
WARNING YA.. OTHOR HANYA MENGINGATKAN😁
🍀🍀🍀🍀🍀
Zayn melakukan nya dengan sangat perlahan tapi pasti. Dia mengeksplor semuanya satu persatu bagian dari Azalya yang terpampang nyata didepan matanya saat ini.
Zayn juga sudah tidak mengenakan apa-apa sama seperti Azalya. Azalya meliuk-liukan tubuhnya seperti cacing kepanasan karena mendapatkan kenikmatan yang baru pertama dia rasakan.
Zayn meremasnya secara bergantian dan lembah yang ditumbuhi rerumputan tipis itu Zayn mainkan menggunakan tangan nya yang satu lagi. Zayn menemukan biji ketapang yang tertutup oleh surabi legit yang terlihat tembem itu.
"Uh" Azalya semakin tidak bisa mengontrol lagi suara sakral nya yang keluar begitu saja dari mulutnya.
"Kau terasa sangat manis" ucap Zayn saat sudah kembali menaiki bukit kembar yang sekarang terlihat mengembang dan juga banyak jejak pendakian nya.
"Aku akan melakukan nya sekarang" ucap Zayn yang akan mengarahkan paria pait miliknya menuju lembah yang masih sangat sempit dan juga wangi itu.
"Tunggu dulu bang!" ucap Azalya yang melihat kearah paria pait milik Zayn yang sangat besar dan juga berurat itu.
"Kenapa?" tanya Zayn dengan bingung. Kenapa tiba-tiba Azalya menghentikan nya.
"Apa akan masuk kedalam dengan ukuran abang yang super jumbo itu?" tanya Azalya dengan polosnya.
"Tentu saja. Diam dan nikmati saja" ucap Zayn yang langsung menyambar bibir ranum Azalya yang sudah membengkak dan juga tangan nya satu lagi mengarahkan paria pait nya menuju lembah yang sangat sempit.
"****! Kenapa susah sekali" gumam Zayn yang kesulitan memasuki milik Azalya yang sangat sempit dan juga rapat.
"Sakiitt...!!!" teriak Azalya yang mencakar nyinggung Zayn dengan kuku-kukunya yang panjang.
"****" umpat Zayn saat miliknya baru terbenam setengahnya.
"Sakit sekali bang. Hiks... Hiks... Hiks... " ucap Azalya yang milik Zayn sudah tertanam sempurna pada miliknya.
"Maafkan abang, abang akan melakukan nya perlahan" ucap Zayn yang langsung mengecup kedua pelupuk mata Azalya yang meneteskan air matanya dan beralih pada bibirnya yang terbuka dengan lebar.
Zayn melakukan nya dengan sangat pelan tapi pasti dia lakukan. Azalya yang awalnya merintih kesakitan sekarang mulai merasakan nikmatnya. Bahkan dia sekarang yang lebih mendominasi dibandingkan dengan Zayn yang hampir kewalahan mengimbangi Azalya yang seperti kesurupan reog.
Zayn sudah membolak balik Azalya seperti sedang menggoreng tempe mendoan supaya tidak gosong. Cukup lama juga mereka berdua melakukan nya. Hingga keduanya mencapai pelepasan nya bersama.
"Abang akan sampai Az" ucap Zayn yang melenguh dengan sangat panjang saat pasukan kecebong premium nya menyembur kedalam rahim istrinya.
Zayn tidak langsung melepaskan penyatuan nya yang membuatnya akan kecanduan dengan surabi milik Azalya ini.
"Abang, turun ih... Berat tahu" ucap Azalya yang melihat Zayn tidak mau beranjak dari atasnya.
"Terimakasih" ucap Zayn yang langsung mencabut penyatuan nya dan langsung berguling disamping Azalya yang memejamkan matanya.
Zayn menutupi tubuh polos istrinya yang sudah terlelap karena kelelahan. Zayn yang selalu suka kebersihan langsung membersihkan dirinya sebelum ikut bergabung dengan Azalya.
"Kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan" ucap Zayn yang melihat paria pait miliknya sudah mengkerut seperti ulat sagu.
Zayn tersenyum-senyum sendiri saat mengingat kejadian beberapa saat yang lalu. Dimana dia sudah menjadi pria seutuhnya dan bukan lagi perjaka sekarang.
Zayn membersihkan dirinya dengan lumayan lama didalam kamar mandi. Dia tidak langsung mengenakan pakaian nya, Zayn mengambil sesuatu untuk bisa meringankan rasa sakit dan juga perih pada surabi milik Azalya yang sekarang terlihat seperti bunga yang mekar.
Apa lagi biji ketapang nya yang terlihat membengakak akibat ulahnya tadi. Zayn mengelap sisa-sisa percintaan nya dengan sangat hati-hati pada Azalya.
"Ish" Azalya mendesis seperti ular karena area sensitive nya sedang dikompres menggunakan air hangat dan juga obat yang sudah dicampurkan didalam air hangat tersebut.
Zayn sudah selesai dengan tugasnya yang satu ini. Lalu dia ikut membaringkan tubuhnya disamping Azalya yang tidak terusik sama sekali atas apa yang Zayn lakukan sekarang.
Zayn ikut bergabung dengan Azalya dan juga memejamkan matanya. Dia merasa sangat lelah dan dia meminum obatnya sebelum tidur, Zayn memeluk Azalya kedalam pelukan hangat nya. Lalu Azalya malah menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn yang sangat membuatnya nyaman.
.
Sedangkan ditempat lain Jeff sedang menangani klan King nya yang mencoba untuk menghancurkan King nya saat ini. Dibantu oleh Angga yang selalu on fayer jika menghadapi para musuhnya.
"Jeff, kita akan melakukan satu kali penyerangan dan itu harus berhasil" ucap Angga memberi intruksi pada Jeff.
Angga menggunakan dua senjata sekaligus untuk lebih memudahkan menyerang lawan nya.
DOR...
DOR...
DOR...
Dengan saling tembak menembaki semuanya langsung tumbang dengan serangan bertubi-tubi dari Angga dan Jeff. Dua pria berwajah dingin dan datar itu selalu bertindak tepat dan juga tidak pernah salah dalam menentukan tugasnya.
"Winner" ucap keduanya sambil berjalan dan bertos ria berdua.
Sedangkan para anggotanya yang lain sedang membereskan semuanya serapih mungkin supaya tidak ada yang tahu jika disini pernah terjadi pertempuran.
"King ternyata langsung menikahi Nona Azalya tanpa menunggu lama lagi" ucap Angga yang merasa sangat kagum dengan King nya yang selalu sat set dalam mengambil keputusan.
"Kau benar. Tapi, bukan kah Nona Azalya adalah wanita yang sangat bar-bar dan juga ceroboh?" tanya Jeff dengan tatapan bingung nya.
"Mau bagaimana lagi jika King sudah menginginkan nya" jawab Angga yang tidak tahu harus mengucapkan apa.
"Sekarang aku harus kembali kekantor dan mengerjakan semuanya sebelum King yang menghendle nya" ucap Jeff yang langsung pergi dari tempatnya berdiri dengan Angga.
Angga juga langsung pergi dengan tujuan berbeda dengan Jeff saat ini. Angga mengemudikan mobilnya menuju EDC.CORP untuk memantau kinerja Chris yang sudah lama tidak dipantau secara langsung oleh King nya.
Dan sekarang dia berkewajiban untuk melakukan nya dengan apa yang seharusnya dia lakukan.
.
Sedangkan pasangan suami istri yang baru beberapa jam sah menikah dan juga sudah melakukan yang iya iya masih terlelap dalam tidur siangnya hingga menjelang sore.
Dilantai bawah para tetua sedang berbincang-bincang bersama, dan saling bertukar fikiran antara Dad Louis dan Papa Danu.
"Apa mereka benar-benar telah melakukan hal diluar dugaan kita semua?" tanya Papa Danu yang belum bisa mengerti dengan semua ini.
"Saya rasa iya" jawab Dad Louis dengan mengusap-ngusap dagunya sendiri.
"Kalian ini bicara apa. Sudah tau masih saja menjadi permasalahan lagi. Lebih baik kita semua melupakannya dan jangan pernah mengingat-ngingat lagi kejadian seperti itu. Yang jelas sekarang mereka berdua sudah menikah" ucap Oma Rena yang membuat dua pria yang ada dihadapan nya langsung bungkam.
Sedangkan para wanita sedang menyiapkan bahan makanan untuk makan malam nanti. Mom Vita sengaja tidak membiarkan keluarga Wijaya pulang lebih cepat. Karena Mom Vita meminta mereka untuk menginap disini.
Mom Vita juga berencana akan pulang kembali kenegaranya. Setelah melihat mereka berdua bahagia dan bisa untuk ditinggalkan.
"Mbak, apa mbak akan kembali ke Jakarta dalam waktu dekat ini?" tanya Mama Soraya pada Mom Vita.
"Iya, karena disana menantu ku juga sedang hamil besar. Jadi harus ada orang tua yang mendampingi mereka" jawab Mom Vita dengan tatapan yang menerawang kedepan sana.
"Kenapa mbak? Apa ada masalah dengan itu semua?" tanya Mama Soraya dengan tatapan yang bingung melihat perubahan sikap dari Mom Vita.
"Mereka juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Zayn dan Azalya. Hingga Zico membuat hati seorang wanita lainnya sakit dan dia juga merasakan hal yang sama" jawab Mom Vita yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Jadi Zico sudah memutusakan hubungan nya dengan wanita yang dia cintai karena telah maaf, menghamili wanita yang sekarang menjadi istrinya?" tanya Mama Soraya dengan tatapan yang tidak percaya akan yang dia dengar.
"Yah, seperti itu kenyataan nya. Dan itu benar-benar membuat saya kecewa berat padanya" jawab Mom Vita yang menyeka air matanya yang menggenang dipelupuk mata nya.
"Yang sabar mbak. Ini semua adalah ujian dan juga kita harus benar-benar bisa memberi pengertian pada keduanya dan juga pada orang yang sudah disakiti nya" ucap Mama Soraya yang menatap sedih juga pada Mom Vita.
"Kenapa jadi mellow begini. Kita ini sedang berada didalam kebahagiaan, karena kita sudah menjadi besan dan juga seperti saudara. Jadi jangan membahas yang tidak-tidak" ucap Mom Vita yang mengalihkan pembicaraan.
"Iya, mbak benar. Aku pribadi sangat senang bisa memiliki besan seperti mbak. Karena tidak pernah memandang orang dari kastanya" jawab Mama Soraya dengan senyuman dibibirnya.
"Ya sudah kita lanjutkan masaknya. Sebentar lagi akan tiba waktunya makan malam" ucap Mom Vita pada Mama Soraya.
Mereka berdua masak dengan sangat semangat. Karena baik Mom Vita maupun Mama Soraya, keduanya sangat menyukai memasak. Jadi mereka berdua sangat kompak jika urusan masak memasak.