Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Berkunjung ke mainson Edison



"Jangan seperti itu, biar bagaimana mereka adalah saudara sepupu kalian. Kalian juga masih kecil dan harus bisa menghormati pada yang lebih tua dan lebih besar dari kalian. Juga kalian harus bisa menghargai yang lebih kecil dan lebih mudah dari kalian berdua. Selalu ingat pesan ini dari Daddy, jangan pernah merendahkan orang lain. Harus selalu menghargai, itu yang paling penting. Jangan seperti ini lagi, oke" nasehat dari Zayn bisa dimengerti oleh dua anak genius itu.


"Iya Dad, kami minta maaf" ucap Zahiya dan Zaniya yang merasa bersalah dan tidak akan melakukan dan mengulangi itu lagi.


"Good my Queen. Daddy senang jika kedua putri Daddy mengakui kesalahan dan tidak saling melempar kesalahan. Selalu ingat pesan Daddy tadi" ucap Zayn yang mendapatkan anggukan kepala dari kedua putrinya yang lucu-lucu ini.


Zayn mengusap pipi keduanya dan mereka keluar dari mobil untuk menemui Mommy nya dan yang lainnya lagi. Zayn sudah tidak melihat Dad Louis lagi berada disana, disana hanya ada Mom Vita dan yang lainnya saja. Zayn yang memang tidak suka keramaian, dia lebih memilih menyendiri dan melihat jika Zayd sedang bersama dengan seorang wanita yang ternyata adalah istrinya.


Zayn melangkah lagi menuju kamarnya yang dulu dia tempati dan dia melihat sekeliling kamar masih sama seperti dulu saat dia kecil. Sedangkan diruang keluarga Azalya dan yang lainnya sedang mengobrol santai sambil bercanda bersama.


"Azalya, kamu selama ini ternyata sudah sangat dekat dengan Z? Apa kamu tidak merasakan apa-apa gitu saat pertama memasuki mainson miliknya?" tanya Zia yang menatap Azalya dengan sangat lekat dan penuh tanya.


"Tidak kak, mungkin didalam mainson itu tidak ada kenangan antara aku dan hubby, makanya aku tidak merasakan apa-apa. Tapi saya memasuki kamarnya dan masih ada aroma parfumnya seperti ada sesuatu didalam hati yang ingin meledak begitu saja. Tapi karena tidak mengingatnya maka aku cuek dan tidak kn terlalu memikirkan" jawab Azalya yang menjelaskan pada Zia dan yang lainnya yang sedang mendengarkan.


"Iya juga ya, tapi kamu benar-benar sangat sungguh kuat dalam menghadapi masalah sebesar ini Azalya. Kami saja tidak tahu bisa sekuat itu atau tidak, apa lagi kamu adalah anak konglomerat yang tidak bisa mengingat apapun dan itu sangatlah hebat" ucap Alexa yang juga ikut berbicara dengan Azalya dan yang lain nya. Hanya Joyce yang tidak bergabung dengan mereka, karena Zia tidak menyukainya hingga sekarang.


"Kami bersyukur, karena Zayn sudah pulang kembali dan bisa menemukan keluarganya yang lama hilang dan itu sangat membuat kami semua bahagia. Semoga saja ini yang pertama dan terakhir untuk cobaan percintaan kalian berdua" ucap Zoya juga ikutan menimpali.


"Kita hanya bisa bersyukur dan saling mendo'akan yang terbaik untuk saudara kalian semua. Mommy sudah tua dan generasi penerusnya adalah kalian, kalian harus bisa selalu akur dan tidak boleh ada permusuhan diantara kalian. Mommy pasti merasa sudah sangat gagal mendidik kalian jika kalian melakukan yang Mommy katakan barusan" ucap Mom Vita yang bisa melihat wajah tidak sukanya Zia.


"Iya Mom, kami akan melakukan apa yang Mommy katakan dan akan selalu mengingatnya" jawab Zoya dan mendapatkan anggukan kepala dari Alexa yang memang selalu baik pada siapapun.


"Alhamdulilah. Kak Zia sendiri, apa sudah bisa melakukan apa yang Mommy katakan tadi?" tanya Mom Vita yang melihat Zia malah terlihat kesal karena Mom Vita mangatakan itu padanya.


"Aku tidak tahu Mom, karena aku tidak bisa jika harus seperti yang Mommy katakan tadi. Maaf" ucap Zia yang membuat Azalya bingung dan tidak tahu apa yang dimaksud oleh Mom Vita dan Zia.


Tapi saat Azalya lemihat kearah lain, disana terlihat Joyce yang hanya sendiri dan bersama dengan anak-anak saja dia mulai mengerti kemana arah pembicaraan mereka berdua. Tapi Azalya tidak mau ikut campur dalam masalah mereka yang dia tidak tahu dan tidak mau tahu.


"Mom, kami ingin pulang" ucap Zahiya dan Zaniya yang menghampiri mereka semua yang sedang mengobrol.


"Oh, baiklah. Apa Daddy sudah tahu?" tanya Azalya pada kedua putrinya itu.


"Emm, Daddy sudah menunggu" jawab keduanya sambil tersenyum dan mengangguk.


"Apa tidak mau menginap disini bersama dengan grandma, hmm?" tanya Mom Vita saat melihat balita menggemaskan itu.


"No, kami ingin pulang grandma" jawab Zahiya dan Zaniya kompak lalu tersenyum dan duduk disamping kanan dan kirinya Mom Vita.


"Loh, kenapa ingin pulang sekarang? Apa sudah tidak betah disini, hmm?" tanya Mom Vita pada kedua cucu kembarnya ini.


"Emm, kami tidak betah. Terlalu ramai" jawab Zahiya yang lebih suka ketenangan dan juga sepi, sama seperti Daddy nya.


"Buah memang tidak jauh jauh dari pohon nya. Orang Daddy nya saja sama, tidak menyukai keramaian. Maka anaknya pun sama" ucap Zia yang memang selalu bisa membuat suasana menjadi ramai.


"Good auntie. Karena keramaian itu membuat bising" jawab Zaniya yang mengacungkan kedua jempolnya.


"Benarkan apa yang aku katakan tadi. Dasar Ayah dan anak sama saja" ucap Zia yang malah tersenyum melihat kedua ponakan nya yang sangat lucu-lucu.


Mom Vita hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat apa yang anaknya katakan pada cucunya yang memang benar seperti Zayn saat kecil hingga sekarang paling tidak suka keramaian dan juga berisik. Karena Zayn memang seorang anak introvert, tapi tidak dengan kedua anak-anaknya yang bisa berinteraksi dengan juga berbicara banyak.


"Ayolah Mom, kami mau pulang. Kata Daddy harus bersama Mommy lagi, baru bisa pulang, jika tidak jangan harap" ucap keduanya dengan sangat kompak dan juga menatap penuh kesalnya pada Azalya yang tidak mengatakan apa-apa.


"Ya sudah Mom kak, kami pulang dulu. Nanti jika ada waktu kami kemari lagi" ucap Azalya yang langsung pamitan pada Mom Vita dan saudara suaminya satu persatu diikuti oleh kedua putrinya yang melakukan hal yang sama dan itu membuat semua orang semakin gemas saja akan tingkah keduanya.


"Kalian berhati-hati dijalan. Jika belum kembali ke America mampir lagi kemari" ucap Mom Vita yang meminta pada Azalya untuk mampir kembali kesini.


"Iya Mom, kami akan kemari lagi" jawab Azalya yang mengiyakan ucapan dari Mom Vita.


Azalya dan kedua putrinya langsung pergi menuju mobil yang sudah standby didepan mainson dengan sangat elegant nya. Didalamnya sudah ada Zayn yang memang sudah menunggu mereka untuk masuk, setelah masuk mereka semua langsung pergi dari mainson Edison.


"Apa kalian berdua senang berada disini?" tanya Zayn saat masih berada diperjalanan menuju mainson nya.


"No" jawab Zahiya dan Zaniya dengan kompak dan melipatkan kedua tangan nya didada dan mengerucutkan bibirnya kesal.


"Why?" tanya Zayn dan Azalya hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah kedua putrinya yang sedang kesal.


Tapi Zahiya maupun Zaniya tidak mengatakan apapun pada Zayn yang semakin bingung. Pasalnya dia belum mengerti dengan apa yang disukai maupun yang tidak mereka sukai. Karena mereka baru bertemu beberapa hari saja dan itu sudah sangat bersyukur karena mereka langsung dekat dengan nya.


"Mereka memang tidak suka jika rumah banyak orang dan apa lagi banyak anak-anak yang membuat mereka berdua tidak suka. Makanya waktu aku kerja dimainson mereka berdua pasti pergi kedalam gudang dan memainkan komputer bekas milik hubby" jelas Azalya yang membuat Zayn mengerti sekarang, jika kedua putrinya sama persis dengan dirinya yang tidak nyaman jika berada dikeramaian dan tidak akan lama berada didalamnya.


"King, kita akan langsung pulang atau kemana dulu?" tanya Angga yang berada disamping Marcos yng sedang menyetir.


"Kita ketempat yang sudah kalian persiapkan" jawab Zayn tanpa mengatakan kemana tujuan nya supaya kedua putrinya dan juga Azalya penasaran. Benar saja Zayn mendapatkan tatapan dari ketiga wanita kesayangan nya.


"Kita akan ketempat yang Daddy jamin tidak akan banyak orang" jawab Zayn yng mengerti akan tatapan dari Azalya, Zahiya dan Zaniya.


Ketiganya mengangguk dan diam saja setelah mendengar ucapan dari Daddy nya. Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang mereka sedah sampai ditepi pantai yang memang sudah disterilkan oleh Angga dan Marcos sebelumnya.


"Uwah... Ini bagus" ucap Zahiya dan Zaniya yang langsung berlari keluar dari mobil untuk segera bermain pasir.


Sedangkan Zayn menggandeng Azalya dan berjalan menyusuri pantai dan membiarkan kedua putrinya bersama dengan Angga dan Marcos yang menjaga mereka.


"Apa kau menyukainya?" tanya Zayn yang terus menggandeng tangan Azalya dan sekarang memeluknya sambil terus berjalan.


"Sangat, ini adalah tempat yang paling nyaman dan sangat indah" jawab Azalya yang juga sambil memeluk pinggang Zayn yang juga sedang memeluknya.


Keduanya berjalan terus menyusuri pantai dan setelah lumayan jauh dari anak-anaknya mereka berdua duduk diatas pasir pantai dan menatap luarnya lautan yang diterpa sinar matahari sore yang sangat bagus.


"Apa kau mengingantnya? Jika ini adalah suasana yang paling kau sukai. Karena kau bilang dengan seperti ini bisa selalu dekat dengan ku" tanya Zayn yang tidak mengalihkan pandangan nya dari lautan yang biru kekuningan karena sinar matahari.


Azalya menoleh dan menatap wajah Zayn yang masih menatap kedepan dan itu terlihat seperti lukisan yang sangat indah dan sangat sayang untuk dilewatkan. Azalya seolah terhipnotis akan ketampanan Zayn yang sangat sempurna dan juga tidak pernah membuatnya bosan jika berdua dengan nya terus-terusan.


"By, jika aku tidak bisa mengingat semuanya dan itu akan membuat hubby meninggalkan aku?" tanya Azalya yang masih menatap Zayn dengan lekat dan tatapan yang sudah berkaca-kaca.


"Untuk apa aku meninggalkan wanita yang sudah melahirkan penerusku nantinya. Aku akan selalu bersama denganmu, walau kamu tidak bisa mengingat semuanya dan kamu berubah dikemudian hari. Aku akan tetap berada disisi kamu dan juga berdua akan menjaga dan juga membesarkan mereka hingga dewasa dan memiliki pendamping yang bisa menjaga dan juga menyayangi mereka seperti aku menyayanginya dengan sepenuh hati dan jiwa ragaku" ucap Zayn yang menoleh dan mengusap butir air mata yang menetes dipipinya dengan sangat lembut.


"jangan pernah berfikiran jika aku akan meninggalkan kalin. Apa lagi kamu" ucap Zayn lagi yang memegang pipi Azalya yang terasa dingin.


"Berjanjilah padaku By, jangan pernah ada wanita lain. Jika pun ada tolong jangan memperlihatkan nya padaku atau pada anak-anak. Berjanjilah padaku By" ucap Azalya yang entah kenapa mengatakan seperti itu pada Zayn.


"I'm promise you sweetie. Hanya kamu yang bisa mendekatiku dan bisa berada disisiku dan bisa membuatku tidak bisa melihat wanita lain selain kamu" jawab Zayn yang membuat Azalya langsung memeluk dan menangis dalam pelukan Zayn.


Keduanya tidak sadar jika kedua putrinya sudah berada didekatnya dan mendengarkan semua percakapan kedua orang tuanya yang membuat mereka berdua tersenyum dan sangat bahagia. Jika kedua orang tuanya seperti ini terus dan akan selalu bersama-sama terus.


"Mommy dan Daddy sedang apa?" tanya keduanya yang melihat Zayn dan Azalya sedang berpelukan dan tidak menyadari jika keduanya dilihat oleh anak-anaknya.


Zayn dan Azalya menoleh dan melihat kedua putrinya sudah penuh dengan pasir dan sedikit basah pakaian nya.


"Apa Mommy menangis?" tanya Zahiya yang menatap wajah Azalya yang memerah dan ada bekas sisa air mata dipipinya.


"Apa Daddy menyakiti Mommy?" tanya Zaniya yang mentap tajam pada Zayn yang hanya diam saja mendapatkan pertanyaan dari putrinya.


"Tidak, Daddy tidak menyakiti Mommy. Mommy merasa senang saja, akhirnya bisa bertemu dengan Daddy kalian dan Mommy menangis karena terlalu bahagia dan senang sayang" ucap Azalya yang tidak ingin jika Zahiya dan Zaniya malah faham akan semua ini.


"Benarkah? Apa Mommy tidak berbohong?" tanya keduanya dengan penuh selidik dan memicingkan matanya menatap wajah Azalya dan Zayn bergantian.


Azalya mengangguk dan Zayn seperti biasa akan selalu diam dan tidak memperlihatkan ekspresinya sedikitpun juga pada Zahiya dan Zaniya yang sedang menatapnya.


"Kenapa Daddy hanya diam saja? Apa Daddy memang seperti itu?" tanya Zahiya dan Zaniya dengan polosnya pada kedua orang tuanya.


"Kalian ini kenapa begitu menggemaskan sayang. Tentu saja Daddy kalian ini ya, seperti ini. Datar dan juga flat, makanya dulu Mommy sering mengatainya Mister flat" ucap Azalya tanpa dia sadari dia mengatakan kebiasaan-kebiasaan dirinya saat Zayn selalu diam dan tidak mengatakan apa-apa padanya saat awal-awal pernikahan mereka berdua dulu.


"Kau berani mengataiku seperti itu padaku? Kau akan mendapatkan hukuman nya nanti malam, dan jangan harap bisa lepas begitu saja dariku" ucap Zayn dengan berbisik dan juga menyeringai melihat ekspresi Azalya yang ketakutan.


Azalya yang sedang ketakutan dan juga melotot sempurna, sama seperti Azalya yang dulu dan itu membuat Zayn semakin gemas melihatnya. Dan itu bisa membuatnya bisa melihat masa lalu yang membuatnya kesal dan juga bahagia dengan bersamaan.


"Mommy kenapa? kenapa melotot seperti itu?" tanya kedua putrinya dengan bingung melihat Mommy nya melotot tidak tahu kenapa dengan Mommy mereka.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk selalu like, komen, vote dan hadiah seiklasnya disetiap babnya....


Juga subscribe dan pollow akun Othor juga ya...