Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
S2~ Diintrogasi



"Bang, apa abang yakin ingin bertemu dengan Daddy dulu? Daddy orangnya dingin dan tidak tersentuh, apa lagi berbicara dengan orang tidak dikenal. Dengan yang dikenal saja jarang mengatakan apa-apa. Apa abang yakin dengan semua itu?" tanya Zaniya yang masih nemplok kayak cicak dipunggung Tama.


"Jika kamu yakin abang bisa, pasti akan bisa. Jika kamu sendiri tidak yakin kenapa malah bertanya?" ucap Tama yang menghentikan laju motornya dan menatap kearah Zaniya.


"Sekarang abang tanya, apa kamu sudah yakin dengan abang atau masih ragu? Jika yakin kita lanjut, jika tidak kita mundur. Apa yang kamu inginkan?" tanya Tama dengan tatapan lurus menatap manik hitam Zaniya.


"Aku yakin dengan abang, tapi aku tidak yakin dengan Daddy yang akan menyetujuinya. Aku tahu Daddy seperti apa, dia tidak bisa jika aku atau Zahiya berdekatan dengan pria kecuali saudara dan orang yang menurut Daddy adalah orang yang tepat untuk bisa dekat dengan kamu berdua. Aku takut abang akan kenapa-kenapa jika bertemu Daddy dengan cepat dan sangat membuat aku khawatir" jawab Zaniya yang menunduk dan tidak berani menatap wajah Tama.


"Hey, kenapa menjadi murung seperti ini? Jika kamu tidak setuju abang kesana sekarang tidak apa-apa, tapi jangan bersedih seperti ini. Tatap abang, abang tidak apa-apa jika kamu tidak siap dan tidak ingin jika abang bertemu dengan orang tua kamu, terutama dengan Daddy kamu. Tapi berikan abang senyuman yang paling tulus dan paling manis" ucap Tama yang memegang pipi Zaniya dan menariknya untuk tersenyum.


"Nah, ini baru Zaniya yang abang kenal. Zaniya yang selalu ceria dan selalu optimis" ucap Tama saat mendapatkan senyuman dari Zaniya dan dia mengusap kepala Zaniya dengan lembut dan menampilkan senyuman tipis dibibirnya.


"Jika nanti aku sudah bicara dengan Daddy, dan Daddy ingin bertemu dengan abang akan aku kabari abang secepatnya" ucap Zaniya yang kembali ceria lagi dan sekarang mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju cafe Z&Z yang sudah dekat dari jalan yang sedang mereka tempuh.


"Akan abang tunggu. Sekarang abang harus kerja dulu, kamu juga kerjakan tugas kamu sampai selesai. Abang sudah memberikan izin kamu pada dosen kamu, jika kamu mengerjakan semuanya dirumah" ucap Tama yang sudah sampai didalam cafe dan akan masuk kedalam ruangan khusus kariawan.


"Iya, abang semangat kerjanya. Aku akan menunggu abang sampai selesai" ucap Zaniya yang memberikan semangatnya pada Tama.


"Jangan menunggu abang. Abang akan pulang malam dan itu tidak baik untuk kamu, apa lagi kamu adalah wanita. Setelah tugas kamu selesai segera pulang dan jangan kemana-mana lagi" ucap Tama yang mengatakan nya dengan penuh ketegasan.


"Mas Tama tolong ambilkan pesanan meja nomor 5" teriak rekan kerjanya yang sedang membawakan pesanan pengunjung lain.


"Abang kerja dulu. Kerjakan tugas kamu" ucap Tama sebelum dia pergi mengerjakan pekerjaan nya.


"Oke" jawab Zaniya yang menyatukan jari telunjuk dan jari jempolnya membentuk huruf O pada Tama.


"Ehem... Kayaknya lagi seneng banget nih, sampe-sampe uncle ada disini saja tidak kelihatan" ucap Zayd yang sudah ada dibelakang Zaniya.


"Uncle Za. Kangen" ucap Zaniya yang langsung memeluk Zayd dengan sangat erat. Karena selain Zayd baik padanya, dia juga sangat mirip sekali wajahnya dengan Zayn, Daddy nya.


"Kamu ini, sudah sebesar ini juga masih saja manja dan peluk-peluk uncle seperti anak-anak. Apa tidak takut jika pria mu itu cemburu?" tanya Zayd dengan tatapan menggodanya.


"Uncle apaan sih. Ya nggak lah, masa sama uncle sendiri harus cemburu sih. Eh tapi kenapa uncle ada disini? Auntie Ele?" tanya Zaniya yang mengalihkan pembicaraan mereka dan menanyakan keberadaan Eleanor, istri Zayd.


"Auntie dirumah, dia sedang tidak enak badan. Makanya uncle yang gantiin sebentar, karena uncle juga sedang free kerjanya" jawab Zayd dengan menatap wajah Zaniya.


"Kenapa uncle menatapku seperti itu? Apa ada yang salah dengan wajah atau penampilan aku?" tanya Zaniya yang merasa tidak nyaman ditatap seperti itu walau oleh uncle nya sendiri.


"Tidak, uncle hanya sedang menatap wanita yang mirip sekali dengan kak Zia. Dia adalah wanita yang selalu ceria dan selalu terlihat kuat dan tangguh, walau sebenarnya dia juga rapuh. Sama seperti kamu ini Zaniya, kamu adalah persamaan darinya. Apa kau mengerti maksud uncle Zani?" tanya Zayd yang menatap dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Maksud uncle aku harus bisa seperti auntie Zia yang kuat dan tidak rapuh? Apa itu maksud uncle?" tanya Zaniya yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Zayd padanya.


"Tentu saja bukan. Karena serapuh dan sekuat apapun seorang wanita, dia akan tetap membutuhkan seorang pria yang bisa mengerti dirinya dan bisa menerima dirinya apa adanya dan bisa melindunginya dalam situasi apapun. Itu maksud uncle" jawab Zayd yang mengatakan jika seorang wanita memang harus menemukan sosok pria yang bisa mengerti dirinya dan bisa menjaganya dengan baik.


"Apa dia adalah pria yang pas dan juga cocok untuk kamu Zani? Karena yang uncle lihat dia adalah pria yang baik, tanggung jawab dan pekerja keras. Bahkan dia rela dan mau mengerjakan pekerjaan apapun yang menurutnya itu baik untuk keluarganya. Kamu harus bisa meyakinkan Daddy kamu yang pastinya sudah tahu segalanya yang kamu lakukan. Pertahankan dia dan lindungi dia dari Daddy kamu yang mungkin akan melakukan sesuatu padanya" ucap Zayd memberikan peringatan pada Zaniya.


"Maksud uncle, Daddy akan melakukan hal yang berbahaya adanya?" tanya Zaniya yang mendapatkan anggukan dari Zayd.


"Aku harus menemui Daddy dan menjelaskan semuanya sebelum Daddy melakukan kesalahfahaman saja" ucap Zaniya yang membereskan semua perlengkapan kuliahnya dan akan segera pergi.


"Uncle, thank you" ucap Zaniya yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Zayd.


Zaniya memacu motornya dengan kecepatan penuh dan dia langsung menuju ruangan kerja Zayn yang sudah datang dan sedang menunggu Zaniya menemuinya.


"Dad" ucap Zaniya yang langsung membuka pintu ruangan kerja milik Zayn dan dia berlarian mendekatinya.


"Apa Daddy akan melakukan sesuatu pada pria yang sedang dekat dengan ku saat ini? Apa Daddy akan melakukan sesuatu padanya?" tanya Zaniya dengan nafas tersengal karena berlarian.


"Tolong jangan lakukan itu Dad. Aku sangat menyayanginya, dan aku ingin bersama dengan nya. Dia ingin langsung bertemu dengan Daddy tadi, tapi aku menolaknya karena aku yang ingin mengatakan nya lebih dulu pada Daddy. Please Dad, Daddy jangan lakukan itu padanya" ucap Zaniya yang memohon pada Zayn supaya tidak melakukan apapun pada Tama.


"Apa kau yakin jika dia adalah pria yang baik untuk mu? Apa dia benar-benar pria yang tepat untuk mu? Daddy tidak pernah membatasi mu untuk dekat dengan siapapun. Apa dia pantas dan cocok untuk mu?" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya dan dingin pada Zaniya.


"Aku yakin Dad, dia adalah pria yang baik dan juga kerja keras. Apa lagi dia sangat baik dan bertanggung jawab pada keluarga. Aku melihatnya seperti melihat Daddy, aku menyayanginya seperti aku menyayangi Daddy. Karena dari itu aku ingin Daddy jangan membuatnya ketakutan pada Daddy" jawab Zaniya dengan mantap dan dia juga mengatakan nya tanpa keraguan sedikitpun juga pada Zayn.


"Jika menurut mu dia yang terbaik, Daddy akan mendukungnya dan akan selalu mengizinkan kalian untuk bersatu. Tapi ingat! Jangan kecewakan Daddy" ucap Zayn yang langsung mendapatkan pelukan dari Zaniya.


"Thank you Dad, thank you so much. Aku akan selalu menjaga dan juga selalu mengingat apa yang Daddy katakan tadi padaku. Thank you Dad" ucap Zaniya yang mendongak menatap wajah Zayn lalu memeluknya kembali dengan sangat erat.


"Your welcome baby, Daddy akan selalu mendukung apapun yang kalian inginkan. Asalkan kalian bahagia" ucap Zayn yang mengusap punggung lalu kepala Zaniya dan mengecup keningnya lama.


"Sekarang kembalilah kekamar dan istirahat. Daddy juga akan melakukan hal yang sama, so. Jangan ganggu Daddy, oke" ucap Zayn memberikan perintahnya pada Zaniya supaya langsung istirahat.


"Tentu Dad" jawab Zaniya yang akan pergi keluar dari ruangan kerja milik Daddy nya.


"Kau urus pria yang bersama dengan Zaniya tadi siang dan sore hari itu. Bawa dia kedalam markas, jangan sampai ada yang tahu atau menyadari jika dia tidak ada" perintah Zayn setelah Zaniya sudah benar-benar pergi dari ruangan nya. Zayn juga mengatakan pada anggotanya yang sedang mengawasi Tama untuk melakukan nya dengan senyap.


"Akan kami lakukan King" jawabnya yang segera memutuskan sambungan ponselnya.


"Maafkan Daddy Zan, Daddy harus memastikan semuanya sendiri, jika pria itu memang baik dan tepat untukmu" gumam Zayn yang akan pergi menuju markasnya untuk menyambut kedatangan pria yang dekat dengan Zaniya.


Zayn langsung pergi menggunakan jalan lain dan dia sudah berada dalam perjalanan menuju markasnya. Dimana dia mengemudikan mobilnya sendiri dan tak membutuhkan waktu lama, dia sudah sampai dan disana sudah menunggu Angga dan anggotanya yang lain.


"King, dia sudah ada didalam ruangan yang sudah anda perintahkan" ucap Angga yang tidak tahu apa yang akan King nya lakukan pada pria biasa itu.


"Apa yang anda inginkan dari saya? Saya tidak pernah membuat masalah dengan anda. Kenapa anda membawa saya kemari?" tanya Tama yang sudah duduk dikursi dengan posisi tangan dan kaki terikat.


"Apa kau yakin tidak pernah memiliki kesalahan atau mengusik saya?" tanya Zayn dengan tatapan datarnya dan tanpa ekspresinya.


"Saya tidak kenal anda dan saya tidak tahu apa yang sudah saya lakukan kesalahan pada anda. Apa lagi mengusik anda" jawab Tama dengan tenang dan tidak merasa takut pada Zayn.


"Bukankah kau sedang mendekati seorang gadis, apa kau sudah melupakan nya? Atau kau memang hnya ingin mempermainkan nya saja?!" tanya Zayn yang melepasakan ikatan tangan Tama.


"Apa maksud anda adalah Zaniya?" tanya Tama yang memastikan, karena dia baru pertama kali dekat dengan seorang wanita apa lagi gadis.


"Apa kau memang sedang dekat dengan lebih dari satu gadis? Sampai-sampai kau menanyakan nya pada saya?" tanya Zayn dengan tatapan sinisnya dan dia juga duduk dihadapan Tama dengan sangat elegant.


"Saya hanya sedang dekat dengan nya saja. Saya tidak pernah dekat dengan siapapun selain Zaniya saja. Apa hubungan anda dengan nya? Kenapa anda malah membawa saya kemari?" jawab Tama yang malah balik bertanya pada Zayn.


"Buktikan, jika kau memang serius dan tidak akan menyakitinya. Jika sampai saya mendengar dan melihat sendiri itu semua, jangan harap kau bisa selamat dan hidup dengan tenang" ucap Zayn yang mengatakan nya dengan penuh ancaman pada Tama.


"Tanpa anda minta saya bisa melakukan nya. Karena bagi saya sebuah hubungan dengan kejujuran akan lebih baik dan akan kekal hingga nanti. Karena saya paling tidak suka dengan yang namanya penghianatan dalam bentuk apapun" ucap Tama yang mengatakan jika dia memang benar-benar serius pada Zaniya.


Zayn hanya diam dan menatap datar pada Tama yang tidak jauh berbeda dengan dirinya. Zayn bisa melihat adanya ketulusan dan juga rasa cinta yang sangat besar untuk Zaniya. Zayn akan mendukungnya dan menunggunya untuk meminta Zani padanya secara langsung dan juga resmi.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya ya... Jangan lupa rat ⭐️5 nya ya....


happy reading... 🤗🤗🤗