
"Tentu saja jangan. Nanti Mama akan semakin lama lagi menunggu kita turun. Abang kan jika sudah memulai akan sangat sulit untuk menghentikan nya. Oops" ucap Azalya yang langsung membekap mulutnya yang kelepasan jika bicara.
"Benarkah?" tanya Zayn yang semakin menggoda Azalya dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Azalya.
"Abang, Iihhh" ucap Azalya yang mendorong tubuh Zayn untuk menjauh.
"Sekarang bisa bantu aku?" tanya Azalya yang mengacungkan kedua tangan nya pada Zayn yang sudah berdiri menatap Azalya.
Tanpa banyak bicara lagi Zayn membawa Azalya menuju kamar mandi dulu, karena Azalya baru saja bangun tidur jadi dia harus mencuci wajahnya dulu sebelum turun.
"Thank you hubby" ucap Azalya yang sudah mengalungkan tangan nya dileher kokoh Zayn.
Zayn menarik sudut bibirnya mendengar Azalya memanggilnya dengan sebutan hubby. Dan itu membuat hatinya berbunga-bunga akan panggilan baru dari Azalya untuknya.
Zayn terus menggendong Azalya hingga menuju ruangan keluarga. Dimana seluruh keluarganya sedang berkumpul bersama menunggu pengantin baru turun dari kamarnya.
"Ini dia baru datang" ucap Oma Rena yang melihat cucunya dan juga cucu mantunya datang.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang sayang?" tanya Mom Vita yang melihat Azalya sudah duduk disofa diikuti oleh Zayn yang duduk disamping Azalya.
"Alhamdulilah Mom sudah agak mendingan" jawab Azalya yang memang kakinya sudah tidak terlalu sakit.
"Syukurlah jika sudah lebih baik" ucap Mom Vita pada Azalya yang sedang bergelayutan dilengan Zayn yang duduk dengan tegapnya seperti tihang listrik.
"Lain kali jika berjalan itu harus hati-hati Az. Kenapa sih dari dulu tidak pernah berubah?" tanya Mama Soraya yang menatap putrinya malah dengan sengaja bermanja-manja pada Zayn yang hanya diam saja.
"Ya Aza juga nggak tahu Ma. Orang kakinya saja yang tidak bisa melihat jika itu lantai licin" jawab Azalya yang mana membuat Mama Soraya hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar ucapan putrinya.
"Yang salah itu kamu sendiri. Kenapa malah nyalahin kaki? Jika kaki ada matanya yang ada semua kaki tidak mau menggunakan alasan kaki" ucap Oma Rena yang sudah sangat geram pada cucunya yang satu ini.
"Yey, Oma sirik aja sih" ucap Azalya yang malah mengatai Oma nya sendiri.
"Sudah-sudah, kalian ini jika sudah bersama pasti saja jarang akur dan jarang untuk tidak berdebat. Aza, Mama sudah sering bilang. Jangan seperti itu pada Oma, dia lebih tua dari kamu. Dan kamu harus menghormati nya, bukan malah mengolok Oma. Mengerti kamu!" ucap Mama Soraya yang sudah bersikap tegas seperti ini Azalya tidak akan berani membantah atau melawan ucapan dari Mama nya.
"Iya Ma. Oma maaf ya" ucap Azalya pada Mama Soraya dan juga pada Oma Rena.
"Iya. sayangnya Oma.. " ucap Oma Rena yang tersenyum kearah cucunya itu.
"Ma, mana soto babat yang Aza mau?" tanya Azalya yang baru mengingat jika dia menginginkan soto babat buatan Mamanya.
"Sebentar Mama panaskan dulu. Tadi waktu masih hangat kamu malah tidur" jawab Mama Soraya yang langsung beranjak dari duduknya menuju dapur.
"Kamu ini seperti sedang mengidam saja menginginkan sesuatu yang jarang sekali kamu makan. Bahkan kamu tidak menyukai soto babat kan sebelumnya?" tanya Oma Rena yang merasa heran dengan tingkah cucunya yang rada aneh.
"Oma, bukan nya Azalya emang aneh ya?" Othor😅
"Masa sih bisa secepat itu?" tanya Azalya yang merasa bingung.
"Hubby, masa baru melakukan dua kali sudah berkembang biak saja kecebong hubby?" tanya Azalya sambil berbisik ditelinga Zayn.
Zayn langsung melototi Azalya yang jika bicara tidak difikirkan dulu. Malah terkesan asal jeplak dan itu tidak perduli dimana pun dia berada. Seperti sekarang, sedang banyak orang malah membahas masalah yang iya iya.
"Maksud kamu apa Az?" tanya Oma Rena yang samar-samar mendengar ucapan Azalya yang berbisik pada Zayn.
"Ah, tidak apa-apa Oma. Oma salah dengar kali" jawab Azalya yang nyengir kuda karena ketahuan membicarakan hal mesum dengan Zayn.
Mom Vita hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar bisikan dari Azalya. Mom Vita jadi semakin percaya, jika Zayn tidak mungkin melakukan hal yang diluar batasnya.
"Kenapa saling diam? Apa ada?" tanya Mama Soraya yang sedang membawa nampan berisi mangkuk soto babat pesanan Azalya.
"Tidak ada kok Ma. Kami ingin saling diam saja, Iya kan Oma?" jawab Azalya yang mengedipkan sebelah matanya kepada Oma Rena.
"Iya saja lah, dari pada nggak kelar" jawab Oma Rena yang malah bangkit dari duduknya.
"Loh, Oma mau kemana?" tanya Azalya yang melihat Oma melangkah keluar dari ruangan keluarga.
"Oma mau cari angin. Sumpek disini terus melihat cucu lucknut" jawab Oma Rena yang sudah keluar.
"Dasar Oma" ucap Azalya yang tidak jadi melanjutkan ucapan nya karena melihat tatapan tajam dari Zayn.
"Hubby, jangan seperti itu. Tidak baik, masa istrinya yang cantik ini malah diplototin sih" ucap Azalya yang mengusap rahang tegas Zayn.
"Kalian makan saja berdua, Mama sama Mommy kesana dulu" ucap Mama Soraya yang langsung pergi lagi meninggalkan pasangan pengantin baru itu untuk makan soto babat buatan Mama Soraya sendiri.
"Iya Ma, Mama pengertian banget sih" jawab Azalya yang mengedipkan sebelah matanya kepada Mama Soraya.
Sedangkan Mama Soraya hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan dari putrinya ini. Dan begitu juga dengan Mom Vita yang tersenyum mendengar ucapan dari menantunya yang absurd itu.
"Hubby mau nggak?" tanya Azalya yang ingin menyuapkan satu sendok soto babat pada Zayn.
"Kamu saja, aku masih kenyang" jawab Zayn dengan mendorong tanga Azalya dari mulutnya.
"Baiklah. Jangan menyesal karena tidak akan aku kasih nanti" ucap Azalya yang langsung memakan nya dengan lahapnya.
EU...
"Alhamdulilah" ucap Azalya setelah menghabiskan satu mangkuk besar soto babat sendirian dan setelah itu sendawa dengan sangat kencang nya dihadapan Zayn.
"Kau itu sopan sekali" ucap Zayn yang ingin beranjak tapi ditahan oleh Azalya.
"Hubby mau kemana? Masa aku ditinggalkan sendiri?" tanya Azalya yang memegang tangan Zayn.
"Aku mau kekamar mandi. Mau ikut?" tanya Zayn yang ingin pergi tapi tangan nya masih dipegang erat.
"Ikut" ucap Azalya yang menyodorkan tangan nya minta digendong.
"Apa kau yakin?" tanya Zayn yang mencondongkan tubuhnya pada Azalya.
"Of course" jawab Azalya yang malah menggoda Zayn balik.
"Jika begitu aku tidak akan sungkan lagi membuatmu mend*sah didalam sana" ucap Zayn dengan seringai tipis dibibirnya.
"Jika seperti itu tidak jadi" ucap Azalya yang langsung melipat tangan nya didada.
"Yakin tidak ingin ikut dengan ku?" tanya Zayn yang terus menggoda Azalya yang sedang mengerucutkan bibirnya.
"Tidak! Sana pergi" ucap Azalya yang mendorong Zayn untuk menjauh darinya.
"Baiklah jika tidak mau" ucap Zayn yang langsung pergi menuju kamarnya.
"Hubby, kenapa kearah lift? Bukankah disana juga ada kamar mandi?" tanya Azalya yang melihat Zayn sudah hilang dibalik pintu lift.
Zayn sengaja tidak mengajak Azalya untuk ikut kedalam kamar. Karena dia ingin menelpon Angga untuk memerintahkan menyelidiki sesuatu yang ada didalam mainson keluarga Edison.
"Apa kau tahu apa yang harus kau lakukan?" tanya Zayn saat panggilan nya sudah diangkat oleh Angga.
"Ini terlalu beresiko King. Saya bukan takut nyawa saya hilang, tapi jika saya bisa masuk maka saya tidak akan bisa keluar lagi dari sana. Anda mengerti kan maksud saya King?" ucap Angga yang memberitahunya tentang mainson keluarga Edison yang sangat menakutkan.
"Jika begitu utus orang mu untuk melakukan tugas berbahaya ini. Jika dia sanggup dan berhasil, maka akan saya berikan imbalan yang sangat tinggi" ucap Zayn yang memberikan perintah pada Angga untuk mengutus orang lain.
"Akan saya usahakan King" jawab Angga disebrang sana.
"Anda akan tahu bagaimana kejamnya keluarga itu King" gumam Angga setelah panggilan itu diputuskan oleh Zayn.
"Semoga saja apapun rencana anda akan berhasil King" gumam Angga lagi sebelum dia pergi dari mainson Zayn untuk memberikan perintah nya pada anggotanya yang lain.
Sedangkan Zayn sedang menatap mobil yang dikendarai oleh Angga keluar dari gerbang dan melesat dengan sangat cepat.
"Aku tahu kamu pasti akan bisa mengatasi ini semua" gumam Zayn yang langsung menyimpan kembali ponselnya didalam saku celananya.
Zayn langsung turun lagi menghampiri Azalya yang mungkin masih menunggunya diruangan keluarga. Dan benar saja dugaan nya, jika Azalya masih menunggunya disana dengan menonton serial kartun ditelevisi.
"Pantas saja kau masih seperti anak kecil. Tontonan mu masih seperti itu" ucap Zayn yang datang dari belakang membuat Azalya langsung menoleh dan tersenyum menatap Zayn yang sudah kembali.
"Habisnya jenuh nunghuin hubby lama. Jadi nonton TV saja" jawab Azalya dengan tersenyum pada Zayn.
"Hubby, kenapa harus menggunakan kamar mandi didalam kamar? kenapa tidak yang ada disana?" tanya Azalya yang menunjuk kamar mandi disebrang ruang keluarga.
"Tidak apa-apa" jawab Zayn yang juga duduk disamping Azalya yang sedang menonton dengan bergelayutan dilengan Zayn saat ini.