Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
FBI??



"Lalu sekarang apa yang akan anda lakukan selanjutnya King?" tanya Angga dengan tatapan yang penuh tanya.


"Jalani saja semuanya" jawab Zayn dengan dingin dan datarnya.


Mereka terdiam lagi dengan fikiran nya masing-masing. Hingga mobil yang dikendarai oleh Angga sudah sampai dimarkas dengan disambut oleh para anggota Zayn.


"King, sudah ada kabar dari orang yang disuruh untuk menyelidiki kediaman yang menjadi target" lapor salah seorang anggota Zayn.


"Kabar seperti apa yang dia dapatkan?" tanya Zayn yang barusaja duduk didalam ruangan nya.


"Ini King" jawabnya sambil menyerahkan sesuatu pada Zayn.


Zayn langsung membuka apa yang diberikan oleh anggotanya. Dan Zayn langsung melotot sempurna saat melihat anggotanya sedang disiksa oleh seseorang yang Zayn anggap itu adalah orang-orang yang sedang mengincarnya.


"Dia sudah bisa memasang kamera disetiap titik yang dapat dilihat dan dijangkau oleh kamera tersebut. Suruh dia kembali dengan selamat sekarang juga" today Zayn pada Angga yang juga sedang melihat adegan yang sangat memprihatinkan.


"Siap, laksanakan King" jawab Angga yang langsung bergerak untuk segera menjemputnya dan memberikan nya perawatan secepatnya.


"Apa yang kalian lakukan disini? Apartment masih ada yang ingin kalian katakan?" tanya Zayn pada kedua orang yang masih berada didalam ruangan nya saat ini.


"Saya ditugaskan oleh Tuan Angga untuk selalu bersama anda dan tidak meninggalkan anda sendiri King. Karena nyawa anda sedang dalam bahaya, jadi kami berdua akan berada disini" jawab salah satu diantara dua pria berbadan kekar tersebut.


"Saya baru melihat kalian berdua. Apa Angga baru mengangkat kalian?" tanya Zayn sambil menatapi satu persatu dua pria tersebut.


"Benar King. Kami berdua baru bergabung disini, karena kami sudah tidak dibutuhkan lagi dalam pekerjaannya kami berdua karena alasan tertentu" jawab salah seorang tersebut.


"Alasan apa? Saya ingin mendengarkan langsung dan tidak ada yang boleh kalian tutup-tutupi. Saya paling tidak suka jika para anggota saya tidak jujur" ucap Zayn dengan tatapan yang sangat tajam.


"Saya adalah agent FBI yang harus dipecat karena alasan yang kami sendiri tidak tahu. Kami tidak sengaja membunuh seseorang karena membela diri. Jadi kami dikeluarkan dengan sangat tidak hormat" jawab salah satu dari mereka berdua.


"FBI? Kalian berdua anggota terlatih? Kenapa kalian malah bergabung dengan ku dan menjadi anggota seorang Mafia?" tanya Zayn dengan tatapan setajam elang.


"Iya King. Karena kami berdua tidak bisa bekerja dibagian lain selain dunia bawah ini, karena kami berdua tidak diizinin untuk bekerja dibawah kepemimpinan negara. Maka dari itu saat Tuan Angga mengatakan sedang butuh pengawal yang tepat untuk kami berdua menyetujuinya. Karena ini sama dengan pekerjaan kami sebelumnya" jawaban yang membuat Zayn semakin mengagumi kemampuan Angga dalam merekrut anggota baru.


"Saya ingin tahu apa yang membuat kalian yakin jika ini sangat pas untuk pekerjaan kalian sebelumnya?" tanya Zayn dengan mendekati mereka berdua dengan membawa belati kesayangan nya.


SRAK...


KLONTANG...


"Kemampuan yang sangat bagus. Tapi kalian berdua masih bisa terluka" ucap Zayn yang sudah melukai keduanya dengan sekali gerakan.


"Anda menguji kami dengan melukai kami King?" tanya keduanya dengan memegangi lengannya yang mengeluarkan sedikit darah.


"Seperti itulah" jawab Zayn dengan mengambil pisau lipatnya yang terjatuh dilantai dengan darah yang menempel dipisahkan sersebut.


"Minum ini. Karena itu bisa menetralkan efek racun yang disebabkan oleh goresan tersebut" ucap Zayn yang memberikan sebuah obat untuk menetralkan racun yang mulai bereaksi didalam tubuh keduanya.


"Terimakasih King" ucap keduanya yang menerima obat yang Zayn berikan untuknya.


Mereka berdua langsung meminum obat tersebut dan tak lama kemudian keduanya tergeletak tidak sadarkan diri dilantai ruangan Zayn.


"Kau datang kemari dan bawa penawar dari belatiku" ucap Zayn yang menelpon Aaron untuk segera keruangan nya.


Setelah menunggu beberapa saat Aaron datang dengan berbagai peralatan medisnya. Dia langsung mengobati luka gores yang desebabkan oleh belati yang selalu Zayn gunakan untuk melumpuhkan semua musuhnya.


"King. Kenapa anda menggunakan benda mematikan itu untuk menguji mereka berdua?" tanya Aaron yang bingung dengan Zayn lakukan.


"Dia sendiri yang bilang jika dia adalah mantan agent terlatih. Apa salahnya saya coba ketangkasan mereka berdua dengan sekali gerakan" jawab Zayn yang sedang membersihkan belati kesayangan nya.


Aaron hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar jawaban yang Zayn katakan sangatlah mengerikan.


'Apa dia tidak sadar jika satu gerakan saja yang dia lakukan sama dengan sepuluh gerakan orang terlatih sekalipun' gumam Aaron hanya berani dalam hati.


Karena dia tidak akan berani melakukan itu langsung kepada Zayn. Bisa-bisa lehernya sudah jadi sasaran belati yang sedang dipegang oleh Zayn saat ini.


"Berhenti mengumpat ku Aaron jika kau masih ingin melihat matahari terbenam!" ucap Zayn yang baru saja menyimpan kembali belati yang sudah bersih kedalam bagian dalam pakaian nya.


"Maaf King. Saya tidak seberani itu" jawab Aaron yang langsung pergi setelah mengobati dua orang yang ada dihadapan nya.


"Crazy psychopath!!! Dia itu manusia atau iblis yang menjelma menjadi manusia?" gumam Aaron yang sudah jauh dari ruangan Zayn.


Karena dia masih sayang dengan nyawanya sendiri. Jika dia berani berbicara langsung seperti itu, maka akan seperti Zayn katakan padanya tadi. Jika dia tidak akan melihat matahari yang akan terbenam hari ini.


Saat sedang memandangi dua orang tersebut ponselnya bergetar jika ada yang menelpon nya saat ini. Zayn langsung melihat siapa yang menghubunginya. Dan yang menghubunginya adalah Azalya.


"Hubby dimana? Kenapa malah meninggalkan ku sendiri?" tanya Azalya dengan nada manjanya.


"Berhenti bersikap seperti itu!" ucap Zayn yang malah ingin memutusakan panggilan telpon nya.


"Jika hubby berani memutusakan panggilan ini maka bersiaplah akan mendapatkan akibatnya!" ancam Azalya dengan sangat tegasnya.


"Kau berani mengancam ku?!" tanya Zayn yang malah menarik sudut bibirnya.


"Iya, kenapa?! Tidak berani?" tanya Azalya yang menantang Zayn.


"Apa yang kau inginkan?" akhirnya Zayn bertanya itu pada Azalya.


"Nah ini baru benar" ucap Azalya yang sudah tersenyum disebrang sana.


Andai saja dia sedang berada didekatnya, sudah dipastikan jika Azalya tidak akan bisa selamat dan juga lepas dari terkaman singa yang sedang kelaparan.


"Aku ingin hubby membawakan sesuatu saat pulang nanti. Harus yang sepesial! Aku tidak mau jika itu adalah hak yang biasa-biasa saja" ucap Azalya dengan sangat tegasnya dan juga penuh kegembiraan terdengar dari suaranya berbicara.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Zayn yang menatap pada dua orang yang mulai sadarkan diri lagi.


"Apapun. Yang pasti harus istimewa" jawab Azalya yang langsung memutusakan panggilan telpon tersebut.


Zayn memikirkan apa yang Azalya inginkan. Dia sama sekali tidak tahu jika Azalya menginginkan yang sepesial yang sangat membuat Zayn pusing. Saat sedang pusing dia mendapatkan notifikasi dari produk perhiasan terkenal yang meluncurkan cincin model terbaru dan hanya ada dua didunia ini.


Zayn tanpa berfikir panjang langsung memesan itu dan mendapatkan nya dengan sangat cepat. Dia ingin barang yang dia pesan segera diantarkan langsung keperusahaan nya.


Zayn ingin pergi meninggalkan ruangan nya tapi kedua agent rahasia itu langsung mengikutinya dari belakang dengan langkah yang masih sempoyongan.


Zayn memasuki mobilnya dan diikuti oleh keduanya yang sudah pulih total. Mereka berdua langsung berada dibagian depan. Yang satu memegang kemudi dan satu lagi berada disampingnya.


"Kita akan kemana King?" tanya salah satu dari mereka berdua.


"EDC.CORP" jawab Zayn yang langsung diangguki oleh keduanya.


Dengan mengendarai mobil dengan kecepatan penuh, mereka sudah sampai didepan gedung EDC.CORP yang terlihat sangat megah dan juga paling tinggi dari gedung-gedung yang lain disekitarnya


Zayn melangkahkan kakinya dengan langkah yang sangat pasti dan juga sangat lebar. Dia disambut oleh beberapa petinggi perusahaan dan juga oleh Chris langsung tentunya.


"Anda membutuhkan sesuatu Tuan Muda?" tanya Chris yang sudah berada disampingnya.


"Tidak ada. Saya hanya sedang menunggu seseorang yang akan datang" jawab Zayn tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponselnya.


"Baiklah Tuan Muda. Jika anda membutuhkan sesuatu katakan saja pada saya. Saya akan selalu siap untuk melakukan nya" jawab Chris yang langsung membukakan ruangan kerja Zayn yang terlihat sangat rapih dan juga bersih.


Zayn sudah berada didalam ruangan nya. Dia menatap langit yang sangat cerah hari ini. Dia sudah menyuruh seseorang untuk menjemput pengirim cincin berlian tersebut menggunakan Heli kopter supaya lebih cepat.


Dan benar saja, Zayn melihat ada Heli yang mendekat kearah gedung miliknya saat ini. Dia sudah tidak sabar untuk bisa secepatnya memberikan sesuatu yang sangat istimewa ini untuk Azalya yang sedang menunggunya.


TOK...


TOK...


TOK...


"Tuan Muda, ada seseorang yang ingin menemui anda" ucap Chris yang sudah membukakan pintu untuk tamu yang sedang Zayn tunggu.


"Suruh mereka masuk" jawab Zayn dengan santainya dan menghampiri kedua tamunya.


.


.


Othor mengingantkan lagi untuk selalu meninggalkan jejaknya...


Like, komen, vote dan hadiahnya....


Jangan lupa subscribe dan rate bintang 5 ya 😙😉