
"Jangan ulangi lagi kesalahan yang sama jika masih ingin melihat matahari terbit esok hari" ucap Zayn yang beranjak pergi menuju ruang tunggu lagi didalam rumah sakit.
"Untung saja King sangat teliti dan juga jeli, jika tidak sudah dipastikan Nyonya besar akan mendapatkan masalah dengan ginjal yang dia terima dari orang tersebut" gumam Aaron setelah kepergian Zayn dari tempatnya.
"Hampir saja nyawa ku yang akan menjadi pengganti" gumamnya lagi sambil terus merutuki kebodohan nya sendiri yang kurang teliti dalam melakukan hal jika dia sedang panik.
"Apa semuanya baik-baik saja Z?" tanya Zoya yang melihat Zayn kembali ketempatnya semula.
"Tidak ada yang baik-baik saja kak, kita masih terus menunggu pendonor datang untuk Mommy" jawab Zayn dengan tatapan datarnya seperti biasa.
"Bagaimana... " belum sempat Addofo melanjutkan ucapan nya, sudah disela oleh Zoya.
"Sudah Zoya katakan, jika Daddy jangan pernah mengatakan ingin melakukan itu! Apa Daddy tidak sadar dengan kesehatan sendiri" ucap Zoya dengan kilatan kemarahan dimatanya.
"Maaf, hanya memberi saran saja" ucap Addofo yang menunduk dan tidak ingin jika putrinya marah padanya.
"Saran yang salah! Lebih baik diam dan lihat saja semuanya" ucap Zoya yang menatap sinis pada Addofo yang masih menundukan kepalanya.
"Sudahalah kak, lebih baik kakak diam dan tunggu kabar yang baik dari anggota kita. Jngan berdebat dan membuatku pusing" ucap Zayn yang langsung pergi dari hadapan kakak dan yang lainnya.
"Dia kenapa? Apa dia sedang tidak baik-baik saja?" gumam Zoya bertanya pada Dharma, suaminya yang melihat kearah Zayn.
"Mungkin dia sedang kalut memikirkan Mommy, jangan membuatnya bertambah pusing dan malah berakibat pada kesehatan nya yang memang gampang drop" jawab Dharma yang merangkul bahu Zoya dan menuntun nya duduk.
"Benar juga, lebih baik kita tunggu yng lainnya disini. Katanya mereka akan segera sampai beberapa jam lagi" ucap Zoya yang membenarkan ucapan dari Dharma.
Sedangkan Zayn sedang menghubungi Azalya untuk memberikan kabar. Jika Mommy belum mendapatkan pendonor yang tepat untuk ginjal Mommy.
"Bagaimana keadaan Mommy sekarang By? Apa Mommy sudah lebih baik walau belum mendapatkan pendonor?" tanya Azalya sambil menangis didalam kamarnya.
"Masih seperti itu sweetie, kau do'akan saja disana. Dan jangan pernah keluar dari mainson" jawab Zayn yang memperingatkan Azalya supaya tidak melanggarnya.
"Iya By, sekarang aku saja belum beranjak dari ranjang. Karena Hubby tahu bukan, aku tidak akan bisa tidur jika tidak dalam pelukan Hubby, jadi bagaimana caranya aku pergi dari mainson?" jawab Azalya yang mengalihakan panggilan menjadi panggilan video dengan Zayn.
"Aku sudah tahu" ucap Zayn yang memperlihatkan wajahnya yang masih saja tampan walau sudah tidak muda lagi.
"By, apa Mommy bisa sembuh dan segera kembali? Aku takut By" tanya Azalya yang menanyakan perihal kesehatan mertuanya.
"Kita do'akan saja, jangan pernah pesimis, kita harus optimis untuk kesehatan Mommy disini. Dan satu lagi, jika nanti Zaniya menikah dan Mommy belum pulih. Aku akan tetap berusaha untuk pulang dan menikahkan nya dengan pria pilihan nya, aku berjanji itu. Jika untuk pulang, saat ini atau nanti tidak bisa aku usahakan. Jika kau mau, kemarilah bersama dengan Queen" ucap Zayn yang meminta Azalya untuk menyusulnya diakhir kalimat yang dia ucapkan.
"Aku akan bicarakan ini dengan Zahi dulu. Semoga saja dia bisa kesana juga" jawab Azalya yang akan membicarakan nya dulu dengan Zahiya.
"Bicarakan lah, Queen pasti akan mengerti dan mau mengantarkan kamu kemari" ucap Zayn dengan tatapan teduhnya dan hanya diam perlihatkan pada Azalya seorang.
"Akan aku bicarakan By. Ini sudah larut, Hubby istirahatlah" ucap Azalya yang langsung memutuskan sambungan ponselnya, lalu dia menuju kamar Zahiya yang sudah terbuka sejak tadi.
TOK....
TOK...
TOK...
"Za, boleh Mommy masuk?" tanya Azalya saat setelah mengetuk pintu kamar Zahiya.
"Masuk saja Mom" jawab Zahiya yang sedang menekuri layar monitor didepan nya.
"Ada apa Mommy datang kemari?" tanya Zahiya tanpa mengalihkan pandangan nya dari layar monitor didepan nya itu.
"Kita harus ke America sekarang juga Za. Daddy kamu sudah meminta kita untuk kesana" jawab Azalya yang sudah duduk disamping Zahiya.
"Bagaimana dengan Zaniya? Apa dia akan ikut juga?" tanya Zahiya yang langsung menutup layar laptopnya.
"Entahlah Mommy bingung Za, apa dia akan mau berjauhan sementara waktu dengan tunangan nya?" tanya Azalya yang malah menghela nafasnya kasar.
"Mana Mommy tahu jika tidak ditanyakan padanya, lebih baik Mommy tanyakan dengan nya dan juga tunangan nya itu baik-baik dan tidak membahas tentang Oma" ucap Zahiya yang memberi saran pada Azalya, Mommy nya sendiri.
"Akan Mommy bicarakan sekarang, tapi apa dia ada disini?" tanya Azalya yang menanyakan kebenaran Zaniya padanya Zahiya.
"Mungkin ada, mungkin saja tidak ada. Mommy lihat saja sendiri dikamarnya" jawab Zahiya yang menatap wajah sembab Azalya dan itu membuat Zahiya hnya bisa menghela nafasnya melihat Mommy nya.
"Kau ini, tidak bisakah jawab dengan pasti? Tanpa ada kata-kata mungkin" ucap Azalya yang menggerutu pada Zahiya dan sambil mengerucutkan bibirnya menatap Zahiya kesal.
"Oh God, ayolah Mom. Mommy ini sudah tidak pantas bersikap seperti itu" ucap Zahiya yang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Azalya, Mommy nya yang masih seperti anak kecil, walau sudah memiliki dua anak gadis.
"Biarkan saja, Mommy ya Mommy, jangan memaksa jika harus menjadi orang lain" gumam Azalya yang langsung pergi begitu saja dari kamar Zahiya.
"Dasar" ucap Zahiya yang melihat sikap Mommy nya sendiri.
Setelah keluar dari kamar Zahiya, Azalya menuju kamar Zaniya yang terlihat sudah sepi. Dia bisa menebak jika pemilik kamarnya sudah tidak ada disana.
"Dia pasti sudah pergi" gumamnya yang melihat kedalam kamar Zaniya, ternyata memang sudah tidak ada.
"Apa anda membutuhkan sesuatu Nyonya?" tanya Pak Mun yang melihat Azalya berjalan dengan gontai dari kamar Zaniya.
"Tidak Pak, saya tidak butuh apa-apa. Oh iya Pak, apa Zaniya sudah pergi sejak tadi?" tanya Azalya pada Pak Mun, kepala pelayan dimainson miliknya.
"Sepertinya sudah sejak pagi Nyonya. Nona terlihat sangat buru-buru dan dia bilang akan terlambat. Maaf saya tidak menanyakan nya Nyonya" jawab Pak Mun yang merasa tidak enak saat melihat wajah Azalya yang terlihat sangat lesu dan kecewa mendengar jawaban darinya.
"Tidak apa-apa Pak, ini bukan salah Pak Mun. Ini malah kesalahan saya yang bangun kesiangan" ucap Azalya yang pergi kembali menuju kamarnya, tapi sebelum itu dia ditegur oleh Mama Soraya yang melihatnya.
"Nggak apa-apa kok Ma, aku hanya masih mengantuk saja. Aku mau lanjut tidur lagi yang Ma" ucap Azalya yang mencoba menghindar dari pertanyaan Mama Soraya padanya.
"Mama kamu ini tidak bisa kamu bohongi AZ, jelas-jelas kamu sedang banyak fikiran. Apa kamu tidak mau membaginya pada Mama kamu ini?" tanya Mama Soraya yang menatap wajah putrinya yang hanya bisa menunduk.
Inilah kenapa Mama Soraya tahu jika Azalya sedang banyak fikiran, karena Azalya sejak dulu jika dia sedang banyak fikiran atau ada masalah akan selalu menunduk dan tidak mau memandang wajah Mama Soraya langsung. Jadi Mama Soraya akan dengan mudah menebaknya.
"Ikut aku Ma" ucap Azalya yang menggandeng tangan Mama Soraya untuk masuk kedalam kamarnya dan dia akan menceritakan semuanya pada Mama Soraya. Karena dia sudah tidak memendam masalah ini sendirian saja tanpa adanya seseorang yang mendsngarkan keluh kesahnya.
"Ada apa AZ? Ceritakan pada Mama, apa yang sedang terjadi" tanya Mama Soraya yang sudah duduk disofa yang ada didalam kamar Azalya dan Zayn.
"Ma, Mommy sekarang sedang mengalami gagal ginjal. Dan sekarang Mommy sedang berada di America bersama dengan bang Zayn, untuk menjalani perawatan. Seperti cuci darah dan lain sebagainya, aku akan kesana untuk menemaninya juga, tapi aku bingung dengan Zaniya yang sudah tunangan. Apa dia akan mau aku ajak kesana atau dia mau kesana tapi tunangan nya tidak setuju, aku sungguh bingung Ma" ucap Azalya yang menheaskan intinya saja dan dia merasa ada sedikit kelegaan pada hatinya yang sebelumnya terasa sesak dan seperti dihimpit oleh batu besar.
"Astagfirullah, Mommy nya Zayn? Sejak kapan dia mengalami seperti itu?" tanya Mama Soraya yang membekap mulutnya sendiri karena sangat terkejut mendengar kabar yang sangat membuatnya syok.
"Aku sendiri tidak tahu Ma, kapan Mommy mengalaminya. Cuman kemarin saat setelah acara pertunangan Zaniya, Mommy merasa pusing dan sakit dibagian pinggangnya. Bang Zayn memanggil dokter yang biasa menanganinya dan diperiksa secara menyeluruh. Ternyata Mommy mengalami gagal ginjal dan sudah sangat parah, kedua ginjalnya sudah tidak berfungsi dengan baik. Jalan satu-satunya hanya operasi dan juga cuci darah dengan rutin. Aku sendiri juga merasa syok saat mendengar kabar buruk seperti itu Ma, bang Zayn langsung membawa Mommy ke America untuk mencari donor ginjal disana" jelas Azalya yang membuat Mama Soraya hanya bisa menangis dan berdo'a dalam hati untuk kesembuhan besan nya.
"Sebaiknya kamu kesana saja sekarang. Urusan Zaniya biar Mama yang menjaganya dan menjelaskan semuanya pada Zaniya, sebaiknya kamu bersiap-siap sekarang untuk menyusul kesana. Apa kamu akan kesana sendiri atau bersama dengan siapa?" ucap Mama Soraya yang mengusap air matanya lalu meminta Azalya untuk bersiap-siap pergi ke America untuk menjaga Ibu mertuanya yang sedang sakit keras.
"Aku bersama dengan Zahiya Ma, tapi, apa Mama tidak apa-apa jika harus menjaga Zaniya disini? Aku merasa sangat khawatir jika harus meninggalkan nya disini dan tanpa pamit padanya. Dia pasti akan marah dan akan merasa tidak diperhatikan lagi" tanya Azalya yang menanyakan pada Mama Soraya akan sikap Zaniya yang memang sangat manja dan juga konyol padanya.
"Kamu tenang saja, Mama akan menjelaskan semuanya pada Zaniya pelan-pelan. Karena dia itu adalah Ibu mertua kamu AZ, kamu harus disana menemani suami kamu juga. Apa anak-anaknya sudah tahu semuanya?" tanya Mama Soraya setelah meyakinkan Azalya untuk tidak mengkhawatirkan Zaniya bersamanya.
"Aku tidak tahu Ma, setahu aku bngung Zayn tidak mengizinkan kabar ini sampai mencuat keluar. Mama jangan menceritakan ini semua pada Zaniya diruangan terbuka atau didalam mainson ini. Mama bisa menceritakan semuanya didalam kamar Mama atau didalam kamar Zaniya langsung, aku tidak mau membuat kesalahan dan akan membuat bang Zayn marah besar. Tolong ya Ma" ucap Azalya meminta bantuan dan juga untuk Mama Soraya jangan membicarakan masalah ini pada orang lain.
"Iya, akan Mama lakukan. Sekarang bersiaplah, Mama dan Papa yang akan mengantarkan kalian berdua kebandara sekarang. Segeralah berkemas dan bersiap" ucap Mama Soraya yang dijawab anggukan kepala oleh Azalya.
Mama Soraya langsung keluar saat Azalya akan masuk kedalam kamar mandi. Beliau masuk kedalam kamarnya dan menceritakan semuanya pada Papa Danu, Papa Danu hanya bisa diam dan menghela nafasnya berulangkali. Dia mendukung keputusan yang Zayn ambil, karena Papa Danu sedikit banyaknya tahu siapa menantunya dan ada masalah apa yang menyebabkan keluarganya tidak seharmonis dulu.
"Mama akan mengabari ini dulu pada Zahiya untuk segera bersiap juga" ucap Mama Soraya pada Papa Danu.
TOK...
TOK...
TOK...
"Zahi, boleh grandma masuk?" tanya Mama Soraya yang menyembulkan kepalanya melihat kedalam kamar Zahiya yang kosong.
"Kemana Zahiya?" gumam Mama Soraya yang melihat sekeliling kamar Zahiya tidak ada siapa-siapa didalamnya dan terlihat sangat rapih.
"Zahiya, kamu adalah disini?" tanya Mama Soraya yang masuk kedalam dan menuju pintu balkon kamar Zahiya.
"Ada apa grandma?" tanya Zahiya yang tiba-tiba sudah berdiri dibelakang Mama Soraya.
"Astagfirullah, kamu ngagetin saja. Kamu segera bersiaplah, kata Mommy kamu, kamu akan ikut dengan nya ke America. Mommy kamu sedang bersiap, jadi kamu juga harus bersiap sekarang" ucap Mama Soraya yang mengusap kepala Zahiya dan mengusap pipinya sambil tersenyum lalu mengangguk.
"Iya grandma, aku akan bersiap sekarang" jawab Zahiya yang mempersiapkan koper berukuran kecil yang akan dia bawa.
"Apa mau grandma bantu, untuk menyiapkan pakaian kamu nak?" tanya Mama Soraya yang melihat Zahiya begitu cekatan nya menyiapkan keperluan nya sendiri.
"Tidak perlu grandma, aku bisa sendiri dan ini hanya sedikit" jawab Zahiya dengan wajah datarnya dan itu sudah tidak aneh lagi bagi Mama Soraya dan seluruh keluarga yang lainnya.
"Baiklah, grandma tunggu kamu dibawah sayang. Karena grandma dan grandpa yang akan mengantarkan kalian kebandara" ucap Mama Soraya yang dijawab anggukan kepala oleh Zahiya.
"Mommy sudah menceritakan semuanya pada grandma, semoga saja grandma dan grandpa tidak pernah mengatakan nya pada siapa-siapa lagi. Karena ini akan berakibat fatal bagi Oma" gumam Zahiya yang masih terus membereskan barang-barangnya dan memasukan laptop juga yang selalu dia bawa-bawa kemanapun.
Zahiya turun dengan penampilan yang sangat manis, dengan dres selututnya berwarna putih gading. Juga tas bahu yang menunjang penampilan nya semakin manis dan juga cantik. Disana sudah ada Daffy dan Zaniya yang ternyata sudah pulang kuliah, atau mungkin sengaja disuruh pulang dulu oleh Azalya.
"Sudah siap sayang?" tanya Mama Soraya dan Azalya yang melihat penampilan Zahiya.
"Hmm" jawab Zahiya sambil mengangguk tapi matanya terus menatap pada Daffy yang seolah meminta penjelasan dari tatapan nya saja.
"Kamu kenapa mau pergi dengan Mommy tidak bilang-bilang? Apa aku mau ikut atau tidak" gerutu Zaniya yang mengerucutkan bibirnya menatap Zahiya dengan kesal.
"Jika kamu mau ikut segera bersiap dan kita akan pergi bersama" ucap Zahiya tanpa ekspresi apapun diwajahnya.
"Jika bang Daffy mau ikut juga segera bersiap dan berkemas. Karena kami berdua pergi bukan untuk berpiknik atau berlibur" ucap Zahiya yang menatap kearah Daffy yang hanya bisa menunduk tidak berani menatap wajah Zahiya.
"Tunggu aku" teriak Zaniya yang langsung berlari menuju kamarnya untuk beriap ikut dengan Mommy dan Zahiya.
"Za, kenapa kamu mengatakan seperti itu pada Daffy dan Zaniya?" tanya Azalya yang sudah tidak memiliki tenaga untuk berdebat atau mengatakan apa-apa lagi.
"Supaya mereka tidak banyak bertanya dan menginginkan penjelasan lagi" jawab Zahiya dengan sangat tegas. Dan ketegasan itu diturunkan langsung oleh Zayn.
Semuanya hanya diam dan menunggu keduanya orang itu bersiap-siap. Setelah menunggu selama limabelas menit mereka beruaan turun dengan koper kecil ditangan mereka masing-masing. Zahiya sudah pergi dari sana lebih dulu dan sudah masuk kedalam mobil yang akan mengantarkan mereka menuju bandara.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya untuk Othor supaya makin semangat buat selalu up tiap hari....
Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗