
Arthur langsung merangkul tubuh yang sudah kaku dan tidak bernyawa lagi. Dia segera memakamkan nya sesegera mungkin karena dia tidak ingin jika mendiamkan nya lebih lama lagi.
Arthur mengantarkan adiknya keperistirahatan terakhirnya. Dengan penuh rasa dendam dihatinya, dia ingin membalaskan kematian adiknya dengan tangan nya sendiri.
Setelah pemakaman adiknya selesai. Arthur langsung menuju markas milik Zayn dengan mengikuti para anggota dari Zayn. Sebenarnya anggota dari Zayn enggan untuk membawa Arthur.
Tapi karena perintah langsung dari King nya. Mau tidak mau mereka mematuhi nya, karena mereka bertiga tidak mungkin menolak perintah langsung dari King mereka sendiri.
"Apa yang kau ingin ketahui dari kami bertiga?" tanya salah satu anggota Zayn.
"Bagaimana bisa adik saya seperti itu?" tanya Arthur dengan tatapan kosong nya.
"Kami datang kesana terlambat. Karena dia sudah dalam keadaan seperti itu dan akan dibuang oleh mereka" jawab nya sesuai dengan yang mereka lalui.
"Apa mereka sudah melakukan sesuatu sebelum adik saya seperti ini?" tanya nya lagi dengan masih berderai air mata.
"Kami tidak tahu. Sesuai yang kau ketahui dan kami kesana dengan kondisi yang sudah sangat mengenaskan" jawab nya dengan mulai kesal pada Arthur yang bertanya, pertanyaan yang sama berulang-ulang.
Arthur tiba-tiba tertawa dan juga menangis dalam waktu yang bersamaan. Hingga Zayn datang untuk menemui nya dan ingin mendengarkan keinginan dari Arthur.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Zayn to the point.
"Saya ingin membalas semua perbuatan mereka terhadap adik saya" jawabnya dengan penuh dendam yang begitu besar.
"Balaskanlah" ucap Zayn dengan nada dingin dan menusuk nya.
"Saya tidak tahu dimana mereka berada" jawabnya lagi.
"Mereka akan memberitahu mu. Ada lagi yang kau inginkan dari ku?" tanya Zayn sebelum pergi dari markas nya.
"Tidak ada. Saya hanya ingin membalas mereka semua hingga keluarganya juga mengalami hal yang serupa!" ucapnya dengan sangat emosi.
"Itu hak mu" ucap Zayn yang langsung pergi dari hadapan Arthur dan para anggotanya.
"Kau tetap awasi dia. Jangan sampai dia melakukan kesalahan yang membuat nyawanya hilang" ucap Zayn pada salah satu anggotanya yang mengantar kepergian nya.
"Baik King. Kami akan melaksanakan perintah dari anda" jawab nya dengan penuh ketegasan.
Setelah mendengar itu dari anggotanya Zayn langsung pergi dari markasnya untuk langsung pulang. Karena dia sudah tidak mood lagi untuk kembali keperusahaan.
"Anda ingin kesuatu tempat yang tenang King?" tanya Angga yang sudah tahu jika King nya ingin ketenangan setelah melewati hari yang sangat melelahkan jiwa dan raganya.
"Kau tahu apa yang ku inginkan" jawab Zayn yang memejamkan matanya.
CEKIITTT
"Apa kau sudah bosan hidup!" bentak Zayn yang kaget karena Angga mengerem mendadak.
"Maaf King tiba-tiba ada seseorang yang menyebrang secara mendadak. Jadi saya langsung menginjak rem supaya tidak menabrak nya King" jawab Angga dengan takut.
"Apa kau menabrak nya juga?" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya.
"Tidak King. Karena saya langsung menginjak rem mobilnya. Dia seorang gadis yang sedang dikejar-kejar oleh beberapa preman King" jawab Angga apa adanya.
Zayn tidak mengucapkan apa-apa lagi dan dia lanjut memejamkan matanya lagi.
.
Sedangkan ditempat lain. Lebih tepatnya Azalya yang sedang berlari menghindari beberapa orang suruhan dari Zian yang disuruh untuk menangkap Azalya untuk memaksanya menikah dengan nya.
"Mampus gue. Kenapa tuh kanebo kering kagak nolongin gue" gumam Azalya sambil terus berlari didalam kerumunan orang yang sangat banyak supaya bisa menghindari kejaran orang-orang itu.
"Samet, gue bisa lepas juga dari tuh orang-orang. Gue harus pergi dan ganti pakaian supaya bisa lepas dari mereka dan tidak dikenali" gumam Azalya yang mengusap dadanya dan menghembuskan nafasnya lega.
Azalya langsung membeli beberapa pakaian yang dijual dipinggir jalan dan menggantinya ditoilet umum tersebut.
Azalya berpenampilan seperti orang biasa pada umumnya. Dengan menggunakan jeans sobek-sobek dan dipadukan dengan kemeja yang tidak dikancing. Juga sebuah topi untuk menyamarkan wajahnya dari orang-orang yang menatap nya.
"Huh, bisa juga lepas dari mereka. Gue harus menghubungi tuh kanebo kering. Kenapa juga dia nggak nolongin gue! Sudah dibayar mahal masih saja tidak profesional" gerutu Azalya yang sedang mencari nama seseorang yang ingin dia mintai tolong.
"Kenapa tidak ada?" gumam nya dengan terus mensecroll tapi tidak ada.
"Bodo lah. Yang pasti gue sudah lepas dari tuh orang-orang suruhan dari pria kagak waras itu" gumam nya yang langsung menuju tempat yang dia inginkan.
Azalya melangkahkan kakinya menuju danau buatan yang belum selesai dan tempatnya juga masih sangat sepi. Apa lagi masih ada beberapa alat dan juga bahan bangunan yang masih tergeletak dibeberapa tempat.
"Sejuk banget disini" gumam Azalya dengan menatap sekeliling danau dan juga ada taman nya juga.
"Apa bisa gue hidup dengan tenang dan tanpa gangguan?" gumam Azalya yang malah duduk ditepi danau dengan menatap kedepan.
Sedangkan setempat yang sama seorang pria tinggi dan juga gagah sedang berada ditempat yang sama juga. Dia juga berpenampilan yang biasa dan mungkin bisa dikatakan penampilan mereka berdua tidak jauh berbeda.
Style mereka mungkin sama dan seleranya juga mungkin sama hanya tidak mereka sadari saja. Dia adalah Zayn Pratama Edison yang sering disapa dengan Z atau Mister Z.
"King, apa anda ingin saya temani berkeliling?" tanya Angga dengan ikut melangkahkan kakinya mengikuti Zayn.
"Tidak perlu. Saya ingin sendiri" jawab Zayn dengan terus melangkahkan kakinya.
Angga tidak menjawab lagi karena dia takut jika King nya marah. Mungkin akan melakukan sesuatu pada dirinya yang tidak bisa dia bayangkan.
"Aww!" ucap Zayn saat tiba-tiba ada yang melempar nya dengan sesuatu.
"Sorry, sakit ya? Sorry" ucap Azalya yang memang tidak sengaja melempar batu pada punggung Zayn.
"Kau!" ucap Zayn tidak melajutkan ucapan nya karena dia melihat wanita yang sudah pernah tinggal didalam mainson nya satu malam.
"Oh, loe rupanya. Sorry ya soal yang tadi. Gue nggak sengaja melempar batu, soalnya gue sedang kesal saja" ucap Azalya yang sedang berdiri disamping Zayn.
"Dasar aneh" gumam Zayn yang langsung pergi dari dekat Azalya.
"Hei tunggu. Kenapa ninggalin gue, gue takut nih sendirian" ucap Azalya yang langsung mengejar Zayn.
"Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Zayn saat Azalya yang mengikutinya.
"Gue sudah bilang, gue takut. Tadi ada beberapa orang yang ngejar-ngejar gue. Makanya gue berada disini dan langsung melempar kamu" jawab Azalya dengan memanyunkan bibirnya.
"Anda bisa berbicara dengan benar?" ucap Zayn yang merasa tidak dihargai oleh Azalya yang bicara dengan gaya loe gue.
"Iya iya sorry. Aku akan bicara dengan baik. Kamu mau kan nolongin aku. Sekali saja? Ya ya ya" ucap Azalya dengan memperlihatkan puppy eyes nya.
"Ini yang kedua kalinya Nona" ucap Zayn meralat ucapan Azalya yang bilang jika dia membantunya sekali. Sedangkan ini adalah yang kedua kalinya.
"Iya, ini yang kedua kalinya. Tolong ya, orang yang ditugaskan menjaga aku malah entah kemana" jawab Azalya yang meminta tolong pada Zayn dan pada orang yang tepat.
"Jika saya tidak mau?" tanya Zayn dengan memicingkan matanya.
"Jika anda tidak mau saya akan meminta pertanggung jawaban dari anda supaya anda bisa terikat dengan saya selamanya" ucap Azalya dengan senyuman tengil nya.
"Saya tidak akan melakukan keduanya Nona" jawab Zayn dengan melangkah lebih dulu dibandingkan Azalya yang sedang berlari mengejarnya.
Tanpa diduga Azalya langsung merangkul lengan Zayn dengan sangat erat dan membuat Zayn merangkul pundak nya. Sedangkan tangan Azalya merangkul pinggang kuat dari Zayn.
"Anda bisa melepaskan tangan anda dari pinggang saya?" tanya Zayn yang melihat tangan Azalya malah denga semakin erat merangkulkan tangan nya pada pinggang Zayn.
"Tidak mau! Nanti anda bisa meninggalkan saya disini lagi. Saya tidak mau jika harus ditangkap oleh orang-orang suruhan dari Zian Alfonzo" jawab Azalya dengan semakin memeluk pinggang Zayd.
'Ternyata dia gadis yang sama dengan yang sedang dijaga oleh Marcos. Tunggu, Marcos. Jadi wanita ini incaran Zian selama ini. Kemana Marcos sekarang? Bukankah dia yang menjaganya?' ucap Zayn dalam fikiran nya.
"Apa anda mengenalnya?" tanya Azalya yang membuyarkan fikiran Zayn.
"Tidak" jawab Zayn dengan singkat jelas dan padat.
"Ish, saya kira anda mengenalnya. Tapi tunggu, apa anda yakin tidak mengenalnya? Bahkan semua orang yang berada dinegara ini tahu siap Zian Alfonzo" tanya Azalya yang mendongak kan wajahnya menatap wajah Zayn yang ternyata sangat tampan jika dilihat dari jarak yang sangat dekat.
"Itu bukan urusan anda Nona, saya mengenal nya atau tidak" jawab Zayn memutuskan pandangan nya dari Azalya.
"Aneh sekali" gumam Azalya yang masih didengar jelas oleh Zayn.
Mereka berdua berjalan saling merangkul seperti pasangan kekasih yanh sedang dimabuk cinta. Padahal aslinya mereka seperti Tom and Jerry, tidak pernah akur sama sekali.