Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Nasehat para orang tua



Mereka semua masih berkumpul bersama diruangan keluarga mainson Zayn saat ini. Dengan Zayn dan Azalya yang sudah duduk dihadapan para orang tua dan juga para orangnya Zayn.


"Kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri. Kalian harus saling melengkapi satu sama lain, jika salah satu ada yang sedang panas maka yang satu lagi harus dingin, supaya tidak akan ada pertengkaran yang memicu perselisihan. Jika sudah berumahtangga pasti akan ada pertengkaran dan juga perselisihan faham antara keduanya. Tapi bagaimana caranya kalian menghadapi semua nya dengan hati dan fikiran yang dingin. Jangan pernah menggunakan emosi dan juga amarah untuk menyelesaikan" petuah dari Opa Wijaya untuk pasangan pengantin baru dihadapan mereka.


"Nak Zayn, kami titipkan putri kami ini pada kamu. Didik dia dan ajari dia supaya mengerti kamu dan juga mengerti yang kamu inginkan. Jangan biarkan dia menangis, jangan pernah menurunkan tangan kamu untuknya. Karena kami sangat menjaganya dari dia sekecil ini hingga menjadi wanita yang sedang duduk disamping kamu. Jika kamu sudah tidak lagi mencintainya kembalikan dia pada kami dengan baiklah, karena kami juga menyerahkan nya dengan cara baik-baik juga. Tolong jangan sakiti perasaan nya dan jangan pernah membuatnya merasa tidak bahagia" ucap Papa Danu pada Zayn yang sekarang sudah bisa menerima semua ini.


"Saya akan melakukan apa yang anda katakan" jawab Zayn dengan singkat dan jelas.


"Terimakasih" ucap Papa Danu yang sekarang beralih menatap putri kesayangan nya.


"Untuk kamu sayang. Kamu sekarang sudah menjadi seorang istri, patuhilah semua ucapan suamimu dan jangan pernah membantahnya. Selagi itu tidak melanggar hukum dan agama kita. Hormati dia dan juga sayangi dia seperti kamu menyayangi kami dan juga menghormati kami. Jangan membuatnya marah dengan sikap kamu yang masih seperti anak-anak, kurangi kecerobohan kamu. Itu yang Papa inginkan dari kamu, menjadi dewasalah kedepan nya" ucap Papa Danu pada Azalya yang sudah berkaca-kaca.


Azalya langsung memeluk sang Papa dengan tangisan yang sudah pecah. Dengan pemandangan seperti itu membuat semua orang menjadi terharu. Terkecuali Zayn yang tidak menampilkan ekspresi apapun.


"Sudah, jangan menangis seperti ini. Malu dilihat oleh suami dan juga kedua mertua kamu" ucap Papa Danu dengan mengurai pelukan nya.


"Biarin saja. Aza masih sedih" jawab Azalya yang membuat suasana haru menjadi tertawa.


"Ingat pesan Papa tadi. Jangan manja dan cengeng seperti ini" ucap Papa Danu dengan mengusap air mata yang mengalir dipipi Aza.


"Iya Pa, Aza akan mengingat nya" jawab Azalya dengan sungguh-sungguh.


"God girl" ucap Papa Danu yang mengacak rambut Azalya dengan gemas.


"Papa..... " protes Azalya yang disambut gelak tawa oleh semua orang.


"Terimakasih untuk segalanya, maafkan putra kami Danu" ucap Dad Louis yang sejak tadi diam saja.


"Sama-sama, kita ini sekarang sudah menjadi besan. Dan semuanya jangan dipermasalahkan lagi" ucap Papa Danu pada Dad Louis.


"Mama titip Azalya ya nak. Didik dia dan nasehati dia jika dia berbuat kesalahan" ucap Mama Soraya pada Zayn.


"Iya Ma" jawab Zayn seperti biasa singkat jelas dan padat.


"Kami percaya pada kamu nak Zayn" ucap Oma Rena menimpali ucapan Mama Soraya.


Mereka semua langsung makan siang bersama, kondisi Zayn memang sudah pulih total. Tapi tetap Zayn tidak diperbolehkan untuk bekerja dulu, dan itu membuat Zayn merasa jenuh bila harus berdiam diri didalam mainson tanpa melakukan apapun.


"Kalian kembalilah kekamar. Kalian berdua harus istilahat, terutama kamu Z. Mommy tidak mau mendengar bantahan dari kamu Z" ucap Mom Vita dengan penuh ketegasan saat melihat Zayn akan protes dengan yang tadi dia ucapkan.


Zayn melangkah lebih dulu menuju kamarnya, sedangkan Azalya mengekori Zayn dari belakang. Saat sudah berada didalam kamar Zayn bukan nya istirahat, dia malah langsung membuka laptop nya dan entah mengerjakan apa.


"Abang Z tidak akan istilahat?" tanya Azalya memberanikan diri bertanya pada Zayn.


Zayn tidak menjawab atau pun menoleh kearah Azalya. Membuat Azalya semakin kesal dibuatnya, Azalya langsung duduk disamping Zayn dengan tatapan yang sangat tajam memandangi Zayn yang sedang fokus pada layar laptop nya.


Azalya melihat apa yang sedang Zayn lihat. Ada berbagai kode dan juga tulisan-tulisan yang tidak dimengerti oleh Azalya. Azalya mengerutkan keningnya dan juga memicingkan matanya menatap barisan angka yang tertera.


"Abang sedang mengerjakan apa?" tanya Azalya lagi sambil menatap wajah Zayn dengan sangat dekat.


Zayn tidak bergeming. Dia tetap melakukan apa yang sedang dia kerjakan, membuat Azalya semakin kesal dan langsung beranjak pergi dari samping Zayn.


Azalya mengganti pakaian nya dan sudah terlihat segar. Mungkin dia habis mandi dan dia lupa jika dia tidak membawa pakaian nya kemari.


"Mampus gue! Gue lupa, ini kan bukan kamar gue" gumam Azalya yang hanya menggunakan bathrobe dengan rambut yang masih basah.


Azalya memasuki ruangan walk in closet yang sangat luas dan juga mewah. Disana sudah berjejer rapih berbagai gaun dan juga aksesoris dan juga berbagai macam ras, sepatu, dan masih banyak lagi.


Azalya langsung berlari untuk menanyakan nya pada Zayn. Bukan Azalya namanya jika sedang berlari terburu-buru seperti itu tidak terjatuh.


BUG...


"Aduh" Azalya mengaduh kesakitan karena terjatuh dan mengenai ujung meja tepat disamping Zayn.


Zayn menoleh sekilas. Dia dibuat panas dingin oleh Azalya yang terjatuh, bukan masalah jatuhnya Azalya yang membuat panas dingin. Tapi posisi Azalya yang terjatuh yang membuat Zayn menjadi panas dingin.


Bagaimana tidak panas dingin. Jika bathrobe yang Azalya kenakan terlepas talinya, dan memperlihatkan tulang selangka Azalya yang putih mulus dan juga jangan lupakan bukit kembar yang terlihat kenyal dan juga sangat kencang. Menantang Zayn untuk segera dia genggam.


"Apa kau tidak pernah bisa berhati-hati?" tanya Zayn yang sedang menahan hasrat nya yang sudah naik keubun-ubun.


"Abang ini, bukan nya bantuin malah ngomong gitu" gerutu Azalya yang langsung bangun. Dia tidak sadar jika bathrobe yang dia kenakan sudah terlepas dari tubuhnya yang putih mulus itu.


"Apa kau sengaja untuk menggoda ku hmm?!" tanya Zayn langsung bangkit dari duduknya dan langsung memeluk tubuh Azalya yang sudah polos tanpa sehelai benang pun ditubuhnya.


Azalya yang barusadar langsung menatap kebawah sana, dan....


"Aaaaa" Azalya berteriak dan langsung memungut bathrobe yang ada diujung kakinya dan mengenakan nya kembali.


"Abang sengaja ya!" ucap Azalya yang malah marah pada Zayn yang berdiri dihadapan nya saat ini.


Zayn tidak menjawab ucapan dari Azalya, dia malah berjalan mendekati Azalya yang sedang berdiri dihadapan nya dengan menggerutu tidak jelas. Yang Zayn lihat adalah betapa menggemaskan nya Azalya saat sedang menggerutu dengan mengerucutkan bibirnya.


"Abang jangan mendekat!" ucap Azalya yang melihat Zayn berjalan mendekati nya.


"Aku, aku bilang jangan mendekat. Abang lupa dengan perjanjian yang kita buat" ucap Azalya yang berjalan mundur menjauhi Zayn.


Zayn seolah tidak mendengar apa yang Azalya kenakan, yang Zayn lihat hanya tubuh Azalya yang membuat semakin tidak bisa menahan gairahnya.


Zayn sudah berada didekat Azalya yang sudah berada didekat tembok dengan sudah tidak bisa bergerak mundur lagi. Zayn memegang pundak Azalya dan mengusapnya perlahan, membuat Azalya memejamkan matanya.


Ada rasa yang tidak pernah Azalya rasakan sebelumnya. Zayn membalikkan tubuh Azalya dan manurunkan bathrobe yang Azalya kenakan. Mengecupi pundak bagian belakang Azalya dan juga tengkuknya dengan bibirnya yang tipis.


"Aah" satu de*ahan lolos begitu saja dari mulut Azalya. Membuat Zayn semakin ber*airah akan hal itu.


Zayn terus melakukan sesuai insting nya sebagai laki-laki. Tangan Zayn juga menelusuri bagian belakang Azalya yang sudah tidak tertutup oleh apapun.


Azalya memejamkan matanya dan dia membalikkan tubuhnya menghadap Zayn yang sudah dipenuhi gairah yang sudah memuncak. Zayn langsung menyambar bibir Azalya yang sejak tadi menggodanya untuk segera dia sesap seperti kopi yang selalu membuat candu.


Azalya membalas nya juga, walau masih sangat kaku. Tangan Zayn menelusuri setiap lekuk tubuh Azalya yang sangat pas didalam pelukan nya. Tangan Zayn berhenti pada bukit kembar menantang yang ada dihadapan nya.


Zayn langsung menggenggam nya dan menyesap nya bergantian. Membuat tubuh Azalya melengkung bak busur panah.


"Uh" Azalya mele*guh dengan apa yang sedang Zayn lakukan pada bukit nya yang sekarang sedang Zayn permainkan, seperti bayi yang sedang kehausan menyesap sumber nutrisinya.


Zayn semakin bersemangat melakukan nya saat mendengar len*uhan dari Azalya. Azalya juga me*emas rambut Zayn dan sedikit menekan kepala Zayn untuk lebih dalam lagi melakukan nya.


Zayn melirik wajah Azalya yang sudah dipenuhi oleh kabut gairraah nya juga. Tidak menunggu lama dia membawa Azalya menuju ranjang nya, dengan posisi yang sama. Sedangkan Azalya masih terus mengeluarkan suara sakral yang membuat Zayn semakin tidak bisa menahan nya lebih lama lagi.


.


.


.


Waduh... Maafkan Othor yang lagi khilaf ini 🙊🙈


Othor meminta belaskasihan dari kalian semua.... Tolong tinggalkan jejak nya,,. Like, komen, vote dan hadiahnya.....