
Saat keluar mainson dia baru ingat jika motornya tidak ada. Alias masih ada pada Tama, dan dia bingung akan menggunakan apa. Jika menggunakan mobil dia sangat malas jika sudah kejebak macet dijalan.
"Mampus gue, kenapa gue bisa lupa sama tuh simanis. Gue kepaksa pake mobil deh" ucapnya sambil menggerutu karena harus menggunakan mobil untuk kekampus.
"Kenapa Zan? Pagi-pagi sudah menggerutu?" tanya Zahiya yang melihat Zaniya menggerutu dan akan memasuki mobilnya.
"Gue males pake mobil. Tapi kepaksa aja. Udah ah, gue buru-buru" ucapnya yang langsung tancap gas setelah mengatakan itu pada Zahiya.
"Dasar aneh, kenapa dengan motornya?" gumam Zahiya yang juga akan keluar dari mainson untuk mengerjakan sesuatu yang dia sukai.
Zahiya malah menggunakan motor matic biasa dan dia tidak menggunakan mobil mewah atau motor mewahnya. Dia malah lebih suka dengan barang-barang yang menurutnya itu murah tapi nyaman. Jadi tidak perlu menggunakan barang-barang branded dan mahal saja. Selagi digunakan nya nyaman dan pas, itu lebih baik.
"Kamu mau kemana Za?" tanya Daffy yang melihat Zahiya sudah bersiap akan pergi.
"Keluar bang, ada urusan. Apa ada yang ingin abang sampaikan?" tanya Zahiya yang menatap Daffy dengan tatapan seperti biasa.
"Nggak, abang hanya nanya saja. Kamu hati-hati" jawab Daffy dan dia mengalihkan pembicaraan lalu Zahiya langsung pergi menggunakan motor maticnya.
"Sebenarnya apa yang sedang kamu lakukan Za? Kenapa kamu selalu menghindar dari abang?" tanya Daffy sambil terus menatap Zahiya yang sudah menjauh darinya.
"Semoga kamu selalu bahagia, walau bukan bersama dengan abang" gumamnya dan itu semua didengar oleh Zayn yang berada tidak jauh dari Daffy berdiri.
"Apa kamu benar-benar menyukai putriku?" tanya Zayn yang membuat Daffy salah tingkah dan merasa tidak enak karena sudah menyukai anak dari uncle nya sendiri.
"Kenapa diam? Apa kamu benar-benar mencintainya dan ingin bersama dengan nya? Jawab saya Daffy Zi Pratama" ucap Zayn penuh dengan penekanan disetiap katanya.
"Iya uncle, tapi Zahiya tidak pernah memiliki perasaan apapun pada saya. Saya mengerti, karena saya memang hanya dianggap sebagai seorang abang saja. Tidak lebih dari itu" jawab Daffy sambil menunduk dan tidak berani menatap wajah Zayn yang sedang menatapnya dengan tatapan sulit diartikan.
"Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang dan kedepan nya?" tanya Zayn lagi pada Daffy.
"Saya tidak tahu uncle. Hanya seperti ini saja, dan biarlah semuanya berjalan sesuai alurnya saja. Juga mengalir seperti air sungai dari hulu hingga kehilir. Apa uncle marah jika aku memiliki perasaan pada salah satu putri uncle?" jawab Daffy yang menatap lurus kedepan lalu dia beranikan diri untuk bertanya dan menatap wajah Zayn.
"Tentu saja, kenapa harus marah? Karena perasaan siapa yang akan tahu. Tapi setidaknya kau bisa menahan semuanya jika sudah seperti ini. Zahiya sangat ingin mandiri dan selalu sendiri, saya tidak tahu kenapa dia begitu mirip dengan saya dulu. Jika memang dia juga memiliki perasaan yang sama dengan mu, saya hanya bisa merestuinya dan mendo'akan yang terbaik untuk kalian berdua. Tapi jika tidak, jangan pernah berbuat kesalahan. Karena nyawamu sedang dalam bahaya, jika kau salah langkah saja. Sudah dipastikan, jika tidak kehilangan nyawa, maka kehilangan seluruh kepercayaan dan juga seluruh keluarga mu. Ingat itu baik-baik" ucap Zayn yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Daffy yang hanya diam menatap punggung Zayn yang menjauh darinya.
"Kenapa uncle Z mengatakan kata-kata yang sama dengan Zahiya ucapkan padaku sebelumnya? Ada apa sebenarnya? Kenapa mereka berdua seperti sedang bermain teka teki? Aku harus mencaritahunya, karena ini adalah peringatan telak dari mereka berdua" gumamnya yang langsung masuk kembali kedalam mainson dan menuju kamarnya yang berada dilantai atas.
Daffy sedang mencari-cari apa yang ingin dia ketahui dari semua yang dikatakan oleh Zahiya dan Zayn padanya, karena ini memang sangat janggal.
"Apa kau sedang mencari ini Daffy?" tanya seseorang yang tidak lain adalah Zayn yang masuk kedalam kamarnya.
"Ini apa uncle? Kenapa ini menunjukan semua tentang kematian Daddy?" tanya Daffy yang belum mengerti.
"Bacalah semuanya dengan teliti. Setelah itu baru kau bertanya" jawab Zayn yang langsung pergi setelah menyerahkan berkas yang berisi bukti yang dia miliki dan juga yang Zahiya selidiki hingga saat ini.
Daffy hanya mengangguk dan menerima semuanya dari Zayn. Dia tidak berani membantah atau melawan ucapan dari Zayn, karena dia sudah sangat baik padanya dan selalu mendukung keingin dan keputusan nya.
Daffy merasa tercengang saat membaca semua berkas-berkas yang ada ditangan nya. Pada saat dia membaca salah satu berkas dimana Zico pernah beradu argument dengan Louis dan tidak lama kemudian Daddy nya tertabrak mobil.
"Tunggu. Jadi Daddy juga memiliki perasaan pada Mommy? Hanya karena keinginan darinya Daddy sampai rela menyia-nyiakan wanita yang sudah dia cintai selama ini? Juga menelantarkan aku hanya supaya dia bisa menjadi kepercayaan ku dibandingkan dengan Daddy sendiri? Sungguh sangat licik dan juga ficik. Aku akan membalasnya sepuluh kali lipat dari apa yang dia lakukan pada kedua orang tuaku. Aku janji akan itu semua" ucapnya sambil menangis dan juga menyesali perbuatan nya yang sudah sangat membenci Daddy nya yang memang sangat menyayanginya dalam diam dan selalu berusaha untuk membahagiakan nya.
"Kau jangan gegabah dalam bertindak. Apa lagi sebelumnya kau sudah menolak keinginan nya untuk meneruskan perusahaan miliknya" ucap Zayn yang tiba-tiba sudah ada disana sedang duduk menatap Daffy yang sedang menangis sambil memeluk berkas dan juga foto kedua orang tuanya.
"Apa uncle sudah menemukan semua bukti bahwa dia yang sudah melakuan itu semua pada Daddy?" tanya Daffy yang menuntut penjelasan dari Zayn.
"Bisa iya, bisa juga tidak. Karena ini semua sedang kami selidiki, intinya kau sudah mengetahui segalanya. Jika kau ingin membalas, sebaiknya jangan. Karena kau akan sama saja dengan nya, tugasmu adalah pura-pura tidak tahu dan selalu pertindak diam dan senyap dalam melakukan sesuatu. Jangan gegabah" ucap Zayn yang terus menatap Daffy.
'Kau tidak tahu saja. Dalang dibalik semua kekacauan ini adalah ulahnya. Bahkan ingin rasanya saya menguburnya hidup-hidup. Karena ulahnya, istriku tidak bisa mengandung kembali. Sayangnya semua kemampuanku sedikit demi sedikit sudah menghilang karena sakit yang ku derita selama ini. Kau harus bisa membuatnya mengakui semua perbuatan yang dia lakukan dulu hingga sekarang pada semua orang. Apa lagi terhadap Daddy kamu yang mengikuti semua keinginan nya tapi tetap saja dia melakukan itu supaya dia segera tiada dan lenyap dari muka bumi ini' ucap Zayn hanya dalam hati sambil mengepalkan kedua tangan nya disamping kiri dan kanan nya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk membuatnya mengakui segalanya didepan semua keluarga? Terutama didepan Oma?" tanya Daffy yang sudah tidak sabar untuk membuat perhitungan dengan nya.
"Sabar saja dulu. Biarkan dia bertindak sesuai keinginan nya, jika dia melakukan kesalahan dan membuat masalah dengan kita, baru kita akan bertindak" jawab Zayn yang menjelaskan semuanya pada Daffy dan menahan nya supaya bisa bersabar.
Karena menghadapi musuh bernilai dua harus melakukan hal yang sama dengan nya juga. Dan jangan terlalu mencolok jika tidak ingin ketahuan.
.
"Opa... Apa yang sedang Opa lakukan disini? Apa sengaja untuk menemuiku?" tanya Zahiya yang menjadi Zaniya.
"Hai Zan...?" tanya Louis pada Zahiya yang memang tidak bisa membedakan jika susanti seperti ini.
"Zaniya Opa. Masih saja tidak bisa membedakan nya dengan Zahiya. Oh iya, apa yang Opa lakukan disini?" tanya Zahiya dengan tatapan teduhnya seperti Zaniya.
"Maaf, Opa sudah tua dan suka lupa. Apa lagi cucu-cucu Opa sudah banyak, jadi maklumi saja ya? Kenapa kamu juga ada disini? Apa tidak kuliah?" ucap Louis sambil mengusap kepala Zahiya dan dia bertanya kembali pada Zahiya.
"Aku sengaja datang kemari, karena jam kuliah sedang kosong. Malah kebetulan bertemu dengan Opa disini" jawab Zahiya yang mengatakan nya sambil bergelayutan manja dilengan Louis seperti yang selalu dilakukan oleh Zaniya setiap kali bertemu.
Jadi tidak akan membuatnya curiga, jika dia bukan Zaniya. Zahiya juga selalu menggunakan sesuatu yang selalu Zaniya gunakan. Dan itu sukses menipunya.
'Aku akan melakukan ini demi Daddy dan keluargaku. Jika saja Opa benar-benar baik dan juga tulus pada Daddy, aku tidak akan berbuat seperti ini dan juga sejauh ini pada Opa' gumam Zahiya dalam hati saat memeluk tubuh Louis dan dia menampilkan wajah iblisnya dibalik pelukan itu.
'Apa benar jika dia adalah Zaniya? Tapi dari semua yang dia lakukan memang sama persis dengan Zaniya jika bertemu dengan ku. Tapi kenapa fealing ku mengatakan jika dia bukan Zaniya? Kita lihat saja, dia Zaniya atau Zahiya' gumamnya sambil terus memeluk dan mengusap punggung Zahiya.
"Zaniya, apa mau menemani Opa makan siang bersama dengan Opa? Opa mengajak kamu karena mumpung kita bertemu disini. Apa kamu mau?" tanya Louis pada Zahiya yang langsung mengangguk. Karena Zaniya akan. melakukan hal yang sama.
Jika Zahiya berfikir dulu maka akan dengan mudah dia mengenali bahwa dia bukanlah Zaniya. Dengan begitu Louis mempercayainya dan tidak bersikap waspada padanya.
'Dia memang benar-benar Zaniya. Dia adalah cucu kesayangan ku, dia selalu mengerti aku sejak dulu. Kenapa Zahiya harus mirip dengan anak durhaka itu? Seharusnya dia yang seperti ini padaku. Tapi tidak apa, yang penting bisa memiliki salah satu dari mereka berdua' gumamnya dalam hati sambil terus menampilkan senyuman dibibirnya pada Zahiya.
"Opa kenapa diam saja. Ayo pesankan makanan kesukaan aku, apa jangan-jangan Opa sudah lupa dengan makanan kesukaan aku ya? Ish, Opa benar-benar keterlaluan. Masa makanan kesukaan cucu sendiri dilupakan sih. Menyebalkan!" ucap Zahiya yang mengerucutkan bibirnya dan melipat kedua tangan nya didepan dada.
"Maafkan Opa sayang. Tentu saja Opa tidak akan lupa dengan makanan kesukaan kamu, itu terlalu mudah untuk diingat walau Opa sudah pikun sekalipun" ucapnya sambil mengacak rambut Zahiya dengan gemas. Lalu keduanya tertawa bersama dan menuju restaurant didekat mereka.
Mereka berdua makan siang bersama. Sebelum itu Zahiya sudah antisipasi sebelum menyantap makanan nya dia sudah meminum penangkal segala macam racun. Jadi dia tidak perlu khawatir akan hal itu, dia memang duplikat dari Zayn Malik yang sama-sama sangat teliti dalam melakukan segala hal.
Setelah makan bersama keduanya berjalan-jalan sambil terus bercengkrama bersama. Bahkan Zahiya tidak canggung untuk merayu dan melakukan apa yang biasanya Zaniya lakukan. Bahkan dia tidak malu selalu bergelayutan manja dilengan Louis.
Saat sedang melakukan itu semua, Angga yang bertugas untuk mengawasinya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat apa yang dilakukan oleh Zahiya pada orang yang selalu diwaspadai dan juga dicurigai itu.
"Queen, anda memang hebat. Tidak salah jika anda dijuluki sebagai Queen, karena siapa saja tidak akan menyangkanya. Anda memang benar-benar totalitas melakukan semuanya" ucap Angga yang mengawasinya dari jarak yang lumayan jauh dari keduanya dan itu tidak akan ketahuan.
Karena Angga menyamar menggunakan topeng yang bisa merubah wajah seseorang sesuai dengan keinginan kita sendiri. Jadi semua anggota Louis juga tidak menyadarinya jika ada yang selalu mengawasi dan selalu memberikan laporan nya pada Zayn yang ada didalam mainson.
.
Berbeda lagi dengan Zaniya yang sedang fokus pada mata kuliahnya hari ini yang membuatnya pusing dan tidak ingin melakukan nya lagi. Dia bahkan sering menggerutu tidak jelas saat mengerjakan tugasnya.
"Dasar menyebalkan. Dia ini kenapa selalu menyebalkan sekali? Sama saja, mau sedang mengajar maupun tidak. Sama-sama menyebalkan!" gerutunya pada Tama yang sudah kembali menjadi dosen dan dia sekarang sedang mengajar didalam kelas Zaniya.
Tama sesekali menatap kearah Zaniya yang masih fokus, walau terkadang fokusnya buyar karena ada saja mata kuliah yang membuatnya kesal dan ingin sekali mengamuk didalam kelas ini.
Setelah selesai semuanya langsung bubar. Tapi tidak untuk Zaniya, dia sengaja ditahan oleh Tama untuk bisa selalu dekat dengan nya. Tama memang tidak pernah mengatakan jika dia menyukai Zaniya, tapi semua perlakuan nya terhadap Zaniya sukses membuahkan hasil yang menguntungkan baginya.
"Kenapa kamu hanya diam saja? Apa kamu tidak bisa mengerjakan semuanya? Bukankah sudah saya ajarkan pada mu sebelum melakukan ujian ku ini" ucapnya yang menatap wajah Zaniya yang mengerucutkan bibirnya kesal pada Tama.
"Abang nyebelin. Kenapa memberikan tugas sebanyak ini? Yang ada otak ku ini akan berasap" ucapnya yang membuat Tama gemas akan apa yang dikatakan oleh Zaniya.
"Jangan membantahnya Zaniya, ini juga demi kebaikan kamu sendiri. Saya lihat jika kamu sangat berpotensi dan selalu mendapatkan juara umum, tapi akhir-akhir ini semua itu menurun. Jadi kamu harus bisa mencapainya lagi" ucap Tama yang tidak menerima bantahan dari Zaniya.
"Abang nyebelin! Aku benci abang!" ucapnya sambil menghenak-hentakan kakinya dilantai dengan sangat keras.
Membuat Tama hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zaniya yang seperti anak kecil yang merajuk karena tidak dibelikan premen oleh Ibunya.
.
.
.
Jangan pernah lupa tinggalkan jejak kalian untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya....