Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Ancaman membuat penyesalan



"Hubby minum obatnya dulu, setelah itu baru istilahat" ucap Azalya pada Zayn dan memberikan beberapa obat yang harus Zayn minum.


"Apa tidak bisa nanti saja? Rasanya sudah sangat bosan dengan semua obat-obatan yang selalu ku minum itu" ucap Zayn yang menolak untuk meminum obatnya.


"Hubby mau jika hubby lemas lagi seperti dulu dan tidak bisa melakukan apa-apa selain diatas ranjang? Jika itu mau hubby aku tidak masalah, yang penting jangan melarangku untuk pergi dan membawa anak-anak pergi jauh dari hubby, seperti yang Sudah-sudah aku lakukan dulu!" ancam Azalya yang menatap tajam dan meletakan semua obat diatas nakas.


"Jika kau berani melangkah keluar dari kamar ini maka kamu akan tahu akibatnya!" Zayn balik mengancam Azalya yang malah tidak mengindahkan ancaman dari Zayn.


Azalya terus melangkah tanpa mendengarkan ucapan Zayn yang melarangnya. Azalya juga tidak menoleh sedikitpun juga, membuat Zayn terpaksa mencabut semua jarum yang menempel dikedua tangan nya sekarang.


"Sss" desis Zayn saat jarum infus dan transfusi darah dia lepaskan paksa. Dan Zayn mengejar Azalya lalu memegang pergelangan tangan nya. Menarik Azalya dalam pelukan nya dan juga tidak melepaskan nya begitu saja.


"Sudah ku bilang. Kau tidak akan bisa beranjak dari manapun" ucap Zayn setelah memeluk Azalya dan merapatkan tubuhnya pada tubuh Azalya.


"Hubby, kenapa hubby lepaskan selang infus dan juga darahnya?" tnya Azalya panik dan langsung melepaskan pelukan Zayn untuk bisa memanggil Aaron untuk memasangkan kembali selang infus dan juga selang darahnya.


"Dasar bandel. Bukan nya mendengarkan apa yang aku katakan malah seperti ini! Lihat sekarang! Kondisi hubby semakin parah dan juga semakin pucat. Apa hubby mau meninggalkan aku dan membiarkan aku menjadi janda diusiaku yang masih sangat muda ini Hah?!" teriak Azalya yang sudah sangat kesal pada Zayn yang susah untuk diberitahu.


Bahkan ancaman saja tidak mempan untuknya. Malah semakin nekad untuk melakukan apa yang dia anggap benar dan tidak masalah dengan keadaan nya juga kondisinya.


"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi!" jawab Zayn yang sekarang sudah berbaring kembali setelah Azalya memapahnya.


"Jika tidak mau semuanya terjadi maka patuhlah untuk meminum obatnya. Jangan seperti anak kecil yang susah untuk meminum obat" ucap Azalya tidak kalah tegasnya dengan Zayn dan juga dengan tatapan tajamnya juga.


"Kau tidak pernah merasakan beranak bosan nya dengan yang namanya obat-obatan. Sudah sejak lahir selalu meminum obat dan selalu dengan obat" ucap Zayn yang mengalihkan pandangan nya dan juga membalikan tubuhnya menjadi memunggungi Azalya yang sedang menatapnya.


"Maafkan aku By, aku hanya ingin selalu bersama dengan hubby. Dan tidak ingin jauh-jauh lagi dengan hubby, apa lagi jika hubby sedang seperti ini. Aku tidak bisa melihatnya, karena hubby yang terluka aku juga merasakan sakitnya By. Tolong mengertilah, demi kesehatan dan juga untuk kita selalu bersama-sama hingga tua nanti" ucap Azalya yang sudah meneteskan air matanya mendengar ucapan yang Zayn katakan padanya sungguh sangat memprihatinkan.


"Jika ada cara lain selain obat-obatan apa hubby mau? Aku akan mencarikan nya untuk hubby" tanya Azalya yang kembali bersemangat saat mengatakan itu pada Zayn.


"Itu semua tidak mungkin. Karena aku sudah mencoba berbagai cara dan juga berbagai pengobatan sudah aku lakukan, tetap saja jalan satu-satunya hanya disambung dengan obat-obatan saja. Jadi jangan pernah mengatakan jika kamu akan meninggalkan ku lagi bersama dengan anak-anak. Jangan pernah!" ucap Zayn yang tidak membalikan tubuhnya menghadap Azalya yang menatap punggung Zayn yang terlihat sedikit bergetar.


Baru saja Azalya ingin mengatakan sesuatu pada Zayn tapi tidak jadi, karena Aaron sudah datang untuk memasangkan kembali infusan dan juga transfusi darah untuk Zayn supaya kondisinya lebih cepat pulih kembali.


"Maaf Nyonya, saya terlambat" ucap Aaron yang langsung mengerjakan tugasnya.


Aaron melihat Zayn sudah tidak sadarkan diri lagi, karena memaksakan diri untuk rodanya meminum obat dan mencabut paksa infusan tersebut. Azalya yang melihat Zayn memejamkan matanya, Azalya menyangka jika Zayn tertidur.


"Apa dia tertidur? Tapi dia belum meminum obatnya" tanya Azalya pada Aaron yang hanya diam saja saat Azalya menanyakan itu padanya.


"Maaf Nyonya. King bukan tertidur, tapi dia tidak sadarkan diri. Atau pingasan Nyonya" ucap Aaron yang menjelaskan apa yang terjadi pada Zayn.


"Maksud kamu, suami saya?" Azalya tidak melanjutkan ucapan nya lagi dan dia menghampiri Zayn yang tidak sadar.


"Nyonya jangan khawatir, karena King sering mengalami seperti ini semenjak anda pergi selama dua tahun yang lalu. Setelah istilahat dan mendapatkan infusan juga transfusi darah, King akan segera bangun kembali dan seperti semula. Saya juga sudah menyuntikan vitamin dan juga antibody untuknya. Semoga saja memang King hanya pingasan biasa" jelas Aaron yang mengatakan semuanya pada Azalya.


"Semoga saja" ucap Azalya yang menatap wajah pucat seperti mayat Zayn. Azalya juga menangis karena merasa sangat bersalah karena tidak mendengarkan ucapan dari Zayn. Dia malah mengancamnya akan pergi meninggalkan nya sendiri.


'Maafkan aku By, aku tidak tahu jika kamu mengalami hal yang sangat sulit tanpa diriku disisi kamu. Maafkan aku hubby' ucap Azalya dalam hati sambil menangis dengan diam dan menatapi wajah pucat pasi itu.


"Kalau tidak ada yang anda inginkan atau anda tanyakan lagi pada saya, saya pamit Nyonya. Saya hanya berada dilantai bawah saja. Saya permisi Nyonya" ucap Aaron yang hanya dijawab anggukan kepala oleh Azalya.


Saat Azalya sedang menangis dan merutuki kebodohan nya sudah membuat kondisi Zayn seperti ini secara tidak langsung. Saat Azalya sedang menangis dan menyalahkan dirinya sendiri Zahiya dan Zaniya datang menghampiri Mommy nya dan juga Daddy nya yang sedang tidak sadarkan diri.


"Mom, apa yang terjadi dengan Daddy? Apa Daddy baik-baik saja?" tanya Zahiya dan Zaniya yang sudah duduk disamping Zayn yang masih memejamkan matanya dengan wajah pucat pasi.


"Daddy sedang tidak sadar dan juga sedang sakit. Karena Daddy sejak kecil sering seperti ini karena kondisi fisik yang lemah. Do'akan Daddy supaya cepat bangun dan juga pulih kembali supaya bisa selalu bersama dengan kita" jawab Azalya yang meminta anak-anaknya mendo'akan Zayn juga.


"Tentu Mom, apa Mommy habis menangis?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menatap wajah Azalya yang sembab dan juga mata yang bengkak karena menangis.


"Mommy tidak apa-apa, Mommy hanya mengingatkan Daddy kalian bangun lagi dan kita akan selalu bersama-sama terus" jawab Azalya pada kedua putrinya yang sangat pintar ini.


"Ya Allah, tolong sembuhkanlah Daddy kami yang sangat kami sayangi ini. Tolong jangan membuatnya selalu kesakitan dan juga seperti ini, tolong kabulkanlah permintaan kami berdua Ya Allah. Kami hanya ingin bisa bersama-sama, kami berjanji akan menjadi anak baik dan tidak akan meminta untuk Daddy gendong lagi. Kami berjanji itu Ya Allah, amiin" ucap keduanya yang mendo'akan Zayn supaya cepat sembuh dan bisa bermain lagi bersama mereka dan selalu bersama-sama terus.


Azalya semakin terharu mendengar do'a dari kedua anak-anaknya yang ingin jika Daddy nya segera sembuh dan seperti sedia kala lagi. Azalya juga menginginkan hal-hal yang sama dengan kedua putrinya yang sangat menyayangi dan mencintai Zayn.


"Sekarang kalian boleh bermain dulu diluar bersama dengan para pelayan dan juga uncle-uncle yang ada diluar. Mommy mau membersihkan badan Daddy dulu" titah Azalya pada kedua putrinya yang mengangguk dengan patuh akan apa yang Azalya perintahkan padanya mereka berdua.


"Oke Mom" jawab keduanya yang langsung turun dari ranjang dan disamping Zayn yang masih berbaring lemah diatas ranjang.


Azalya langsung mengambil air untuk membasuh seluruh tubuh Zayn yang masih terbring setelah kepergian kedua putrinya. Azalya dengan sangat telaten dan juga dengan tangisan yang tidak bisa dia hentikan. Zayn yang merasakan ada sesuatu yang menetes dipipinya saat Azalya sedang membasuh wajah Zayn dan tanpa dia sadari air matanya menetes pada Zayn.


"Aku baik-baik saja. Hubby harus segera sembuh lagi, aku sangat merindukan hubby" jawab Azalya yng terus mengusap badan dan juga tangan Zayn agar tidak terasa tengket dan juga nyaman nantinya.


"Sstttt, hubby jangan banyak bicara dulu. Sekarang hubby minum obatnya dulu, setelah itu baru boleh bicara lagi" sela Azalya yang melihat Zayn ingin mengatakan sesuatu padanya.


Azalya memberikan obat padanya Zayn dan setelah itu Azalya kembali melanjutkan membasuh tubuh Zayn hingga kekakinya dia bersihkan semuanya. Zayn yang melihat Azalya yang masih menangis mendudukan dirinya yang masih sangat lemah lalu memeluk Azalya dengan penuh kelembutan.


Azalya langsung menangis sesegukan saat mendapatkan perlakuan dari Zayn yang selalu membuatnya merasa nyaman juga sangat tenang.


"Jangan tangisi aku lagi. Cukup air mata kamu tumpahkan hari ini, jangan pernah melakukan nya lagi" ucap Zayn yang masih memeluk Azalya dengan sangat erat.


"Aku minta maaf, karena aku hubby jadi seperti ini. Aku sungguh minta maaf, jika saja aku tidak melakukan itu maka hubby tidak akan seperti ini" ucap Azalya yang masih menangis sesegukan.


"Ini bukan salah kamu, ini semua adalah kesalahanku. Jangan menyalahkan diri kamu sendiri semuanya sudah terjadi" ucap Zayn yang menenangkan Azalya supaya tidak menangis lagi.


"Tapi, aku" ucap Azalya yang berhenti dan tidak melanjutkan ucapan nya karena Zayn mel*mat bibir Azalya supaya diam dan berhenti menangis.


"Sudah lebih baik?" tanya Zayn setelah melepasakan tautan bibir mereka dan mengusap sisa sliva yang masih menempel dibibir Azalya.


"Hubby Iihhh, aku sedang serius dan juga sedang sedih. Kenapa malah menjadi mesum?" ucap Azalya yang malah menggerutu karena Zayn malah memberikan kecupan padanya.


"Makanya kamu harus diam dan jangan cengeng" ucap Zayn yang mencubit hidung mungil Azalya dengan gemas.


"Makasih, tapi inilah aku. Tapi By, kenapa hubby tadi tidak mau meminum obatnya? Apa segitu bosan nya untuk meminum obat?" tanya Azalya yang masih belum tahu atau memang hanya ingin bertanya saja.


"Seperti yang kau lihat setiap hari bukan? Aku harus selalu meminum obat" jawab Zayn yang memang kenyataan nya seperti yang dia ucapkan.


"Apa hubby sudah sejak kecil selalu meminum obat sebanyak dan sesering itu?" tanya Azalya lagi sambil tiduran dan memeluk Zayn.


Bahkan dia belum menyimpan kembali baskom dan juga wash lap bekas membasuh tubuh Zayn tadi. Azalya dan Zayn malah saling berpelukan dan bermesraan berdua tanpa tahu diluar kamar kedua putrinya sedang mengintip mereka berdua.


"Apa yang sedang Mommy dan Daddy lakukan didalam sana?" tanya Zaniya yang bingung dengan yang dilakukan Mommy dan Daddy mereka.


"Aku juga tidak tahu. Apa kita masuk saja atau tetap disini dan melakukan hal yang tidak sopan?" jawab Zahiya yang malah balik bertanya pada Zaniya.


"Sama saja, aku juga tidak tahu. Tapi jika seperti ini terus, kakiku terasa pegal" ucap Zaniya yang mengusap-ngusap kakinya yang terasa kesemutan terlalu lama berdiri.


"Lebih baik kita masuk saja lah. Atau pergi bermain saja, aku tidak mau mataku menjadi sakit jika Teri's disini" ucap Zahiya yang ingin pergi dari sana tapi berpapasan dengan kepala pelayan yang mengerutkan keningnya bingung melihat kedua anak Tuan nya malah hanya berdiri dan ingin kembali lagi kebawah.


"Apa Nona-Nona tidak jadi masuk kedalam?" tanya Pak Mun yang melihat kedua gadis kecil yang sudah sangat dia kenal dan juga kegeniusan mereka berdua yang tidak bisa diragukan lagi kemampuan nya.


"Tidak jadi Pak, kami mau lanjut bermain dengan uncle yang berada dibawah saja" jawab Zahiya dan Zaniya yang malah langsung pergi dari hadapan pak Mun yang menatap heran dengan kedua anak Tuan nya.


"Ada apa dengan mereka berdua?" gumam Pak Mun yang juga mengikuti keduanya yang sudah berada ditanggapi menuju lantai bawah.


Sedangkan Zayn yang melihat kedua putrinya yang mengintip tadi hanya tersenyum tipis, karena mereka berdua tidak mau menghampirinya yang sedang berduaan dengan istrinya.


'Kalian berdua memang sangat menggemaskan, Memang didikan dari Mommy kalian sangat kenatal' ucap Zayn dalam hati saat melihat kedua putrinya sudah tidak ada dibalik pintu.


Sedngkan Azalya yang tidak menyadari itu hanya diam dan memeluk pinggang Zayn dengan sangat erat juga menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn yang polos tidak mengenakan apa-apa lagi karena dia hanya bertelan*ang dada saja.


"By, apa kita akan tetap disini dulu atau mau ke America lagi?" tanya Azalya yang mendongak menatap wajah Zayn yang juga sedang menatapnya.


"Apa kau ingin kembali kesana lagi atau stay disini?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Azalya, Zayn malah balik bertanya pada Azalya.


"Jika ditanya seperti itu, aku lebih suka disana yang tenang dan juga sangat nyaman. Tapi jika disini bisa dekat dengan keluarga dan para saudara. Entahlah, keduanya adalah tempat yang sulit untuk diputuskan" jawab Azalya yang malah membalikan tubuhnya menjadi terlentang dan menolehkan wajahnya pada Zayn.


Zayn hanya diam saja dan tidak mengatakan apa-apa. Sarena dia hanya ingin Azalya dan juga anak-anak mereka nyaman, itu saja. Dan semuanya hanya untuk mereka bertiga. Jika mereka bahagia maka Zayn juga akan bahagia.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiah seiklasnya buat Othor disetiap babnya ya... Supaya Othor semakin semangat untuk up nya....


Subscribe dan pollow akun Othor juga ya, supaya bisa tahu jika sudah ada bab baru...