Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Persiapan pernikahan



"Kamu habis apa nak? Kenapa lama sekali didalam?" tanya Mama Sinta dengan khawatir.


"Aku habis mandi Ma, rasanya gerah saja" jawab Tama yang membuat Mama Sinta mengangguk-anggukan kepalanya saja.


"Ya sudah ya Ma. Aku kekamar dulu" ucap Tama yang meminta izin masuk kamar pada Mama Sinta.


"Iya nak, istirahatlah. Karena besok akan lebih melelahkan lagi untuk mempersiapkan pernikahan kalian berdua" ucap Mama Sinta yang mengingantkan.


"Iya Ma" jawab Tama yang langsung masuk kedalam kamarnya.


Tama langsung merebahkan dirinya dan menatap langit-langit kamarnya. Dia terus menerawang dan tidak terasa dia terlelap.


.


Keesokan harinya Tama dan keluarganya sudah datang ke hotel yang sudah dipersiapkan untuk acara pernikahan Tama dan Zaniya. Karena Zayn sudah membooking hotelnya selama satu minggu penuh. Dan dari itu kedua keluarga inti sudah ada disana dan juga keluarga para sahabat dan kerabat dari Mama Soraya dan Mom Vita.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya. Silahkan masuk" ucap manager hotel tersebut yang menyambut kedatangan Tama dan keluarganya.


"Terimakasih" ucap Mama Sinta dan mereka langsung diantarkan menuju kamar mereka masing-masing.


"Wah, kamar kakak besar banget. Apa ini yang dinamakan presidential sweet rooms?" tanya Tami yang baru pertama kali melihat kamar hotel sebesar dan sebagus ini.


Jangankan masuk kemarnya. Memasuki hotelnya saja baru kali ini dan itupun bersama dengan keluarganya karena kakaknya menikah dengan anak sultan. Jadi bisa merasakan namanya masuk kedalam hotel dan menginap didalamnya.


"Iya kali. Kenapa kamu tanya kakak?" jawab Tama yang malah balik bertanya pada Tami.


"Mungkin saja kakak tahu. Kakak kan mau menikah dengan anaknya sultan, masa tidak tahu" ucap Tami yang melewati Tama yang hanya berdiri dihadapan pintu kamar.


"Yang sultan itu adalah orang tuanya. Jika dia bukan siapa-siapa, apa lagi jika sudah menikah dengan kakak. Yang ada kakak dan dia mengumpulkan semuanya dari nol. Baru bisa disebut sultan" jelas Tama yang memang tidak mau menerima sesuatu yang bukan haknya.


"Ya masa harta sebanyak itu tidak dikasih keanak-anaknya sih, dan lagi. Aku lihat calon kakak iparku itu memiliki usaha sendiri deh kak, aku pernah melihat dia dipanggil bos saat ada disebuah bengkel motor dan mobil besar juga mobil-mobil mewah semua" ucap Tami yang sangat bersemangat menceritakan semuanya yang dia ketahui.


"Ya itu usahanya, kakak juga memiliki pekerjaan yang bisa menghidupinya InsyaAllah" ucap Tama yang memang merasa insecure dengan keadaan dirinya yang memang tidak memiliki apa-apa dan hanya bekerja biasa-biasa saja sebagai dosen juga sebagai pelayan dicafe.


"Semoga saja kak. Mudah-mudahan dengan begitu kakak bisa maju dan melakukan pekerjaan yang lebih baik dan punya usaha sendiri" ucap Tami yang diaminkan oleh Mama Sinta dan Tama sendiri.


'Semoga saja semuanya memang dimudahkan oleh Allah" ucap Tama dalam hati.


.


Sedangkan diballroom hotel Azalya sedang sibuk mempersiapkan segala yang dibutuhkan dalam pernikahan Zaniya. Dia memang sengaja turun tangan sendiri untuk mengatur segalanya dan menjadikan pernikahan ini, pernikahan paling mewah dan paling megah diantara pernikahan-pernikahan yang lainnya.


"Mom, kenapa harus Mommy sendiri yang mengatur semuanya sendiri? Bukankah, kita sudah menyewa WO untuk melakukan semua ini?" tanya Zaniya yang menatap Azalya yang sedang mengatur segalanya.


"Mommy hanya ingin yang terbaik untuk kamu sayang" jawab Azalya yang merangkul tubuh Zaniya.


"Hmm, terserah Mommy saja. Aku tidak ingin cape Mom, karena aku ingin melakukan perawatan dulu. Dah, Mom" ucap Zaniya yang langsung pergi dari ballroom hotel.


"Baik, percantiklah diri kamu sayang sebelum pernikahan kalian berdua" ucap Azalya yang sedikit berteriak saat melihat Zaniya sudah sedikit jauh.


"Oke Mom" ucap Zaniya yang tidak kalah teriaknya dari Azalya yang meneriakinya.


"Dasar Mommy, kenapa Mommy malah melakukan semuanya itu sendiri? Untuk apa jika sekarang sudah banyak jasa WO untuk mengerjakan semua ini" gumam Zaniya yang sedang berjalan menuju kamar hotel yang dia tempati untuk menunggu petugas salon yang dia hubungi untuk melakukan perawatan pada seluruh tubuhnya.


TINGTONG...


CKLEK...


"Permisi Nona, apa benar ini adalah kamar atas nama Zaniya Z Malik?" tanya seseorang yang dari salon itu pada Zaniya yang membukakan pintu kamarnya.


"Iya, silahkan masuk. Kalian dari salon ADC kan?" jawab Zaniya yang menanyakan mereka juga dari mana.


"Benar Nona. Kami utusan dari salon ADC yang anda hubungi tadi" jawabnya lagi sambil mengikuti langkah Zaniya.


"Baiklah, saya mau seluruh badan saya mendapatkan perawatan dari ujung kepala hingga ujung kaki" ucap Zaniya yang meminta pada pegawai salon itu untuk melakukan perawatan padanya.


"Akan kami lakukan Nona. Mari silahkan rebahan disini Nona, supaya anda bisa relax" ucap salah seorang dari mereka yang menyiapkan perlengkapan untuk melakukan perawatan untuk Zaniya.


TINGTONG...


"Nona, ada seorang pria didepan pintu kamar ini. Apa saya bukakanlah saja atau tidak Nona?" tanya seorang dari salon itu pada Zaniya.


"Hmm, suruh masuk saja. Karena saya sudah membuat janji dengan calon suami saya" jawab Zaniya yang menikmati pijatan dipunggungnya yang terasa sangat nyaman.


"Baik Nona" jawabnya yang langsung membuka pintu kamar.


"Apa pemilik kamar ini tidak ada? Kenapa kalian ada disini?" tanya Tama yang datang kedalam kamar yang ditempati oleh Zaniya.


"Iya Tuan, Nona sedang menjalani perawatan didalam. Silahkan masuk Tuan" jawab wanita tersebut yang mengarahkan Tama menuju tempat dimana Zaniya sedang melakukan pijatan.


GLEK...


Tama menelan slivanya dengan susah payah, saat melihat tubuh Zaniya yang sangat putih mulus itu. Walau tidak terlihat semua, hanya beberapa yang terlihat. Seperti punggunya yang terlihat sangat jelas tanpa noda sedikitpun juga. Bagian kaki hingga paha terekspos jelas dimata Tama.


"Apa kau memang sedang menggoda ku sayang" tanya Tama sambil berbisik ditelinga Zaniya.


"Siapa yang menggoda? Aku sedang menjalani perawatan untuk kamu nantinya, jadi jangan anggap ini adalah menggodamu" jawab Zaniya dengan santainya dan dia masih memejamkan matanya saat menikmati pijaannya.


"Baiklah, lebih baik aku keluar saja. Kau nikmati saja semua ini" ucap Tama yang akan berbalik, tapi tangan nya ditahan oleh Zaniya untuk tidak melangkah lagi.


"Abang juga nikmati semuanya yang akan aku berikan pada abang. Seseorang akan membantu abang untuk merasakan pijatan juga, dan abang tidak perlu khawatir. Karena orangnya pasti pria tulen dan aku tidak akan memanggil wanita untuk melakukan pijatan pada abang. Karena aku tidak akan pernah sudi akan itu semua. Jadi abang bersiap saja, sebentar lagi juga akan datang orangnya" ucap Zaniya yang membuat Tama melototkan matanya menatap Zaniya yang seperti ini dan akan memperlihatkan nya pada pria lain. Tentu saja dia tidak akan pernah rela jika tubuh istrinya. Maaf ralat, tubuh calon istrinya dilihat oleh pria lain, titik. Dalam hati Tama menggerutu.


"Aku tidak akan pernah melakukan itu. Sekarang cancel, atau... Kalian semua keluar dari sini" ucap Tama yang langsung didengarkan oleh semua wanita yang ada disana.


"Abang apa-apaan sih, kenapa malah usir mereka? Aku sedang menikmatinya" ucap Zaniya yang menggerutu dan menatap kesal pada Tama.


"Biar aku yang melakukan nya dan kamu akan tahu akibatnya jika tetap melawan" ucap Tama penuh dengan penekanan disetiap katanya.


"Apa yang akan abang lakukan? Jangan macam-macam bang, atau aku akan melawan abang. Walau abang calon suami ku" ucap Zaniya yang menutup tubuhnya menggunakan handuk yang ada disampingnya.


"Abang tidak akan macam-macam, hanya satu macam saja. Dan kamu pasti akan menyukainya" jawab Tama yang langsung duduk bersimpuh dan mulai memijat kaki Zaniya.


"Kenapa diam? Apa ada yang salah dengan yang aku lakukan ini?" tanya Tama yang melihat Zaniya hanya diam dan menatap Tama dengan kedip berulangkali yang sangat banyak sekali.


"Ke... Kenapa abang malah melakukan ini semua?" tanya Zaniya yang sejak tadi diam dan dalam fikiran nya sudah berkeliaran kemana-mana dan berfikir yang tidak-tidak tentunya.


PLETAK...


"Jangan berfikiran macam-macam. Aku tidak akan melakukan sesuatu sebelum semuanya berhak aku miliki. Dan lagi aku tidak ingin mengingkari janji ku untuk menjagamu" ucap Tama yang menyentil kening Zaniya lumayan keras.


"Sakit tahu bang. Kenapa abang bisa tahu jika aku berfikir macam-macam saat abang menyuruh semua orang saling untuk pergi? Apa abang bisa membaca fikiran ku? Atau memang jangan-jangan abang ini adalah seorang cenayang?" ucap Zaniya yang bertanya pada Tama dengan menyipitkan matanya.


"Dasar. Bersihkan tuh, otak kamu yang kotor ini. Kenapa kamu malah berfikir yang tidak-tidak? Apa otakmu ini sudah tercemari oleh sesuatu?" ucap Tama yang akan menyentil kembali kening Zaniya tapi tidak jadi. Karena Zaniya malah menutup keningnya menggunakan tangan nya.


"Biarkan saja aku berfikir mesum. Dari pada abang yang sudah menegang dan malah basah seperti itu" ucap Zaniya yang melihat ada tonjolan keras disela paha Tama dan terlihat ada sedikit basah dibagian atasnya.


"K... Kau" ucap Tama yang menutupinya dengan kedua tangan nya dan dia langsung berlari menuju kamarnya yang tidak jauh dari kamar Zaniya.


"Hahaha... Bang Tama lucu juga. Dia yang bilang gue berfikiran mesum, nah malah dia sendiri yang lebih parah. Hahaha" ucap Zaniya yang masih tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Tama yang malu padanya sudah ketahuan mesum.


jika Zaniya sedang tertawa terbahak-bahak. Berbeda dengan Tama yang sudah berada didalam kamarnya mengusap wajahnya dengan kasar. Tentu saja dia sangat malu akan hal itu, walau dia adalah calon istrinya sendiri.


"Sial-sial-sial!!! Kenapa dia harus bangun didepan nya? Sungguh aku sangat malu padanya, walau dia sebentar lagi akan selalu melihatnya. Setidaknya jangan sekarang dan disituasi yang sangat tidak tepat" gumamnya sambil menutup wajahnya dan dia mengusap-ngusap wajahnya dengan sangat kasar.


Tama sungguh sangat malu jika nanti bertemu lagi dengan Zaniya. Dia memuaskan untuk tidak bertemu dengan Zaniya sebelum pernikahan dilangsungkan. Dia akan menemuinya setelah pernihakan selesai dan akan melakukan apa yang ada dalam fikiran Zaniya sebelumnya ini pada dirinya.


.


.


.


Maaf, Othor baru bisa up... Karena Othor sedang sibuk didunia nyata, jadi maafkan Othor ya.. 🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya...


Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗