Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Candu untuk ku



Mama Soraya hanya mengangguk dan juga mengiyakan ucapan Azalya. Karena sebelumnya Mom Vita sudah menjelaskan kekurangan dan juga semuanya tentang Zayn sebelum mereka berdua menikah. Dan itu membuat Mama Soraya merasa bersalah pada putrinya, karena telah menikahi Zayn.


"Hubby pasti mengantuk kan sekarang? Kita kekamar sekarang" ucap Azalya yang langsung menggandeng Zayn yang sudah ingin terlelap jika tidak segera dipindahkan kedalam kamar.


"Istirahatlah nak. Semoga lekas sembuh" ucap Mama Soraya yang melihat anak-anak dan menantunya menaiki anak tangga.


"Ma, Mama memikirkan apa?" tanya Alkana yang belum pergi lagi ke kantor.


"Mama hanya terfikirkan mereka berdua. Apa lagi Azalya yang semakin terlihat aneh, Mama dan Papa berencana untuk merukiyah Azalya nanti sore. Mama takut Azalya memang diganggu sama jin atau setan yang mempengaruhi Azalya" jawab Mama Soraya yang memang begitu adanya.


"Mama jangan berfikiran jelek Ma, do'akan saja yang terbaik untuk keduanya. Aku yakin jika Azalya tidak kenapa-kenapa, dia sedang meningkat saja nafsu makan nya. Jadi Mama jangan berfikiran macam-macam" ucap Alkana yang menenangkan sang Mama yang sedang panik karena memikirkan Azalya yang berubah sangat drastis.


"Mama juga sebenarnya tidak ingin berfikirlah macam-macam AL, Mama hanya sangat mengkhawatirkan adik kamu saja. Apa kekhawatiran Mama terlalu berlebihan ya AL?" ucap Mama Soraya yang malah bertanya kembali pada Alkana.


"Iya, memang Mama terlalu berlebihan jika sudah khawatir. Apa lagi ini menyangkut tentang Azalya, Mama pasti akan over tingking terus fikiran nya" ucap Alkana yang mengetahui bagaimana sikap sang Mama pada adiknya itu.


Adik yang hanya berselisih beberapa bulan saja dengan nya. Sedangkan didalam kamar Azalya sekarang sedang istirahat saling berpelukan dan juga tidak menggunakan sehelai benang pun ditubuhnya masing-masing.


"By, kenapa hubby sangat suka sekali bercinta? Padahal kita sudah melakukan nya lagi tadi" tanya Azalya yang sedang memeluk tubuh Zayn yang juga sedang memeluknya tanpa penghalang benang sedikitpun juga.



Gitu ya posisi mereka berdua yang habis melakukan kegiatan siangnya yang panas 🙈🙈.


"Entahlah, yang jelas tubuhmu ini sudah menjadi candu untuk ku" jawab Zayn yang memeluk Azalya yang sedang tiduran dengan posisi menelungkup.


"Jadi, hubby sudah bisa mencintai ku?" tanya Azalya lagi yang membalikan tubuhnya menghadap Zayn yang sedang menatapnya sejak tadi.


"Tidak tahu. Yang jelas aku tidak ingin berjauhan darimu" jawab Zayn yang memang belum mau mengatakan yang sebenarnya pada Azalya tentang perasaan nya.


"Huh, aku kira hubby sudah mulai mencintaiku" ucap Azalya yang langsung menelungkupkan lagi bandana nya hingga punggung mulusnya terekspos didepan Zayn yang sedang menatapnya sejak tadi.


"Seharusnya tanpa aku mangatakan nya, kamu sudah tahu perasaan ku" ucap Zayn yang memeluk Azalya dan membisikan ucapan nya pada Da a Azalya.


"Tapi semua wanita pasti membutuhkan pengakuan juga. Bukan hanya perlakuan dan juga sikap saja, walau itu semua sangat penting dari pada ucapan saja" ucap Azalya yang suaranya tertahan karena wajahnya ditutupi oleh bantal.


"Jadi lebih memilih ucapan atau perlakuan?" tanya Zayn pada Azalya.


"Keduanya" jawab Azalya yang langsung memeluk pinggang Zayn dengan sangat erat setelah dia membalikan tubuhnya menghadap Zayn.


'Kau akan mendapatkan itu semua, tapi jika ucapan akan sangat sulit aku ungkapkan pada mu' ucap Zayn yang mempererat pelukan nya pada Azalya yang ternyata sudah terlelap beberapa detik yang lalu.


Zayn hanya menatapi wajah Azalya yang sedang terlelap memeluknya dengan erat. Zayn malah dengan sengaja mengganggu Azalya dengan memainkan buah cerry yang tumbuh diatas bukit kembarnya. Azalya yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya melenguh saja dalam tidurnya.


"By, aku masih lelah. Hubby juga harus istirahat dulu, baru main lagi" gumam Azalya yang enggan membuka matanya karena sudah sangat berat dan tidak bisa terbuka, seperti ada lem yang melekat dimatanya.


"Diamlah, aku hanya memainkan ini saja" jawab Zayn yang malah semakin membuat Azalya tidak karuan dibuatnya. Azalya langsung menelungkupkan lagi badan nya, karena dia hanya ingin tidur dulu sebelum Zayn yang tidak bisa menahan diri lagi lebih baik dia yang mencegahnya.


Zayn yang sudah ingin tapi juga kasihan tidak jadi untuk memaksakan dirinya supaya mendapatkan jatah enak-enak dari Azalya lagi untuk yang ketiga kalinya hari ini.


Zayn ikut memejamkan matanya yang tiba-tiba menangis terasa sangat berat dan juga tidak bisa dibuka lagi. Keduanya sekarang sudah terlelap hingga sore hari, membuat semua orang terutama Mama Soraya yang merasa panik. Karena anak dan juga menantunya tidak kunjung turun dari lantai dua rumahnya.


"Mereka berdua kenapa belum bangun juga? Apa mereka berdua baik-baik saja" gumam Mama Soraya yang masih terus menatap lantai dua yang tidak ada tanda-tanda akan keluarnya pasangan pengantin baru itu.


"Mama kenapa lagi?" tanya Alkana yang sejak tadi mengucapkan salam tapi tidak dijawab oleh Mama nya yang sedang menatapi lantai dua, dimana Azalya dan Zayn belum turun juga. Padahal jaringan sudah mulai gelap.


"Mama masih mengkhawatirkan mereka berdua? Ma, mereka itu sudah dewasa. Dan mereka berdua pasti sedang bersiap untuk turun, mungkin saja mereka berdua memang masih kelelahan karena perjalanan jauh. Jadi stop! Mama jangan membebani fikiran Mama dengan hal-hal yang negative" ucap Alkana yang memang sudah tidak tahu lagi harus bilang apa lagi pada Mama nya yang memang tidak bisa berhenti memikirkan keadaan Azalya.


"Iya, maafkan Mama nak. Mama hanya merasa khawatir saja dengan mereka berdua" jawab Mama Soraya yang memang sudah lebih baik dan tidak terlalu berfikiran macam-macam.


"Nah itu mereka berdua sudah turun" ucap Alkana yang melihat adik dan adik iparnya baru turun dari anaktangga yang terakhir.


"Kenapa kak?" tanya Azalya yang menghampiri Mama Soraya dan juga Alkana yang sedang menatap keduanya.


"Mama mengkhawatirkan mu dek, kamu lama sekali turun nya. Membuat Mama menjadi panik tahu" ucap Alkana yang memberitahukan kekhawatiran sang Mama.


"Oh. Mama jangan khawatir, aku dan hubby baik-baik saja. Hanya saja kami terlalu nyenyak saja tidurnya, jadi sampe jam segini deh bangun nya. Maafkan Azalya ya Ma" ucap Azalya yang langsung memeluk Mama nya tercinta.


"Papa belum pulang Ma?" tanya Azalya saat melihat dimeja makan hanya ada mereka berempat saja tanpa adanya sang Papa.


"Kata Papa, hari ini sedang banyak pekerjaan dan juga Papa sedang lembur saat ini. Jadi Papa berpesan makan malam lebih dulu dan tidak bisa ikut bergabung" jelas Mama Soraya yang menjelaskan pada putrinya ini.


"Emm" ucap Azalya yang terus mengunyah makanan yang sedang dia makan dan seperti biasa Zayd akan makan jika itu dari tangan istrinya saja.


"Zayn, Maaf sebelumnya. Apa kamu pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, atau sebelum mengenal dan juga menikah dengan Azalya?" tanya Mama Soraya saat mereka semua sudah selesai makan terkecuali Azalya yang masih terus makan dengan lahapnya.


"Seingat Z tidak Ma, hanya ini saja dan juga mulai tadi pagi setelah sampai dari Amerika" jawab Zayn dengan nada datarnya seperti biasa.


"Aza, Mama mau tanya sama kamu" ucap Mama Soraya yang melihat Azalya makan dengan sangat banyak juga sangat lahap.


"Tanyakan saja Ma" jawab Azalya dengan mulut penuhnya.


"Sebaiknya telan dulu makanan nya baru menjawab" ucap Zayn yang memperingati Azalya yang hanya nyengir kuda mendengar ucapan dari suaminya.


"Apa kamu sudah mensturasi bulan ini?" tanya Mama Soraya dengan sangat hati-hati. Takutnya Azalya tersinggung apa lagi Zayn yang sedang menatapnya dengan datar.


"Sudah, baru saja kemarin sebelum kesini selesai datang bulan. Memangnya kenapa Ma?" tanya Azalya dengan menatap sang Mama dengan sangat serius.


"Enggak, Mama hanya memastikan saja jika dugaan Mama tidak salah" jawab Mama Soraya yang tidak mengatakan yang sebenarnya pada Azalya dan juga Zayn yang sedang menatapnya.


"Apa Aza memiliki penyakit tertentu Ma? Apa Aza akan meninggal?" tanya Azalya yang sudah akan menangis menanyakan itu semua pada Mama Soraya yang bingung harus berkata apa.


"Tentu, tentu saja tidak seperti itu sayang. Mama hanya berfikir jika kamu sedang mengandung, karena sikap kamu yang berubah drastis dan juga Zayn yang mengalami mual muntah juga pusingnya. Jadi bukan karena penyakit yang mematikan seperti itu" ucap Mama Soraya yang akhirnya menjelaskan apa yang dia fikirkan sejak tadi siang hingga malam.


Zayn yang mendengarnya menatap Azalya dengan sangat serius dan juga tatapan penuh tanya nya pada Azalya. Tapi yang ditanya hanya diam dan tidak mengucapkan apapun pada mereka yang sedang menatapnya.


"Jika Azalya baru saja mengalami mensturasi berarti memang tidak atau belum mengandung. Itu hanya perkiraan dan juga perasaan Mama saja sejak tadi siang" ucap Mama Soraya lagi yang mengerti akan tatapan penuh tanya dari Zayn.


"Oh, Aza kira Aza mang beneran hamil. Hanya dugaan Mama saja rupanya" ujar Azalya yang masih asik dengan makanan nya yang sedang dia makan dengan sangat lahapnya.


"Iya, namanya juga perkiraan. Soalnya dulu, waktu Mama hamil pertama juga seperti itu. Bahkan Papa kamu sampai dirawat karena muntah-muntah hingga pingsan" jawab Mama Soraya yang menuturkan apa yang dia perkirakan pada putrinya.


"Apa hubungan nya Mama hamil dengan Papa yang muntah-muntah hingga pingsan?" tanya Azalya yang tidak menghiraukan Zayn yang masih terus memperhatikan nya dengan sangat intens.


"Ya ada sayang. Itu namanya syndrome kehamilan simpatik, jadi Ibu yang mengandung. Ayah yang mengidamnya" jawab Mama Soraya yang menjelaskan pada anak, Azalya yang tidak terlalu mendengarkan.


"Jadi Mama beranggapan jika hubby sedang mengidam gitu? Karena dia mual-mual dan juga muntah-muntah?" tanya Azalya yang baru saja selesai dengan makanan yang ada dihadapan nya hingga habis.


EEEUUUU...


"Alhamdulilah" ucap Azalya setelah bersendawa. Dia ingin mendengarkan penjelasan dari Mama Soraya tentang diputar kehamilan.


"Kamu itu sopan sekali dek" ucap Alkana menyindir Azalya yang sedang mengusap-ngusap perutnya yang terasa sangat kenyang.


"Terimakasih" jawab Azalya dengan cueknya lalu dia meminum susunya yang selalu rutin dia minum pagi dan malam.


Zayn yang melihat dan juga mendengarkan penjelasan dari Mama Soraya menjadi sangat antusias, apa lagi jika memang benar Azalya sedang hamil. Dia akan melakukan apa saja untuk Azalya termasuk mengatakan kata-kata yang tidak pernah dia bisa ucapkan pada Azalya sebelumnya.


.


.


.


Yuk tebak-tebakan lagi sama Othor.....


Othor ingatkan lagi ya supaya meninggalkan like, komen, vote dan hadiahnya....


subscribe dan pollow akun Othor....


Terimakasih 🤗