Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Pecah lagi



Zayn hanya menatap datar dan juga dingin kepada Azalya yang sedang menunduk ketakutan menatap Zayn. Azalya baru kali ini ketakutan menatap sorot mata tajam dadi Zayn. Dan itu semua tidak luput dari pandangan Oma Rena.


"Mister Z. Maafkan Azalya yang ceroboh ini, dia sudah memecahkan guci yang ada didalam ruangan anda. Sekali lagi saya meminta maaf" ucap oma Rena yang membungkuk beberapa kali pada Zayn.


"Anda tidak salah, kenapa anda yang meminta maaf? Seharusnya dia yang melakukan nya" ucap Zayn dengan nada yang sangat dingin. Saking dingin nya menusuk hingga ketulang.


"Aza, meminta maaf lah pada Mister Z. Karena kamu sudah berbuat kesalahan padanya" titah Oma Rena pada Azalya dan mendorongnya mendekat kearah Zayn.


"Saya minta maaf, ini sudah dua kali saya menjatuhkan dan memecahkan nya" ucap Azalya dengan menunduk sangat dalam.


Zayn hanya menatapnya saja. Dia enggan mengucapkan apa-apa pada wanita yang selalu membuatnya tidak bisa mengucapkan apa-apa.


"Kami permisi dulu nak, kami jadi tidak enak. Setelah membuat kegaduhan disini" ucap Oma Rena pada Mom Vita yang masih berdiri didalam kamar Zayn.


"Jangan seperti itu tante. Kami mengerti jika Azalya tidak sengaja melakukan nya. Jadi jangan dibahas lagi" ucap Mom Vita pada Oma Rena dan memegang tangan nya.


"Baiklah. Kami semua permisi" ucap Oma Rena yang ingin mengajak Azalya pulng tapi ditahan oleh Zayn.


"Dia harus disini dulu Oma, saya ingin memberinya hukuman dulu. Apa boleh saya melakukan nya?" tanya Zayn yang membuat Oma Rena dan juga Mom Vita melongo mendengar ucapan Zayn barusan.


Sedangkan Azalya jangan ditanya lagi. Dia semakin ketakutan mendengar kata hukuman dari Zayn. Azalya menggeleng kepada Oma Rena supaya tidak meninggalkan nya disini bersama dengan Zayn.


"Tentu, kenapa tidak. Justru Oma malah senang jika Mister Z mau memberinya pelajaran" ucap Oma Rena dengan tersenyum pada Zayn.


Zayn hanya mengangguk saja mendengar ucapan dari Oma Rena. Dia kira Oma Rena akan menolak keinginan nya untuk menahan Azalya disini.


"Baiklah Mister Z, Oma permisi dulu. Oma titip Azalya yang nakal ini, tolong beri dia pengertian supaya tidak pernah berbuat ceroboh lagi" ucap Oma Rena yang berpamitan pada Zayn.


"Oma, Oma tega banget sih sama Aza. Kenapa Aza dibiarkan disini sama Mister flat sih, Oma.." ucap Azalya merengek pada Oma Rena.


"Kamu ini. Apa tadi kamu bilang! Jaga ucapan kamu Aza, Oma tidak mau mendengarkan protes lagi dari kamu. Oma minta kamu diam disini dan menurutlah" ucap Oma Rena yang langsung masuk kedalam lift bersama dengan Mom Vita.


Sedangkan didalam kamar Azalya masih berdiri mematung menatapi lantai yang sedang dia pijak. Sedangkan Zayn hanya menatap datar pada Azalya dan memberi kode pada kedua bodyguard nya untuk berjaga lebih jauh dari mereka berdua.


Azalya semakin tidak nyaman dibuatnya. Dia tidak bisa jika harus berdiam diri seperti ini. Azalya yang mang selalu tidak bisa diam sangat tidak betah seperti ini.


Azalya memberanikan diri melangkah mendekat kearah Zayn yang sedang duduk bersandar sambil menatap datar padanya.


"Apa aku tidak boleh pulang?" tanya Azalya yang sudah berdiri disamping ranjang Zayn.


"Tidak" jawab Zayn dengan sangat datar.


"Ish, nyebelin" ucap Azalya yang ingin berbalik malah menabrak nakas dengan sangat keras.Dan lututnya memar karena benturan tersebut.


"Dasar ceroboh" ucap Zayn yang ingin bangkit tapi tidak jadi karena Aaron datang untuk memeriksanya.


"Bagaimana keadaan anda sekarang King?" tanya Aaron yang baru saja datang dan langsung memeriksa kondisi Zayn.


"Seperti yang kau lihat" jawabnya dengan sangat singkat dan juga jelas.


"Ada sudah lebih baik. Tapi anda jangan dulu banyak bergerak dan beraktifitas. Karena kondisi anda belum pulih benar" ucap Aaron memberi penjelasan pada Zayn.


"Hmm" jawab Zayn hanya dengan deheman saja.


"Kau obati dia" ucap Zayn saat Aaron akan pergi lagi setelah memeriksa kondisi Zayn.


"Maksud anda King?" tanya Aaron belum mengerti.


"Dia terluka, kau obati dia baru kau bisa pergi" ucap Zayn dengan sangat dingin dan tanpa ekspresi.


"Baik King" jawab Aaron yang langsung menghampiri wanita yang berdiri tidak jauh darinya.


"Mari Nona, saya akan mengobati luka anda" ucap Aaron sangat sopan kepada Azalya.


"Terimakasih, saya bisa sendiri" ucap Azalya yang berjalan sambil terpincang karena lututnya memar.


"Biar saya saja Nona. Anda tidak mau kan jika King sampai marah karena anda menolak kemauan nya?" ucap Aaron pada Azalya.


Azalya mau tidak mau mengikuti Aaron duduk disofa yang tidak jauh dari ranjang Zayn. Aaron dengan sangat tlaten dan juga hati-hati mengobati lutut Azalya dan langsung menutupnya dengan plaster.


"Sudah Nona. Lebih baik anda diam saja dulu, jangan banyak bergerak supaya tidak terlalu sakit jika bibawa berjalan" jelas Aaron pada Azalya yang sedang menunduk memandangi lututnya.


"Terimakasih dokter" ucap Azalya yang melihat Aaron sudah beranjak dari duduknya.


Sedangkan Zayn yang melihat itu hanya biasa saja. Dia tidak memperlihatkan ekspresi apapun dihadapan Azalya.


Zayn langsung membaringkan tubuhnya dan langsung memejamkan matanya juga untuk bisa lebih tenang. Tapi baru saja memejamkan matanya beberapa detik sudah harus terjaga lagi karena mendengar ada yang jatuh tidak jauh darinya tidur.


"Aduh, aw aw.. Kenapa malah jatuh lagi sih? Hiks... Hiks... Mama... Papa..." Azalya menangis seperti anak kecil karena dia terjatuh saat ingin berjalan karena kakinya tersandung oleh kakinya sendiri.


Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja melihat itu semua. Dia tidak bisa berbuat apa-apa karena kondisinya saja masih lemas dan juga lemah.


Zayn memerintahkan kedua bodyguard nya untuk menolong Azalya yang sedang menangis. Saat Azalya sedang menangis Zoya masuk kedalam kamar Zayn dan merasa heran karena ada suara perempuan yang sedang menangis.


"Z apa yang terjadi?" tanya Zoya yang melihat seorang gadis sedang menangis dibantu oleh salah seorang bodyguard yang selalu menjaga Zayn.


"Tidak tahu" jawab Zayn yang langsung memejamkan matanya kembali.


"Aneh sekali" gumam Zoya yang menghampiri Azalya.


"Saya habis terjatuh" jawabnya sambil terisak.


"Oh ya ampun. Saya kira anda kenapa" ucap Zoya yang sudah panik lebih dulu.


"Mari saya bantu mengobatinya" ucap Zoya lagi saat sudah memegang kotak obat ditangan nya.


"Terimakasih" ucap Azalya dengan mengusap air matanya.


"Anda ini sebenarnya siapa? Kenapa bisa ada didalam kamar Z?" tanya Zoya sambil mengobati luka lecet dikali Azalya.


"Saya sedang menjenguk Mister Z, dan saya malah terjatuh seperti ini" jawab Azalya yang memang tidak sepenuhnya berbohong.


"Oh, ini sudah saya obati. Kelihatan nya juga ini baru selesai diobati bukan?" tanya Zoya lagi saat melihat lutut Azalya yang ada plaster nya.


"Iya. Saat saya mau berjalan saya malah tersandung kaki sendiri. Dan terjadilah seperti tadi" jawab Azalya denga tersenyum canggung pada wanita cantik yang ada didepan nya saat ini.


"Apa anda masih mau disini atau mau ikut saya kebawah?" tanya Zoya yang memberi tawaran pada Azalya.


"Terimakasih, saya ikut anda saja. Saya merasa bosan jika terus disini tanpa melakukan apapun" jawab Azalya yang mencoba berdiri lagi dan berjalan dibantu oleh Zoya.


Mereka berdua memasuki lift bersama dan turun menuju lantai dasar. Mereka berdua ditatap heran oleh semua orang yang ada diruangan tamu tersebut.


Terutama Mom Vita yang melihat Azalya berjalan dengan pincang dan juga dibantu oleh Zoya.


"Loh kak, Azalya kenapa?" tanya Mom Vita menghampiri Azalya dan juga Zoya.


"Dia habis terjatuh Mom, kakinya terluka dan juga lututnya memar. Makanya berjalan nya susah" jelas Zoya pada Mom Vita.


"Oh ini yang namanya Azalya" ucap Zia yang juga menghampiri Mereka bertiga.


Azalya yang ditanya seperti itu semakin canggung saja dibuatnya. Pasalnya dia tidak mengenal satupun dari mereka kecuali Mom Vita saja.


"Azalya, kenalkan ini adalah putri sulung auntie namanya Zoya dan ini Zia. Sedangkan yang duduk disana yang wajahnya mirip dengan Zayn dia bernama Zayd sedangkan dua lagi yang wajahnya juga sama bernama Zico dan Zio" ucap Mom Vita saat mereka sedah duduk disofa bersama-sama.


"Hai, saya Azalya. Senang berkenalan dengan kakak-kakak semua" ucap Azalya yang merasa kagum pada semuanya yang terlihat cantik-cantik dan juga tampan-tampan tentunya.


******


Bonus Visual mereka semua ya.....


Zayn Pratama Edison





Azalya Wijaya Kusuma





Chris Brown



Jeff



Zian Alfonzo



Dad Louis



Mom Vita



Opa Wijaya



Oma Rena



Itu ya kira-kira visual dari mereka. Jika tidak suka maka bayangkan sendiri visualnya masing-masing๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜