Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Pertemuan yang berujung panas



WARNING!!!! JANGAN ADA YANG MEMBACA SEBELUM BUKA PUASA YA... TAKUTNYA BATAL BISA BAHAYA 😁😁😁✌


Azalya sangat bahagia walau hanya sebentar saja bisa bertemu dengan Zayn. Zayn juga merasakan hal yang sama dengan Azalya, keduanya sedang menghabiskan waktunya untuk bersama-sama terlebih dulu sebelum Zayn melakukan apa yang harus dia lakukan.


Seperti tujuan nya saat akan kembali lagi kesini. Yaitu ingin tahu bagaimana semua masalalunya dan juga seluruh keluarganya, Zayn ingin mendengarkan semuanya dengan jelas dan juga ingin tahu alasan apa yang membuat dua pria paruh baya itu mengincarnya dan juga ingin segera melenyapkan nya dari muka bumi ini.


"Apa tidak ingin melepasakan ku? Apa kita akan seperti ini hingga ada seseorang yang mengetahui jika aku berada disini, hmm?" tanya Zayn yang memang tidak pernah menampilkan wajah yang tidak datar dan juga kakunya.


"Aku masih sangat merindukan hubby, tidak bisakah seperti ini lebih lama lagi? Aku benar-benar tidak ingin jauh-jauh dari hubby" ucap Azalya yang sudah meneteskan air matanya menatap Zayn yang sedang memeluknya dengan erat dan mengusap punggung polos Azalya dengan sangat lembut.


"Aku harus menyelesaikan ini dulu. Jika ini semua sudah selesai, aku berjanji akan selalu bersama dengan mu dan juga baby Z. Berdo'a lah supaya kita akan selalu seperti ini, dan selalu bersama-sama hingga kita menutup mata. Berjanjilah, apapun yang terjadi nanti jangan pernah menampakan diri dihadapan umum. Apapun yang terjadi" ucap Zayn yang mewanti-wanti Azalya supaya mengikuti keinginan dari Zayn. Karena dia tidak tahu apa yang akan terjadi nanti dengan dirinya saat sedang melawan dua orang yang sudah mempermainkan dirinya hingga sejauh ini.


"Aku berjanji. Apapun yang terjadi, jika bukan hubby sendiri yang menjemput ku nantinya aku tidak akan pernah menampakan diri didepan umum dan juga pada keluargaku sekalipun. Entah kenapa aku sangat sulit percaya pada orang lain, selain hubby" jawab Azalya yang menelusupkan wajahnya pada dada bidang Zayn yang tidak mengenakan apa-apa dan masih ada bekas luka-luka yang sebelumnya Zayn lakukan dengan Lion, singa peliharaan nya.


"Aku juga sama, jangan pernah melupakan ku dan berhenti berdo'a untuk ku. Karena do'a dari kamu adalah penyemangat dan juga membuat aku bisa memikirkan dan semangat untuk mengungkap semua teka teki ini" ucap Zayn yang diangguki oleh Azalya yang mencoba tidak menangis dan bisa membuat Zayn semangat dan tidak berfikiran macam-macam jika dia menangis.


"Aku akan selalu melakukan itu untuk hubby, hubby juga harus berjanji. Jangan pernah ada niatan untuk pergi dan menghilang dari kami, jika sampai hubby melakukan itu. Maka, aku tidak akan membiarkan hubby bertemu dengan baby Z" ucap Azalya yang sekarang menatap wajah Zayn dengan tajam.


"Aku tidak akan bisa melakukan itu semua. Karena aku tidak bisa hidup tanpa kalian semua. Aku juga akan berusaha semampu dan juga sekuat yang bisa aku lakukan. Mungkin aku tidak bisa mengantarkan kamu ketempat yang akan kamu singgahi, aku akan mengecoh mereka dengan membuat mereka tidak bisa mengikuti kamu dan juga dia orang yang akan menemani kamu disana. Juga dengan Max dan Jo yang akan selalu bersama kalian semua. Ingat pesan ku sebelumnya oke" ucap Zayn yang menjelaskan pada Azalya yang sudah mengerti apa yang Zayn inginkan dan dia sepertinya tidak banyak bertanya dan juga banyak yang dia pertanyakan semenjak dia hamil.


"Emm, aku akan melakukan yang hubby katakan. Kami akan menunggu hubby dan juga mendo'akan yang terbaik untuk itu" jawab Azalya dengan menatap Zayn yang juga menatapnya dengan tatapan mesumnya lagi.


"Boleh melakukan nya sekali lagi?" tanya Zayn yang langsung menindih Azayn yang sekarang menjadi posisi terlentang menatap wajah Zayn yang sudah sangat dekat dengan nya.


"Dasar mesum!" ucap Azalya yang langsung memeluk Zayn yang sedang mengungkung nya.


"Lakukanlah dengan perlahan Hubby" ucap Azalya dengan tatapan yang sama juga seperti Zayn yang menginginkan kehangatan yang sudah lama tidak mereka lakukan selama beberapa hari belakangan.


"Sesuai perintah dari ratu ku" ucap Zayn yang langsung melakukan sesuai keinginan Azalya yang ingin perlahan.


"Uh, By" ucap Azalya saat Zayn memainkan buah cerry Azalya dengan sangat gemasnya, apa lagi sekarang terlihat lebih besar dari sebelumnya. Mungkin saja karena bawaan hamil jadi terlihat sedikit lebih besar.


"Oh, ssshhhh" Zayn juga mendesis seperti ular. Dia juga merasakan kenikmatan yang berbeda dari sebelumnya. Ini benar-benar tidak seperti sebelumnya dia melakukan ini dengan Azalya, apa mungkin karena memang bawaan dari baby jadi keduanya sangat saling menikmati semuanya.


"By, aku.... Aku sudah ingin... Ssshhh... Keluar" ucap Azalya disela des*han nya yang sedang menikmati permainan Zayn yang benar-benar sangat perlahan dan juga tidak ingin menyakiti twins baby Z.


"Keluarkan saja sweetie, ini benar-benar sangat nikmat dan juga lebih berbeda dari sebelumnya" ucap Zayn yang menjawab ucapan dari Azalya barusan.


Zayn melakukan nya dengan berbagai posisi dan juga sudah berganti-ganti tempat. Dimana semuanya berbeda dan itu masih aman untuk dilakukan oleh bumil muda itu.


Zayn melakukan nya pada Azalya seperti sedang menggoreng tempe yang selalu dibolak balik, takutnya gosong jika tidak dibalik. Azalya hanya bisa menikmatinya saja, karena dia juga merasakan hal yang sama dengan Zayn. Sama-sama enaknya.


Zayn mengerang panjang saat akan menyemburkan kecebongnya. Zayn segera mencabut penyatuan nya, karena takut jika akan menyakiti Azalya dan juga twins baby Z.


"Thank you sweetie. Kau memang selalu nikmat" ucap Zayn yang sudah melakukan nya pada Azalya.


"Same with my dear husband (sama-sama suamiku sayang)" jawab Azalya yang menangkup wajah Zayn dan mengecup singkat bibir Zayn yang sudah sedikit tebal oleh ulahnya.


"Kita mandi sekarang. Takutnya dia bangun lagi" ucap Zayn yang mengedipkan sebelah matanya kepada Azalya yang menatap heran pada Zayn yang baru kali ini mendapatkan perlakuan sangat manis dari Zayn.


"Apakah ini benar-benar King Z? Kenapa terlihat jadi menggemaskan seperti ini, hmm?" tanya Azalya yang mencubit kedua pipi Zayn dengan gemasnya dan juga mendapatkan usapan dan juga senyuman dari Zayn yang membuat Azalya semakin klepek-klepek seperti ikan kekurangan air.


Keduanya langsung mandi untuk segera melakukan apa yang keduanya rencanakan sebelumnya. Azalya akan berbicara pada Gabby dan juga Dabby, dimana mereka akan pergi sekarang juga. Sedangkan Zayn menuju bik Sumi yang sedang duduk sendiri dihalaman belakang yang ternyata sepi.


"Bik, apa bibik bisa menjelaskan semuanya apa yang bibik ketahui" ucap Zayn yang langsung to the point pada bik Sumi yang sedang duduk menyendiri dengan tatapan yang tetap lurus.


"Kita bisa bicara ditempat lain Tuan Muda. Karena disini semuanya bisa mendengar dan juga bisa mengadukan pada seseorang yang memang menginginkan itu semua" jawab bik Sumi yang langsung bangkit dari duduknya menuju sebuah ruangan rahasia yang hanya dia saja yang tahu akan ruangan ini.


Makanya dia tidak ingin pergi dari mainson Pratama ini. Karena dia sedang menjalankan tugas yang sejak lama beliau emban dengan sangat berat, dan hanya orang yang terpilih, yang akan bisa memecahkan semua ini. Dan ternyata orang itu adalah Zayn, putra yang dianggap lemah dan juga tidak punya kemampuan apa-apa selain bermain game dan juga kode-kode yang memang tidak dimengerti oleh orang lain.


Zayn mengikuti bik Sumi yang sudah masuk kedalam ruangan yang sangat gelap dan juga terlihat sangat jauh juga tidak bisa dijangkau dengan mudah. Zayn mengaktifkan penglihatan gelapnya pada kacamata yang dia kenakan, dengan begitu Zayn bisa melihat seluruh ruangan dan jalan yang sedang dia lewati ini.


Zayn sungguh baru tahu, jika ini adalah jalan keluar selain jalan utama dan juga belakang mainson. Ini benar-benar membuat Zayn semakin penasaran dengan semua ini. Tapi Zayn harus bisa memecahkan semuanya, jika ingin hidupnya dan juga keluarganya bisa hidup dengan tenang tanpa adanya ancaman dari mana-mana.


"Saya tahu, anda pasti bisa melihat semua yang ada disini bukan Tuan Muda?" tanya bik Sumi yang menatap Zayn dengan tatapan yang sangat aneh menurut Zayn.


"Apa yang ingin bibik bicarakan? Saya tidak ingin jika bibik banyak basa-basi dan akan membuang banyak waktu saya" ucap Zayn yang mana langsung saja mengatakan apa yang memang ingin dia dengar.


"Anda duduk saja dulu Tuan Muda. Karena ada akan mendengar semuanya hingga anda sendiri tidak ingin mendengar kelanjutan ceritanya" jawab bik Sumi yang terlihat santai dan jauh berbeda dari biasanya Zayn lihat sebelum-sebelumnya.


"Tolong jangan berbelit-belit bik, jika bibik tidak ingin menceritakan semuanya. Jangan membuat saya kehilangan banyak waktu untuk melakukan ini semua dengan sia-sia" ucap Zayn yang masih melakukan hal seperti biasanya, yang datar dan juga dingin.


Bahkan sekarang pandangan nya sudah sangat tajam, bahkan lebih tajam dari sebelumnya. Pandangan nya mungkin bisa membuat untuk menguliti seseorang, tapi karena bik Sumi sudah sering menghadapi sesuatu yang sama seperti ini. Jadi dia biasa saja dan tidak terlihat kaget atau ketakutan sedikit pun juga.


"Anda lihat ini dulu saja Tuan Muda, dan anda bisa bisa mengerti dengan apa yang akan saya sampaikan pada anda. Saya tidak ingin berbohong atau mengada-ngada ucapan saya nantinya Tuan Muda, karena saya sudah lelah dan juga sudah tidak sanggup menanggung ini semua sendiri. Karena sudah selama ini bibik bertahan untuk bisa mengatakan pada orang yang tepat dan juga memang mampu dalam hal seperti ini" Jawab bik Sumi yang menyerahkan sebuah album foto lawas yang masih terjaga dan juga terawat dengan sangat baik dan juga masih terlihat bagus juga masih terlihat seperti baru.


Zayn menerima itu dari bik Sumi, tapi Zayn tidak langsung membukanya. Dia hanya menatapnya sangat dia beralih menatap wajah wanita yang sudah sangat tua dan juga tetap masih terlihat lebih segar dan juga sehat. Dibandingkan dengan orang seumuran nya yang mungkin sudah tidak bisa berbuat apa-apa dan mungkin juga sudah pikun dan mungkin juga sudah tidak bisa berjalan.


Bik Sumi yang melihat Zayn tidak mau membukanya lalu menatap Zayn dengan tatapan yang memohon supaya Zayn mau membukanya lebih cepat. Karena dia ingin segera menceritakan semuanya sebelum masalah besar terjadi pada kedua orang yang tidak bersalah dalam masalah ini.


.


.


.


Maaf ya, Othor bisanya up malam. Dan itu juga sesudah bocil tidur dengan nyenyak,..


Maafkan Othor juga ya, yang malah khilaf lagi😁✌


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya... Karena dukungan dari kalian semua yang membuat Othor semakin semangat dan menjadi mood booster buat Othor jugaπŸ€—πŸ€—πŸ€—