
Keesokan harinya seperti biasa Azalya masih terlelap dibawah selimut tebalnya dengan posisi yang sama. Yaitu memeluk tubuh kekar Zayn yang sangat diidamkan oleh kebanyakan wanita diluaran sana.
Tapi Azalya sangatlah beruntung. Karena dialah yang pertama dan mungkin yang terakhir untuk Zayn. Karena Zayn adalah tipe orang yang sangat sulit dekat dengan orang lain dan apa lagi itu seorang wanita.
Melihatnya saja sudah membuat nyali orang ciut apa lagi mendekatinya. Walau penampilan dan juga wajahnya sangat tamvan, tapi aura yang dikeluarkan sangat-sangat mengerikan dan juga sangat dingin.
"Morning kiss hubby" ucap Azalya saat Zayn baru membuka matanya dan hal yang pertama kali dia lihat adalah wajah Azalya yang sudah segar juga sudah wangi tentunya.
"Tumben hubby bangun terlambat? Biasanya hubby akan bangun lebih cepat dibandingkan dengan ku?" tanya Azalya yang melihat Zayn masih asik menatap wajahnya dengan sangat intens.
"Jangan menatapku seperti itu. Nanti bisa jatuh cinta loh" ucap Azalya yang dengan jahilnya malah mencubit gemas hidung mancung Zayn dan langsung tergelak sangat keras.
PLETAK...
Zayn langsung menyentil kening Azalya yang sedang tertawa terbahak-bahak dan langsung berhenti karena merasakan sakit dikening nya.
"Sakit tahu By, tega banget sih. Pagi-pagi bukan nya memberikan morning kiss atau apa ini malah sentilan. Sungguh teganya dirimu, teganya, teganya, teganya. Ho... Pada diriku" ucap Azalya yang malah menyanyi diujung kalimatnya.
Zayn tidak menanggapi ucapan Azalya yang menurutnya itu sangatlah aneh dan juga absurd. Zayn langsung bangkit dari berbaring nya menuju kamar mandi. Pagi ini dia harus bekerja lagi seperti semula dan akan menjadi Mister Z lagi.
"Apa hubby akan kekantor sekarang?" tanya Azalya yang melihat Zayn baru keluar dari kamar mandi.
"Aku sudah menyiapkan pakaian hubby" ucap Azalya lagi yang tidak mendapatkan respon dari Zayn.
Zayn menerima pakaian yang diberikan oleh Azalya padanya. Dia mengenakan nya dihadapan Azalya langsung tanpa malu sedikitpun juga. Saat akan mengenakan dasi, Azalya mengambilnya dari tangan Zayn dan langsung mengalungkan nya dileher Zayn lalu mengikatnya dengan rapih.
"Sudah siap. Kan sudah sangat tamvan. Suaminya siapa sih ini" ucap Azalya dengan menampakan wajah imutnya dihadapan Zayn.
"Kita turun sekarang. Semuanya pasti sudah menunggu" ajak Azalya yang menggandeng lengan Zayn untuk menuju arah lift.
"Kenapa hubby berhenti?" tanya Azalya saat Zayn berhenti berjalan.
"Kapan penyangga kakimu dilepaskan?" tanya Zayn yang melihat kaki Azalya sudah seperti semula dan tanpa penyangga kaki juga tanpa tongkat lagi berjalan nya.
"Oh, ini semalam. Karena merasa tidak nyaman, jadi aku lepaskan. Lagian ini sudah sembuh, lihatlah sudah bisa berdiri juga kan? Ya, walau masih sedikit nyeri" jawab Azalya dengan senyuman nya yang sangat menggemaskan.
Zayn hanya mengangguk dan melanjutkan jalan nya dengan perlahan. Karena dia mengimbangi jalan nya Azalya yang masih belum bisa berjalan dengan normal. Saat keluar dari lift semua mata tertuju pada keduanya yang sedang berjalan bergandengan tangan.
Bukan itu yang menjadi tujuan tatapan semua orang. Melainkan Azalya yang sudah bisa berjalan dan juga penyangga dikakinya sudah tidak ada. Semua orang sangat senang, apa lagi rencananya nanti malam mereka akan pulang kembali ke negara asalnya.
"Mama, kenapa bengong gitu?" tanya Azalya yang melihat sang Mama hanya diam dan menatapi nya saja dari atas hingga bawah dan begitu seterusnya.
"Mama nggak apa-apa. Kamu sudah bisa berjalan?" tanya Mama Soraya yang langsung menghampiri putrinya.
"Seperti yang Mama lihat" jawab Azalya yang penuh dengan senyuman dibibirnya juga terlihat sangat bahagia.
"Mama senang melihatnya. Apa lagi Mama dan yang lainnya akan segera pulang kembali. Jadi Mama tidak terlalu khawatir pada kamu yang masih sulit berjalan" ucap Mama Soraya dengan senyuman dan juga matanya malah berkaca-kaca.
"Jadi hari ini Mama dan Papa akan pulang?" tanya Azalya yang wajahnya berubah menjadi sedih.
"Kenapa harus sedih? Kamu disini dengan suami kamu dan juga kita masih bisa telpon atau video call. Kenapa malah sedih" ucap Mama Soraya sambil memeluk tubuh putrinya.
Zayn hanya menatapnya dengan datar dan tanpa ekspresi seperti biasa. Dan itu membuat Mom Vita menghampirinya dan juga memeluknya.
"Mommy juga akan pulang bersama dengan yang lainnya. Abang Z tidak apa-apa kan jika Mommy dan Daddy pulang sekarang?" tanya Mom Vita yang sudah mengurai pelukan nya pada Zayn.
"Oma dan Opa disini saja ya. Temani Aza saat dimainson jika hubby sedang kerja" ucap Azalya yang menatap Oma dan Opa nya saat ini.
Opa Wijaya dan Oma nya hanya saling pandang. Sebenarnya mereka berdua menginginkan nya untuk selalu dekat dengan Azalya. Tapi mereka berdua tidak enak pada Zayn jika harus tinggal disini lebih lama lagi.
"Hubby, boleh ya Opa dan Oma disini bersama dengan kita berdua. Aku pasti sangat kesepian jika sendirian dimainson sebesar ini" ucap Azalya yang sudah menatap Zayn yang juga menatap Azalya yang sedang sedih.
"Iya, Oma dan Opa bisa tinggal disini sesuai keinginan Opa dan juga Oma" jawab Zayn seperti biasanya yang selalu datar dan juga dingin.
"Itu juga jika Oma dan Opa tidak keberatan" lanjut Zayn lagi saat melihat Mommy dan Daddy nya yang hanya mengangguk setuju akan keputusan Zayn untuk membuat Oma Rena dan Opa Wijaya tinggal disini bersama dengan mereka berdua.
"Jika kalian yang memintanya kami bisa apa" ucap Oma Rena yang memandang Azalya dan Zayn bergantian.
"Sudah siang ini, kita belum sarapan. Nanti Zayn bisa telat datang ke kantornya" sela Papa Danu yang mengajak mereka untuk sarapan bersama.
Dan yang lainnya juga sama. Mereka semua sarapan dengan sangat lahap, hingga Zayn selesai lebih dulu karena dia sudah ada janji dengan klien nya yang datang dari jauh hanya untuk bisa bertemu langsung dengan nya.
"Z berangkat sekarang. Ini hampir telat" ucap Zayn pada semua yang ada didepan meja makan.
"Hubby belum menghabiskan makanan nya. Apa mau aku bungkus supaya hubby bisa memakan nya didalam mobil?" tanya Azalya yang melihat piring Zayn masih belum habis.
"Tidak perlu. Aku sudah terlambat" jawab Zayn yang hanya mengusap kepala Azalya sebelum pergi.
"Abang Z, kenapa Angga tidak menjemput? Apa dia baik-baik saja?" tanya Mom Vita saat tidak melihat Angga yang selalu standby didepan menunggu Zayn selesai sarapan.
"Dia sedang mengambil cuti Mom" jawab Zayn dengan singkat dan langsung pamit sebelum dia semakin terlambat.
Karena bagi Zayn waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Jika dia bisa selalu tepat waktu maka semua orang akan mengikutinya juga. Karena pemimpin nya juga memberi contoh yang sangat baik dan juga disiplin.
Zayn diantarkan oleh dua bodyguard barunya yang sudah menunggu disamping mobil untuk membukakan pintu mobil untuk Zayn.
Saat dalam perjalanan Zayn mendapatkan telpon dari Jeff yang ingin mengabarkan sesuatu.
"Ada kabar apa?" tanya Zayn yang langsung to the point pada Jeff.
"King anda benar. Jika orang itu adalah tangan kiri dari Robert Delwyn. Dan sekarang dia sedang mendapatkan hukuman karena dia bisa tertangkap dan malah datang menemuinya" jawab Jeff disebrang sana.
"Lalu?" tanya Zayn lagi.
"Seorang wanita yang sekarang berada dirumah sakit jiwa juga dikabarkan meninggal dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Sekarang pria itu sedang menemaninya untuk dikebumikan" jawab Jeff yang sedang melihat langsung prosesi pemakaman tersebut.
"Terus awasi dan pantau terus apa yang sedang dilakukan nya dan apa saja yang dia kerjakan. Jika ada yang janggal langsung laporkan pada ku" ucap Zayn yang langsung memutusakan panggilan nya.
Dia hanya memutar-mutarkan ponselnya yang berada ditangan nya saat ini. Dia sedang memikirkan apa yang akan dilakukan oleh pria itu. Mungkinkah dia akan mendatanginya atau malah membuat kesalahan yang membuatnya mati konyol? Zayn hanya diam tapi terus berfikir dengan otak pintarnya.
Tidak terasa mobil yang dinaiki oleh Zayn udah sampai didepan gedung EDC.CORP yang menjulang tinggi didepan nya. Seperti biasa dia selalu disambut oleh seluruh staff yang ada disana termasuk dengan Chris yang sudah standby menunggunya.
"Pagi Tuan Muda" sapa seluruh staff yang sudah berbaris dengan sangat rapih.
Zayn hanya melewati mereka semua dengan langkahnya yang lebar dengan kediaman bodyguard yang selalu ada dibelakang nya dan juga Chris yang berdiri sejajar dengan nya menuju arah lift khusus petinggi perusahaan.
Saat didalam lift semua orang hanya diam dan menatap kedepan. Tidak ada yang bersuara sedikit saja, jangankan suara nafas saja seperti tidak terdengar sama sekali. Karena aura dari Zayn sangat mencekam siapa saja yang dekat dengan nya dan melihat nya.