Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Keadaan Mom Vita kritis



"Jika sudah tidak ada lagi yang ingin ditanyakan, anda bisa pergi sekarang. Karena saya tidak mengizinkan seseorang untuk tinggal didalam kamar saya" ucap Zahiya yang mengatakan nya dengan sangat tegas dan tidak menerima bantahan.


"Jika saya menolak? Apa kau akan mengusir saya dengan paksa?" tanya Albert yang menatap Zahiya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang.


"Kenapa tidak" jawab Zahiya yang mengambil sesuatu dari dalam laci nakas.


"Apa yang akan kau lakukan? Apa yang sedang kau pegang?" tanya Albert yang menatap dengan tajam saat melihat Zahiya menggenggam sesuatu ditangan nya.


"Tidak ada, saya hanya mengambil ini" jawab Zahiya yang memperlihatkan sebuah obat pereda rasa nyeri dan itu tentu saja bungkusnya saja. Karena dalamnya sudah diganti oleh obat yang untuk menghilangkan ingatan malam ini saja dan itu akan dianggap sebagai mimpi.


"Kenapa? Tidak mau meminumnya? Yang sudah, jika nanti dalam perjalanan terasa nyeri maka jangan salahkan siapa-siapa" tanya Zahiya yang menatap wajah keraguan dari Albert padanya.


"Saya akan meminumnya, tapi izinkan saya untuk bermalam disini. Karena saya tidak mungkin jika memanggil orang-orang saya kemari bukan?" ucap Albert yang menyerah dan segera meminumnya lalu dia membuat penawaran dengan Zahiya.


"Tentu saja, tidak bisa. Anggota saya yang akan mengantarkan anda pulang, jadi anda tidak perlu khawatir akan hal itu" ucap Zahiya yang tersenyum lalu tidak berapa lama ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Sudah bisa ditebak jika yang datang adalah Angga dan Marcos.


"Uncle, tolong antarkan Tuan Einstein pulang dengan selamat. Karena kakinya sedang sakit dan tidak bisa digunakan untuk sementara" ucap Zahiya yang selalu mengatakan kata tolong jika meminta bantuan pada siapa saja yang dia mintai pertolongan.


"Akan kami laksanakan Queen" jawab keduanya yang langsung memapah Albert untuk keluar dari kamar Zahiya.


"Anda jangan khawatir jika mereka akan tidak sopan pada anda Tuan. Karena mereka berdua lah yang paling baik dan paling ramah dari anggota saya yang lain. Bye" ucap Zahiya yang melambaikan tangan nya lalu tersenyum sangat manis pada Albert Einstein.


'Queen, anda memang paling bisa jika menjerat seorang pria dengan senyuman anda. Bahkan Austin Harold pun sangat menginginkan anda jika saja mendapatkan izin dari King' gumam Angga dalam hati sambil terus berjalan menuju mobil untuk mengantarkan Albert Einstein pulang.


"Tuan, apa anda baik-baik saja?" tanya Marcos saat melihat Albert memegangi kepalanya. Yang pastinya hanya basa-basi dia tanyakan, karena dia pasti sudah tahu apa yang terjadi padanya.


"Kepala saya sangat pusing dan rasanya seluruh tubuh saya merasakan sesuatu yang tidak biasa" jawabnya sangat pelan dan terdengar seperti gumaman saja.


"Sebaiknya anda pejamkan saja mata anda Tuan. Karena jika anda mengalami seperti ini lebih baik istirahat" ucap Angga yang meminta Albert untuk tidur.


Tanpa menunggu lama Albert sudah tertidur dan mungkin saja bukan tertidur. Tapi dia sudah tidak sadarkan diri, Angga dan Marcos hanya saling pandang lalu mengangguk untuk tetap bungkam dan melakukan tugas mereka berdua dengan baik.


"Apa anggota kita sudah siap disana untuk menggantikan posisi orang-orangnya Tuan Einstein?" tanya Angga yang dijawab anggukan oleh Marcos.


"Bagus, jangan sampai ada kesalahan, karena Queen akan marah besar jika kita melakukan kesalahan" ucap Angga yang sudah tahu kemarahan Zahiya bahkan lebih mengerikan dibandingkan dengan Zayn.


Mereka berdua sudah sampai dihalaman mainson Einstein yang langsung disambut oleh anggotanya langsung.


"Kalian bawa dan buat Tuan Einstein seperti mengalami mimpi lalu jatuh dari tangga atau dari manapun, yang jelas supaya kakinya yang sekarang cidera sesuai dengan kejadian yang nyata sekarang" ucap Angga menjelaskan apa yang harus dilakukan oleh anggotanya yang berada disana.


"Baik Tuan" ucap anggotanya yang langsung memapah Albert menuju kamarnya. Sedangkan Angga dan Marcos sudah meninggalkan mainson Einstein.


Angga dan Marcos segera kembali untuk melaporkan semua yang sudah mereka berdua kerjakan. Zahiya yang mendapatkan laporan dari kedua orang kepercayaan Daddy nya dan sekarang beralih menjadi orang-orangnya sangat senang dan dia tidak ingin jika ada yang tahu siapa dia sebenarnya dan dimana dia tinggal.


.


Sedangkan ditempat lain, lebih tepatnya dinegara yang berbeda dimana Zayn dan Mom Vita baru saja sampai dibandara international America. Disana Zayn dijemput langsung oleh Jeff dan anggotanya yang ada disana.


"Selamat datang King" sapa Jeff yang membungkuk pada Zayn.


Zayn seperti biasa akan mengangguk saja dan dia masih setia mendorong kursi roda Mom Vita yang sudah sangat lemah juga tidak bisa melakukan apapun.


"Apa Mommy ingin sesuatu dulu sebelum menjalani perawatan?" tanya Zayn setelah mereka didalam mobil.


"Tidak Z, Mommy hanya ingin Istirahat saja" jawab Mom Vita dengan sangat lemah dan tidak bertenaga sama sekali.


"Baiklah Mom, kita akan langsung membawa Mommy untuk langsung menjalankan perawatan" ucap Zayn pada Mom Vita yang hanya mengangguk.


"Jeff, sudah kau siapkan segalanya bersama dengan Aaron?" tanya Zayn saat melihat Mom Vita sudah memejamkan matanya.


"Sesuai perintah anda King" jawab Jeff yang mengangguk dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit terbesar dan tentunya igu adalah milik Zayn sendiri.


Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang mereka sedah sampai didepan rumah sakit terbesar dan terlengkap disana. Mom Vita langsung dibawa menuju ruang perawatan langsung supaya bisa segera menjalani operasi setelah kondisinya lebih baik dari sekarang. Zayn tidak beranjak sedikitpun dari Mom Vita, bahkan dia tidak bisa melakukan apapun selain menungguinya diluar sambil terus memantau keadaan diluar dan juga keadaan dimainson nya.


"Kau sangat teliti Queen, Daddy tahu jika kau akan benar-benar menjaga dan melindungi keluarga kita Queen" ucap Zayn yang menatap layar pad miliknya.


"King, kami sudah melakukan yang terbaik dan mencari ginjal yang cocok untuk Nyonya besar. Tapi, tapi kami gagal mendapatkan nya, karena ginjal yang kami dapatkan selalu tidak cocok bahkan tidak ada dipasar gelap pun King" lapor Aaron yang menunduk merasa tidak enak pada Zayn karena dia yang bertanggung jawab penuh atas kesembuhan dari Mom Vita.


"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang? Apa akan membiarkan Mom Vita seperti itu terus?" tanya Zayn yang mengatakan nya pelan tapi penuh penekanan disetiap katanya.


"Kami akan menjalankan cemoterapy dan cuci darah saja dulu King, untuk bisa mendapatkan donor ginjal yang tepat untuk Nyonya besar. Karena ini adalah jalan satu-satunya untuk membuat Nyonya besar bertahan sementara belum mendapatkan pendonor" jawab Aaron dengan sangat tegas dan dia yang akan menangani semuanya langsung dan akan dibantu oleh para dokter ahli didalam rumah sakit ini.


"Lakukan yang terbaik. Dan cepat melakukan pencarian, karena saya tidak ingin melihat Mommy saya seperti itu lebih lama lagi. Jadi lakukan secepatnya" ucap Zayn pada Aaron yang mengangguk lalu dia pergi untuk mencarinya langsung dan dibantu oleh Jeff juga anggota Zayn yang lainnya.


Wanita yang begitu menyayanginya dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang lain. Wanita yang selalu menjaga dan mengingantkan nya untuk selalu bisa menjaga dan membimbing para saudaranya yang lain. Saat dia sedang menunduk dan menangis, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahunya lalu langsung memeluknya setelah Zayn berbalik.


"Z, bagaimana bisa Mommy seperti ini? Apa yang terjadi dengan Mommy Z?" tanya Zoya yang langsung kemari saat mendengar dari anggotanya jika Zayn terbang ke America.


Betapa terkejutnya Zoya saat mendengar jika Mom Vita sedang sakit keras dan bersama dengan Zayn di America untuk menjalani pengobatan yang intesif.


"Mommy mengalami gagal ginjal dan sekarang sedang menunggu pendonor yang tepat untuk Mommy. Aku tidak perduli jika itu dari pasar gelap sekalipun, asalkan Mommy bisa sembuh kak" jawab Zayn yang baru kali ini mengalami kesedihan dan dia benar-benar merasa sangat rapuh juga bersalah melihat keadaan Mommy seperti ini.


"Kamu tenang saja dulu. Kakak juga sedang berusaha melakukan apa yang sedang kamu lakukan sekarang. Kakak juga sudah membawa dokter yang mungkin bisa membantu para dokter yang ada disini untuk bisa mengobati Mommy. Kita harus berdo'a Z" ucap Zoya yang juga membawa dokter untuk membantu Aaron mengobati Mom Vita.


Zayn melihat Zoya sedang hamil kembali dan Dharma selalu berada didekatnya jangan lupakan dibelakang mereka berdua ada seorang pria paruh baya yang sudah tidak memiliki kedua tangan nya sedang menatap kearahnya.


"Bagaimana keadaan keponakan ku kak? Apa mereka semua tidak masalah melihat kakak hamil kembali?" tanya Zayn yang menatap sinis pada Dharma yang hanya bisa menunduk malu karena Zayn bertanya seperti itu dan menatapnya dengan sinisnya.


"Mau bagaimana lagi Z, kakak juga mau sudah setelah ini. Karena tidak mungkin lagi jika kakak harus hamil lagi. Ini juga atas permintaan dari para keponakan kamu yang tidak ada ahlak itu. Mereka bilang jika banyak saudara akan lebih seru dan lebih ramai. Jadilah kakak seperti mesin pencetak anak" jawab Zoya yang menghela nafasnya tapi tetap tersenyum sangat bahagia saat mengingat semua itu.


"Selamat kak, berarti berapa buah keponakan ku sekarang?" tanya Zayn dengan nada datarnya seperti biasa.


"Kau ini, kamu kira anak-anak kakak ini perabotan atau pakaian apa? Kamu bilang berapa buah" ucap Zoya yang memukul lengan Zayn lumayan keras.


Zayn yang mendapatkan pukulan itu merasa sedikit lebih tenang. Karena sejak tadi dia sangat tegang dan juga sangat sedih saat melihat Mom Vita seperti itu. Sekarang dengan kedatangan Zoya disisinya membuat dia bisa memiliki hiburan tersendiri.


"Jawab saja ada berapa kak. Kenapa harus mengatakan itu?" ucap Zayn yang masih menampilkan wajah datarnya.


"Kakak sudah memiliki sebelas anak, puas kamu! Dan nambah ini menjadi duabelas" jawab Zoya yang mengerucutkan bibirnya kesal pada Zayn.


"Alhamdulilah, karena kakak masih bisa memiliki anak kembali" ucap Zayn yang mengatakan nya dengan ekspresi wajah sangat dingin juga mengepalkan kedua tangan nya.


"Kau juga harus tetap bisa bersyukur. Seberapa pun yang Allah berikan pada kita semua, mungkin ini ujian juga untuk kamu dan juga kakak yang memiliki banyak anak. Karena kakaknya sering marah-marah juga teriak-teriak setiap harinya oleh tingkah mereka semua" ucap Zoya yang menenangkan adiknya ini.


"Hmm, kakak memang benar. Karena semuanya sudah ditakar oleh NYA" jawab Zayn yang memang selalu mencoba untuk tidak selalu mengingat kejadian silam.


Saat mereka sedang berbincang-bincang bersama, tiba-tiba para dokter berlarian menuju ruangan rawat Mom Vita. Dan itu tentu membuat Zayn dan Zoya panik melihat itu semua, Zoya menghentikan salah seorang dokter dan menanyakan apa yang terjadi. Dokter tersebut menjawab jika Mom Vita mengalami kritis dan sekarang sedang koma.


Itu membuat Zoya dan Zayn tidak bisa melakukan apa-apa. Yang hanya bisa mereka lakukan adalah berdo'a dan berdo'a untuk kesembuhan Mommy mereka. Zoya meminta Dharma untuk menghubungi semua adik-adiknya untuk segera kemari tanpa mengatakan pada siapa-siapa. Termasuk pria yang berstatus sebagai suami dan Daddy mereka semua. Siapa lagi jika bukan Dad Louis Edison.


"Z, kakak sudah memanggil saudara-saudara kita untuk datang kemari tanpa mengatakan apa-apa pada yang lainnya. Karena Kalak sudah tahu segalanya, jadi kamu jangan khawatir" ucap Zoya yang dijawab anggukan oleh Zayn.


"Lalu apa yang akan kita lakukan sekarang? Kita sudah melakukan yang terbaik untuk Mommy. Sebaiknya kakak istirahat saja, kakak sedang hamil dan jangan terlalu lelah. Kakak Istirahatlah sekarang, disebelah sana ada ruangan untuk istirahat" ucap Zayn yang mengatakan itu pada Zoya. Karena dia tidak mau jika kakaknya juga kenapa-kenapa.


"Baiklah, kakak akan istirahat, kamu juga jangan memaksakan diri kamu Z" jawab Zoya yang langsung pergi diantarkan oleh Dharma yang selalu standby didekat Zoya.


"Boleh saya duduk disini?" tanya pria paruh baya yang tidak lain dan Addofo Barnard. Ayah kandung dari Zoya, kakaknya.


"Silahkan" jawab Zayn yang tanpa mengalihakan pandangan nya sedikitpun dari pintu ruangan rawat Mom Vita.


"Kalian semua sudah melakukan yang terbaik. Maafkan kesalahan saya yang dulu, saya sudah sangat bersalah dan sudah menyesalinya. Jika boleh saya yang akan mendonorkan ginjal saya padanya, supaya hidup saya lebih bermakna, jika saya harus matipun. Saya akan sangat bahagia, karena bisa menolong orang, apa lagi dia... Dia adalah orang yang saya cintai" ucapnya yang mengatakan itu semua dengan lantang dan disaat kata mencintainya dia mengatakan nya dengan sangat pelan.


"Saya tidak bisa memutuskan semuanya. Karena walau bagaimana pun juga, anda adalah Ayah dari kakak saya. Saya yakin jika dia akan sangat terluka jika mengetahuinya tanpa adanya diskusi sebelumnya" jawab Zayn yang sudah tahu jika pria disampingnya ini sudah benar-benar berubah dan bertaubat menjadi orang baik. Tapi dia tidak ingin menerimanya dengan mudah, apa lagi dia adalah Ayah kandung kakaknya dan Zayn tidak ingin disalahkan jika nanti akan adanya kecelakaan setelah operasi. Atau mengalami kolpliasi pasca operasi.


"Baiklah, saya akan mengatakan niat saya ini. Jika pun tidak diizinkan juga tidak apa-apa, saya hanya menawarkan bantuan yang saya bisa saja" jawabnya dengan pasrah, karena dia juga tidak ingin menyakiti putrinya lagi untuk yang kesekian kalinya.


Keduanya saling diam dan datang Aaron untuk menyampaikan jika dia sudah mendapatkan donor yang cocok. Tapi dia meminta tebusan yang sangat mahal juga ingin bertemu langsung dengan Zayn. Zayn yang siap melakukan apa saja dia menemuinya dan memberikan apa-apa yang dinginkan oleh orang tersebut.


Tapi saat akan bertemu dengan orang tersebut Zayn melihat adanya ketidak beresan dengan orang itu. Zayn meminta Aaron untuk lebih hati-hati dan waspada lagi untuk mencari pendonor untuk Mom Vita. Karena ini tidak untuk main-main dan untuk orang yang hanya menginginkan keuntungan dari itu semua. Sehingga rela menjual anak dibawah umur.


"Kau harus lebih jeli dan waspada, jika tidak ingin kasus ini terulang kembali. Untung saja saya mendengarnya langsung dan mencegah sebelum semuanya terjadi" ucap Zayn yang menahan amarahnya, karena dia sudah senang sekarang harus kembali menunggu Danu entah sampai kapan.


"Maafkan saya King. Saya hanya ingin Nyonya besar segera mendapatkan pertolongan, sekali lagi saya minta maaf King" ucap Aaron yang menunduk dan merasa bersalah. Jikalun dia akan dihukum, dia sudah siap. Karena ini memang kesalahan nya.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up tiap hari....


Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗