Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Wijaya Kusuma



Zayn sedang berfikir keras tentang semua yang dijelaskan oleh pria tua didepan nya. Zayn menerima nya, karena memang orang yang disebutkan oleh pria tersebut adalah pria berdarah dingin dan tidak memiliki perasaan sedikit pun.


"Baiklah, saya akan menurunkan orang kepercayaan saya untuk mengawal dan mendampingi cucu anda. Anda tidak perlu merasa khawatir lagi, orang yang saya utus sudah berpengalaman dalam hal ini" jelas Zayn pada pria tua tersebut.


Ini adalah kali pertama Zayn barhubungan dengan orang luar dan juga seperti menyediakan jasa penyewaan bodyguard saja setelah difikir-fikir.


"Baiklah saya permisi Mister Z. Saya tunggu orang nya dikediaman saya secepatnya. Ini alamat rumah saya" ucap pria tua tersebut menyerahkan kartu namanya.


"Wijaya Kusuma?" tanya Zayn pada pria tua yang ternyata sudah pergi dari hadapan nya.


"Sepertinya saya mengenal nama ini. Tapi dimana?" gumam Zayn yang mengingat-ngingat nama yang sedikit familiar ditelinga nya.


Zayn mengambil ponselnya dan menghubungi Marcos. Pria berbadan besar ini akan menjaga cucu dari Wijaya Kusuma ini. Marcos sudah banyak dikenal oleh semua mafia yang pernah berhadapan dengan nya langsung. Bahkan yang belum berhadapan pun sudah tahu nama nya.


Karena Marcos adalah pria berdarah dingin dan juga kejam. Dia tidak punya hati dan perasaan jika sudah berhadapan dengan musuh nya.


"Marcos, kau punya tugas penting saat ini" ucap Zayn saat panggilan nya sudah diangkat oleh Marcos.


"Siap King" jawabnya dengan tegas.


"Tugasmu saat ini adalah menjaga seorang Nona Muda yang nyawanya sedang terancam oleh orang-orang dari Alfonzo dan juga putra nya. Kau harus bisa melenyapkan siapa saja yang akan mengancam keselamatan nya. Kau tahu bukan Alfonzo dan anak nya?" tanya Zayn pada Marcos.


"Tahu King. Saya bahkan mempunyai dendam pribadi padanya. Dan ini adalah saat yang tepat untuk membalas nya. Jika harus mati pun tidak masalah, asal saya sudah melenyapkan putranya itu" ucap Marcos yang sedang menahan amarah nya.


"Kau bisa melakukan nya jika itu perlu. Karena aku tidak ingin orang kepercayaan ku harus tiada oleh kecoa seprti nya. Jika kau membutuhkan bantuan kau bisa memanggil kawan mu yang lain. Kau faham!" ucap Zayn yang langsung mematikan panggilan nya setelah Marcos menyanggupi keinginan nya.


Zayn juga akan memantau nya dari jarak jauh. Sehingga jika suatu saat nanti Marcos dan teman-teman nya membutuhkan bantuan dia akan bisa langsung membantu nya.


.


Sedangkan ditempat yang lain Azalya sedang berada dikampus nya dan sedang belajar dengan teman baru nya lagi. Karena semenjak Azalya tahu jika Kimberly bukan gadis yang baik dan tulus, Azalya langsung meninggalkan nya begitu saja.


Begitu pula dengan Kimberly, dia juga melakukan hal yang sama pada Azalya yang menurutnya aneh dan juga sok itu.


"Azalya, ada seseorang yang mencari mu" ucap salah seorang yang memanggil nya.


"Siapa?" tanya Azalya bingung. Pasalnya dia belum terlalu mengenal banyak orang disini, sudah ada yang mencarinya.


"Tidak tahu. Lihat saja sendiri" jawab nya langsung pergi begitu saja dari hadapan Azalya.


"Siapa sih? Bikin penasaran saja" gumam Azalya yang langsung pergi dari tempat nya duduk.


"Maaf ada urusan apa mencari saya?" tanya Azalya saat melihat pria tinggi besar sedang membelakangi nya.


"Perkenalkan nama saya Marcos. Saya diutus oleh kakek anda untuk menjaga anda. Jadi anda harus bekerjasama dengan saya jika nyawa anda masih ingin berada didalam tubuh anda" jelas Marcos yang memperkenalkan dirinya pada Nona Muda nya.


"Oke, terimakasih. Tapi saya mau anda jangan terlalu dekat dengan saya dan juga jangan sampai terlalu mencolok dihadapan umum" jawab Azalya yang langsung menerima Marcos dengan senang hati.


"Baik Nona, itu tidak akan terjadi. Karena saya sekarang juga sudah menjadi mahasiswa baru disini. Dan tugas saya akan lebih mudah jika menjadi bagian dari ini semua" ucap nya sambil melewati tubuh Azalya untuk memasuki kelas yang sama dengan Azalya.


"Ish, dasar menyebalkan! Kenapa Opa menyewa bodyguard modelan begitu sih. Bikin kesel saja" gerutu Azalya yang menggunakan bahasanya sendiri.


Dan betapa terkejutnya Azalya melihat pria bernama Marcos tersebut juga duduk dibangku yang sama dengan nya. Bahkan dia dengan beraninya menggeserkan tasnya hingga berada ditengah.


"Minggir! Ini adalah tempat duduk ku. Kau bisa mencari tempat duduk yang masih kosong" ucap Azalya yang ingin pria menyebalkan ini pindah dari tempat duduk nya.


"Tidak bisa. Disini lebih nyaman dan juga sangat jelas menatap kearah depan" jawab Marcos dengan nada datarnya.


"Ish. Nyebelin!" ucap Azalya yang menghentakkan kakinya kesal.


Dan mau tidak mau Marcos menggeser duduk nya supaya Azalya bisa duduk juga disamping nya.


Setelah pelajaran selesai Marcos selalu menempeli Azalya dengan alasan pelajaran yang belum dia mengerti. Dan sialnya mau tidak mau, Azalya menerima nya. Jika tidak Zian akan selalu mengganggu nya juga.


Ya sudah hampir satu minggu Zian selalu mengganggu Azalya, dimana pun selalu saja mengikuti seperti kuman bandel.


"Biasa saja, jangan terlihat mencurigakan dihadapan nya. Jika dia macam-macam jangan takut, karena ada saya" ucap Marcos pada Azalya saat berpapasan dengan Zian.


"Hai Azalya. Pulang bareng ya, kebetulan arah pulang kita sama" ucap Zian yang langsung memegang tangan Azalya.


Dengan sekali putar saja Zian sudah mengaduh kesakitan karena tangan yang tadi menggenggam tangan Azalya balik diputar dan terdengar bunyi...


KRETEK


Mungkin ada tulang yang patah akibat ulah Azalya.


"Upss, sorry. Aku sengaja!" ucap Azalya yang langsung pergi dari hadapan Zian yang sedang merintih kesakitan.


"Ternyata dugaan saya salah jika anda itu gadis yang lemah" ucap Marcos saat sudah didalam mobilnya.


"Saya hanya pura-pura lemah saja. Tapi jika ada yang macam-macam jangan harap bisa lepas begitu saja. Karena saya paling tidak suka jika laki-laki seperti nya melakukan seenak jidatnya saja" ucap Azalya yang memang sudah terlihat kebar-baran nya.


"Tapi anda harus tetap waspada menghadapi nya. Dia bukan orang sembarangan. Dibelakang nya ada nama besar Ayah nya yang sangat disegani dan juga ditakuti dinegara ini Nona" jelas Marcos memberi tahu pada Nona Muda nya.


"Saya sudah tahu. Jika saja Opa tidak melarang ku untuk melakukan latihan beladiri aku akan melakukan nya dengan giat untuk menjaga diriku sendiri jika sedang mendesak. Tapi Oma dan Opa sama sekalibtidak mengijinkan nya, aku sempat melihat Zian sedang mele*ehkan seorang wanita masih diarea kampus. Ingin sekali aku membantu wanita itu, tapi apa yang bisa aku lakukan? Jurusku saja masih tahap awal belum bisa untuk menyerang. Baru bisa untuk bertahan" ucap Azalya mengapa sangat benci pada Zian Alfonzo.


"Lalu apa yang anda lakukan? Melihatnya hingga selesai atau malah meninggalkan nya?" pertanyaan Marcos sangat menohok kedalam hatinya.


"Jelas saja aku kabur sebelum menjadi sasaran berikutnya. Dan lagi pula itu bukan urusan ku" jawab Azalya dengan ketus dan memalingkan wajah nya kearah lain.


"Jika anda ingin belajar beladiri saya siap membantu anda. Karena saya sendiri juga sangat tidak suka jika wanita-wanita hanya bisa menangis saja menghadapi lawan nya" ucap Marcos memberi penawaran untuk mengajari Azalya bisa beladiri.


"Menangis itu adalah naluriah sebagai seorang wanita. Bahkan tidak jarang seorang pria juga menangis jika sudah tidak bisa mengungkapkan perasaan nya pada orang lain. Jadi jangan meremehkan seseorang yang menangis!" ucap Azalya sambil menunjuk wajah Marcos yang sedang mengemudikan mobilnya.


"Whatever" jawab Marcos tidak menggubris ucapan Azalya.


"Ish, menyebalkan! Kenapa Opa memberikan bodyguard modelan begini sih..." gerutu Azalya menggunakan bahasanya karena dia tidak ingin jika Marcos tahu jika dia sedang mengumpatinya.


"Saya tahu bahasa anda Nona" ucap Marcos menggunakan bahasa nya fasih.


"Kamu tahu bahasa saya?" tanya Azalya yang cengo sendiri.


"King saya adalah warga negara yang sama dengan anda Nona" jawab Marcos dengan seringai tipis nya.


"What!!! King? Jadi dia ini raja? Seorang raja masih ada dinegara ini?" tanya Azalya dengan tatapan melototnya dan juga suaranya sangat tinggi.


Marcos hanya mengusap-ngusap telinganya yang terasa sakit akibat suara lengkingan dari Nona Muda nya ini.


"Kenapa kau tidak menjawab pertanyaan ku!" ucap Azalya lagi dengan memukul-mukul lengan kekar Marcos.


Marcos yang sudah kesal langsung menginjak pedal rem dan langsung menatap Azalya dengan tatapan tajam nya yang bisa menusuk kedalam jantungnya.


Azalya yang ditatap seperti itu langsung menciut tidak berani bicara lagi pada Marcos. Dia sudah ketakutan dibuatnya.


"Jika anda diam lebih baik Nona" ucap Marcos dengan nada datar dan juga tanpa ekspresi apa pun.


Azalya mengerucutkan bibirnya kesal. Pasalnya hanya Marcos yang berani seperti ini pada nya.