Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Kenyataan untuk Zahiya



"Apa kabar kalian semua? Sudah lama kita tidak bertemu" ucap Zahiya yang menanyakan keadaan para singa peliharaan Zayn dan sekarang menjadi peliharaan nya juga.


"Apa kau bisa membuat ku bisa melampiaskan kemarahan ku? Jika bisa, maka lakukanlah segera, aku tidak ingin menahan nya lebih lama lagi" ucap Zahiya yang menantang Simba untuk bertarung dengan nya.


Jeff yang mengikuti Zahiya dan menyaksikan semuanya. Seperti Deja Vu, karena dia pernah melihat Zayn yang marah dan melampiaskan kemarahan nya dengan berduel dengan Lion yang sekarang sudah tidak ada lagi.


"Queen, saya minta anda jangan gegabah dulu. Saya tidak ingin jika kejadian belasan tahun silam terulang kembali dan akan membuat King murka. Tolong fikirkan lagi untuk berduel dengan Simba" ucap Jeff yang memperingatkan Zahiya supaya tidak gegabah.


Karena walau bagaimana pun, Simba adalah binatang dan, binatang akan mengikuti instingnya sebagai binatang. Walau dia sudah jinak sekalipun, dia akan menjadi predator dan melakukan segala sesuatu untuk bisa mengalahkan lawan nya.


"Untuk apa uncle kemari? Bukankah uncle sedang sibuk juga, jadi, jangan mengganggu saya" ucap Zahiya yang baru kali ini mengatakan sesuatu pada orang yang lebih tua darinya seperti itu. Biasanya dia adalah anak yang sopan pada siapapun tanpa terkecuali.


"Saya disuruh kemari untuk menyampaikan sesuatu yang sangat penting dan juga akan membuat anda mengerti" jawab Jeff yang mencoba mendekat kearah Zahiya dan kumpulan singa betina yang siap menerkamnya.


"Katakan saja uncle" ucap Zahiya yang menatap kearah Jeff sekilas lalu menatap para singa yang sudah siap untuk menyerang.


"Tidak disini Queen, saya ingin berbicara berdua dengan anda dan tanpa adanya para singa tersebut" jawab Jeff yang siap jika nanti Zahiya murka padanya.


"Uncle duluan, saya mau disini dulu bersama dengan mereka" ucap Zahiya yang tidak ingin pergi dari sana. Dia malah duduk diantara kerumunan singa betina dan juga Simba, singa jantan.


"Baiklah Queen, saya akan menunggu anda siap dan saya akan disini" ucap Jeff yang juga malah duduk diatas rumput juga.


Zahiya hanya diam dan duduk saja dengan santai sambil menyandarkan punggungnya pada singa betina yang sedang ada disana. Dia tidak melakukan apapun, Zahiya malah memejamkan matanya sejenak dan dia merasa sangat tenang saat berada disini. Seolah dia menghilangkan beban fikiran dan kejadian beberapa saat yang lalu.


'Apa yang sebenarnya ada dalam fikiran nya? Kenapa dia berfikir jika aku ini adalah wanita gampangan dan bisa melakukan hal serendah itu? Sungguh, ini membuat aku sangat rendah dimatanya' gumam Zahiya dalam hati sambil terus memejamkan matanya dan fikiran nya menerawang kesana kemari.


'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Disaat aku sudah merasa nyaman dan aku bisa berinteraksi dengan nya seperti aku berinteraksi dengan kakak ku sendiri dan dia malah merendahkan diriku dengan mengatakan hal yang sangat menyakitkan hatiku. Kenapa? Kenapa kau lakukan ini padaku?' ucap Zahiya dalam hatinya dan tidak terasa air matanya menetes dipipinya.


Simba yang melihat itu langsung mengaum dengan sangat kencangnya dan dia menatapi wajah Zahiya yang dipenuhi oleh air mata. Jeff yang melihatnya juga merasa sedih, karena baru kali ini dia melihat Queen nya meneteskan air matanya.


'Queen, jika anda tahu apa yang akan saya sampaikan maka, anda mungkin akan lebih sedih dan terpukul dari pada sekarang. Semoga saja apa yang akan saya sampaikan tidak membuat hati anda sedih dan sakit. Walau anda memperlihatkan wajah dan sikap tegas, anda tetaplah seorang wanita yang hanya bisa menangis. Walau anda wanita kuat dan tidak pernah menangis' ucap Jeff dalam hati sambil terus menatap Zahiya yang menangis sambil menutup matanya.


"Ehm, maaf Queen. Bisa saya sampaikan sekarang? Karena hari ini sudah hampir gelap" tanya Jeff yang menatap Zahiya tidak bergeming sedikitpun.


"Jika anda masih mau disini tidak masalah Queen. Setidaknya anda mau menjawab panggilan telpon dari Nyonya. Karena Nyonya sudah menghubungi anda puluhan kali, beliau sangat khawatir akan keadaan anda" ucap Jeff yang membuat Zahiya mau membuka matanya dan dia menatap kearah Jeff.


"Apa yang ingin uncle katakan pada saya?" tanya Zahiya yang sudah bangun dan berdiri dihadapan Jeff.


"Sebaiknya anda ikut saya dan anda bisa melihatnya sendiri apa yang saya sampaikan pada anda Queen" ucap Jeff yang mengajak Zahiya untuk pergi dari sana.


Zahiya tidak banyak bicara lagi, dia hanya diam saja dan tidak melihat jalan yang dilewati oleh mereka adalah menuju kepemakaman umum terdekat dari rumah sakit tempat Mom Vita dirawat sekarang.


"Silahkan turun Queen, King sedang menunggu anda" ucap Jeff yang meminta Zahiya untuk turun.


Zahiya baru menyadari jika dia sedang berada ditempat pemakaman umum. Fikiran nya langsung tertuju pada Mom Vita yang kemarin kritis. Dia langsung berlari menuju tempat, dimana Zayn menunggunya didepan makam seseorang.


"Dad, apa yang sebenarnya terjadi? Oma, apa Oma baik-baik saja?" tanya Zahiya yang menatap wajah Zayn yang sedang menatap makam yang masih baru itu didepan nya.


"Oma kamu baik-baik saja Queen, tapi seseorang yang selama ini dekat dengan mu sudah tidak ada lagi" jawab Zayn langsung to the point.


"Iya, dia sudah pergi dan itu semua atas keinginan nya sendiri. Dan itu bukan karena aku" jawab Zahiya dengan datar dan dingin nya.


"Iya, dia memang sudah pergi dan untuk selama-lamanya. Apa kau tahu Queen, jika dia pergi untuk selama-lamanya?" tanya Zayn lagi yang membuat Zahiya merasa bingung dengan pertanyaan yang Zayn berikan padanya.


"Apa maksud Daddy? Apa dia tidak akan pernah muncul lagi dalam kehidupan ku atau mengangguku? Apa dia...." Zahiya tidak melanjutkan pertanyaan nya, dia malah menatap kearah gundukan tanah yang masih basah didepan nya itu.


Zahiya mendekat dan melihat papan nama yang tertulis dengan nama RIP Albert Einstein. Membuat Zahiya hanya bisa mentap dengan tatapan yang sulit diartikan. Bahkan dia langsung terduduk disamping makam tersebut.


"Jika kau ingin menangis, menangislah sekarang. Tapi tidak untuk nanti, karena dia sudah tenang disisinya. Dia juga berpesan supaya kamu mau menerima sesuatu yang sangat berharga baginya. Jadi persiapkan dirimu" ucap Zayn yang meninggalkan Zahiya untuk sendiri disana dan bisa melakukan apa yang seharusnya dia lakukan.


"Kenapa anda benar-benar pergi dari saya? apa anda sangat serius dengan semua ucapan yang anda berikan? Jangan menyiksa saya seperti ini, kenapa anda melakukan ini pada saya? Kenapa! Hiks... Hiks... Hiks... " ucap Zahiya yang menagis dan memeluk makam tersebut lalu memukul-mukulnya dengan tangan yang lemas.


"Apa semua kata-kata yang anda ucapkan padaku itu semua adalah kebohongan? Kenapa anda meninggalkan saya disaat saya sudah sangat nyaman dengan anda dan saya bisa menjadi orang lain hanya untuk anda. Kenapa anda begitu tega dengan saya? Apa saya tidak pantas mendapatkan cinta anda dengan tulus dan sepenuh hati anda? Kenapa anda melakukan semuanya ini padaku saya" ucap Zahiya yang mengeluarkan semua tangis dan juga semua pertanyaan yang ingin dia katakan pada pria yang sudah membuatkan nyaman dan bisa lebih ceria, walau hanya kepura-puraan.


"Apa yang ingin anda buktikan pada saya dengan cara seperti ini? Apa! Jelaskan pada saya sekarang" ucap Zahiya dengan suara yang melemah dan dia masih menangis sesegukan disamping makam Albert Einstein.


Zahiya masih terus menangis dan dia lalu bangkit dari duduknya dan langsung mengusap air matanya hingga sisa tanah menempel dipipinya dan terlihat sangat kotor diwajahnya.


"Apa semua ucapan yang anda ucapkan padaku adalah kebenaran dan yang anda inginkan sebelum itu adalah kebenaran juga? Kenapa anda melakukan itu semua pada saya, kenapa anda melakukan ini" ucapnya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan.


Zayn menghampiri Zahiya dan memeluknya dengan erat. Dia mengusap punggug Zahiya yang akhirnya menangis lagi dalam pelukan Zayn. Dia menangis sesegukan sambil terus memeluk Zayn dan ini baru Zahiya lakukan selama bertahun-tahun pada Zayn.


"Menangislah Queen, hanya dengan menangis semuanya bisa ringan didalam dada kamu. Jangan menganggap jika menangis bisa membuat kamu lemah, karena menangis bisa meringankan semua rasa sakit didalam hati" ucap Zayn yang mengusap air mata yang mengalir dipipi Zahiya.


"Dia meminta kamu mengasuh anaknya kelak, Daddy tidak mengizinkan untuk kamu bisa mengandung. Karena yang Daddy inginkan, kamu hanya bisa mengandung anak dari suamimu saja. Tidak dengan yang lainnya" ucap Zayn yang dijawab anggukan kepala oleh Zahiya.


"Akan aku lakukan Dad, Daddy jangan khawatir akan hal itu. Aku juga tidak seb*doh itu untuk mau mengandung yang bukan mahrom ku" jawab Zahiya yang sudah mulai tenang dan sudah tidak menangis lagi.


"Sekarang kita kembali ke rumah sakit. Karena disana Mommy kamu sedang sangat khawatir, kamu tidak segera sampai kesana" ucap Zayn yang dijawab anggukan oleh Zahiya.


Mereka berdua masuk kedalam mobil yang dikendarai oleh Jeff, mereka bertiga saling diam dan tidak ada yang bersuara satu sama lain. Karena ketiga orang itu sama-sama dingin dan tidak banyak bicara. Jadi, mau seberapa panjang dan lama perjalanan akan terasa dingin dan mencekam. Karena mereka bertiga hanya diam saja.


"Bagaimana keadaan Oma saat ini Mommy?" tanya Zahiya saat sudah sampai didepan ruangan pemulihan pasca operasi.


"Alhamdulilah, semuanya baik-baik saja dan Oma sudah lebih baik. Kita tinggal menunggu Oma kamu sadar saja" jawab Azalya yang menjelaskan semuanya pada Zahiya.


"Syukurlah" ucap Zahiya singkat jelas dan padat.


Semua orang hanya mengangguk dan dia saling diam lalu duduk untuk menunggu waktu untuk bisa melihat dan menyaksikan apa selanjutnya keadaan dating Mom Vita.


"Queen, anda bisa ikut dengan kami" ucap Aaron dan juga Jeff yang ada disana.


"Mom, aku kesana dulu" ucap Zahiya yang pamit pada Azalya untuk pergi dari sana mengikuti Aaron dan Jeff.


"Apa yang ingin uncle katakan pada saya?" tanya Zahiya yang menatap kearah dua orang yang ada dihadapan nya saat ini.


"Tuan Albert Einstein menyerahkan seluruh s****anya pada saya untuk diberikan pada anda. Apa anda sudah menemukan seseorang yang bersedia menjadi Ibu dari calon anak anda?" tanya Aaron yang mempertanyakan apa yang sudah dijelaskan oleh Zayn padanya.


"Belum, jika uncle memilikinya beritahu saya secepatnya" ucap Zahiya yang tidak ingin jika semua itu berlangsung lama.


"Saya memiliki kandidat yang tepat Queen" ucap Jeff yang menyela ucapan Aaron yang akan mengatakan tidak punya.


"Katakan dan jelaskan semuanya" ucap Zahiya pada Jeff yang mengangguk lalu menunjukan beberapa foto wanita yang membuat Zahiya mengernyitkan dahinya saat melihat beberapa foto yang ada ditangan nya, lebih tepatnya ada lima foto ditangannya.


"Apa uncle yakin mereka-mereka ini orang yang tepat?" tanya Zahiya yang dijawab anggukan kepala oleh Jeff.


"Apa jaminan nya?" tanya Zahiya lagi yang menatap dengan tatapan dingin nya.


"Yang mereka inginkan hanya uang dan rela melakukan apa saja demi uang. Bahkan rela menjual anak dan juga saudara mereka demi uang. Jadi semuanya wanita ini akan menerima semuanya s****a dari Tuan Albert Einstein, dan siapa yang berhasil maka dia yang akan menjadi Ibu dari anak anda Queen. Sebelum itu saya sudah menempatkan mereka ditempat yang sangat jauh dan juga steril dari orang luar, maka mereka tidak akan berbuat curang supaya bisa mengelabui anda Queen. Disana juga tidak akan ada pria satu pun, disana hanya ada para wanita saja" ucap Jeff menjelaskan semuanya pada Zahiya dan membuat Zahiya merasa aneh tapi juga sangat senang mendengarnya.


Walau ini semua memakan waktu yang tidak sedikit dan juga membuatnya sedikit jenuh saat dekat dengan wanita-wanita yang akan menjadi salah satu Ibu dari anaknya kelak.


"Baiklah, selama itu berlangsung saya akan berada disini dulu, sampai semuanya berhasil dan saya sudah bisa membawa pulang anak saya" ucap Zahiya yang setuju dengan usulan yang diberikan oleh Jeff.


"Baik Queen, kami sudah menyiapkan segalanya. Anda hanya perlu kesana saja untuk bisa ada ditengah-tengah mereka semua. Tapi anda jangan khawatir, karena mereka akan tinggal ditempat yang terpisah dengan anda" jawab Jeff dan dia sudah mengatur semuanya sedemikian rupa.


"Baiklah, siapkan saja semuanya uncle karena saya ingin istirahat dirumah itu sekarang" ucap Zahiya yang meminta untuk diantarkan oleh Jeff menuju rumah itu sekarang juga.


"Mari Queen, akan saya antarkan" ucap Jeff yang meminta Zahiya mengikutinya.


.


Zahiya sudah sampai didepan sebuah rumah besar dan dijaga oleh berbagai binatang buas yang siap menerkam siapa saja yang mereka lihat. Jadi bagi siapa saya yang berani kabur akan menjadi mangsa mereka semua.


"Ini ruangan khusus untuk anda Queen. Dan sebelah sana adalah untuk para wanita-wanita itu. Anda bisa memasuki ruangan itu kapan saja dan sesuka anda Queen. Tapi tidak untuk mereka semua yang tidak bisa melakukan itu semua. Jadi anda tidak perlu khawatir jika anda merasa tidak nyaman oleh mereka semua" jelas Jeff pada Zahiya dan Zahiya hanya mengangguk saja.


"Mari Queen, saya akan mengenalkan mereka pada anda" ucap Jeff pada Zahiya. Tapi Zahiya menolaknya.


"Tidak uncle. Lebih baik mereka tidak melihat wajah asli saya, jika saya ingin bertemu dengan mereka berikan saya topeng yang untuk wanita berusia tua dan saya akan melakukan itu demi kebaikan anak saya kelak" ucap Zahiya yang menjelaskan keinginan nya pada Jeff.


"Akan saya laksanakan sesuai perintah anda Queen. Ada lagi yang anda inginkan?" tanya Jeff setelah menjawab apa yang diinginkan oleh Zahiya.


"Untuk sekarang itu saja dulu, saya ingin istirahat sekarang. Jika King atau siapapun yang bertanya, bilang saja saya sedang menenangkan fikiran. Jika Aaron datang lakukan semuanya dengan baik dan jangan pernah melakukan kesalahan barang sekecil apapun" ucap Zahiya yang memperingatkan Jeff untuk melakukan semuanya dengan sempurna.


"Akan saya lakukan Queen. Saya juga sudah menyiapkan pakaian dan kebutuhan anda selama disini. Untuk para wanita dan Aaron yang akan datang, hanya bersama dokter ahli dalam hal itu. Juga tentunya adalah wanita anggota kita" jawab Jeff yang langsung undur diri setelah mengatakan itu semua pada Zahiya.


Zahiya hanya mengangguk lalu dia pergi menuju kamar yang ada didalam ruangan itu. Didalam kamar memang sudah tersedia berbagai macam pakaian dan lain sebagainya. Yang lainnya juga sudah dikerjakan oleh seseorang yang tidak lain adalah orang-orangnya.


.


.


.


Maafkan Othor ya yang baru bisa up sekarang... Karena Othor habis kondangan dan ikut ngebesan yang jaraknya lumayan jauh dari kampung Othor... Semoga saja para reader kesayangan Othor setia menunggu untuk Othor up...


Supaya Othor makin semangat buat selalu up, tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor.....


Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗