
Austin benar-benar belajar dengan sangat giat untuk bisa memiliki kemampuan yang tidak jauh berbeda dengan Zayn. Zayn adalah motifasi untuknya bisa belajar bela diri dan juga bisa membalaskan dendamnya.
"Apa anda sudah mengerti dan juga faham dengan apa yang sudah saya jelaska dan juga saya pragakan?" tanya anggota Zayn dengan sangat tegas.
"Saya sudah mengerti. Boleh saya langsung mendapatkan pelatihan sekarang juga? Saya sudah bisa mengingat dan juga bisa menghafal semuanya. Sekarang ada bisa menyerang saya" ucap Austin yang sudah sangat siap untuk melakukan itu semua.
"Sebaiknya besok pagi saja Tuan, anda bisa melakukan nya dengan orang kepercayaan yang lain. Jika sekarang anda hanya akan melakukan itu saja, dan ada bisa melakukan nya sendiri jika anda mau tetap berlatih saat ini juga" ucap anggota Zayn yang akan segera pergi dari hadapan Austin.
"His, kenapa harus besok sih. Kapan saya akan bisa coba" gerutu Austin yang malah terkesan konyol terdengar oleh anggota Zayn.
Sedangkan Zayn yang sudah merasa lebih baik sedang berbicara dengan Aaron, karena Aaron yang merawatnya dan Angga juga datang untuk melihat keadaan Zayn dan melaporkan apa yang terjadi didalam mainson.
"King, saya minta maaf sebelumnya. Karena kemarin saya lancang menyentuh dan juga mengutak-ngatik ponsel anda. Karena Nyonya Azalya terus menghubungi anda dan saya tidak tahu harus bicara apa. Karena saya takut jika Nyonya khawatir pada anda jadi saya mengirimkan pesan jika anda sedang ada dinas keluar negri. Sekali lagi saya minta maaf" ucap Aaron yang sudah berlutut dihadapan Zayn saat ini.
"Kau sudah bertindak benar. Jangan kau ulangi lagi!" ucap Zayn dengan tatapan tajamnya.
"Bagaimana keadaan didalam mainson?" tanya Zayn pada Angga yang juga sedang duduk menghadapnya.
"Semuanya baik-baik saja King. Hanya Tuan dan Nyonya besar sudah pulang kemarin malam" jawab Angga dengan sangat tegas pada Zayn.
"Apa mereka semua sudah dipastikan jika mereka sudah masuk kedalam jet dengan selamat?" tanya Zayn lagi dengan tatapan yang masih sama.
"Sesuai yang anda inginkan King. Mereka semua sudah mendarat pagi ini dengan selamat dan sudah dijemput juga oleh anggota kita. Tapi apa kabar tidak baik dari Nyonya Azalya, beliau tidak seperti biasanya yang suka ceria dan juga selalu membuat ulah sekarang hanya diam saja dan tidak melakukan apa-apa" jelas Angga dengan sangat rinci dan juga jelas semuanya pada Zayn.
"Siapkan mobil, saya harus pulang sekarang" ucap Zayn setelah mendengar jika Azalya terlihat murung dan juga tidak bersemangat.
"Tapi King. Anda belum sembuh dan ini masih sangat parah" ucap Aaron yang mencoba mencegah Zayn untuk bangkit dari berbaringnya.
Karena memang kondisinya sedang tidak baik-baik saja dan itu sangat parah. Aaron tidak mau jika nanti mengambil resiko jika Zayn mengalami komplikasi pada luka-luka nya yang sangat parah itu.
"Kenapa? Saya sudah lebih baik!" tanya Zayn dengan tatapan yang sangat mengerikan.
"Saya lebih baik anda marah dan mungkin menghukum saya supaya anda bisa disini dulu untuk bisa memulihkan keadaan anda dulu. Luka-luka yang anda miliki lebih banyak dari pada yang dialami oleh singa yang anda ajak bertarung. Jadi tolong King, untuk saat ini saja dengarkan ucapan dari saya. Ini demi kebaikan anda sendiri" ucap Aaron yang sudah berlutut kembali dan memohon pada Zayn.
Zayn yang melihat ketulusan dan juga kesetiaan dari Aaron padanya. Zayn mau tidak mau mendengarkan apa yang Aaron ucapkan padanya, Zayn juga merasakan jika Azalya nanti akan banyak bertanya dan juga akan semakin membuatnya sedih dan akan membuat seisi mainson semakin heboh dengan keadaan nya saat ini.
"Hmm, kau menang!" ucap Zayn yang hanya bisa menghela nafasnya saja karena dia tidak bisa melakukan apapun juga untuk saat ini.
"Terimakasih King. Saya permisi" ucap Aaron yang langsung bangkit dan membungkukan sedikit badan nya berpamitan pada Zayn.
"King kenapa anda bisa melakukan ini semua? Dan singa itu masih saja menatapi saya seperti akan menerkam ku sekarang juga" tanya Angga yang ingin tahu alasan apa yang King nya katakan mengapa hingga dia seperti ini.
"Saya sudah menemukan siapa yang sudah mengincarku selama ini. Dan itu semua membuat ku tidak bisa berfikir dan memutuskan untuk bertarung dengan nya" jawab Zayn yang langsung membuat Angga dibuat sangat terkejut mendengar penuturan dari Zayn.
"Anda sudah mengetahuinya King? Kenapa anda malah menyakiti diri sendiri dibandingkan untuk menyerang mereka?" tanya Angga dengan sangat antusias dan dia lupa jika yang sedang dia ajak bicara dan dia tanyai itu adalah Zayn King Mafia yang sangat terkenal dengan semua kekejaman nya dan juga kecerdasan nya selama ini.
Zayn hanya memicingkan matanya menatap Angga dengan sangat tajam. Bahkan Angga langsung menelan slivanya dengan susah payah, karena mendapatkan tatapan dari dua raja. Satu raja hutan dan satu lagi raja Mafia.
"Maaf King, saya tidak berani" ucap Angga yang langsung menunduk tidak berani menatap Zayn dan singa didepan nya saat ini.
Singa tersebut langsung mengaum dengan sangat kencangnya melihat jika Angga dengan patuh mendengarkan semua yang dikatakan oleh Zayn dan tidak berani bertanya yang membuat Zayn marah.
Sedangkan diluar ruangan yang sedang berkumpul para anggota Zayn dibuat merinding mendengar auman dari singa yang sangat membuat mereka ketakutan mendengarnya.
"Apa ada yang terjadi didalam sana dengan King kita?" tanya salah seorang yang sudah ingin melangkah menuju ruangan rawat Zayd saat ini.
"Sepertinya tidak. Kalian bisa melihat sendiri bukan, jika King kita sama kuatnya dengan singa itu" jawab seorang lagi yang sudah menyaksikan sendiri bagaimana pertarungan yang sama hebatnya terjadi didepan mata mereka.
Zayn saat ini memang sudah menjadi insfirasi bagi semua anggotanya untuk selalu berlatih dalam mengasuh kemampuan nya. Mereka semua ingin bisa seperti Zayn yang bisa menaklukan binatang yang terkenal ganas dan juga kekejaman nya sebagai raja rimba.
Kembali lagi didalam ruangan Zayn yang sedang dirawat dengan intensif. Dengan Angga yang sedang memeriksa semua yang ingin Zayn ketahui semuanya tentang Alberto dan Addofo. Mungkin saja abang hubungan nya dan juga bersangkutan satu sama lain.
"Kau panggil juga Austin. Dia paling bisa untuk mengecek semuanya dengan baik dan juga cepat" ucap Zayn yang memberikan perintah pada Angga untuk meminta Austin juga mengerjakan pekerjaan nya juga.
"Baik King" jawab Angga yang langsung beranjak dari duduknya untuk segera keluar dan memanggil Austin untuk segera membantunya juga dalam memecahkan semua teka teki ini.
Sementara Angga sedang mencari keberadaan Austin. Zayn mencoba menghubungi Azalya untuk tidak selalu khawatir padanya.
TUT...
TUT...
TUT...
Azalya langung mengangkat panggilan dari Zayn setelah dering pertama. Dan betapa senang dan juga bahagianya mendapatkan panggilan dari Zayn yang memang sedang dia tunggu-tunggu selama dua hari ini.
"Halo, hubby. Apa hubby baik-baik saja?" tanya Azalya disebrang sana saat menerima telpon dari Zayn.
"Hmm" jawab Zayn dengan wajah yang berbinar mendengar suara dari Azalya. Istri cerewetnya.
"Hubby dimana sekarang? Apa dinasnya masih lama? Aku sangat merindukan hubby" ucap Azalya dengan menangis bisa mendengarkan suara Zayn yang dingin tapi selalu membuatnya semakin merindukan nya.
"Mungkin akan sedikit lama. Kau baik-baik dimainson dan jangan membuat ulah" jawab Zayn yang mengancam diakhir kalimat yang dia ucapkan.
"His, bukan nya membuat istrinya senang dan mengucapkan kata-kata yang sedikit perhatian. Ini malah memberinya ancaman. Dasar Mister flat!" umpat Azalya yang kesal sekaligus senang mendengar Zayn bicara saja.
"Karena kamu memang sangat pantas dan juga sangat ceroboh jika tidak diberikan ancaman" ucap Zayn dengan menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.
"Ih, hubby.... Aku kan tidak seperti itu sekarang" jawab Azalya yang selalu protes akan ucapan dari Zayn.
Azalya mencoba untuk mengalihkan panggilan biasa nya menjadi panggilan video. Tapi tidak diterima oleh Zayn, Zayn tidak ingin jika Azalya melihat keadaan nya saat ini. Jadi lebih baik membuatnya kesal dari pada harus bersedih.
"Jangan membuang-buang waktu, aku hanya mempunyai waktu beberapa menit lagi untuk bisa menghubungi mu" ucap Zayn yang tidak menerima panggi video dari Azalya.
"His, menyebalkan sekali hubby ini. Tapi ya sudahlah, yang penting aku bisa mendengar suara dari suamiku yang sangat aku ridukan" ucap Azalya yang protes tapi tidak lama kemudian dia sepertinya tersenyum karena mendapatkan telpon dari Zayn.
"Baiklah, saya tutup dulu telpon nya" ucap Zayn yang langsung memutusakan panggilan telpon nya dari Azalya.
Azalya yang belum sempat mengucapkan apapun lagi sedang menggerutu karena dia sudah tidak sedang berbicara lagi dengan Zayn. Dia terus mengumpatinya dan juga memaki-maki nya. Seolah tangan nya reflek memegang keningnya yang selalu mendapatkan sentilan dari Zayn.
Azalya langsung menangis mengingat jika sedang bersama atau berdua dengan Zayn. Dia sering mendapatkan sentilan dikeningnya oleh Zayn. Azalya benar-benar merasa sangat kehilangan dan juga merasakan rindu yang sangat besar kepadanya.
.
.
.
Ditunggu ya, like dan komentarnya....
Juga vote dan hadiahnya...