
"Auntie kenapa malah sudah sangat akrab dengan nya? Padahal kalian baru bertemu satu kali dan itu juga disituasi yang tidak tepat. Kenapa begitu akrab dan seperti sudah kenal lama?" tanya Daffy heran dengan apa yang dilakukan oleh Zia dan Tami.
"Memangnya kenapa jika akrab? Kamu tidak suka jika kamu akrab dan dekat satu sama lain? Aneh sekali kamu ini" bukan nya menjawab pertanyaan dari Daffy, Zia malah balik bertanya padanya.
"Ya, aku heran saja auntie. Tapi memang bagus sih jika auntie dan Tami bisa dekat, karena dia akan sulit dekat dengan orang asing. Tapi begitu mudah jika dengan auntie" jawab Daffy yang merasa malu juga mengatakan nya pada Zia. Pasalnya dia tidak terlalu dekat dengan Zia atau saudara Daddy nya yang lain.
"Jika kamu tidak mau ya akan auntie jodohlan saja dengan putra auntie. Karena dia adalah gadis yang sangat manis dan juga sangat ramah. Jadi akan auntie usahakan jika dia menjadi menantu auntie" ucap Zia dengan santainya dan dia langsung meninggalkan Daffy yang melongo bingung akan ucapan dari auntie nya.
"Apa yang tadi auntie bilang? Kejam sekali jika melakukan itu pada ponakan sendiri" gumamnya yang melihat Zia sudah pergi dari kamarnya diikuti oleh yang lainnya.
Daffy menghela nafasnya kasar lalu dia merebahkan dirinya kembali dan dia benar-benar memejamkan matanya hingga dia terlelap dengan sendirinya.
.
Keesokan harinya sesuai apa yang dikatakan oleh Zia, dia datang kerumah Tami untuk membicarakan masalah penting dan itu tentang Tami dan Daffy. Disana semuanya orang sudah berkumpul, termasuk para tetangga yang siap membantu kelangsungan acara lamaran mereka berdua.
Semuanya sudah sepakat jika pernikahan Daffy akan dilangsungkan dua minggu kedepan, dan itu dilangsungkan dimulai dari hari ini. Dan mereka semua sudah siap dan mereka hanya terima beres hingga hari pernikahan mereka berlangsung.
Hingga berita ini sangat mencuat begitu cepatnya seperti api yang disiram oleh bensin. Dan terdengar ditelinga Daniel yang ternyata sudah memiliki perasaan pada Tami, tanpa Tami sadari sejak dulu.
"Kenapa nasib percintaan ku tidak pernah berjalan dengan mulus, semuanya sudah pergi dengan pasangan dan juga pilihan hatinya masing-masing. Sedangkan aku? Aku hanya sendiri dan tidak akan bisa memiliki pasangan dalam kehidupan ku. Apa aku ini kurang tampan? Atau aku kurang baik? Sehingga semua wanita tidak pernah mau melirik ku dan bisa memberikan hatinya pada ku ini" gumamnya yang menerima undangan langsung dari Tami.
"Sungguh ini sangat menyakitkan, walau didunia ini masih banyak wanita yang masih single dan cantik, juga baik. Tapi kenapa setiap dekat dan merasakan perasaan lebih padanya, dia yang akan pergi dengan yang lain" ucapnya sambil terus menatap undangan ditangan nya.
Daniel sedang meratapi nasibnya yang malang dan tidak bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa memiliki Tami, apa lagi Zaniya yang sekarang sudah sangat bahagia dengan suaminya dan sebentar lagi akan menjadi seorang Ibu dari dua baby kembarnya.
Tiba-tiba ada seseorang datang dan duduk disamping Daniel yang sedang menunduk. Dia merasa bingung dengan seseorang yang ada disampingnya malah tersenyum dan menatapnya lekat.
"Anda ini kenapa? Sudah duduk disini sendiri dan malah termenung dan sedih. Apa anda tidak takut jika anda akan kesurupan hantu penunggu disini" ucap seorang wanita yang entah dari mana datangnya.
"Hah, kau ini siapa? Kenapa tiba-tiba ada disini dan mengatakan yang tidak-tidak. Dasar aneh" ucap Daniel yang akan pergi tapi ditahan oleh ucapan dari wanita disampingnya itu.
"Wah, wah, wah... Kenapa ada ya, seorang pria yang duduk termenung menatap sebuah undangan dan benda mati ditangan nya sambil menangis. Sungguh, ini sangat menyedihkan sekali" ucapnya yang langsung menghentikan langkah Daniel dan membuat kesal.
"Itu bukan urusan anda Nona. Dan siapa anda? Kenapa anda malah mengatakan sesuatu yang bukan urusan dan juga sangkut pautnya dengan anda. Apa anda tidak punya kerjaan dan hanya bisa mengganggu seseorang saja? Sebaiknya anda diam dan jangan ikut campur urusan orang lain" ucap Daniel yang mengatakan nya dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"Oh ya? Kenapa saya harus ikut campur dengan urusan anda? Jika saya sendiri saja memiliki urusan tersendiri. Sebaiknya anda jangan dulu menuduh seseorang Tuan, karena belum tentu yang anda katakan adalah benar. Jadi anda yang lebih baik diam dan jangan menuduh orang" ucap wanita itu yang menunjuk wajah Daniel dengan tatapan sinisnya.
Lalu dia pergi meninggalkan Daniel dengan amarahnya dan juga kesal. Enyak kenapa dia sangat kesal pada Daniel, dia hanya ingin menghiburnya dan juga dirinya. Karena dia juga memiliki perasaan pada seorang pria yang tidak tahu akan perasaan nya. Ini yang dinamakan cinta bertepuk sebelah tangan.
"Dasar gadis aneh. Kenapa jadi dia yang marah-marah" gumam Daniel yang langsung pergi juga dari tempat tersebut.
Ternyata waktu berjalan sangat cepat. Dan tibalah diacara pernikahan Daffy dan Tami, mereka sudah sangat serasi dengan pakaian mereka berdua. Dan mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri, sedangkan disana sudah datang Daniel untuk mengucapkan selamat pada mereka berdua.
"Selamat atas pernikahan kalian berdua. Semoga selalu bahagia dan segera diberi momongan" ucap Daniel yang menjabat tangan Daffy dan Tami.
"Terimakasih sudah datang dan memberikan do'a untuk kami berdua" ucap Daffy yang melihat ada kesedihan dan juga kekecewaan dimata Daniel.
"Hmm, sama-sama" jawabnya yang langsung pergi dari atas pelaminan dan dia langsung menghilang dari sana. Dan disaat bersamaan dia bertemu dengan seseorang yang sama sekali tidak ingin dia temui.
"Kau, kenapa kau tidak jalan menggunakan matamu" teriak seseorang yang tidak sengaja dia tabrak.
"Jalan itu menggunakan kaki, bukan mata" jawab Daniel yang menatap heran pada wanita yang ada dihadapan nya. Adalah wanita yang sama dengan wanita terakhir kalinya dia temui dihalaman kampus.
"Sama saja. Hey... Kenapa anda ada disini? Apa anda sengaja memata-matai saya Tuan? Atau jangan-jangan anda memang sengaja mengikuti saya sampai kemari. Wah, and ini tidak ada kerjaan apa Tuan, sungguh sangat tidak baik" ucap wanita itu dengan sangat kencangnya dan dengan terpaksa membekap mulut wanita tersebut untuk menjauh dari ballroom hotel tersebut.
"Apa kau tidak bisa diam. Apa kau selalu banyak bicara seperti ini? Dasar aneh" ucap Daniel yang sudah melepaskan bekapan mulut wanita tersebut.
"Lalu kenapa anda malah membekap mulut ku dan membawa saya kemari? Dasar pria aneh dan juga pria tidak waras" ucap wanita itu dengan mengerucutkan bibirnya dan dia mengatakan nya tanpa henti.
"Apa kau bilang! Saya tidak waras? Kau yang tidak waras" ucap Daniel yang juga menunjuk wajah wanita yang entah ada urusan apa didalam pertarungan pernikahan Daffy dan Tami.
"Dasar wanita aneh, dia yang selalu muncul dan ada dimana-mana. Kenapa malah menyalahkan dan mengata-ngatai yang bukan-bukan padaku" gerutu Daniel yang juga saling mengumpati satu sama lain tanpa mereka sadari.
Hingga mereka berdua selalu dipertemukan setiap kali kesempatan yang ada. Baik itu karena insiden atau bukan, tapi mereka berdua akan tetap selalu bertemu dan selalu bertemu. Karena Othor memang akan menjodohkan mereka berdua. Tidak mungkin kan jika Othor biarkan Daniel yang ganteng jadi sad boy 😁😁😁.
Yuk kembali lagi pada mereka berdua. Seperti sekarang ini, mereka berdua sedang dalam satu ruangan dan sedang melakukan sesuatu untuk tugas kuliah mereka yang ternyata keduanya satu kelompok.
"Oke Tuan galak. Ternyata kita satu kelompok, jadi saya minta kerjasamanya dengan anda" ucap wanita tersebut dan dia memanggil Daniel dengan sebutan Tuan galak.
"Sejak kapan nama saya diganti seperti itu. Kamu ini sebenarnya ini kenapa sih, kenapa kamu selalu saja ada dimana-mana dan selalu mengganggu hidup saya ini? Saya lelah dan saya tidak ingin semuanya terjadi seperti ini" ucap Daniel yang sangat kesal dan juga frustasi akan semua ini.
"Oke-oke, baiklah. Lebih baik kita berkenalan saja kalau begitu, nama saya Nita Anjani. Tapi teman-teman saya memanggil saya dengan Nita saja, jadi kita bisa memanggil nama. Bagaimana, setuju?" tanya wanita yang mengaku dirinya bernama Nita.
"Baiklah, saya Daniel. Tolong kerjakan semuanya dengan benar dan tidak banyak bicara. Saya tidak suka dengan banyak bicara, tapi sedikit bekerja. Bagaimana, deal?" ucap Daniel yang mengulurkan tangan nya pada Nita.
"Deal, kita lakukan semuanya dengan benar" jawab Nita yang juga senang menjalin kerjasama dengan Daniel yang ternyata baik juga.
Setelah kejadian itu mereka semakin dekat dan sudah tahu satu sama lain. Bahkan mereka sudah saling mengenalkan pada kedua orang tuanya masing-masing, Daniel juga sudah merasa nyaman dengan Nita. Begitu juga sebaliknya yang merasakan hal yang sama. Mereka tidak sedih saat melihat seseorang yang pernah berada dalam hati mereka berdua.
Ternyata Nita selalu mencintai Daffy dalam diam selama ini. Tapi karena dia merasa tidak pantas jika dekat dengan Daffy, makanya dia hanya bisa diam dan menatap dari jauh. Juga mencintainya dalam diam saja.
Saat dengan Daniel juga merasakan hal yang sama, saat melihat jika Daniel bukan orang biasa sepertinya. Tapi karena Daniel yang selalu meyakinkan dirinya dan juga kedua orang tua Daniel juga sangat welcome padanya. Tidak memandang seseorang dari status sosial maupun kastanya. Makanya dia tidak bisa jauh dan sudah merasa nyaman dengan Daniel dan keluarganya juga.
Begitu juga dengan Daniel yang sudah dekat dengan keluarga Nita yang memang sangat baik padanya. Apa lagi baik Nita maupun Daniel adalah anak tunggal dan Nita adalah anak yatim dari Ibu yang kerjanya hanya seorang buruh cuci dirumah orang-orang yang meminta jasanya.
Dan semuanya sudah sepakat jika mereka berdua akan meresmikan hubungan mereka berdua menjadi lebih serius lagi. Mereka akan bertunangan dan mengikat keduanya dengan cincin pertunangan. Karena mereka berdua ingin jika mereka melakukan pendekatan dan juga penyesuaian terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menikah. Dan kedua orang tua mereka setuju, akan permintaan keduanya.
"Kenapa kamu ingin kita seperti ini? Apa kamu tidak percaya pada ku?" tanya Daniel yang menatap mata Nita.
"Justru aku percaya pada kamu. Aku sangat percaya pada kamu, aku yang tidak percaya pada diriku sendiri. Jadi selama pendekatan ini terjadi jangan pernah berubah pada aku. Aku hanya ingin kita seperti ini dulu, menjalin hubungan yang seperti biasanya" ucap Nita yang juga menatap Daniel dengan tatapan sendunya.
"Kenapa, kenapa kamu tidak percaya pada diri kamu sendiri? Apa ada sesuatu yang mengganjal dalam hati dan fikiran kamu? Tolong katakan sesuatu padaku, supaya aku tahu dan aku mengerti" ucap Daniel yang menangkup wajah Nita.
"Aku, aku belum yakin akan perasaan aku sendiri pada kamu. Ini perasaan cinta, sayang, kagum, nyaman, atau mungkin hanya sebuah pertemanan saja. Aku sendiri tidak tahu itu, makanya aku ingin kita seperti ini. Jika memang aku sudah bisa mengerti akan perasaan aku dan aku bisa melakuakan semuanya dengan hati dan perasaan aku sepenuhnya" ucap Nita dengan menundukan wajahnya tidak berani menatap wajah Daniel.
"Hei, aku akan menunggu itu semua dan tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kamu sukai dan kamu bisa menjadi diri kamu sendiri sampai kapanpun yang kamu inginkan. Jadi jangan pernah mengatakan tidak bisa atau belum bisa" ucap Daniel yang mengatakan nya sambil mengusap kepala Nita.
"Iya, akan aku lakukan seperti yang kamu beritahukan. Tapi janji akan sabar menunggu dan jangan pernah meninggalkan aku sendiri" ucap Nita yang juga mengusap pipi Daniel.
"Aku akan melakukan itu semua, demi kita berdua dan demi masa depan kita berdua nantinya" ucap Daniel yang menangkup wajah Nita dan mereka berdua tersenyum bersama.
.
Waktu yang ditunggu dan dinanti-nantikan oleh Daniel dan juga Nita telah sampai. Dimana mereka akan memutuskan menikah dan membuat satu hubungan. Mengikat cinta mereka berdua menjadi satu. Mereka sudah menikah dan berbahagia bersama.
Sekarang baik Zayn dan Azalya sudah bahagia bersama dengan kedua anak-anaknya. Zaniya dengan Tama juga bahagia, lalu Daffy dan Tami? Tentu saja mereka berdua bahagia juga. Karena mereka memang harus bahagia, jangan sampai mengikuti jejak Mommy dan Daddy nya yang sama sekali tidak pernah bahagia dalam hidupnya.
Semuanya sudah saling bahagia dan juga sangat senang dengan keluarga nya masing-masing. Sekarang hanya tinggal Zahiya yang belum memiliki pasangan hidupnya. Dia sedang dalam masa perkembangan dan menjalani hidupnya untuk bisa menata hati dan juga seseorang yang sudah hadir untuk mengisi hari-harinya.
Seorang putra yang sangat tampan dan dia diberinama Alvarez Einstein. Anak kecil yang sangat lucu dan menggemaskan, jadi semuanya sudah bahagia dan tidak ada yang tidak bahagia selain Zahiya saja yang akan ada didalam kisahnya David Tomlinson dengan judul PELABUHAN HATI SI PLAYBOY KARATAN....
...TAMAT...
Ini benar-benar sudah TAMAT ya... Jangan minta extra part lagi ya... Jika nunggu kisah Zahiya, baca saja novel berjudul PELABUHAN HATI SI PLAYBOY KARATAN sudah 30bab lebih... Yuk ramaikan babnya dengan komen dan like nya....
Terimakasih banyak Othor ucapkan untuk para reader kesayangan Othor yang selalu setia menunggu dan mengikuti kisahnya Zayn dan Azalya hingga selesai... Othor hanya bisa mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya pada kalian semua... 😊😊😊
Terimakasih dan happy reading 🤗🤗🤗
...THE END....