
Tami mengikuti langkah Daffy yang menunjukan arah kamarnya mandi. Dia sangat malu dan juga takut, karena dia tidak tahu siapa pria yang ada dihadapan nya saat ini.
"Ini kamar mandinya. Silahkan Nona" ucap Daffy menunjukan kamar mandi tersebut pada Tami.
"Terimakasih Tuan. Saya permisi" ucap Tami yang langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Siapa dia? Kenapa dia bisa kesasar seperti itu? Apa dia keluarga dari pihak pria yang datang kemari?" gumam Daffy yang merasa aneh dan dia juga tidak suka dengan keramaian. Apa lagi disana tidak ada yang dia kenal kecuali saudara-saudaranya yang sengaja datang.
"Loh, Tuan masih disini? Terimakasih Tuan, anda sudah mengantarkan saya kemari. Saya permisi" ucap Tami yang melihat Daffy masih berdiri disana.
"Sama-sama, boleh saya bertanya sesuatu pada anda Nona? Itu jika anda mengizinkan nya" ucap Daffy pada Tami.
"Oh, silahkan saja Tuan. Apa yang ingin anda tanyakan?" tanya Tami mempersilahkan Daffy bertanya.
"Saya baru melihat anda disini dan anda juga sangat asing untuk saya. Apa anda dari pihak pria yang datang kemari? Maaf anda jangan tersinggung" ucap Daffy yang tidak ingin jika Tami tersinggung dengan pertanyaan nya.
"Iya Tuan. Saya memang dari pihak pria, apa anda tidak melihat kedatangan kami kemari? Karena kami hanya bertiga saja dengan kakak dan Ibu saya" jawab Tami dengan ramah.
"Oh, maaf jika saya lancang bertanya seperti itu" ucap Daffy yang merasa tidak enak pada Tami.
"Tidak masalah Tuan. Kalau tidak ada lagi yang ditanyakan, boleh saya pergi sekarang? Karena Mama saya pasti mencari-cari saya karena terlalu lama pergi" ucap Tami yang pamit pada Daffy yang hanya diam mematung saja.
"Tunggu dulu Nona. Boleh saya tahu nama anda? Maaf saya tidak bermaksud lancang atau sengaja menggoda anda. Saya hanya ingin tahu saja, jika tidak mau juga tidak apa-apa" ucap Daffy yang mengulurkan tangan nya pada Tami.
"Perkenalkan nama saya Daffy" ucap Daffy menyebutkan namanya pada Tami.
"Aditami atau Tami saja" jawab Tami yang merasa aneh dengan pria didepannya ini.
"Terimakasih Tami, senang berkenalan dengan anda. Silahkan jika ingin pergi" ucap Daffy yang meminta Tami pergi dari hadapan nya.
"I.. Iya Tuan, saya permisi" ucap Tami yang langsung pergi setelah mengatakan itu semua dan dia tidak perduli dengan pria aneh itu.
"Dasar cowok aneh, nganterin ujung-ujungnya modus juga. Untung ganteng, kalo nggak udah tak pites dia kayak kutu" gerutu Tami saat menjauh dari Daffy yang menurutnya modus.
"Tahu gini lebih baik aku minta tolong pada pelayan yang ada disini. Tapi bagaimana lagi, panggilan alam sudah tidak tertahankan" gerutunya lagi sambil terus berjalan dan sampai didepan Tama dan Zaniya.
"Kamu kenapa menggerutu seperti itu?" tanya Tama yang menegur adiknya.
"Nggak apa-apa, hanya habis bertemu dengan orang gila" jawab Tami dengan mengatakan nya malas.
"Kamu ini ada-ada saja. Mana ada disini orang gila" ucap Tama yang menghelengkan kepalanya mendengar jawaban dari Tami.
"Emang bener kok. Kakak saja yang tidak percaya kalo aku habis ketemu orang gila" jawab Tami dengan berapi-api.
"Memangnya siapa orang gila itu? Apa dia seorang wanita atau laki-laki?" tanya Zaniya yang menanggapi ucapan dari Tami.
"Kamu ini apa-apaan sih, kenapa malah ditanggepin ucapan nya yang aneh itu?" tanya Tama yang menegur tunangan nya.
"Sudah, abang diam saja. Ini urusan wanita, lebih baik abang gabung saja dengan para pria" ucap Zaniya mengatakan nya tanpa beban sama membuat Tama hanya bisa diam.
"Kenapa tidak menjawab? Siapa dia?" tanya Zaniya lagi sambil tersenyum dan menaikan alisnya.
"Laki-laki, bahkan dia malah modus padaku. Iihhh, pokonya nyebelin deh" jawab Tami dengan menggebu-gebu dan juga penuh dengan kekesalan.
"Apa laki-laki itu tampan. Seharusnya sih iya, karena jika dari keluarga kami semuanya tidak ada yang jelek. Semuanya cantik-cantik dan tampan-tampan pastinya" ucap Zaniya yang mengibaskan rambutnya.
"Mulai lagi narsisnya. Iya-iya dia itu tampan, puas! Bukan itu masalahnya kakak iparku yang cantik" ucap Tami yang malah gregetan ingin mencubit ginjal Zaniya.
"Oh, terimakasih. Lalu apa masalahnya? Dia tampan iya, keluarga kami? Juga iya, lalu apa lagi?" taya Zaniya dengan santainya dan dia menatap para saudaranya yang sedang berkumpul bersama minus Zahiya dan Daffy.
'Kemana bang Daffy? Jika Zahiya sudah tidak heran lagi jika dia tidak ada. Tapi bang Daffy? Kenapa dia tidak ada juga? Apa mungkin dia pergi keluar dan tidak menghadiri acaraku ini?' gumam Zaniya dalam hati mencari sosok pria muda itu.
"Hey, kondisikan mata anda kakak ipar" ucap Tami yang menatap wajah Zaniya yang tertuju pada kumpulan pemuda tampan-tampan didepan sana.
"Hey, adik iparku. Mereka-mereka itu adalah saudara sepupu ku, memangnya kenapa jika aku melihat mereka? Ada yang salah?" tanya Zaniya yang masih terus menatap sekeliling dan mencari keberadaan Daffy.
"Tentu saja masalah. Lihat tuh disebelah kakak ipar, kakak ku terlihat sangat menyeramkan" jawab Tami yang menunjuk Tama menggunakan dagunya.
"Ah iya. Aku sampe lupa, jika aku sekarang sudah memiliki ayank" ucap Zaniya yang langsung memeluk lengan Tama dengan begitu posesifnya.
"Dasar bucin. Ya sudah lah, aku akan pergi saja. Dari pada disini terus, bikin sakit mata saja" ucap Tami yang ingin beranjak pergi namun ditahan oleh Zaniya.
"Tunggu dulu adik iparku yang cantik, tapi kalah cantik dengan ku. Aku belum tahu siapa pria gila dan modus itu? Apa kau tahu namanya?" tanya Zaniya yang menatap wajah Tami dengan sangat lekat.
"Tidak jadi, dan sudah expired" jawab Tami dan dia ingin pergi tapi tetap saja ditahan oleh Zaniya.
"Katakan atau kamu tidak akan aku lepaskan" ucap Zaniya dengan seringai liciknya.
"Anda memaksa saya kakak iparku? Tapi sayangnya aku tidak takut dengan ancaman dari kamu. We" ucap Tami yang ingin pergi tapi tetap saja tidak bisa karena tangan nya masih digenggam oleh Zaniya.
"Kak, kenapa dia menyebalkan sekali sih sekarang?" tanya Tami yang menatap sebal pada Zaniya.
"Aku tahu. Makanya jelaskan dulu, baru aku lepaskan" jawab Zaniya untuk mewakili Tama bicara.
"Oke dia memang saudara kakak iparku yang cantik tapi menyebalkan. Dan namanya... Da... Da... Siapa ya aku lupa" jawab Tami yang mencoba mengingat-ingat nama pria yang tadi bersama dengan nya.
"Da? Setahuku nama yang awalan Da hanya abang ku yang paling ganteng dan paling dingin. Bahkan es balok saja kalah dingin nya dengan abang ku itu" ucap Zaniya yang mengusap-ngusap dagunya seperti sedang berfikir.
"Emangnya aku perduli?" tanya Tami yang semakin kesal saja pasalnya pria itu malah berjalan mendekat kearah mereka.
"Jangan seperti itu dek, apa ini yang Mama ajarkan pada kita? Kita harus sopan pada siapapun tanpa terkecuali. Kenapa sikap kamu seperti ini?" tanya Tama yang mengatakan nya penuh dengan ketegasan nya.
"Maaf kak, aku hanya tidak suka jika membahas masalah itu. Aku tidak suka" ucap Tami yang menunduk merasa bersalah.
"Iya kak. Maaf aku tidak akan mengulanginya lagi" jawab Tami yang sudah ketakutan jika melihat ketegasan dari kakaknya.
"Apa dia yang sudah mengganggu kamu?" tanya Zaniya yang menunjuk kearah Daffy.
"Hmm" jawab Tami malas dan dia segera pergi dari sana untuk menghampiri sang Mama.
"Masa sih, kalo bang Daffy kayak gitu? Dia itu pria dingin dan kaku bisa menyebalkan? Rasanya itu tidak akan mungkin" gumam Zaniya yang melihat Daffy hanya diam saja.
"Kenapa? Apa yang tidak mungkin? Semuanya mungkin saja jika sudah bertemu dengan seseorang yang tepat akan berubah" tanya Tama yang merasakan hal yang sama saat dulu awal bertemu dengan Zahiya dan Zaniya.
"Seperti abang gitu? Abang yang dingin dan kaku bertemu dengan ku lalu sampe sekarang akan menikah, begitu maksud abang?" tanya Zaniya balik pada Tama.
"Tapi jika itu terjadi aku sih tidak masalah, lagi pula Tami sudah aku kenal dan bang Daffy adalah pria yang baik. Jadi tidak masalah sih, cuman yang jadi pertanyaan nya adalah. Tami sepertinya ogah-ogahan pada bang Daffy? Apa kita jodohkan saja mereka berdua bang? Aku sangat yakin jika bang Daffy adalah pria yang baik dan bertanggung jawab" ucap Zaniya yang mengatakan nya dengan penuh semangat.
"Biarkan saja, biarkan mereka berdua yang memutuskan nya seperti apa. Jangan pernah melakukan hal konyol seperti itu, aku tahu jika Tami asri tidak akan menyukainya. Jadi lebih baik jangan melakukan apa-apa untuk mereka berdua. Jika memang mereka berdua berjodoh tidak akan kemana. Jadi jangan memaksakan kehendak kita pada mereka berdua" ucap Tama yang mengingatkan Zaniya.
"Iya bang, aku juga tidak mungkin melakukan hal seperti itu tanpa persetujuan dari mereka berdua. Aku hanya memberikan rencana saja, aku sih punya rencana untuk membuat mereka berdua dekat tanpa mereka berdua sadari. Bolehkan jika seperti itu?" tanya Zaniya yang memang selalu saja memiliki ide seribu satu cara melakukan nya.
"Terserah kamu, jika mereka marah jangan libatkan aku didalamnya" ucap Tama yang sudah bisa menebak apa yang akan terjadi pada mereka berdua.
"Thank you abang sayang" ucap Zaniya yang langsung memeluk Tama dengan erat dan membuat semua orang menatap kearah keduanya.
"Benarkan By, jika putri kita yang sudah ingin segera didikahkah. Lihat saja tingkahnya itu, bikin malu saja" ucap Azalya yang menatap kearah Zaniya dan Tama yang sedang berpelukan. Lebih tepatnya Zaniya yang memeluk Tama. Sedangkan Tama hanya diam mematung dan juga tegang.
"Dia seperti dirimu dulu" ucap Zayn yang mengatakan nya sambil berlalu dari sana. Karena dia merasa tidak nyaman akan kehadiran banyak orang.
"Hubby Ihhh, kenapa malah ninggalin aku disini" gerutu Azalya yang malah menggerutu dan dia duduk kembali diatas sofa.
"Dia itu sungguh menyebalkan, untung cinta" gumam Azalya yang menatap punggung Zayn yang sudah menjauh darinya.
"Semoga saja kalian berdua selalu bahagia. Mommy akan selalu mendo'akan yang terbaik untuk kalian berdua" gumam Azalya yang menatap pada Zaniya dan Tama.
"Semoga saja sayang" ucap Mom Vita yang sudah duduk disamping Azalya dan mengusap tangan Azalya.
"Mom, apa Mommy baik-baik saja? Mommy terlihat pucat sekali?" tanya Azalya yang menatap Mom Vita seperti sedang sakit parah dan disembunyikan olehnya.
"Mommy baik-baik saja. Hanya sedikit kelelahan saja. Jangan khawatir" ucapnya yang beberapa menghela nafasnya dan itu tentu saja membuat Azalya semakin khawatir akan keadaan Ibu mertuanya.
"Mom, jelas saja Mommy tidak baik-baik saja. Aku akan panggilkan Aaron untuk segera memeriksa Mommy" ucap Azalya yang langsung bangkit untuk membawa Mom Vita pergi dari sana.
"Nak Mommy tidak apa-apa dan Mommy baik-baik saja" ucap Mom Vita yang sudah pasrah jika nanti anak-anaknya marah padanya jika mengetahui dirinya yang sedang sakit parah.
"By, bisa panggilkan Aaron? Kita harus tahu keadaan Mommy sekarang By, aku sangat khawatir melihat Mommy yang sangat pucat itu" ucap Azalya yang menjelaskan nya. Jika tidak sudah dipastikan Aaron akan mendapatkan hukuman karena dia meminta Aaron untuk datang.
"Akan aku panggilkan. Sekarang Mommy dimana?" tanya Zayn yang menatap Azalya dengan sangat lekat.
"Ada didalam, aku sengaja membawa Mommy kemari dan meminta Hubby untuk memanggil Aaron. Aku sangat takut By" jawab Azalya yang merasa takut jika Mommy mertuanya kenapa-kenapa.
"Hey, tenanglah sweetie. Semua akan baik-baik saja, Aaron akan segera datang. Jangan menangis dan jngan berfikiran macam-macam" ucap Zayn yang menenangkan Azalya supaya tidak menangis dan berfikiran macam-macam tentang Mom Vita.
"Aku hanya takut saja By" ucap Azalya yang masih terisak dipelukan Zayn dengan sangat erat.
"Maaf King, apa yang harus saya lakukan?" tanya Aaron yang bertanya saat Zayn dan Azalya sedang berpelukan.
"Periksa keadaan Mommy saya sekarang" ucap Zayn yang masih merangkul Azalya menuju kedalam kamar dimana Mom Vita sedang tertidur.
"Apa Nyonya besar sudah seperti ini lama King?" tanya Aaron berhati-hati menanyakan nya pada Zayn.
"Apa yang terjadi pada Mommy saya?" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya dan itu membuat Aaron tidak berani bertanya kembali.
"Nyonya mengalami gagal ginjal King. Dan lebih parahnya lagi kedunaya sudah sangat parah. Walau harus cangkok atau menerima donor akan sangat kecil untuk bisa selamat. Maafkan saya harus memberitahunya sekarang pada anda King" jelas Aaron yang takut-takut menjelaskan semuanya pada Zayn. Pasalnya Zayn sudah menatapnya dengan tajam dan membunuhnya.
"Lalu apa jalan satu-satunya yang harus ditempuh? Saya ingin beliau sembuh bagaimanapun caranya!" ucap Zayn penuh dengan penekanan disetiap katanya pada Aaron.
"Jalan satu-satunya hanya menjalani operasi dan langsung cemoterapy untuk Nyonya besar. Dan tidam disini King. Walau disini alat-alatnya lengkap pendonor jarang yang ada. Saya akan usahakan semuanya jika sudah berada di America" ucap Aaron yang memberikan kode jika mereka akan menggunkan transaksi dengan pasar gelap untuk mendapatkan ginjal yang dibutuhkan dan kualitas bagus.
"Urus semuanya, jangan sampai ada kesalahan. Saya sendiri yang akan mengawal Mommy saya sampai disana dan mendapatkan yang terbaik" ucap Zayn yang menatap wajah Mom Vita sudah sangat pucat dan sangat kurus.
"By, apa yang akan Hubby lakukan? Apa yang akan Hubby lakukan pada Mommy?" tanya Azalya yang tidak mendengar apa yang dikatakan oleh Zayn dan Aaron.
"Mommy mengalami gagal ginjal dan harus menjalani operasi juga cemoterapy. Aaron menyarankan untuk segera membawa Mommy ke America sekarang juga. Aku akan membawa Mommy kesana, kamu disini dan pantau semuanya dibantu oleh Zahiya. Jangan pernah melakukan apapun tanpa seizin dariku" ucap Zayn yang meminta Azalya untuk tidak ikut dan tetap berada disini sampai dia kembali.
"Lakukan yang terbaik By, aku akan melakukan apa yang Hubby katakan dengan Zahiya" jawab Azalya yang langsung setuju lalu menggenggam tangan Mom Vita dengan sangat erat.
"Kami akan pergi sekarang. Jika ada yang bertanya tentang Mommy siapapun itu jangan kau beri tahu dimana Mommy berada. Siapapun dan tanpa terkecuali, ingat itu baik-baik dan jangan sampai kamu kelepasan dalam berbicara" ucap Zayn yang memperingatkan Azalya untuk selalu mengingat apa yang dikatakan oleh Zayn pada Azalya.
"Akan selalu aku ingat By" jawab Azalya yang memeluk Zayn sebelum dia pergi sambil membawa Mom Vita menuju mobilnya yang sudah dipersiapkan ditempat yang aman.
'Semoga semuanya baik-baik saja Ya Allah, sembuhkanlah Mom Vita. Angkatlah semua sakit yang ada dalam dirinya Ya Robb' ucap Azalya dalam hati dan dia bergabung lagi dengan yang lainnya supaya tidak ada yang curiga akan apa yang sudah terjadi tadi.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya buat Othor supaya makin semangat buat selalu up tiap hari....
Terimakasih and happy reading... 🤗🤗🤗