Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Gaun sejuta umat



"Tenang saja uncle, tidak perlu pucat seperti itu wajahnya. Kami tidak akan melakukan sesuatu yang buruk pada uncle-uncle berdua" ucap Zahiya dan Zaniya yang masih menatap Angga dan Marcos bergantian.


"Maafkan kami Nona, kami tidak bermaksud seperti itu pada anda berdua" ucap Angga yang merasa tidak enak pada Zahiya dan Zaniya yang tahu isi fikiran nya yang sudah ketakutan akan dikerjai oleh mereka berdua.


"It's not that good, uncle jangan berfikiran buruk tentang kami berdua. Ya walau kami sering membuat uncle-uncle berdua repot" ucap Zahiya dan Zaniya yang meletakan sendok dan garpu mereka yang sedang mereka pegang lalu segera beranjak saat melihat Pak Mun menuju meja makan.


"Opa, apa buburnya sudah siap?" tanya Zahiya dan Zaniya yang langsung menghampiri Pak Mun yang sedang membawa nampan berisi mangkuk besar berisi bubur ayam pesanan Zahiya dan Zaniya.


"Iya Nona, ini sudah siap. Apa Nona-Nona sudah selesai makan nya?" jawab Pak Mun juga bertanya saat Angga dan Marcos masih duduk dimeja makan dan masih menyantap makan malam mereka berdua.


"Seperti yang Opa lihat. Kami sudah selesai, apa boleh kami membawa ini semua untuk Daddy?" tanya Zahiya dan Zaniya yang ingin mengambil nampan yang berada ditangan Pak Mun.


"Biar saya saja Nona. Ini masih panas, juga ini berat. Jika kena tangan atau terjatuh bisa mengenai kaki dan akan melukai kaki bahkan tubuh Nona Muda" jelas Pak Mun yang tidak mengizinkan Zahiya dan Zaniya membawakan nampan berisi mangkuk bubur.


"Oh, oke" jawab keduanya yang mengekori Pak Mun dari belakang untuk masuk kedalam kamar kedua orang tuanya.


"Disini saja Opa. Biar kami yang akan memberikan nya untuk Daddy dan Mommy" ucap Zahiya dan Zaniya yang meminta Pak Mun meletakan nampan tersebut diatas meja saja.


Lalu dengan patuh Pak Mun meletakan nampan tersebut diatas meja yang diinginkan oleh Zahiya dan Zaniya. Pak Mun juga langsung pergi setelah meletakan nampan juga pamit pada Zahiya dan Zaniya, Zahiya dan Zaniya juga mengucapkan terimakasih pada Pak Mun.


Zahiya dan Zaniya along pandang sebelum akhirnya membangunkan kedua orang tuanya yang masih terlelap sambil berpelukan.


"Mom, Dad. Apa kalian tidak mau bangun? Nanti bubur ayamnya dingin" ucap Zahiya dan Zaniya yang mencoba membangunkan Mommy dan Daddy nya.


"Hmm, ini sudah jam berapa sayang?" tanya Azalya yang menatap kedua putrinya bergantian lalu memegang kening Zayn yang sudah tidak demam lagi.


"Ini sudah jam 8 malam Mom, Mommy dan Daddy belum makan malam. Kami sudah menyiapkan bubur untuk Daddy dan makan malam untuk Mommy" jawab Zahiya dan Zaniya bergantian mengatakan nya pada Mommy mereka.


"Alhamdulilah, demamnya sudah turun" gumam Azalya yang melihat Zayn masih terlelap dan memeluknya.


"Mommy mengatakan sesuatu?" tanya Zahiya dan Zaniya yang tidak terlalu jelas mendengar gumaman Azalya yang sangat kecil dan seperti sedang menggerutu.


"Mommy tidak mengatakan apapun. Ya sudah, kalian tunggu diluar dulu. Mommy mau mandi dulu, setelah Mommy selesai mandi akan Mommy panggil lagi. Tidak apakan?" jawab Azalya lalu memerintahkan kedua anaknya untuk menunggunya tapi sebelum itu dia menanyakan nya terlebih dahulu.


"Oke Mom, kami juga mau bermain dengan uncle Angga dan uncle Marcos saja. Jika hanya menunggu Mommy akan lama dan mungkin akan jenuh menunggunya" jawab Zahiya dan Zaniya yang langsung berlari menuju keluar dari kamar Zayn dan Azalya.


"Baiklah jika begitu. Mommy tidak akan memaksanya" ucap Azalya pada kedua putrinya yang sangat menggemaskan itu.


Azalya tidak langsung menuju kamar mandi, dia lebih dulu memakaikan bathrobe untuk Zayn. Karena takut jika keduanya putrinya akan masuk lagi dan Zayn tidak mengenakan apa-apa.


"Aku mandi dulu ya By, nanti setelah aku mandi Hubby harus makan dan minum obat. Supaya lekas sembuh demamnya" ucap Azalya yang mengusap rahang tegas Zayn lalu dia beranjak dari ranjang menuju kamar mandi.


Setelah beberapa menit berlalu Azalya sudah terlihat segar dan juga sudah rapih kembali dengan menggunakan gaun sejuta umat. Apa lagi jika bukan daster, karena dari sekian banyaknya pakaian. Hanya itulah pakaian ternyaman dan terenak jika dikenakan.


"By, kenapa sudah bangun? Apa Hubby sudah tidak lemas lagi?" tanya Azalya saat melihat Zayn baru saja masuk kedalam kamar dari arah balkon.


"Sedikit. Apa yang kamu kenakan?" tanya Zayn saat baru pertama kali melihat Azalya menggunakan daster batik.


"Ini adalah daster By, dan ini adalah gaun sejuta umat dinegara ini. Dan ini adalah pakaian paling nyaman. Kenapa? Apa tidak bagus aku kenakan? Atau terlihat aneh?" jawab Azalya sambil bertanya juga pada Zayn dan membolak balikan badan nya menatap Zayn.


"Tidak ada yang aneh, hanya baru melihatnya saja" jawab Zayn yang berjalan mendekat kearah Azalya yang masih berdiri menatapnya.


"Kenapa Hubby belum memakan buburnya? Ini adalah dari Zahiya dan Zaniya, mereka berdua yang meminta Pak Mun untuk menyiapkan nya disini. Lalu mereka menyiapkan ini semua" tanya Azalya saat melihat mangkuk bubur yang masih utuh dan belum tersentuh sedikitpun juga.


"Aku ingin kamu yang menyuapinya, karena aku ingin bermanja-manja padamu" jawab Zayn yang langsung duduk dan disusul oleh Azalya disampingnya.


"Dasar, ternyata aku memiliki bayi besar lagi" ucap Azalya yang langsung mengambil mangkuk bubur tersebut lalu mencobanya terlebih dahulu.


"Aa... " ucap Azalya yang ingin menyuapkan satu sendok penuh bubur ayam tersebut pada Zayn.


Zayn menerimanya dengan senang hati lalu mengunyahnya dengan perlahan dan sangat menikmatinya. Hingga Azalya juga mencobanya dan mereka menghabiskan bubur berukuran jumbo itu berdua. Azalya memberikan obat demam dan juga obat yang biasa Zayn minum.


"Apa sudah kenyang By? Atau masih mau yang lain lagi?" tanya Azalya yang melihat Zayn hanya diam saja menatapnya.


"Sudah cukup, nanti buah-buahan saja" jawab Zayn yang mengambil buah-buahan yang ada dihadapan nya saat ini.


"Baiklah" ucap Azalya yang juga ikut memakan buah tapi baru akan memakan nya dia melihat adanya soto ayam yang sepertinya sangat enak.


Azalya dengan sangat lahap memakan semua soto dan berbagai makanan yang ada diatas meja. Dari nasi juga satu piring dia habiskan semuanya tanpa sisa sedikitpun juga. Zayn hanya mengerutkan keningnya saat melihat Azalya menghabisakan semua makanan nya.


"Apa masih belum kenyang juga?" tanya Zayn saat melihat Azalya masih ingin memakan buah juga.


"Berhenti dulu, nanti dilanjutkan lagi. Lihatlah perutmu itu, sudah seperti orang sedang hamil saja" ucap Zayn yang meletakan kembali buah yang akan dia makan malah mengusap perut Azalya.


"Apa mungkin didalam sini sudah ada baby nya Zahiya dan Zaniya?" tanya Zayn yang masih mengusap perut Azalya.


"Aku tidak tahu By, karena yang aku tahu. Dokter bilang jika aku tidak akan bisa hamil lagi, karena rahimku sudah diangkat" jawab Azalya yang menunduk lesu saat Zayn menanyakan perihal anak dan hamil lagi.


"Jangan bersedih, sudah aku katakan. Jika aku tidak akan masalah jika kita hanya memeliliki mereka berdua, jangan pernah merasa rendah atau malu. Aku juga minta maaf, karena aku membahas perihal ini lagi" ucap Zayn yang merutuki kebodohan nya yang membahas masalah sensitive pada Azalya yang sudah tidak bisa memiliki keturunan kembali.


"Aku tidak apa-apa By, hanya sedikit ada rasa penyesalan saja. Karena aku terlambat menyadarinya dan juga sudah terlalu percaya pada orang lain yang baru aku kenal. Hubby tidak perlu khawatir akan hal itu, aku baik-baik saja" jawab Azalya yang mengusap pipi Zayn dan memeluknya dengan sangat erat lalu menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn yang terasa sangat nyaman.


"Benarkah kamu tidak apa-apa? Aku sungguh minta maaf karena ucapan ku barusan membuatmu bersedih" tanya Zayn lagi dengan menatap wajah Azalya yang juga menatapnya.


"Sungguh aku tidak apa-apa By, karena aku adalah Mommy and wife strong" jawab Azalya sambil menampilkan senyuman termanis yang dia miliki untuk Zayn. Pria yang sangat dia cintai dan juga sayangi selama ini hingga nanti mereka menua.


"Kau memanglah women strong. I love you" ucap Zayn yang membisikan kalimat terakhirnya ditelinga Azalya.


"I love you too my husband" jawab Azalya yang mengedipkan sebelah matanya menggoda Zayn dan tentu saja Zayn semakin gemas lalu me*um*t bibir Azalya yang selalu membuatnya candu dan tidak akan bisa melepasakan nya begitu saja.


"Hubby Ihhh... Kebiasaan banget sih, pasti saja nyosor-nyosor seperti soang" ucap Azalya yang merasakan sedikit sakit pada kedua bibirnya yang Zayn lum*at dengan sangat rakusnya.


"Ini terlalu manis dibandingkan gula" jawab Zayn yang mengusap bibir Azalya yang memang sedikit membengkak dan memerah.


"Dasar gombal. Mana ada manis, ini asin yang ada. Aku kan habis memakan soto ayam" ucap Azalya yang mengusap-ngusap bibirnya yang terasa sakit dn juga bengkak itu.


"Sama saja. Dan ini menurutku memang sangat manis" ucap Zayn yang mengulanginya lagi. Dan sekarang Azalya tidak tinggal diam karena Azalya melakukan hal yang sama dengan Zayn lakukan padanya tadi.


"Kau ganas juga sweetie" ucap Zayn yang mengusap bibirnya juga yang terasa kebas karena terlalu lama bertautan.


"Karena Hubby yang mengajarinya. Makanya aku sekarang sudah ahli untuk mengimbangi Hubby jika melakukan itu" jawab Azalya yang mengedipkan sebelah matanya kepada Zayn.


0ada saat mereka berdua sedang tertawa dan mengusap bibir mereka masing-masing, Zahiya dan Zaniya memasuki kamar mereka tanpa mengetuk pintu. Lalu pemandangan yang Zahiya dan Zaniya lihat adalah Mommy dan Daddy nya sedang tertawa bersama-sama.


"Apa Daddy sudah sembuh?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menatap wajah Zayn dengan dekat dan menatapnya lekat.


"Tentu saja my Queen. Karena habis memakan buah-bubur yang diberikan oleh my Queen nya Daddy yang cantik-cantik ini" jawab Zayn yang langsung memeluk kedua putrinya yang juga memeluknya sekarang.


"Thank you Dad, tapi apa seenak itu buburnya? Jika seenak itu kami juga mau dibuatkan oleh Opa Mun" tanya Zahiya dan Zaniya yang langsung berlari keluar dari kamar Mommy dan Daddy nya untuk meminta bubur ayam buatan Pak Mun tadi.


"Dasar anak itu. Mereka berdua memang sangat kompak dan juga menggemaskan, sampai-sampai bingung jika sudah seperti ini" gumam Zayn yang tidak pernah pudar senyuman nya dari bibirnya.


"Makanya aku dulu sangat gemas dan sangat bersyukur memiliki mereka berdua yang selalu ada untuk aku. Aku bahkan tidak menyangka jika mereka berdua sudah sebesar itu, dulu mereka berdua sebesar ini" ucap Azalya yang memperlihatkan tangan nya yang seperti sedang menggendong baby dalam pelukan nya.


"Maafkan aku ya, karena aku sudah lama tidak berada didekat kalian semua saat sedang membutuhkan ku dulu. Sungguh aku minta maaf sweetie" ucap Zayn yang sungguh sudah melewatkan waktu yang sangat berharga itu baginya dan juga anak-anaknya.


"Jangan dibahas lagi By, semuanya sudah berakhir. Kita jalani masa sekarang dan juga nanti, jangan menyalahkan diri sendiri tentang masalalu yang Hubby lewatkan dulu saat tidak bersama dengan kami dulu" ucap Azalya yang langsung memeluk Zayn dan menelusupkan wajah Zayn pada dadanya yang terasa kenyal dan juga padat menantang itu.


Zayn malah tersenyum dan tidak menyia-nyiakan kesempatan saat wajahnya sangat menempel pada gunung kembar milik Azalya. Azalya yang menyadari jika Zayn akan melakukan hal yang iya iya, maka ingin menjauhkan wajah Zayn. Tapi sudah terlambat, Zayn sudah melakukan nya dan Azalya tidak bisa menolaknya saat gunung kembarnya dimainkan dan dihisap dengan sangat rakus.


Zayn juga menekan tombol yang secara otomatis mengunci pintu kamarnya. Dengan begitu Zayn juga sudah melakukan apapun yang bisa membuat Azalya keenakan dan menginginkan lebih dari sekedar itu saja. Dan benar saja gugaan nya jika Azalya akan terpancing dan akan melakukan sesuatu pada Zayn.


"Hubby sudah memancingnya. Dan sekarang giliran ku yang akan membuat Hubby menyesal karena sudah membuat aku sangat menginginkan nya" ucap Azalya yang langsung menindih Zayn dan dengan mudahnya membuka kain terakhir yang menutup tongkat baseball yang sudah tegang dan menantang itu.


"Uh, dengan senang hati sweetie... Emm" ucap Zayn yang benar-benar sudah tidak tahan lagi dan dia langsung membalikan keadaan. Dimana sekarang Zayn akan bersiap untuk memakan surabi milik Azalya yang sangat membuatnya candu itu.


"By, pelan-pelan. Kenapa seperti banteng saja" ucap Azalya yang sudah tidak kuat lagi mengimbangi Zayn yang sudah seperti banteng yang menyeruduk mangsanya.


"Kamu yang memulainya sweetie" jawab Zayn yang masih terus memompa Azalya dengan sangat kencang dan juga penuh semangat. Dia tidak sadar jika kondisinya masih sangat lemah dan juga kelelahan.


Azalya membalikan keadaan. Dia tidak ingin jika Zayn pingsan lagi hanya karena kelelahan habis bergulat dengan nya. Zayn hanya pasrah saat dia dipermainkan oleh Azalya, Azalya sengaja melakukan nya dengan perlahan dan juga dengan perasaan cintanya.


"Bagaimana By, apa Hubby menikmatinya?" tanya Azalya yang sedang berada diatas Zayn sambil terus mengulek tongkat baseball milik Zayn yang sudah sangat keras menantang.


"Jangan mempermainkan ku seperti itu sweetie. Biar aku yang melakukan nya" ucap Zayn yang ingin membalikan keadaan tapi ditahan oleh Azalya dengan menindihnya lebih kuat lagi.


"Jangan harap bisa melakukan nya By, sekarang giliran ku. Hubby hanya harus menikmatinya saja semuanya" ucap Azalya dengan seringai liciknya yang membuat Zayn sudah tidak karuan dan akhirnya dia sudah tidak tahan lagi.


Zayn mengerang panjang saat mayones miliknya sudah menyembur memenuhi surabi milik Azalya yang masih hangat dan juga sangat basah.


"Thank you sweetie. Dan ini sangat nikmat juga tidak bisa berlama-lama melakukan nya" ucap Zayn yang mengusap pipi Azalya yang masih berada diatasnya.