Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Kabar bahagia



"Ah, kapan gue bisa ketemu ama ayank lagi?" gumam Zaniya yang menatap layar ponselnya yang sudah gelap.


"Apa mungkin gue bakalan sabar nunggu sampe waktunya tiba? Aaaa, semoga saja semuanya baik-baik saja dan Oma segera pulih seperti sedia kala" ucap Zaniya yang tidak langsung tertidur. Malah keluar lagi dan entah apa yang akan dia lakukan.


Zaniya melihat jika Daddy sedang duduk sendiri ditaman belakang dan dia malah terlihat sangat kacau.


"Abang kenapa? Kusut banget, sudah mirip baju yang belum disetrika" ucap Zaniya yang sudah duduk disamping Daffy.


"Apa abang masih memikirkan Zahiya? Sebaiknya abang jangan memikirkan nya, karena aku yakin jika dia baik-baik saja dan tidak akan kenapa-kenapa. Aku sangat yakin akan hal itu, apa abang lupa. Jika aku yang terluka maka Zahiya yang merasakan sakitnya? Begitu juga sebaliknya, abang jangan khawatir. Ya, walau akhir-akhir ini bahu kiri ku terasa sangat sakit" ucap Zaniya panjang lebar dan dia memegangi bahunya yang sakit.


'Itu semua karena Zahiya sedang terluka Zaniya, dia sedang terluka bahunya. Entah bagaimana keadaan nya saat ini? Ini yang membuat abang panik Zan, dan tidak bisa berhenti memikirkan Zahiya' ucap Daffy dalam hati, karena dia tidak mungkin mengatakan nya langsung pada Zaniya.


"Jika kamu bisa merasakan sakit yang dirasakan oleh Zahiya, apa mungkin dia sedang terluka atau sedang kesakitan dibagian bahu. Sama seperti kamu?" tanya Daffy yang memancing supaya Zaniya mengatakan sesuatu.


"Oh my God!! Kenapa aku bisa lupa akan hal sepenting itu? Aku harus bertanya pada Daddy, karena hanya Daddy yang tahu dimana Zahiya berada jika dia tidak ada bersama kita" ucap Zaniya yang langsung bangkit dari duduknya dan berlari menuju ruangan dimana Zayn selalu menghabisakan waktunya disana sebelum istirahat.


"Dia ini memang sangat mirip dengan auntie Azalya" gumam Daffy yang melihat tingkah Zaniya dan tanpa dia sadari dia tersenyum melihat itu semua.


Sedangkan Zaniya sudah berada didalam ruangan kerja Zayn dan menatap kearah Zayn dengan tatapan penuh selidik dan juga nafas yang tersengal-sengal akibat berlarian menuju ruangan kerja Zayn.


"Sebaiknya minum dulu sayang, kenapa kamu berlarian seperti anak kecil?" Tanya Zayn yang menyodorkan segelas air putih pada Zaniya.


"Thank you Dad" ucap Zaniya yang menerima air tersebut lalu segera minumnya.


"Tenangkan dulu nafas mu lalu baru bisa mengatakan apa yang ingin kamu katakan" ucap Zayn menyela ucapan Zaniya yang akan mengatakan sesuatu dengan suara yang masih naik turun.


"Oke Dad, aku sudah lebih baik sekarang. Apa Daddy tahu dimana Zahiya? Aku merasa jika dia sedang terluka. Tolong katakan Dad, dimana Zahiya sekarang?" tanya Zaniya yang sudah bisa mengatur nafasnya dan dia mengatakan nya dengan sangat serius.


"Apa yang sedang kamu rasakan sekarang?" bukan nya menjawab pertanyaan dari Zaniya, Zayn malah balik bertanya pada Zaniya.


"Come on Dad, aku bertanya pada Daddy. Kenapa jadi Daddy yang bertanya balik?" tanya Zaniya yang menghela nafasnya kasar.


"Dia baik-baik saja dan ditempat yang aman. Kenapa memangnya?" tanya Zayn setelah menjawab pertanyaan dari Zaniya.


"Oke, jika dia baik-baik saja. Kenapa aku merasakan sakit dibahuku dan juga terasa seperti dijahit? Apa mungkin Zahiya mengalami semua itu Dad?" tanya Zaniya yang memperlihatkan bagian mana yang sakit pada Zayn.


"Mungkin saja itu hanya perasaan kamu saja sayang. Bukankah kita habis perjalanan jauh dan juga sudah pasti merasakan pegal dan seperti orang yang sakit pada bahunya atau seperti terasa ada jahitan. Padahal kenyataan nya tidak bukan? Lebih baik kamu istirahat dan jangan berfikiran macam-macam, Zahiya baik-baik saja" ucap Zayn yang menanamkan supaya Zaniya berfikiran yang positive tingking saja.


"Mungkin saja Dad. Tapi benar ya, jika Zahiya baik-baik saja? Karena aku tidak ingin jika dia terluka, karena aku juga merasakan sakitnya" ucap Zaniya yang langsung pergi dari hadapan Zayn yang hanya menggeleng.


"Kalian memang akan selalu terhubung satu sama lain, semoga saja Zahiya tidak merasakan sakitnya lagi dan dia benar-benar berdiam diri saja disana dan tidak melakukan apa-apa. Supaya lukamu dibahunya segera sembuh" gumam Zayn yang tidak bisa didengar oleh orang lain, hanya dirinya saja yang mendengar.


.


Setelah berhari-hari dan berminggu-minggu keadaan Mom Vita sudah semakin membaik. Beliau juga sudah diperbolehkan untuk pulang, walau tidak diperbolehkan untuk melakukan perjalanan jauh lebih dulu. Tapi setidaknya semuanya sudah lebih baik dari pada sebelumnya.


Begitu juga Zahiya yang mendapatkan kabar bahagia juga, bahwa s****a terakhir tersebut telah berhasil dan juga sudah bisa dinyatakan hamil juga. Dan yang mendapatkan itu semua adalah wanita yang paling muda diantara mereka semua.


Ketiga wanita itu sudah dikembalikan pada tempat asalnya dan dengan bayaran yang sangat banyak juga. Bahkan mereka semua sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasanya.


"Bagaimana keadaan nya sekarang? Apa janin nya baik-baik saja?" tanya Zahiya yang bertanya pada dokter obgyn yang menangani wanita tersebut.


"Semunya baik-baik saja Queen. Janin nya juga sangat sehat dan kuat, usianya sudah memasuki minggu ke4" jelas dokter tersebut yang memperlihatkan layar USG tersebut pada Zahiya.


"Alhamdulilah, welcome baby to Mommy" ucap Zahiya yang hanya bergumam saja dan tidak didengar oleh orang lain.


"Apa anda mengatakan sesuatu Queen?" tanya dokter tersebut pada Zahiya.


"Tidak" jawab Zahiya singkat, jelas dan padat.


"Lalu apa kondisi Ibunya juga baik-baik saja? Saya tidak ingin jika bayi saya dalam masalah jika Ibunya bermasalah" tanya Zahiya yang membuat wanita itu hanya bisa menelan slivanya dengan kasar.


"Ibunya juga baik-baik saja, sejauh ini dia tidak msngalami fase dimana Ibu hamil yang sedang mengidam atau merasakan mual dan muntah. Jadi semuanya memang baik-baik saja" jawab dokter tersebut dengan tegasnya.


"Hmm" ucap Zahiya hanya dengan deheman saja, lalu dia menatap wajah wanita yang sedang mengandung anaknya itu dengan tatapan datarnya seperti biasa.


"Kau jangan berfikiran macam-macam dan selalu jaga dia dengan baik. Jangan pernah berbuat atau melakukan hal yang berbahaya untuknya" ucap Zahiya yang memberikan peringatan pada wanita tersebut.


"Bawa dia pulang dan tebus obatnya" ucap Zahiya memerintahkan anggotanya untuk melakukan apa yang dia katakan.


"Akan saya lakukan untuk anda Queen" jawabnya yang langsung pergi dari hadapan Zahiya lalu membawa wanita hamil itu untuk pulang.


"Maaf, apa saya boleh kekamar mandi dulu? Saya ingin buang air" ucap wanita tersebut takut Danu diangguki oleh anggota Zahiya, lalu salah satu dari mereka ikut masuk.


"Masuklah, dan jangan macam-macam! Jika kau macam-macam dan berfikiran akan kabur, maka bersiaplah mendapatkan hukuman setelah bayi dalam kandungan mu lahir" ucap wanita yang menjadi anggota Zahiya yang paling kejam dan tidak memiliki perasaan.


"Saya tidak akan melakukan itu, karena saya juga sudah menyayanginya" jawab wanita tersebut yang mengusap perutnya yang masih rata.


"Bagus, sekarang lakukan apa yang ingin kau lakukan" perintahnya dan dia langsung masuk kedalam.


Setelah selesai mereka langsung pulang dengan mobil yang sudah disiapkan untuk mereka. Sedangkan Zahiya menemui keluarganya, karena dia sudah sangat merindukan mereka semua.


"Assalamualaikum" ucap Zahiya saat membuka pintu mainson yang ternyata semua orang sedang berkumpul bersama.


"Wa'allaikumsalam" jawab semua orang dan Azalya langsung memeluk Zahiya yang sudah lama tidak dia temui.


"Kamu dari mana saja? Mommy khawatir pada kamu" tanya Azalya setelah mengurai pelukan nya pada Zahiya.


Zahiya yang mengerti langsung diam dan tidak jadi mengatakan apa yang akan dia katakan. Karena jika seluruh keluarga besarnya tahu, apa lagi Mom Vita yang baru saja sembuh tahu. Akan lebih berbahaya, karena bisa saja Mom Vita akan koleps kembali.


"Apa yang ingin kamu beritahu pada kamu semua dan mana kejutan nya?" tanya Zaniya yang menghampiri saudara kembarnya lalu melihat kebelakang Zahiya.


"Nanti, nanti juga kalian akan tahu apa kejutan nya. Untuk sekarang masih disembunyikan terlebih dahulu disuatu tempat. Jadi bersabarlah dan tunggu waktunya tiba" jawab Zahiya yang langsung menghampiri Mom Vita yang sedang duduk disofa.


"Bagaimana keadaan Oma sekarang? apa Oma sudah lebih baik?" tanya Zahiya yang menggenggam tangan Mom Vita.


"Alhamdulilah sayang, berkat do'a dari kalian semua" jawab Mom Vita sambil mengusap kepala Zahiya dan dia selalu tersenyum dengan sangat cantiknya walau sudah tidak muda lagi.


"Syukurlah, aku bahagia mendengarnya" ucap Zahiya yang memeluk tubuh Mom Vita dan dia sangat menyayanginya juga menjadi panutan terbaiknya.


"Kamu ini kenapa harus mengikuti jejak Daddy kamu? Kenapa harus selalu menyendiri dan melakukan semuanya sendiri? Yang ada nanti tidak akan ada pria mau dengan kamu jika seperti ini terus" tanya Mom Vita yang mengurai pelukan nya dan memegang dagu Zahiya dan menatap wajahnya dengan sangat lekat.


"Karena aku belum membutuhkan pria Oma. Aku akan melakukan semuanya sendiri dulu, jika waktunya sudah tiba. Maka, akan dengan sendirinya pria itu datang bukan?" jawab Zahiya yang selalu mengatakan nya tanpa ekspresi apapun dan itu membuat Mom Vita hanya menghela nafasnya saja.


"Iya, memang kamu ini masih kecil dan juga masih muda. Setidaknya jangan terlalu tertutup seperti Daddy kamu, bukalah hati kamu dan bersikaplah seperti wanita-wanita pada umumnya. Jangan seperti ini" ucap Mom Vita yang mencubit kedua pipi Zahiya dan mengusap-ngusapnya.


Tapi, tetap saja. Zahiya ya Zahiya, dia tidak memperlihatkan wajah sakit atau protes dengan apa yang dilakukan oleh Mom Vita padanya.


"Lihatlah Mom, dia itu memanglah titisan dari bang Z. Dia bahkan tidak mengeluh saat pipinya memerah karena Mommy cubit dia" ucap uncle Zayd yang memperlihatkan wajah Zahiya dan juga Zayn pada semua orang.


"Ya, dia memang titisan Zayn Malik. Siapa yang sangka, gadis cantik dan imut juga selalu berpenampilan feminim ini sangat dingin dan mungkin dingin nya sama dengan kutub utara" sambung auntie Zia yang juga ikut meledek Zahiya dan Zayn.


"Kalian memang benar, seharusnya cukup Z saja yang seperti itu. Kenapa harus ada Z versi ceweknya?" ucap uncle Zio yang malah duduk sambil merangkul bahu Zahiya dan Zio mendapatkan pelototan tajam dari Zayn.


"Sorry Z, dia ini adalah keponakan ku. Dan kau tidak mungkin marah jika aku memeluknya seperti ini bukan?" ucap uncle Zio yang malah menggoda Zayn supaya marah padanya.


"Jika uncle masih tetap memeluk ku seperti ini, maka akan aku pastikan jika auntie Alexa akan melakukan ini juga dengan seorang pria yang tidak akan uncle duga" ucap Zahiya sambil berbisik pada uncle Zio dan sukses membuat uncle Zio menelan slivanya dengan susah payah.


GLEK...


"Kamu jangan bercanda Queen, uncle tidak akan pernah rela akan hal itu" ucap uncle Zio yang mengatakan nya cukup kencang. Membuat semua orang menatapnya bingung.


"Ah, tidak apa-apa. Kamu jangan pernah melakukan hal itu" ucap uncle Zio dan diujung kalimatnya malah berbisik pada Zahiya yang hanya diam tanpa ekspresi apapun diwajahnya.


"Dasar aneh" ucap auntie Zia yang menggelangkan kepalanya melihat tingkah uncle Zio yang seperti itu.


Semuanya hanya menggeleng saat melihat tingkah Zio yang tidak pernah berubah walau usianya sudah tidak muda lagi. Dia akan mudah ditindas oleh adik-adiknya itu.


"Zaniya, kapan pernihakan kalian dilangsungkan? Apa mungkin Oma bisa menghadiri pernikahan kalian?" tanya Mom Vita pada Zaniya yang diam saja sejak tadi. Sudah jelas jika dia sangat sedih, karena sudah dua bulan lebih mereka tidak pernah bertemu dan hanya bisa lewat telpon saja.


"Dua minggu lagi Oma. Rencananya minggu ini kami akan pulang, tapi... Aku tidak mungkin meninggalkan Oma disini dan aku juga tidak mau menikah tanpa kehadiran Oma ditengah-tengah kami" jawab Zaniya yang menunduk sedih.


"Kenapa tidak, siapa yang bilang jika Oma tidak bisa hadir dan Oma ditinggal disini? Oma akan ikut pulang dan juga ikut mempersiapkan pernikahan kalian berdua" ucap Mom Vita yang mengusap pipi Zaniya yang langsung tersenyum dan memeluk tubuh Mom Vita.


"Jadi kapan kita pulangnya? Oma sudah periksakan semuanya dan Oma sudah bisa pulang dalam waktu dekat ini. Jadi, jangan bersedih lagi dan tersenyumlah" ucap Mom Vita pada Zaniya.


"Pasti Oma, kenapa juga aku harus bersedih, jika aku akan bertemu dengan nya dan akan berkumpul kembali bersama dengan kalian semua" jawab Zaniya dengan semangatnya dan dia langsung memeluk tubuh Mom Vita dengan sangat erat.


"Oke, oke, sekarang lepaskan Oma. Oma sesak nafas sayang" ucap Mom Vita yang mengatakan nya sambil menepuk punggung Zaniya.


"Maaf-maaf, Oma. Aku kesenengan, jadi lupa kalo Oma masih sakit" ucap Zaniya yang nyengir kuda saat mengatakan itu pada Mom Vita.


"Iya tidak apa-apa. Lebih baik kalian semua istirahat, Oma juga akan istirahat. Karena besok kita akan pulang ke Jakarta" ucap Mom Vita yang memerintahkan semua orang untuk istirahat.


"Siap Oma" jawab Zaniya yang memberikan hormat pada Mom Vita lalu dia pergi lebih dulu menuju kamarnya.


Semua orang juga melakukan hal yang sama, terkecuali Zahiya dan Zayn yang malah memasuki ruangan kerjanya dan membicarakan sesuatu yang penting.


"Apa semuanya berhasil Queen?" tanya Zayn pada Zahiya yang hanya diam saja.


"Sesuai keinginan Dad, sekarang dia sudah 4minggu dan sebentar lagi akan datang ditengah-tengah hidupku" jawab Zahiya yang menunduk dan tidak mau menatap wajah Zayn.


"Kenapa tidak menatap wajah Daddy Queen? Apa ada masalah dengan nya?" tanya Zayn yang menatap ada guratan kesedihan dan juga kebingungan diwajah Zahiya.


"Apa aku siap menerima tanggung jawab sebesar ini Dad? Apa aku mampu menjaganya dengan baik? Apa aku bisa?" tanya Zahiya yang baru kali ini Zayn melihatnya menangis.


"Kau pasti bisa dan yakinlah pada diri kamu sendiri, jika kamu akan mampu menjadi seorang Ibu tunggal untuknya. Jangan pernah membuatnya menangis dan juga merasa sendiri, buatlah dia bahagia dan buatlah dia menjadi seperti yang kau inginkan. Didiklah dia dengan sepenuh hati kamu Queen" ucap Zayn yang mendekat kearah Zahiya dan memeluk tubuh putrinya yang sekarang sangat rapuh.


Bisa saja dia memperlihatkan wajahnya yang selalu datar dan dingin. Tapi ketahuilah, jika dia tetaplah seorang wanita dan hanya bisa menangis juga membutuhkan sandaran yang bisa untuknya berkeluh kesah.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....


Rat bintang 5 nya juga jangan lupa...


Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗