi seluruh ruangan dan dia melihat ada sebuah foto berukuran sangat besar dan disana ada sebuah keluarga besar dan disana ada foto yang mirip sekali dengan nya. Lebih tepatnya mirip dengan Zayd.
"Sesuai dengan yang ada dalam fikiran anda Tuan Muda. Karena anda dan juga Tuan sangat mirip dalam melakukan segala hal, termasuk dengan perencanaan yang sangat matang. Tapi apa satu hal yang tidak dimiliki oleh Tuan dan itu hanya dimiliki oleh anda saja Tuan Muda" jawab bik Sumi yang malah menatap lurus kedepan tanpa melihat kearah Zayn yang menemukan sesuatu didalam sebuah lukisan yang terpajang tidak jauh darinya berdiri sekarang.
'Ini, ini adalah jam tangan yang sama persis dengan yang dimiliki oleh... ' Zayn langsung keluar dari ruangan tersebut untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri. Dan benar saja dugaan nya, jika jam tangan yang sedang dia pegang sama persis dengan yang sering dianiyaya kenakan dan juga memiliki merk dan juga bentuk yang sama persis.
'Pantas saja aku gampang dikenali olehnya. Ini balasan yang sebenarnya, aku akan membuat semua ini segera berakhir dengan menemukan nya hidup-hidup atau sebaliknya. Karena dia sudah menelantarkan istri dan juga anak-anaknya selama belasan tahun lamanya' ucap Zayn dalam hati lambung menyimpan kembali jam yang dia temukan pada tempat semula.
"Tuan Muda, apa anda tidak apa-apa? Kenapa anda lambung berlari?" tanya bik Sumi yang sudah tergopoh-gopoh mengejar langkah Zayn yang sangat cepat dan dia tidak bisa mengetahui apa yang Zayn temukan didalam ruangan tadi.
"Tidak ada. Hanya sedang mengingat sesuatu" jawab Zayn yang kembali lagi kearah tlat yang tadi dia datangi dan juga dia periksa semuanya.
Bik Sumi yang melihat itu tidak mengikuti lagi, karena tiba-tiba jantungnya terasa sakit dan...
BRUK....
Bik Sumi langsung ambruk dan tidak sadarkan diri lagi. Sedangkan Zayn dia tidak tahu jika bik Sumi sudah tergeletak dilantai, karena dia sudah berada didalam ruangan yang tadi dan dia sedang mencari sesuatu yang bisa membuatnya bisa menemukan titik terang untuk masalah ini.
Zayn terus menatapi foto yang juga lukisan yang ada didepan nya. Yang ternyata itu adalah lukisan disebuah tempat yang tidak asing lagi dimatanya, Zayn langsung kemotretnya dan dia terus menatap dengan serius dan menemukan ada sesuatu yang aneh dalam lukisan tersebut.
Zayn meraba lukisan tersebut dan tiba-tiba ada sesuatu yang terjatuh dari lukisan tersebut dan itu adalah sebuah micro chip yang sangat kecil ada didalam pelastik klip berukuran kecil. Zayn langsung membukanya dan terlihat semua kejahatan yang dimiliki oleh Addofo dan juga Robert Delwyn, yang selama ini Zayn cari-cari ternyata ada disini.
Dan Zayn juga menemukan kenapa alasan Dad Louis menikahi Mom Vita dan hingga saat ini saling mencintai. Dimana Dad Louis memang sangat baik dan memang sangat tulus pada mereka semua, jadi yang dia katakan adalah kebohongan pada Zayn. Karena semua yang dia temukan ini sudah semakin jelas dan ada sangkut pautnya satu sama lain.
"Jadi dia hanya menggertak ku saja untuk bisa menemui pria tidak bertanggung jawab itu. Cih, tidak ada pentingnya" ucap Zayn yang berdecih dengan apa dia katakan barusan.
"Aku harus bisa meyakinkan kak Zoya untuk bisa membuat Addofo bisa menghentikan semua aksinya yang membuat resah. Jika itu bisa terjadi maka kedua pria pengecut itu akan keluar dan bisa bertemu satu sama lain" gumam Zayn lagi yang memiliki rencananya sendiri.
"Tapi jika kak Zoya malah berpihak padanya akan sangat sulit untuk menghentikan semua yang dia lakukan. Malah akan semakin sulit dan juga semakin menjadi" gumamnya lagi saat memikirkan yang akan terjadi kedepan nya nanti.
Saat sedang memikirkan semuanya yang akan dia lakukan Zayn mendengar suara teriakan dari atas, dimana sekarang Zayn sedang berada didalam ruangan bawah tanah. Zayn melihat Azalya sedang menangis dan mentap tubuh yang sedang tergelak dan mulai mendingin.
"By, bik Sumi By. Dia sudah tiada" ucap Azalya yang langsung memeluk tubuh Zayn dengan sangat erat dan menangis didalam pelukan nya.
"Dia ditemukan dalam keadaan seperti itu By, aku sungguh takut jika ini adalah serangan dari musuh hubby" ucap Azalya yang menangis dalam pelukan Zayn.
"Sstttt, tenanglah. Semua akan baik-baik saja, aku akan menyelidiki semuanya. Sekarang diam dulu dan duduk disana" ucap Zayn yang menangkup wajah Azalya dan memintanya untuk tenang.
Azalya berhenti menangis dan dia mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh Zayn padanya dan menurutinya untuk duduk. Sedangkan Zayn memeriksa semua tubuh bik Sumi yang memang tidak ada tanda-tanda jika dia mendapatkan kekerasan atau apapun itu. Semuanya terlihat seperti serangan jantung dan langsung anfal.
"Tenang, jika Mommy kemari jangan mengatakan jika aku pulang, bilang saja aku belum pulang dan belum ada kabar. Karena aku akan segera kembali lagi kesana untuk mengurus semuanya hingga tuntas" ucap Zayn yang memperingati Azalya supaya jangan mengatakan apa-apa pada Mom Vita atau siapapun yang dia temui nanti.
"Iya By, aku akan melakukan apa yang hubby katakan" jawab Azalya dengan mengangguk dan memeluk tubuh Zayn sangat erat.
"Kau membangunkan nya" ucap Zayn yang malah merambah kearah lain karena Azalya sekarang berada diatas pangkuan nya.
"Hubby Iihhh. Kenapa harus mesumnya sekarang sih? Ini bukan waktu yang tepat By" ucap Azalya yang malah semakin menggoda Zayn dengan mengendusi leher Zayn.
"Jika kau tidak mau menghentikan nya. Maka akan aku buat kau men*esah sekarang juga" ucap Zayn yang malah membuat Azalya terkekeh mendengar ucapan dari Zayn.
Tak berselang lama Mom Vita dan yang lainnya datang untuk melayad dan mengantarkan bik Sumi keperistirahatan terakhirnya dengan tenang. Tanpa disadari Zayn menarik Zayd yang sedang berada paling belakang dari yang lainnya. Zayd yang kaget mencoba berontak tapi tidak disini lakukan saat mendengar ancaman dari Zayn.
"Jika kau masih ingin melihat matahari terbenam, maka jangan memberontak" ucap Zayn yang suaranya sangat dikenali oleh Zayd.
"Sejak kapan abang Z ada disini? Kenapa tidak ikut bergabung dengan yang lainnya?" tanya Zayd dengan tatapan yang memang sudah ketakutan karena dia menyimpan rahasia besar dari Zayn.
"Apa kau tidak ingin mengatakan nya pada ku Zayd?!" tanya Zayn dengan penuh penekanan juga jangan lupakan tatapan tajamnya.
"Apa yang abang katakan? Aku... Aku sana sekali tidak mengerti dengan apa yang abang katakan barusan" ucap Zayd yang pura-pura tidak mengerti dengan apa yang Zayn tanyakan padanya.
"Kau yakin tidak tahu apa-apa Zayd? Atau ini" ucap Zayn yang memperlihatkan Eleanor yang memang diajak kerjasama oleh Zayn supaya pura-pura sedang disekap dan juga tidak bisa melakukan apa-apa.
"Bang Z. Jangan main-main dengan itu bang, dia tidak tahu apa-apa dengan apa yang abang inginkan. Aku, aku akan mengatakan apa yang abang Z ingin tahu. Tapi tolong, jangan sakiti dia" ucap Zayd yang tidak ingin jika Eleanor kenapa-kenapa.
"Good, kenapa tidak sejak tadi kau mengatakan itu" ucap Zayn yang malah dengan santainya duduk menatap Zayd dengan tatapan membunuhnya.
"Apa yang ingin abang ketahui dari ku?" tanya Zayd dengan tatapan yang mencoba setenang mungkin dihadapan Zayn yang sama sekali tidak bisa dibohongi.
"Apa yang kau ketahui tentang kak Zoya?" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya sambil memainkan belati kesayangan nya.
"Apa abang Z sudah tahu? Lalu apa yang akan abang lakukan?" tanya Zayd yang malah lebih antusias untuk bertanya pada Zayn.
"Itu bukan jawaban yang ku inginkan Zayd!" ucap Zayn dengan tatapan yang siap untuk membunuh lawan-lawan nya.
"Maaf bang Z. Aku hanya mengetahui jika kak Zoya bukanlah anak dari Dad Surya, dan kita juga tidak tahu siapa dia sebenarnya. Hanya itu yang aku dan yang lainnya tahu" jawab Zayd dengan tenang yanh dipaksakan.
"Apa benar begitu? Tapi aku tidak percaya, jika kau tidak mengatakan yang sebenarnya. Jangan harap kau bisa bertemu dengan wanita aneh itu!" ucap Zayn dengan tatapan tajamnya dan juga mengacungkan belatinya dihadapan Zayd.
"Enak saja aneh, lebih anehnya lagi istrinya abang" ucap Zayd yang langsung diangguki saat melihat Zayn yang akan marah.
"Oke, oke. Sorry bang Z, aku serius. Aku pernah melihat kak Zoya bertemu dengan seorang pria paruh baya yang aku sendiri tidak tahu siapa dia. Mungkin abang Z tahu siapa dia? Sebentar dulu, aku akan menunjukan fotonya pada abang" ucap Zayd yang menunjukan ponselnya pada Zayn.
"Dia adalah Addofo Barnard Ayah biologis kak Zoya" jawab Zayn yang melihat foto seorang pria paruh baya yang tidak lain dan tidak bukan adalah Addofo Barnard.
"Maksud abang Z. Kak Zoya benar-benar bukan anak dari Dad Surya?!" ucap Zayd dengan setengah berteriak.
"Apa kau mau ini menembus lehermu! Kau bisa diam bukan? Tutup mulutmu rapat-rapat dan jangan pernah mengatakan ini pada siapapun. Tanpa terkecuali!" ancam Zayn yang menyodorkan belatinya pada leher Zayd.
"Oke bang Z. Aku akan menutup mulut, tapi abang harus segera bertindak. Karena kak Zoya sepertinya sedikit goyangan akan ucapan yang dikatakan oleh pria itu" ucap Zayd yang menatap dengan sangat serius pada Zayn.
Zayn hanya diam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Zayd memang benar adanya. Jika Zoya dibiarkan saja, maka akan dengan sangat mudah terhasut oleh ucapan dari Addofo Barnard, makanya Zayn banyak berfikir tentang menangani masalah sebesar ini.