Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Rumah tengah hutan



"Semoga saja semuanya berjalan lancar dan semuanya berhasil dengan sempurna" gumam Zahiya yang menatap sekeliling kamar dan dia mendengar ada suara ribut-ribut dari ruangan sebelah yang sengaja diberi sekat.


"Kenapa mereka semua ribut? Apa lagi yang mereka ributkan" gumam Zahiya yang tidak ingin menghiraukan apa yang para wanita-wanita itu lakukan selagi belum melakukan penanaman s****a pada rahim mereka berlima supaya hasilnya maksimal.


"Queen, apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya seorang wanita yang bertugas untuk menjaga dan juga melayani semua kebutuhan Zahiya.


"Suruh mereka semua diam dan jangan berbuat gaduh. Saya ingin ketenangan, jika msreka semua membantah. Langsung berikan pada binatang-binatang diluar" ucap Zahiya dengan sangat erat dan tanpa bantahan.


"Akan saya kerjakan sesuai dengan yang anda perintahkan Queen" jawab wanita tersebut yang langsung pergi dari ruangan Zahiya.


"Bisakah kalian semua diam dan jangan ribut!!" teriak wanita yang tadi Zahiya perintahkan untuk membuat para wanita itu diam.


"Jika kalian tidak mendengarkan, maka Queen sendiri yang akan memberikan kalian pada binatang-binatang diluar sana!" teriaknya lagi sambil menatapi kelima wanita cantik tersebut dan membuat mereka semua diam.


"Apa yang kalian ributkan?" tanya wanita tadi padanya Da a mereka semua.


"Dia yang memulai untuk meminta kami meninggalkan rumah ini dan menolak tawaran untuk menjadi Ibu untuk bayi Queen. Dan dia juga yang mengancam akan melakukan segala cara untuk bisa mendapatkan posisi sebagai Ibu dari bayi Queen" ucap salah satu wanita tersebut.


"Dia juga mengatakan akan membuat siapapun selain dia yang mengandung. Maka dia yang akan langsung membuat bayi Queen gugur" lanjut seorangnya lagi yang tidak mau kalah.


"Jangan asal nuduh kamu! Aku tidak pernah mengatakan seperti itu pada kalian. Kalian berdua memfitnah ku" ucap seorang yang tadi dikatai seterti itu oleh dua wanita tadi.


"Disini sudah banyak terpasang kamera dan juga pengeras suara supaya Queen dan saya bisa mendengarnya dengan jelas. Jadi, kalian tidak akan bisa berbohong dn melakukan sesuatu sesuka hati kalian. Jadi jangan macam-macam dan lakukan saja tugas kalian supaya Queen respect padanya kalian dan mau menemui kalian secara langsung" ucap wanita yang bertugas untuk mengawasi mereka berlima secara langsung.


"Maafkan kami, kami tidak akan melakukan nya lagi" jawab mereka semua yang menunduk dan tidak berani membantah atau mengatakan yang tidak-tidak.


"Diantara kalian siapa yang usianya paling muda dan yang paling tua?" tanya wanita kepercayaan Jeff untuk menjaga Zahiya dan mengawasi para wanita itu.


"Dia yang paling muda dan dia yang paling tua" jawab seorang wanita yang tadi mengatakan yang tidak-tidak.


"Berapa usiamu?" tanya wanita yang sebut saja namanya Windi pada wanita yang ditunjuk paling muda itu.


"Usia saya 20tahun" jawabnya dengan tatapan yang ketakutan.


"Masih sangat muda rupanya. Dan kamu?" tanya Windi pada wanita yang satunya lagi.


"Saya berusia 35tahun" jawab wanita yang tadi mengadukan yang tidak-tidak pada salah satu dari wanita yang bersama dengan mereka.


"Usiamu lumayan banyak juga dan akan sulit untuk bisa hamil. Lebih baik kau terima uang ini dan kembali keasal mu. Jika membantah, nyawamu sendiri taruhannya!" ucap Windi dengan sangat tegas lalu beberapa orang yang Windi panggil datang untuk membawa wanita yang paling tua diantara kelima orang itu.


"Tapi, ini kurang dengan yang dijanjikan? Jika begini saya minta tetap disini dan melakukan itu juga seperti mereka, jika bayaran nya tidak sesuai" ucapnya yang sngat berani. Apa lagi melihat Windi yang terlihat masih sangat muda itu.


"Mau terima atau tidak, terserah. Saya tidak perduli akan ucapan darimu. Sekarang, bawa dia pergi dari sini!" ucap Windi dengan telak dan itu membuat wanita itu berteriak dan memberontak.


"Jika kau tidak menurut dengan peraturan yang ada, maka bersiaplah untuk menjadi santapan para binatang buas diluar sana" ucap Windi yang mencengkram pipi wanita tersebut dengan satu tangan dan menghempaskan nya dengan kencang hingga membuat wanita tersebut tersungkur dilantai.


"Ini pelajaran untuk kalian semua yang ada disini. Jika masih ada yang membantah ucapan saya, maka akan mendapatkan akibatnya yang lebih dari yang wanita ini rasakan!" ucap Windi dengan tatapan tajamnya dan menunjuk wanita tersebut untuk menjadi contoh.


"Maafkan kami, kami tidak akan melakukan itu pada anda lagi Nona. Sungguh, kami bersungguh-sungguh mengatakan nya" ucap mereka semua kompak dan berlutut dihadapan Windi sambil memohon.


"Baik, akan saya ampuni. Jika saya mendengar ada keributan lagi dari kalian berempat, maka akan saya pastikan, jika kalian akan mendapatkan yang lebih dari wanita tadi" ucap Windi pada keempat wanita yang masih menunduk dan berlutut.


"Terimakasih, kami tidak akan mengecewakan anda Nona" jawab mereka semua kompak dan mereka saling pandang lalu tersenyum bahagia, karena mereka masih bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa menjadi Ibu untuk anaknya Zahiya.


Windi langsung keluar dari ruangan tersebut dan menuju ruangan Zahiya yang terasa sepi dan juga tenang. Zahiya sedang mengerjakan pekerjaan nya dan dia melihat jika Windi sedang berjalan kearahnya.


"Apa sudah kau urus semuanya dengan baik?" tanya Zahiya tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar laptopnya.


"Sudah Queen. Anda bisa tenang dan saya permisi" jawab Windi yang langsung pamit undur diri pada Zahiya.


"Hmm" jawab Zahiya hanya dengan deheman saja.


Zahiya masih terus fokus pada layar laptopnya hingga dia merasa lelah dan akhirnya dia terlelap disofa dengan posisi masih duduk. Dia benar-benar merasa sangat lelah dan juga sangat penat untuk hari ini yang memang menguras emosi dan juga tenaganya.


.


"Zan, apa kamu melihat Zahiya?" tanya Daffy yang sejak tadi abang tidak melihat Zahiya dimanapun" tanya Daffy yang melihat sekeliling mainson, tapi tidak ada.


"Bukankah dia ikut dengan dokter yang tadi mengajaknya pergi sejak tadi" jawab Zaniya yang malah asik chatting dengan Tama.


"Tapi kenapa Zahiya yang dicari oleh dokter tersebut? Apa Zahiya sedang sakit juga? Abang lihat wajahnya sangat pucat" tanya Daffy lagi yang membuat Zaniya hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Zan, ayolah. Abang sedang serius bertanya padamu" ucap Daffy yang masih kekeh menanyakan Zahiya pada Zaniya yang jelas-jelas bersama dengan dokter tersebut.


"Mana aku tahu bang, lagian abang ini aneh, seperti tidak kenal saja padaku Zahiya yang selalu menghilang. Kenapa masih menanyakan nya juga pada ku sih bang? Aku sedang sibuk ini" ucap Zaniya yang langsung pergi dari sana.


"Kemana dia? Apa dia ada masalah dan selalu menyembunyikan semuanya?" gumam Daffy yang bertanya pada dirinya sendiri.


"Za, setidaknya angkat telpon dari abang. Supaya abang bisa lebih tenang" gumamnya yang terus mencoba untuk menghubungi Zahiya dan juga mengiriminya pesan.


"Semoga saja dia memang baik-baik saja dan tidak terjadi apa-apa" gumamnya yang ternyata didengar oleh Zayn yang memang sejak tadi ada disana tapi tidak Daffy sadari.


"Kamu tidak perlu khawatir akan keadaan Queen, dia baik-baik saja dan ada ditempat yang aman juga" ucap Zayn yang mengatakan nya sambil meminum segelas kopinya.


"Uncle, uncle ada disini? Daffy kira uncle sudah tidur" tanya Daffy yang menatap Zayn sedang duduk dan menatapnya.


"Seperti yang kau lihat. Kau istirahatlah, jangan memikirkan Queen lagi. Dia baik-baik saja" titah Zayn yng melihat Daffy hanya diam saja berdiri ditempatnya.


"Baik uncle, Daffy kekamar dulu" ucap Daffy yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Zayn.


Zayn hanya mengangguk lalu dia juga ikut beranjak dari duduknya menuju kamarnya yang berada dilantai paling atas mainson nya.


.


Zaniya sebenar ingin segera pulang dan bertemu dengan orang yang sangat dia rindukan selama dia berjauhan dengan nya.


"Bang, kenapa aku tidak boleh pulang lebih dulu? Aku kan sudah sangat merindukan abang tahu" ucap Zaniya sambil mencebikkan bibirnya kesal.


"Bersabarlah, sebentar lagi kita akan selalu bersama-sama setiap hari. Jadi anggap saja ini adalah ujian sebelum menikah" jawab Tama yang tersenyum tipis pada Zaniya.


"Iya, tapi ini sangat lama. Apa lagi hanya berdiam diri saja didalam rumah" ucap Zaniya yang masih saja misuh-misuh kepada Tama yang tidak mengerti jika dia sudah sangat merindukan nya.


"Aku tahu, tapi bersabarlah. Apa kamu tidak berfikir, jika Oma juga menginginkan anak dan juga cucunya berkumpul bersama dan menemaninya disaat beliau sedang sakit seperti sekarang? Berfikirlah dewasa dan jangan pernah memikirkan apa yang menurut kamu benar, tapi tidak untuk yang lain. Jadi kamu harus lebih bersabar lagi untuk menahan semua ini" ucap Tama yang memberitahunya supaya bersabar dan jangan memikirkan diri sendiri terus dan bersikap egois.


"Iya bang, akan aku coba. Abang jangan macam-macam ya? Aku tidak akan rela jika abang macam-macam dengan wanita lain" ucap Zaniya yang memberikan peringatan pada Tama.


"Iya, aku berjanji. Jadi jangan kesal lagi, oke dan tersenyumlah" ucap Tama yang meminta Zaniya untuk tersenyum saat dia memintanya.


"Iya abang ganteng kesayangan aku" jawab Zaniya yang tersenyum dan menatap penuh puja pada Tama.


"Ya sudah, istirahat gih. Aku juga akan mengajarkan yang lainnya untuk mengerjakan kuis pada hari ini" ucap Tama yang meminta Zaniya untuk istirahat saja.


"Baiklah. Abang jangan macam-macam disana saat sedang jauh dariku" ucap Zaniya yang mengatakan nya dengan penuh ketegasan dan memperingatkan Tama jangan lirik-lirik pada wanita lain.


"See you, Assalamualaikum" ucap Tama yang melihat wajah Zaniya yang masih terus cemberut.


"See you, Wa'allaikumsalam" jawab Zaniya yang langsung menutup panggilan telpon mereka dan dia terlihat sangat sedih saat orang yang dia cintai harus berjauhan dan terhalang oleh jarak dan waktu.


.


.


.


Maaf ya, Othor hanya bisa up sedikit malam ini 🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya, buat Othor 😉


Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗