Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Cincin???



Zayn menatap wajah Azalya yang sudah sangat menginginkan nya tapi malah tidak mendapatkan apa-apa dari Zayn.


"Hubby, kenapa tidak dilanjutkan?" tanya Azalya dengan malu-malu bertanya seperti itu pada Zayn.


"Apa kau sedang mensturasi?" Zayn balik bertanya pada Azalya. Sedangkan Azalya malah langsung terlonjak dan segera bangkit dan melihat banyaknya darah yang keluar.


Azalya berlari dengan sangat cepat bahkan dia juga menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang bagian bawah sudah terlihat sangat tidak pantas untuk diperlihatkan pada Zayn.


Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja melihat Azalya yang sudah masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan darah mensturasi nya. Sedangkan Zayn mengganti sprei yang juga terkena noda darah.


Dia dengan cekatan mengganti semuanya dengan sangat rapih. Dan menyimpan sprei kotor pada keranjang cucian. Zayn juga mengganti selimutnya, lalu dia turun untuk mengambilkan sesuatu untuk Azalya.


Zayn tahu jika Azalya tidak memiliki stok pembalut untuknya. Saat sedang mengambil pembalut dia berpapasan dengan Papa mertuanya yang kebetulan menuju kearah yang sama dengan wajah yang lesu.


"Papa juga disini?" tanya Zayn saat melihat sang Papa ingin mengambil benda yang sama juga dengan dirinya.


"Iya, kamu sendiri?" jawab Papa Danu dan bertanya juga pada Zayn yang sudah memegang pembalut ditangan nya.


"Seperti yang Papa lihat" jawab Zayn dengan santainya dan mengacungkan apa yang sedang dia pegang.


"Mereka berdua sama saja. Pasti akan selalu kompak Dika mendapatkan tamu bulanan nya" gerutu Papa Danu yang langsung pergi begitu saja dari hadapan Zayn.


Zayn hanya mengerutkan keningnya bingung dengan gerutuan dari Papa mertuanya yang membahas tentang tamu bulanan para wanita.


"Tunggu. Jadi Mama juga mendapatkan tamu bulanan yang sama dengan Azalya" gumam Zayn yang sedikit menarik sudut bibirnya.


Zayn langsung pergi dari sana untuk memberikan pembalut ini untuk Azalya yang pasti sudah menunggunya. Benar saja, saat masuk kedalam kamar. Azalya belum juga keluar dari kamar mandi.


TOK...


TOK...


TOK...


zayn mengetuk pintu kamar mandi dan Azalya membukanya sedikit lalu menyembulkan kepalanya melihat siapa yang mengetuk pintu.


"Ini yang kau butuhkan" ucap Zayn yang menyerahkan pembalut dan juga dalaman milik Azalya untuk segera Azalya gunakan.


"Terimakasih By" ucap Azalya yang langsung menutup kembali pintu kamar mandinya dengan rapat.


"Dasar dodoh! Kenapa bisa lupa sih, jika ini adalah tanggal yang tepat untuk datang bulan" ucap Azalya setelah menerima pembalut dan juga dalaman nya dari Zayn.


"Tunggu. Hubby tahu jika ini adalah yang selalu ikut gunakan, dan juga dia beli dimana? Kenapa cepat sekali?" gumamnya lagi dengan segera menggunakan pembalutnya dan segera keluar setelah selesai.


"Eh, dia kemana?" gumam Azalya saat melihat seisi kamar kosong dan tidak ada siapa-siapa.


Azalya mencari Zayn diseluruh kamar dan juga balkon tapi tidak menemukan keberadaan Zayn saat ini. Azalya yang sudah mengantuk langsung berbaring diatas ranjang dan melihat jika spreinya sudah berganti dengan yang baru.


"Apa dia mengganti semuanya? Atau mungkin pelayan yang melakukan nya?" gumam Azalya yang akhirnya langsung terlelap dengan sendirinya.


Sedangkan Zayn sedang menatap layar yang ada dihadapan nya saat ini. Dimana orang yang dia tangkap memang menggunakan obat-obatan terlarang dan itu semuanya sudah masuk kedalam tubuhnya.


"Apa yang sedang dia lakukan sekarang?" tanya Zayn yang melihat pria itu sedang sakau karena tidak mendapatkan apa yang dia butuhkan sekarang.


"Dia hanya ngoceh tidak jelas King. Dia sepertinya sakau berat, karena dia tidak hanya menggunakan satu barang saja. Tapi banyak dan itu membuatnya seperti itu" jelas anggotanya yang sedang menemaninya dan juga ingin mengintrogasinya.


"Berikan dia penawaran. Jika dia ingin mendapatkan apa yang dia inginkan, dia juga harus bisa memberikan yang saya inginkan" ucap Zayn yang membuat anggotanya heran dengan apa yang sedang King nya katakan.


"Apa anda tidak salah King? Dia ini sangat berbahaya" tanya anggotanya yang masih belum mengerti dengan rencana Zayn yang ingin memberikan pelajaran pada orang-orang seperti mereka yang menggunakan barang berbahaya untuk dirinya sendiri.


"Lakukan saja. Setelah dia mengatakan yang sebenarnya berikan dia dosis yang sangat tinggi dan buat dia tidak waras" ucap Zayn yang langsung difahami oleh anggotanya yang sedang berada didalam markas.


"Bila perlu berikan dia pada kawanan heina yang selalu ingin memakan manusia" ucap Zayn yang masih menatap pria yang sedang tidak berdaya lagi dengan keadaan yang dia rasakan saat ini.


"Baik King. Akan kami laksanakan sesuai perintah dari anda" jawab anggotanya yang sama sekali tidak ada rasa belas kasihan sedikitpun juga.


Saat keluar hal pertama yang dia lihat adalah Azalya yang sudah terlelap dengan nyenyaknya dibawah selimut yang membungkus seluruh tubuhnya. Hanya bagian kepala saja yang terlibat, Zayn hanya menggelengkan kepalanya melihat bagaimana Azalya tertidur.


Zayn melangkahkan kakinya menuju arah lift, dia ingin melihat keadaan Angga saat ini. Dia mungkin sudah sedikit pulih. Dia ingin tahu apa saja yang sudah Angga dapatkan dari yang dia selidiki sebelum mendapatkan serangan yang membuatnya seperti sekarang.


"King" sapa Angga saat Zayn sudah berada didalam kamarnya saat ini.


"Apa yang bisa saya ketahui dari mu?" tanya Zayn to the point.


"Ini yang saya dapatkan King. Ini adalah salah satu dari benda-benda yang bisa memecahkan teka teki yang sedang anda selidiki" jawab Angga yang menyerahkan sebuah cincin yang bentuknya sangat aneh dimatanya.


Zayn menerimanya dan mengamati yang ada ditangan nya saat ini. Dia juga menemukan huruf yang sama dengan dua benda yang sudah dia miliki. Apa lagi yang harus dia pecahkan dengan ketiga benda tersebut.


"Ada berapa benda yang bisa memecahkan teka teki itu?" tanya Zayn dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Menurut yang saya tahu ada enam benda King. Dan itu sudah ditemukan satu, jadi masih ada lima lagi yang harus kita cari sebagian nya" jelas Angga yang juga masih bingung dengan semua ini.


Ini semua seperti sedang memecahkan masalah dalam menjadi detektif yang sedang bertugas untuk mencari tahu apa yang membuat korban meninggal dan apa penyebabnya.


Zayn hanya menghela nafasnya kasar. Dia masih menatapi cincin yang ditangan nya dan menggenggamnya sedikit kencang hingga itu menggores sedikit telapak tangan nya. Zayn semakin tidak bisa mengerti dengan semua ini.


"King. Apa yang harus kita lakukan dengan benda-benda itu? Apa lagi masih banyak yang belum bisa ditemukan" tanya Angga yang sedang menatap Zayn dengan tatapan yang sangat penuh dengan pertanyaan didalam benaknya.


"Saya tidak tahu. Jika saja ini ada caranya yang bisa memecahkan semua ini" jawab Zayn yang sudah semakin pusing akan masalah ini.


"Jika begitu izinkan saya untuk mencarinya lagi. Dengan begitu saya bisa tahu apa saja yang sedang mereka rencanakan dan juga bisa menemukan lagi benda-benda yang bersangkutan dengan benda yang ada ditangan anda" ucap Angga yang ingin pergi lagi walau kondisinya belum pulih.


"Kau pulihkan dirimu dulu. Baru ku berikan izin untuk melakukan tugas yang memang hanya kau yang bisa" ucap Zayn yang langsung pergi dari kamar Angga dan segera menuju kamarnya sendiri.


Zayn langsung merebahkan dirinya disamping Azalya yang sudah sangat terlelap itu. Dia menatap wajah Azalya yang sedang terlelap itu dengan sangat dekat dan juga seksama. Yang bisa membuat hati dan fikiran nya tenang. Lalu mengecup keningnya lama dan menatap nya terus.




Anggap saja seperti itu ya 😁😁.


Zayn masih terus menatapi wajah Azalya, dia sepertinya tidak pernah bosan dengan hanya memandanginya saja. Zayn tak terasa terlelap juga sambil memeluk Azalya dengan sangat nyaman dan juga hangat.


Hingga pagi menjelang Zayn masih memeluk Azalya dengan sangat erat dan juga masih memejamkan matanya. Azalya tersenyum melihat semua yang Zayn lakukan padanya. Azalya sangat senang bisa dipertemukan dan juga bisa berjodoh dengan pria dingin dan juga datar seperti Zayn.


"Terimakasih Tuhan. Kau telah memberikan pria yang penuh dengan perhatian dan juga misterinya sendiri. Tapi izinkan aku bisa selalu bersamanya dalam suka maupun duka. Jangan biarkan dia pergi dari ku Tuhan" gumam Azalya yang sedang menatap Zayn dengan sangat dekat.


Bahkan nafasnya saja terasa menerpa wajahnya. Azalya sengaja tidak melakukan pergerakan apapun supaya Zayn tidak merasa terusik dengan pergerakan nya. Azalya masih saja terus menatapi wajah tampan suami dingin nya itu.


"Kenapa aku bisa sangat mencintaimu By? Apa mungkin aku bisa memiliki hati kamu seutuhnya? Karena aku juga menginginkan sperti wanita lainnya yang mendapatkan cinta dan juga hatinya dengan sepenuhnya" gumam Azalya yang masih terus menatapi wajah Zayn.


"Seperti Mama dan Papa yang selalu saling mencintai hingga sekarang. Juga seperti Mommy dan Daddy yang selalu terlihat saling romantis satu sama lain. Mungkin bisa seperti Opa dan juga Oma, hingga seusia mereka kita saling bersama-sama By" ucap Azalya yang langsung mencium kening, pipi dan yang terakhir bibirnya.


Tanpa disadarinya Zayn sudah bangun dan langsung menekan tengkuk Azalya supaya memperdalam ciuman mereka berdua. Hingga Azalya kehabisan nafas, karena mendapatkan serangan mendadak dari Zayn yang ternyata sudah bangun sejak tadi.


Keduanya saling pandang dan saling menyelami perasaan masing-masing. Hingga keduanya bangun karena dibawah sudah terdengar sangat berisik. Zayn bangun lebih dulu dan disusul oleh Azalya dibelakngnya.


.


.


.


Othor sudah up panjang pake banget ya... Sudah seperti gerbong kereta panjangnya...


Awas saja jika tidak meninggalkan like dan komen..


Hadiah dan Vote nya jangan lupa...