
Zayn masih tetap fokus pada layar monitor didepan nya, sedangkan Azalya masih fokus juga pada wajah Zayn yang sangat tamvan dan juga sangat menggoda iman.
"Hubby, nanti pulang jam berapa? Ini sudah jam tiga loh" tanya Azalya yang masih terus menatapinya tanpa berkedip.
"Seperti biasa" jawab Zayn tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun.
"Aku kira hubby akan pulang cepat hari ini" tanya Azalya lagi yang masih saja menatapi Zayn yang sedang fokus pada pekerjaan nya itu.
"Memangnya mau apa jika pulang cepat?" tanya Zayn dengan menatap wajah Azalya dengan tatapan yang berbeda dari biasanya.
"Aku mau memberikan kejutan untuk hubby" jawab Azalya dengan sangat antusias akan memberikan kejutan untuk Zayn.
Tanpa mengucapkan apapun lagi Zayn langsung bersiap untuk segera pulang. Ternyata dia sangat tidak sabar dengan apa yang akan diberikan oleh Azalya padanya. Dan itu sukses membuat Azalya senang, karena Zayn ingin segera pulang.
"Apa hubby ingin pulang sekarang? Jika iya aku akan menunggu hubby" tanya Azalya dengan tatapan memuja pada Zayn.
"Saya sekarang ingin menemui klien. Jadi jangan menunggu ku jika tidak ingin kecewa" jawab Zayn yang langsung memutusakan panggilan video dari Azalya.
Azalya hanya menghela nafasnya saja, dia masih bingung. Dengan cara seperti apa dia mendapatkan cinta dari Zayn yang sangat susah untuk bisa mengatakan atau mengungakapkan perasaan nya.
"Tapi selama ini dia sangat baik dan juga perhatian padaku. Kenapa aku merasa jika hubby juga memiliki perasaan yang sama dengan ku? Ah, sudahlah yang penting aku harus bisa membuatnya jatuh cinta padaku untuk selama-lamanya" gumam Azalya yang menatap layar ponselnya yang menampilkan wajah Zayn yang sedang tidur dengan sangat lelapnya.
"Dia kenapa sangat tamvan sekali sih??" gumam Azalya yang gemas sendiri pada suaminya yang memang sangat tamvan itu.
Sedangkan disebrang sana Zayn sedang berada didalam mobil yang dikemudian oleh bodyguard nya yang ternyata adalah mantan anggota pasukan khusus dinegara ini.
"King, sepertinya kita sedang diikuti oleh beberapa mobil dibelakang kita" ucap salah satu bodyguard yang sedang duduk disamping supir.
"Biarkan saja, salah satu dari mereka juga adalah anggota kita juga. Jadi tetap jalan dan tenang" jawab Zayn dengan sangat santainya dan sambil memainkan pad yang ada ditangan nya saat ini.
DOR...
DOR...
DOR...
Terjadi baku tembak antara mobil musuh dan mobil anggota Zayn. Mereka saling menyerang satu sama lain hingga salah satu anggota Zayn menembak ban mobil musuhnya tersebut, hingga...
CIT...
BRAK...
BRAK...
DUAR...
Terdengar suara ledakan yang sangat besar. Apa lagi ini adalah jalanan sepi dan sangat menguntungkan bagi Zayn untuk segera pergi dari tempat kejadian.
"King, mereka" ucap supirnya yang tidak lain juga sama dengan yang ada disebelahnya yaitu mantan pasukan khusus.
"Biarkan saja. Mereka pantas mendapatkan nya" jawab Zayn tanpa mengalihkan tatapan nya dari layar tab yang sedang ada ditangan nya.
"King, semua sudah kami bereskan semuanya" ucap salah seorang anggotanya yang menggunakan erpone melaporkan nya pada Zayn.
"Kerja bagus" jawab Zayn yang menggunakan erpone juga.
Setelah mengucapkan itu Zayn melepaskan erpone yang ada ditelinganya. Zayn masih fokus pada layar pad yang ada ditangan nya. Zayn merasa heran dengan sesuatu yang sedang mendekat kearah mobil yang sedang dia naiki.
"Lewat jalur yang ramai" titah Zayn pada supir yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Siap King" jawabnya langsung menuju jalan yang ramai lancar.
'Siapa mereka? Kenapa aku merasa mereka bukanlah orang-orang yang sama dengan orang yang selalu mengincarku dan juga yang menyerang ku tadi ' gumam Zayn yang hanya dalam hati sambil terus menatap layar tab yang ditangan nya.
"Jangan langsung pulang. Karena dibelakang sedang ada yang mengikuti, lebih baik ambil jalan lain yang bisa mengecoh mereka" ucap Zayn saat mobil akan menuju jalan kearah mainson miliknya.
"Siap King. Kita akan kemana?" tanya supir yang juga sedang bingung ingin mengemudikan mobilnya kemana.
"Tempat yang lebih sepi dan juga jauh dari jangkauan manusia" jawab Zayn yang masih terus memantau pergerakan dari musuh.
"Kalian berhati-hati, mereka membawa senjata laras panjang dan juga ada yang menggunakan sniper" Zayn memperingati dua orang yang menjadi bodyguard nya yang sangat ahli dalam hal serang menyerang.
"Apa kita harus turun atau diam disini saja King?" tanya salah seorang dari mereka panggil saja dia Max dan Jo.
"Jo, kau bawa mobil kearah hutan yang jauh dari mana-mana" titah Zayn pada Jo untuk segera pergi dari sana.
Karena para penembak jitu sudah mendapatkan sasaran nya. Mungkin saja salah melangkah sedikit sudah tinggal nama saja untuk mereka bertiga. Zayn benar-benar sudah bisa menebak, jika mereka semua adalah orang-orang baru yang entah siapa yang memerintahkan nya. Yang jelas mereka harus bisa dia lumpuhkan secepatnya, dan menyuapkan salah satu anggotanya untuk bisa mengorek informasi dari mereka semua.
"Kalian dimana? Bersiaplah diutara dan juga Barat. Karena musuh berada diarah yang sama. Masuk dan buat mereka tidak ingat apa yang sedang mereka lakukan didalam hutan ini. Setelah itu habisi mereka semua!" ucap Zayn yang sedang menatap layar yang sudah penuh dengan sinyal dari para anggotanya yang sudah datang dari berbagai arah dan siap akan melakukan penyerangan.
"Ada para penembak jitu yang tersebar diempat titik. Kalian cari menggunakan kacamata yang sudah saya berikan pada kalian. Ingat! Bergerak perlahan dan jangan menimbulkan suara" perintah Zayn pada anggotanya yang sedang mendengarkan suaranya melalui erpone.
"Siap King. Anda jangan turun tangan langsung King karena ini akan sangat berbahaya untuk anda. Tuan Jeff juga sedang ada dalam perjalanan kemari untuk memberikan bantuan sesegera mungkin" ucap anggotanya yang sudah membereskan para penembak jitu.
Zayn tidak mendengarkan ucapan dari anggotanya yang tadi sedang melapor. Karena tiba-tiba dia juga mendapatkan serangan secara mendadak dari beberapa musuh yang datang mendekatinya dari belakang.
Max dan Jo juga sedang melawan mereka semua. Zayn menggunakan dua belatinya sekaligus, dan itu membuat semua musuh kualahan menghadapi berbagai serangan yang tidak berhenti dari Zayn. Mereka semua sudah habis dalam hitungan menit saja ditangan Zayn.
Zayn membantu para anggotanya yang lain untuk bisa menangkap seseorang yang menjadi pemimpin dari mereka. Dengan gerakan yang secepat kilat Zayn sudah menangkap orang yang menjadi pemimpin dari para penyerang itu. Zayn sudah membuat dia pingasan dalam waktu beberapa jam kedepan.
Zayn langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju markasnya. Dia melihat jam tangan nya sudah menunjukan pada pukul lima sore waktu setempat. Zayn tidak ingin jika dia pulang terlambat lagi karena dia sudah berjanji pada Azalya akan pulang tepat waktu.
Zayn tidak memperdulikan kondisinya yang juga sudah terluka parah juga dibagian wajahnya yang rupawan. Zayn sedang berlomba dengan waktu, dia tidak ingin jika Azalya merasa kecewa padanya karena pulang terlambat.
Zayn langsung menghubungi Azalya dan memberikan kabar jika dia sedang sangat sibuk mungkin ini akan menjadi kepulangan nya yang sangat terlambat dari bisanya. Azalya tidak mengatakan apa-apa saat Zayn mengatakan akan pulang sangat terlambat hari ini. Tapi Zayn akan berusaha untuk bisa pulang lebih cepat.
Saat sudah sampai dimarkasnya Zayn langsung menyerahkan pria yang sudah menjadi pemimpin dari penyerang yang sedang dihadapi oleh sebagian dari anggotanya yang berada dimarkas.
"Kalian cari tahu, siapa dia dan apa tujuan nya menyerang ku" ucap Zayn memberikan perintahnya pada anggota yang bertugas untuk mengorek informasi dari tawanan nya.
"Siap King, akan saya laksanakan" jawabnya yang langsung membawa pria tersebut kedalam ruang introgasi dengan cara menyeretnya seperti karung beras.
"King, sebaiknya anda mengobati dulu luka-luka yang ada diwajah anda" ucap salah seorang anggotanya yang masih berdiri menatap Zayn sekilas dan langsung menunduk kembali.
Zayn tidak menjawab dia hanya ingin cepat pulang dan menemui Azalya yang pasti sudah lama menunggunya. Dia tidak ingin jika Azalya sampai kecewa dan marah kepadanya, dia pasti tidak akan mendapatkan jatah enak-enak jika Azalya marah.
Zayn melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh dan itu adalah pemandangan yang sangat mengerikan jika ada yang melihat cara Zayn membawa mobil, sudah seperti pembalap formula 1 yang berada disirkuit balap.
Zayn beberapa kali menerobos lampu merah untuk bisa lebih cepat sampai dan juga bisa bertemu dengan Azalya nya yang entah kenapa Zayn merasa sangat tidak sabar akan bertemu dengan Azalya.
"Tunggu aku" gumam Zayn yang tidak memperhatikan dirinya sendiri yang sudah sangat berantakan dan juga terlihat sangat parah dengan luka-luka yang ada diwajahnya.
Sedangkan Azalya sedang menatapi layar ponselnya yang tidak ada kabar dari Zayn lagi. Padahal Zayn bilang jika dia akan pulang terlambat, tapi kenapa dia merasa memiliki perasaan yang sangat tidak enak terhadap Zayn saat ini.
"Semoga saja kamu nggak apa-apa By" gumam Azalya yang sedang menatap layar ponselnya. Dimana ada foto Zayn yang sedang terlelap.
Azalya terus saja memikirkan Zayn yang entah kenapa menjadi semakin tidak enak dengan perasaan nya. Dia mencoba untuk menghubunginya tapi tidak bisa dihubungi lagi ponsel milik Zayn.
Azalya terus berfikir yang tidak-tidak tentang Zayn. Saat sedang memikirkan keadaan Zayn, tiba-tiba ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya dan terlihatlah Zayn dengan berbagai luka diwajahnya dan juga bagian tubuh yang lainnya.
Itu ya penampilan Zayn saat pulang dan membuat Azalya semakin syok.
.
.
Othor sudah buat 4bab ya, dan itu panjang-panjang babnya... Awas saja jika masih bilang kurang panjang juga, tak lempar sandal satu-satu 🙊😁😁😁
Vote dan hadiahnya ya... 💃💃