
Baik Mom Vita maupun Mama Soraya, mereka berdua sangat kompak dalam urusan dapur dan juga masak memasak. Karena keduanya sangat menyukai hal itu.
"Ini sudah selesai semuanya. Tinggal memanggil semua orang, dan terutama pengantin baru kita" ucap Mom Vita pada Mama Soraya yang sedang menata makanan diatas meja dibantu oleh para pelayan dimainson mewah tersebut.
"Iya mbak. Mau saya panggilkan atau mbak saja?" tanya Mama Soraya pada Mom Vita.
"Biar aku saja. Mereka berdua pasti masih tidur" ucap Mom Vita yang langsung mengajak yang lainnya untuk makan tapi tiba-tiba langkah Mom Vita dihentikan oleh kepala pelayan tersebut.
"Maaf Nyonya. Saya mendapatkan perintah langsung dari Mister Z untuk tidak boleh ada yang mengganggu tidurnya. Maafkan saya sekali lagi Nyonya, bukan nya saya bermaksud kurang ajar" ucap kepala pelayan tersebut yang sudah membungkukan badan nya dihadapan Mom Vita.
"Baiklah. Saya tidak akan mengganggu nya" jawab Mom Vita yang kembali berjalan menuju arah ruang makan. Dimana semua orang sudah berkumpul bersama.
"Honey, kenapa balik lagi?" tanya Dad Louis yang melihat Mom Vita kembali hanya sendirian.
"Mereka berdua tidak mau diganggu. Makanya Mommy balik lagi Dad" jawab Mom Vita yang sudah duduk didekat Dad Louis.
"Dasar anak muda jaman sekarang. Selalu saja seperti itu jika masih lengantin baru" ucap Oma Rena yang sedikit menghela nafasnya.
Semua orang hanya diam dan makan dengan tenang. Tidak ada yang menyahuti apa yang dikatakan oleh Oma Rena barusan. Karena semuanya sedang menikmati makan malam yang sangat istimewa seperti ini.
.
Sedangkan didalam kamar sana Azalya menggeliatkan badan nya, dia merasa seluruh tubuhnya terasa sangat remuk dan juga bagian intinya terasa perih dan juga ngilu.
"Kenapa sakit banget sih" gumam Azalya saat akan bangun.
Dia baru menurunkan kakinya dari ranjang dan sekarang menjuntai kebawah. Azalya ingin bangun tapi terasa tidak nyaman dengan bagian intinya.
"Dia memang sangat tampan walau sedang tidur seperti ini" gumamnya mengagumi Zayn yang masih memejamkan matanya.
"Aduh, aku tidak kuat pengen pipis" ucapnya yang ingin langsung berlari tapi tidak bisa karena surabi miliknya terasa sakit.
Azalya berjalan seperti penguin dan dengan sangat perlahan masuk kedalam kamar mandi. Azalya langsung menutup pintu kamar mandi tersebut dan langsung duduk dikloset.
"Sahhhhh, kenapa perih banget sih" gerutu Azalya saat merasakan sakit dan juga perih saat buang air.
"Kenapa tidak seperti tadi yang terasa enak dan, ah sudahlah" gumam Azalya yang menatap pantulan dirinya dicermin yang sangat besar didalam kamar mandi.
"Astagfirullah. Kenapa dengan seluruh tubuhku ini? Kenapa susah seperti macan begini?" gumamnya dengan bingung dengan keadaan tubuhnya yang sudah banyak sekali bercak merah, apa lagi dibagian gunung kembarnya yang seperti tidak ada celah lagi. Semuanya merah.
"Apa serangga itu kembali lagi ya? Ih, serem banget jika itu terjadi" ucap Azalya yang masih menatap dirinya dicermin besar tersebut.
"Tapi, eh tunggu dulu. Bukankah ini karena ulah abang Z kan tadi?" ucapnya lagi setelah ingat dengan yang tadi siang dia lakukan bersama dengan Zayn.
"Wah, pantas saja uncle Louis bilang serangga nya besar dan juga suka menghisap. Ternyata ini maksudnya?" ucap Azalya yang baru ingat jika dia juga pernah mengalami seperti ini saat waktu itu dia dengan Zayn juga berciumann.
"Eh tunggu! Bukankah karena ini semua orang menjadi salah faham? Pantas saja mereka menyangka jika aku dan abang Z melakukan iya iya hanya karena tanda ini" ucap Azalya yang masih berdiri didepan cermin dan bicara sendiri seperti orang waras.
"Apa kau tidak akan keluar?" tanya seseorang yang sudah berada didekatnya sekarang dengan bertelan*ang dada.
"Astagfirullah, abang bisa nggak sih tidak mengagetkan" ucap Azalya yang terlonjak kaget dengan kedatangan Zayn yang tiba-tiba sudah ada disampingnya.
Zayn tidak menggubris dan langsung menyelesaikan hajatnya ingin buang air dan juga akan mandi. Zayn dengan santainya membuka boxer yang menutupi benda kramat yang bisa membuat Azalya merem melek dan juga meracau keenakan.
"Aaa, abang kenapa membukanya" protes Azalya saat melihat benda kramat yang sekarang bentuknya seperti ulat sagu.
"Tapi kenapa berubah jadi seperti itu?" gumam Azalya yang tidak sadar Zayn sudah ada dihadapan nya kembali dan....
PLETAK...
"Berhenti berfikiran mesum" ucap Zayn yang menyentil kening Azalya dengan lumayan keras hingga Azalya mengaduh kesakitan.
"Aduh, abang kenapa sih suka sekali menyentil keningku? Bisa-bisa keningku ini seperti ikan louhan yang jenong. Mending ikan louhan, makin mahal jika makin jenong, lah aku kan nggak lucu" gerutu Azalya yang langsung mengerucutkan bibirnya.
"Sudah bicaranya?" tanya Zayn yang sedang menggerutu padanya.
"Ish, abang nyebelin!!!" ucap Azalya saat melihat Zayn berlalu begitu saja dari hadapan nya.
Tanpa disadari Zayn menarik sudut bibirnya tipis, dia seperti sedang tersenyum karena melihat Azalya yang selalu membuat nya menjadi gemas sekaligus kesal jika sudah melihat Azalya yang seperti itu.
Azalya menyusul Zayn yang ternyata sedang menatapnya makanan diatas meja. Entah sudah sejak kapan itu disiapkan.
"Abang, yang menyiapkan ini?" tanya Azalya yang melihat berbagai makanan yang tersaji diatas meja.
"Terimakasih hubby" ucap Azalya dengan senyuman mengembang dibibirnya.
Zayn yang dipanggil seperti itu menatap Azalya dengan tatapan yang sulit diartikan. Tapi Zayn juga tidak monolak nya.
Mereka berdua makan dengan sangat lahap. Lebih tepatnya Azalya yang sangat lahap makan nya, dia seperti tidak makan selama berhari-hari. Sehingga semua makanan yang ada dimeja habis dilahap oleh Azalya.
EEUUU
"Alhamdulilah" ucap Azalya yang selesai makan dan sendawa sangat keras.
Zayn hanya menggelengkan kepalanya saja mendengar Azalya sendawa dan itu tidak ada malu-malu nya sama sekali. Dan itulah keunikan Azalya yang tidak pernah jaim dan juga selalu menjadi dirinya sendiri.
Sedangkan Zayn menuju balkon untuk menghubungi bawahan nya yang sedang melakukan misi untuk menghabisi klan nya mewakili dirinya yang tidak bisa datang karena kondisinya belum pulih sepenuhnya.
"Kau sudah melakukan nya dengan baik. Kau akan mendapatkan bonus besar" ucap Zayn yang sedang menelpon seseorang.
Setelah mengucapkan itu Zayn langsung memutusakan panggilan tersebut dan dia merebahkan dirinya. Azalya baru sadar jika punggung Zayn ada luka cakaran yang lumayan dalam.
"Abang, ini pasti sakit?" tanya Azalya yang sudah menyusul Zayn dibalkon kamarnya dengan menggunakan bathrobe.
"Kenapa kau keluar?" bukan nya menjawab Zayn malah memberikan pertanyaan lagi pada Azalya.
Azalya yang akan berbalik ditahan oleh Zayn. Zayn langsung memeluk Azalya dengan sangat erat, walau tanpa mengucapkan apapun Azalya sepertinya tahu apa yang sedang dirasakan oleh Zayn.
"Aku akan mengobati abang. Kita masuk" ucap Azalya didalam pelukan Zayn.
Zayn tidak menjawab ucapan Azalya. Dia malah semakin erat memeluk Azalya. Azalya hanya diam dan membalas pelukan dari Zayn dan mengusap punggung Zayn yang terluka.
"Maafkan aku sudah melukai abang" ucap Azalya yang sedang mengusap punggung Zayn yang mengelupas akibat cakaran nya.
"Ayo, aku obati. Takutnya luka abang infeksi" ucap Azalya yang mengurai pelukan nya dari Zayn.
Zayn melepas pelukan nya dan dia langsung menggendong Azalya ala bridal style. Dia tahu Azalya sedang kesakitan juga dibagian intinya.
"Abang, aku bisa berjalan sendiri. Abang juga kan belum sembuh total" ucap Azalya yang mengalungkan tangan nya dileher Zayn agar tidak jatuh.
"Diamlah. Kau itu cerewet sekali" ucap Zayn yang sejak tadi diam.
"ish, abang nyebelin" ucap Azalya yang sudah duduk ditepi ranjang.
"Sini bang, mau kemana lagi sih? Aku kan mau mengobati luka dipunggung abang" tanya Azalya yang menarik Zayn hingga bukan mengobati luka. Yang ada mereka akan mengulang yang tadi siang.
Azalya terpesona menatap wajah Zayn yang sangat putih dan juga mulus tanpa disadarinya Azalya langsung menyambar bibir Zayn yang ada didepan nya saat ini.
Zayn juga tidak menyia-nyiakan apa yang ada didepan nya saat ini. Zayn membalas apa yang dilakukan oleh Azalya saat ini. Zayn mel*mat bibir Azalya atas bawah dan mereka berdua saling berperang lidah.
Hingga Azalya melenguh saat Zayn meremas bukit kembar milik Azalya yang sekarang rasanya semakin besar akibat ulahnya. Azalya semakin membusungkan dadanya semakin dekat dengan Zayn.
"Eum" racau Azalya saat Zayn sudah menyesap bergantian bukit kembar nya bergantian. Seperti bayi yang sedang kehausan.
PLUK..
Zayn melepaskan nya dan berpindah lagi pada bibir Azalya yang terbuka lebar karena sudah mengeluarkan suara sakral nya yang membuat Zayn semakin tidak karuan.
Zayn melepaskan kain terakhir yang melekat ditubuhnya tanpa melepaskan bibir Azalya. Dan tangan satunya lagi mengarahkan paria pait nya pada surabi milik Azalya yang merah merekah ingin segera dimasuki olehnya.
"Euh abang" ucap Azalya saat benda besar dan berurat itu melesak masuk kedalam intinya dengan sempurna dan ini tidak sesulit saat pertama kalinya.
.
.
.
Maaf Othor khilaf lagiππππ
Othor ingatkan lagi ya supaya mendukung semua karya Othor....
like, vote, komen dan hadiahnya wajib ya buat semangat Othor π