
Azalya masih bingung, tapi dia malah semakin lahap menikmati semua makanan yang ada didepan nya saat ini. Azalya tidak ingin jika dia nanti akan penasaran jika tidak menghabiskan semuanya.
"Apa hubby menginginkan sesuatu yang ingin hubby makan atau minum?" tanya Azalya saat melihat Zayn yang menatapnya makan dengan sangat lahap.
"Tidak, hanya senang saja melihat caramu makan dengan sangat lahap" jawab Zayn dengan wajah yang terlihat sangat pucat sekali.
"Hubby minum obatnya dulu" ucap Azalya yang memberikan obat untuk Zayn minum sekarang juga.
Zayn menerima obat yang diberikan oleh Azalya dan segera meminumnya. Setelah meminum obatnya Zayn terlelap dengan sangat tenang dan juga damainya.
"Kenapa hubby semakin saja ya?" gumam Azalya yang kelihatan semakin aneh dan juga tidak seperti biasanya yang sangat dingin dan juga datar. Sekarang lebih suka tersenyum dan juga banyak bicara.
Azalya meminta pelayan untuk membereskan semua peralatan makan dan juga sisa makanan yang ada diatas meja. Azalya langsung keluar setelah melihat para pelayan sudah keluar dengan troli yang berisi peralatan yang telah Azalya gunakan tadi.
Azalya meminta salah satu pelayan untuk mengajaknya berkeliling mainson yang luas ini. Azalya melangkahkan kakinya menuju keteras mainson yang sangat luas dan juga ada taman untuk anak-anak.
"Wah... Ini sangat bagus, jadi disini adalah tempat suami saya dibesarkan?" tanya Azalya pada pelayan yang sudah sangat lama bekerja disini.
"Iya Nyonya Muda, saya sendiri salah satu dari orang yang masih bekerja didalam mainson ini" jawab wanita paruh baya yang bernama bik Sumi, yang memang sudah sangat lama dan juga sangat dekat dengan Mom Vita.
"Jangan panggil Nyonya dong bik. Saya merasa tidak pantas mendapatkan panggilan itu. Panggil yang lain saja ya?" ucap Azalya yang memang tidak suka jika dipanggil seperti itu.
"Baiklah, bibik panggil Nona saja ya? Nona mengingantkan bibik sama Nyonya Vita, beliau juga sama tidak seperti Nona yang tidak ingin dipanggil seperti itu saat masih berada didalam mainson ini dan sebelum menikah kembali. Maaf Nona, bibik jadi banyak bicara" ucap bik Sumi yang memang pasti akan sedih jika mengingat kejadian dulu.
"Kelihatan nya bibik sama Mommy sangat dekat ya? Sama seperti Mama aku juga yang selalu dekat dengan bibik yang sudah sejak dulu bersama dengan keluarga kami" ucap Azalya yang juga tersenyum melihat dan juga mengingat moment dia saat masih ada dirumah utama.
"Iya Nona, mari saya memperlihatkan yang lainnya lagi. Silahkan Nona" ucap bik Sumi yang mengajak Azalya untuk melihat-lihat keadaan mainson dan juga seluruh ruangan yang ada didepan dan luar mainson.
Azalya melihat-lihat semua yang terpajang didinding, dimana banyak berjajar foto-foto keluarga Pratama. Dimana ada sosok pria dan juga wanita, ada enam orang anak yang wajah-wajahnya sangat mirip semua dan itu ada dua anak perempuan.
"Jika Nona ingin melihat album fotonya juga ada. Jika Nona mau akan bibik akan ambilkan" ucap bik Sumi yang juga duduk disamping Azalya sekarang.
"Jika mang boleh kenapa nggak bik, aku mang ingin melihat semuanya" jawab Azalya dengan sangat antusias.
Bik Sumi langsung beranjak dari duduknya untuk mengambil album foto yang diinginkan oleh Azalya. Bik Sumi sangat senang, karena Zayn mendapatkan istri yang sangat pengertian dan juga sangat baik.
"Semoga saja pernikahan kalian berdua semakin bahagia dan juga akan selalu bersama hingga kejannah nya" gumam bik Sumi yang merasa sangat senang akan hal ini.
Sedangkan Azalya sedang melihat-lihat foto-foto yang terpajang dengan sangat rapih juga sangat esthetic.
"By, bikin kaget saja. Aku kira siapa?" ucap Azalya saat melihat tangan kekar yang memeluk pinggangnya dari belakang.
"Kenapa malah meninggalkan ku hmm?" tanya Zayn yang masih memeluk Azalya dengan sangat manjanya.
"Aku bosan dan juga sangat ingin berkeliling terus melihat-lihat yanh ada didalam mainson ini. Lagiankan hubby juga sedang tidur, makanya aku keluar. Apa hubby menginginkan sesuatu?" tanya Azalya yang masih menikmati pelukan dan juga kebersamaan nya dengan Zayn.
"Tidak apa-apa. Hanya saja mual dan juga paling ku terasa lagi saat berjauhan dari kamu" jawab Zayn yang tadi hampir saja akan muntah-muntah kembali saat tidak bisa menemukan Azalya.
"Uuuhhh, kacian nya my husband" ucap Azalya yang sudah membalikan badan nya jadi menatap Zayn yang sedang menatapnya dengan tatapan yang sayu.
"Jika kasihan kenapa malah meninggalkan ku sendiri didalam kamar" ucap Zayn yang malah mencubit hidung kecil Azalya.
"Ih, sakit tahu By" ucap Azalya yang sedang mengusap-ngusap hidungnya yang terasa perih juga pasti sangat merah akibat dari Zayn tadi.
"Eh, tapi kenapa sekarang pindah dari hidung aku sih. Bukan nya kening sebelumnya?" tanya Azalya yang merasa ada yang aneh lagi dengan sikap nya yang ini.
"Jadi mau disentil juga?" tanya Zayn yang malah menarik pinggang Azalya supaya semakin dekat dengan nya.
"Ya enggak lah. Masa sudah cantik seperti ini masih juga disentil sih" ucap Azalya dengan senyuman terpaksanya dan juga mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan Zayn.
"Ya sudah, apa kamu ingin disini saja? Bukankah kemarin bilang ingin menemui Mama?" tanya Zayn yang masih memeluk Azalya dengan sangat posesif nya juga tangan Zayn yang satu lagi membelai pipi Azalya.
"Iya, sampe lupa. Jika aku pulang kemari karena ingin bertemu dengan Mama" ucap Azalya yang baru mengingat keinginan nya yang kemarin.
"Mau kesana sekarang?" tanya Zayn yang memberikan penawaran pada Azalya.
"Bersiaplah" ucap Zayn yang sekarang dia duduk dengan sangat lemas diatas sofa didalam ruangan keluarga.
"Tuan Muda. Apa sudah lebih baik?" tanya bik Sumi yang baru saja datang menghampiri Zayn yang sedang memijat keningnya yang terasa sangat pusing.
"Seperti yang bibik lihat. Bibik sendiri? Kenapa masih bekerja juga disini? Bibik seharusnya hanya diam dirumah dan juga bersama keluarga bibik" tanya Zayn yang melihat wanita paruh baya yang sangat lama mengabdikan dirinya pada keluarganya.
"Bibik sudah tidak memiliki keluarga Tuan Muda. Tuan Muda kan sudah tahu, jika bibik sudah tidak memiliki siapa-siapa didunia ini. Hanya keluarga ini yang bibik miliki sekarang" jawab bik Sumi yang memang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi dalam hidupnya yang sudah semakin tua renta.
"Jika bibik tidak keberatan, apa bibik mau ikut dengan Z ke Amerika?" tanya Zayn yang menanyakan hal yang sangat penting juga menawarkan untuk bisa dekat dengan nya seperti dulu.
"Jika bibik mau sudah dari sejak lama bibik menerima permintaan dari Nyonya Vita untuk pindah juga kedalam kediaman Edison dan tinggal bersama dengan Nyonya disana. Tapi bibik tidak bisa meninggalkan mainson ini begitu saja Tuan Muda. Bibik sudah nyaman dan juga senang bekerja disini" ucap bik Sumi yang memang tidak mau pindah dari sini.
"Apa bibik mengetahui sesuatu yang tidak saya ketahui bik?!" tanya Zayn dengan nada dingin dan juga datarnya.
"Apa yang ingin Tuan Muda ketahui dari saya Tuan?" tanya bik Sumi yang malah balik bertanya pada Zayn.
"Semua... " ucapan Zayn tapi belum sempat dia melanjutkan ucapan nya sudah disela oleh Azalya yang baru saja datang dari arah samping keluar dari kamar Zayn.
"By, aku sudah siap" ucap Azalya yang memang sudah siap dengan dandanan yang sangat casual dan juga terlihat sangat elegant.
"Bik, bibik berhutang penjelasan pada saya" ucap Zayn yang akan menghampiri Azalya yang sedang berdiri menunggunya.
Bik Sumi hanya diam dan juga mengangguk mengiyakan ucapan dari Zayn. Dia akan menceritakan apa yang dia tahu tentang masalalu keluarga Pratama yang dia ketahui.
"Kita berangkat sekarang" ucap Zayn yang langsung memeluk pinggang Azalya untuk segera pergi dari sana untuk menuju kediaman Danu Wijaya Kusuma.
Azalya dengan senang hati langsung memeluk Zayn juga, mereka keluar dari mainson dengan berpelukan menuju mobilnya yang sudah terparkir dengan cantiknya dihalaman mainson.
"Kita akan kemana Tuan Muda?" tanya Angga yang selalu standby dengan Max dan Jo didalam mobil.
"Kita kekediaman orang tua saya, dijalan XX nomor 10" bukan Zayn yang menjawab. Melainkan Azalya yang menjawabnya.
"Baik Nyonya" jawab Angga yang sudah duduk dengan tenang didalam mobil bersama dengan Max dan Jo.
Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang karena terjebak macet, mereka sudah sampai didepan rumah mewah yang masih sama seperti yang dulu. Azalya langsung turun tanpa menunggu Angga membukakan pintu mobil.
Dengan sangat antusias Azalya berlari menuju pintu masuk, dimana pintunya memang selalu terbuka. Biasanya Mama Soraya juga dijam segini sedang menyiapkan makan siang untuk semua orang yang akan menyempatkan pulang untuk makan siang bersama.
"Assalamualaikum, Mama" ucap Azalya sambil berteriak dan juga berlari kearah sang Mama yang sedang berada didapur.
"Wa'allaikum salam. Loh, Aza. Ini beneran Aza putri Mama?" jawab Mama Soraya yang bertanya pada Azalya yang langsung memeluk Mama Soraya yang sedang berdiri menatap putri bungsunya. Juga bertanya dengan pertanyaan yang membuat Azalya kesal.
"Iya lah masa bukan. Memangnya Aza nya Mama ada yang lain apa?" ucap Azalya yang langsung mengerucutkan bibirnya sebal mendengar pertanyaan dari Mama Soraya.
"Maaf, maksud Mama. Aza kemari dengan siapa? Dimana suami kamu?" tanya Mama Soraya yang mengoreksi pertanyaan nya pada Azalya.
"Ada tuh didepan. Aza yang minta untuk pulang kesini dulu dan bertemu dengan Mama, Aza sangat merindukan Mama" jawab Azalya yang langsung memeluk Mama Soraya dan juga menangis didalam pelukan sang Mama.
"Loh, kok malah nangis sih? Mama kan ada disini dan kita sudah bertemu, jadi jangan menangis lagi. Oke" ucap Mama Soraya yang mengurai pelukan dari Azalya dan langsung mengusap air mata yang ada dipipi Azalya.
"Iya, aku sangat merindukan Mama" ucap Azalya yang langsung kembali ceria lagi setelah mendapatkan perlakuan manis dan juga perhatian dari Mama Soraya.
"Kamu ini aneh banget sayang" ucap Mama Soraya yang malah terlihat bingung dengan sikap Azalya yang sedikit berbeda dari biasanya dan juga ini bukan seperti Azalya yang jarang menangis apa lagi meye-meye seperti sekarang.
.
.
.
Hayo... Ada yang tahu dengan Azalya dan juga Zayn????
Yuk, ramaikan setiap babnya dan juga kasih like, vote dan hadiahnya juga ya... Supaya Othor makin semangat terus buat up😉