
"Apa selama ini Azalya tidak meninggal Zayn?" tanya Papa Danu sambil berjalan bersisian dengan Zayn.
"Seperti yang Papa lihat, Jika dia memang benar-benar Azalya ku" jawab Zayn dengan datarnya dan membuat dua putrinya saling menatap dan mengedikan bahunya saja.
"Maafkan Papa waktu itu sudah membuat kamu babak belur waktu itu" ucap Papa Danu pada Zayn yang menghentikan langkahnya untuk memasuki rumah.
"Jika itu terjadi padaku, aku juga akan melakukan hal yang sama seperti yang Papa lakukan. Bahkan mungkin akan lebih parah lagi, tapi semuanya memang kesalahan ku dan Papa tidak perlu meminta maaf padaku" ucap Zayn yang menatap Papa Danu yang menunduk merasa malu pada menantunya.
"Terimakasih, apa mereka berdua ini adalah cucu-cucu Papa?" tanya Papa Danu yang dijawab anggukan kepala oleh Zayn dan membuat kedua gadis kecil itu bingung dengan ucapan dua pria dewasa ini.
"Dad, cucu itu kan jika Papa atau Mama Daddy dan Mommy pada kami kan?" tanya Zahiya dan Zaniya bersama-sama.
"Hmm, dan ini adalah Papa nya Mommy. Berarti?" Zayn sengaja tidak melanjutkan ucapan nya karena kedua putrinya ini pasti tahu apa yang dimaksud oleh Daddy nya.
"Oh, jadi Opa ini adalah grandpa Zahi dan Zani?" tanya keduanya dan dijawab anggukan oleh Zayn.
"Wah, kita punya grandpa. Apa grandma juga ada Dad?" tanya Zahiya yang sangat antusias menanyakan itu pada Zayn.
"Tentu saja, yang tadi bersama dengan Mommy adalah grandma. Dan yang Daddy bilang kita akan bertemu seseorang dan akan membuat kalian senang ya ini" jawab Zayn yang langsung membuat kedua putrinya semakin senang dan langsung turun dari gendongan Zayn lalu menghampiri Papa Danu yang menatap mereka berdua sambil tersenyum dan pandangan berkaca-kaca.
"Yey... Kita punya grandma and grandpa. Hai, grandpa. Kami Zahiya dan Zaniya" ucap keduanya yang memperkenalkan diri mereka pada Papa Danu dan keduanya langsung salim pada Papa Danu.
"Hai juga Zahiya dan Zaniya. Grandpa senang bisa bertemu dengan kalian berdua, boleh grandpa peluk?" tanya Papa Danu pada kedua cucunya.
"Tentu" jawab keduanya yang langsung menghambur memeluk Papa Danu dengan erat.
"Kalian sangat pintar. Sekarang kita masuk dan menemui grandma juga, pasti akan sangat senang dan bahagia bisa bertemu dengan kedua princess cantik ini" ucap Papa Danu yang menggandeng tangan Zahiya dan Zaniya.
"No princess grandpa, Queen. My Queen" rapat keduanya pada Papa Danu dan melepaskan genggaman tangan dari Papa Danu dan itu membuat Papa Danu tersenyum dan mengangguk dengan apa yang diinginkan oleh cucunya.
"Oke my Queen maafkan grandpa" ucap Papa Danu yang menggandeng kembali tangan kedua cucu menggemaskan nya ini.
"Apa yang sedang kalian lakukan diluar sana? Kenapa kamarnya sekali?" tanya Mama Soraya yang melihat suaminya baru saja masuk dengan menggandeng tangan dua gadis kecil cantik itu.
"Maafkan Papa Ma, tadi habis berbicara dulu dengan my Queen dulu dan ternyata mereka sangatlah pintar dan juga sangat menggemaskan" ucap Papa Danu pada Mama Soraya yang menatapinya dengan tatapan yang berkaca-kaca.
"Jadi ini adalah cucu-cucu Mama Aza? Mereka cucu Mama?" tanya Mama Soraya yang memastikan itu pada putrinya yang hanya mengangguk. Walau sebenarnya Azalya tidak mengingat apa-apa dengan semua yang ada disini bahkan kedua orang tuanya sendiri.
"Hai sayang. Ini Oma, kalian sangat lucu sekali. Boleh Oma peluk kalian berdua?" tanya Mama Soraya pada Zahiya dan Zaniya.
"No Oma, grandma and grandpa that's right" ucap Zahiya dan Zaniya kompak dan mengangguk.
"Oh maaf, ya ini adalah grandma. Siapa nama kalian berdua? Apa grandma boleh tahu?" tanya Mama Soraya yang berjongkok untuk mensejajarkan tingginya dengan dua gadis kecil didepan nya.
"I'm Zahiya and Zaniya" jawab Zahiya yang memperkenalkan dirinya dan juga adiknya. Lalu keduanya salim pada Mama Soraya bergantian dan memeluknya dengan erat juga.
"Terimakasih Zayn. Kamu membuktikan jika ucapan kamu benar wantu itu, jika Aza kami baik-baik saja dan pasti akan kamu temukan. Maafkan kami yang tidak mempercayai kamu waktu itu" ucap Mama Soraya yang telah mengurai pelukan nya pada Zahiya dan Zaniya.
"My Queen, kalian boleh bermain dulu. Daddy dan Mommy ingin berbicara dengan grandma and grandpa dulu. Boleh?" tanya Zayn yang berjongkok dihadapan Zahiya dan Zaniya.
"Tentu Dad. Kami akan bermain diluar bersama dengan uncle Angga dan uncle Marcos" jawab keduanya yang langsung berlari dari hadapan Zayn yang menatap keduanya.
Setelah mengatakan itu pada kedua putrinya, Zayn menghampiri Azalya dan duduk disampingnya lalu menjelaskan semuanya pada kedua orang tua Azalya.
"Tidak apa-apa Ma, semuanya sudah berakhir dan semua ini sudah menjadi takdir untuk kita semua. Tapi Azalya tidak bisa mengingat semuanya tentang masalalu nya, dan itu tidak bisa disembuhkan karena itu bersifat permanen. Maafkan Zayn yang tidak bisa melakukan apapun untuk bisa memulihkan ingatan Azalya" ucap Zayn pada Mama Soraya yang langsung menangis karena dia tadi sempat memarahi Azalya karena menghilang begitu lamanya.
"Kenapa bisa seperti itu Zayn?" tanya Opa Wijaya yang ikut bergabung dengan anak dan menantunya. Begitu juga dengan Oma Rena yang mengekori Opa Wijaya dibelakangnya.
"Zayn juga tidak tahu jelasnya seperti apa. Zayn sedang mencari orang yang sudah melakukan itu pada Azalya, karena ini akan sangat berbahaya jika dia menggunakan itu semua untuk menghancurkan sesuatu" jawab Zayn yang sebenarnya sudah bisa menemukan dimana pria yang sudah membuat Azalya hilang ingatan.
"Kamu benar, kamu harus mencarinya sampai ketemu dan memberikan nya pelajaran. Supaya dia tidak bisa melakukan apapun lagi pada orang lain" ucap Papa Danu yang ikut menyela ucapan Zayn dan Opa Wijaya.
"Tentu saja aku akan melakukan itu semua. Karena dia sudah memisahkan istri dari suaminya, memisahkan anak dari orang tuanya dan memisahkan dari seluruh keluarganya. Maka tidak akan bisa dimaafkan" jawab Zayn sambil mengepalkan kedua tangan nya.
Azalya yang merasakan kemarahan dalam dirinya Zayn langsung menggenggam tangan Zayn yang mengepal erat, Azalya tersenyum dan mengangguk. Seolah mengatakan semuanya akan baik-baik saja.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan kedepan nya Zayn. Apa yang kamu butuhkan bilang saja pada kami, mungkin saja kami bisa membantu kamu. Tapi untuk sekarang kalian boleh tinggal disini dulu, karena kami masih ingin bisa dekat dengan Azalya dan juga kedua cucu-cucu kami Zayn" ucap Papa Danu yang membuat Opa Wijaya dan Oma Rena saling pandang dan menatap satu sama lain bingung dengan apa yang dikatakan oleh Papa Danu diujung kalimatnya.
"Maksud kamu apa Dan? Cucu-cucu?" tanya Oma Rena yang sudah sangat penasaran akan apa yang dikatakan oleh Papa Danu.
"Jadi, kalian berdua sudah memiliki anak? Terus dimana mereka?" tanya Oma Rena dengan sangat antusias dan mengedarkan pandangan nya keseluruh ruangan dan tidak ada siapa-siapa.
"Iya Oma, kami sudah memiliki putri kembar. Dan mereka berdua sedang diluar, karena ini pembicaraan bukan untuk mereka dengar" jawab Zayn yang masih digenggam tangan nya oleh Azalya.
"By, apa mereka semua menangis keluargaku? Kenapa aku tidak mengingat apa-apa?" tanya Azalya dengan berbisik dan menatap manik hitam Zayn dengan lekat.
"Seperti yang sudah aku katakan pada kamu sebelumnya. Jika ini adalah ulah orang yang tidak ingin jika kita bersama dan bersatu. Jangan memikirkan hal-hal yang sulit kamu mengerti dan bisa membuat kamu tidak nyaman. Lebih baik kita ciptakan ingatan-ingatan baru tentang kita dan juga keluarga kita. Aku juga akan mengajak kamu untuk bertemu dengan keluargaku juga, jadi jangan berfikiran macam-macam" jelas Zayn yang membuat semua orang yang ada disana merasa terharu dengan apa yang Zayn katakan pada Azalya.
Mereka semua sangat yakin jika Zayn memang sangat mencintai Azalya nya dan bisa menjaganya dengan baik. Jadi semua keluarga merasa tenang melepaskan Azalya dengan Zayn, apa lagi sekarang mereka sudah memiliki anak.
"Yang dikatakan oleh Zayn benar Aza, kamu jangan memikirkan hal-hal yang tidak-tidak. Kamu hanya boleh memikirkan suami dan juga anak-anak kamu, jangan berfikiran macam-macam. Kami selaku keluarga kamu dan juga orang tua kamu hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk keluarga kalian" ucap Mama Soraya pada Azalya yang hanya mengangguk saja dan sebenarnya dia juga tidak ingin memikirkan yang tidak-tidak.
"Iya Ma, Aza akan melakukan apa yang Mama katakan. Walau aku nggak ingat semuanya, tapi perasaan dan juga tubuhku merespon setiap yang ada disini. Maafkan Azalya ya Ma, karena Azalya tidak bisa mengingat semuanya" jawab Azalya dengan menatap Mama Soraya dan semua orang yang ada disana.
"Jangan mengatakan seperti itu sayang. Karena Mama sudah sangat bersyukur bisa bertemu lagi dengan kamu dan juga orang yang kami anggap tiada itu bukan kamu. Jadi itu sudah lebih dari cukup, jika kamu tidak bisa mengingat semuanya jangan dipaksakan. Karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik hasilnya" ucap Mama Soraya yang diangguki oleh Papa Danu, Oma Rena dan Opa Wijaya.
"Yang dikatakan oleh Mama kamu benar Aza, Oma dan Opa juga mendukung apa yang kamu putuskan. Tapi untuk saat ini kalian harus menginap disini dan jangan dulu pulang. Oma dan Opa ingin bertemu dan juga bermain dulu dengan cicit Oma" ucap Oma Rena yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan cicitnya.
"Bagaimana By? Apa kita akan menginap disini?" tanya Azalya meminta persetujuan dari Zayn.
"Hmm" jawab Zayn dengan mengangguk mengiyakan ucapan Azalya.
"Ngomong-ngomong, ini sudah waktunya untuk makan malam. Kita makan malam bersama ya" ucap Mama Soraya yang meminta Azalya untuk ikut makan malam.
"Ya sudah, Oma mau memanggil cicit Oma dulu untuk ikut makan bersama. Kalian langsung masuk kedalam ruang makan lebih dulu" ucap Oma Rena yang langsung beranjak menuju kedepan untuk menjemput cicit-cicitnya.
"Zayn, apa yang akan kamu lakukan pada orang yang sudah melakukan itu pada Azalya?" tanya Papa Danu saat Azalya dan Mama Soraya menyiapkan untuk makan malam.
"Masih rencana. Belum tahu kedepan nya" jawab Zayn yang tidak ingin jika semua orang mengetahui siapa dia sebenarnya, apa lagi disini dia sudah memiliki anggota lagi.
"Baiklah, Papa akan menyerahkan semuanya pada kamu" ucap Papa Danu pada Zayn yang dijawab anggukan kepala oleh Zayn.
"Kalian sedang membicarakan apa sih? Yuk, semuanya sudah siap. Mana Mama dan Papa Mas?" tanya Mama Soraya yang menghampiri Papa Danu.
"Mama sedang didepan, mungkin sedang membujuk cicitnya" jawab Papa Danu pada Mama Soraya.
"Ya sudah, kita kesana dulu untuk melihat sedang apa mereka diluar" ucap Mama Soraya yang berjalan menuju halaman depan.
Sedangkan diluar rumah Oma dan Opa Wijaya yang sedang bermain bersama dihalaman rumah. Dengan Zahiya dan Zaniya yang sedang bermain dengan boneka kesayangan nya. Lalu Mama Soraya menghampiri mereka untuk mengajak makan malam bersama.
"Yuk, makan malam dulu. Nanti bisa dilanjutkan lagi bermain nya lagi" ucap Mama Soraya yang memanggil keempat orang yang sedang asik bermain bersama.
"Oke grandma" jawab Zahiya dan Zaniya dengan senyuman dan berjalan menghampiri Mama Soraya dengan bergandengan tangan bersama.
"Kalian berdua sangat menggemaskan sekali. Semoga kalian selalu seperti itu hingga dewasa nanti" ucap Oma Rena yang mengikuti langkah kedua cicitnya memasuki rumah dan disana sudah menunggu Papa Danu, Azalya dan Zayn diruang makan.
Semua orang kalangan malam bersama dengan sangat tenang dan juga merasakan kebahagiaan, tapi mereka baru menyadari jika anggota keluarganya ada yang kurang. Membuat Azalya langsung menanyakan nya pada Mama Soraya.
"Ma, kak Alkan belum pulang? Kenapa sejak tadi tidak ada?" tanya Azalya tidak sadar jika dia menanyakan seseorang yang berada dimasa lalunya.
Semua orang saling pandang dan tidak menjawab pertanyaan dari Azalya. Tapi Zayn yang menyadari semuanya diluar kendali Azalya sendiri langsung menjawabnya.
"Dia sedang diluar kota dan mungkin besok baru bisa pulang" jawab Zayn yang membuat semua orang diam kembali atas jawaban yang Zayn berikan adalah benar.
Padahal mereka tidak pernah membahas Alkana, tapi Zayn mengetahuinya dan membuat semua orang tercengang dibuatnya.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya...
Subscribe dan pollow akun Othor juga ya...
Othor tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan supaya Othor makin semangat lagi buat up...