Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Ada apa dengan Azalya???



Azalya bingung harus mengatakan apa pada Zahiya dan Zaniya yang menanyakan dirinya. Masa harus mengatakan apa yang Zayn katakan padanya pada kedua putrinya.


"Mommy tidak apa-apa, Mommy tadi kaget saja. Ngomong-ngomong, kenapa kalian kemari dengan penampilan yang sangat kotor dan juga basah?" jawab Azalya sambil bertanya juga untuk mengalihkan pembicaraan mereka.


"Oh, tadi kami main pasir didekat air. Jadi basah seperti ini" jawab Zahiya dan Zaniya dengan nyengir kuda menampilkan gigi putihnya.


"Apa masih mau main lagi atau pulang?" tanya Zayn menatap kedua putrinya yang menggelengkan kepalanya tidak mau pulang cepat.


"No Dad. Kami ingin bermain dulu" jawab Zahiya dan Zaniya yang langsung berlari lagi menjauhi kedua orang tuanya.


"Mereka ada-ada saja. Hubby juga kenapa mengatakan seperti itu? Bagaimana jika mereka berdua mendengarnya, mungkin mereka beranggapan lain nantinya" tanya Azalya yang mencubit gemas perut kotak-kotak Zayn yang selalu membuat Azalya semakin panas dingin dibuatnya.


"Tapi bukankah kau menyukainya, hmm?" ucap Zayn yang malah memeluk Azalya lebih erat lagi membuat Azalya malah tertawa terbahak-bahak karena Zayn memegang pinggangnya dan Azalya merasa kegelian.


"Hahaha, By cukup. Please jangan menggelitik" ucap Azalya yng sambil tertawa dan juga menahan tangan Zayn yang sedang menggelitik Azalya.


"Aku tidak akan pernah melepaskan kamu" ucap yang yang terus menggelitik. Tapi tiba-tiba berhenti saat Zayn melihat Azalya memegang kepalanya yang terasa sakit.


"Kamu baik-baik saja? Apa yang kamu rasakan?" tanya Zayn yang merasa panik akan Azalya yang tiba-tiba menepuk) and kepalanya dan meringis.


"Aku tidak tahu By, kenapa tiba-tiba kepalaku sakit banget dan sepertinya aku pernah mengalami kejadian seperti ini dan.... " Azalya tidak melanjutkan ucapan nya lagi karena tiba-tiba dia pingsan dan tidak sadarkan diri lagi.


"Aza, kamu jangan bercanda. Azalya, sweetie" ucap Zayn yang menepuk-nepuk pipi Azalya yang tidak bergeming dan sudah sangat lemas.


Zayn langsung menggendong Azalya menuju arah mobil dan membuat Angga dan Marcos berlari juga dengan menggendong kedua putri King nya. Mereka merasa bingung dengan Nyonya nya yang tiba-tiba tidak sadarkan diri dan Zayn langsung menghubungi Aaron untuk segera datang ke mainson miliknya secepatnya.


"Dad, apa yang terjadi dengan Mommy?" tanya Zahiya dan Zaniya yang sudah menangis melihat keadaan Azalya yang sudah merebahkan dipangkuan Zayn dan sudah sangat pucat dan juga lemas.


"Kalian jangan khawatir, Mommy pasti baik-baik saja. Don't cry oke" ucap Zayn menenangkan Zahiya dan Zaniya yang sudah menangis dan tidak mau berhenti menangis.


Zayn benar-benar sudah sangat khawatir juga akan keadaan Azalya saat ini. Zayn meminta Angga lebih cepat mengemudikan mobilnya menuju mainson dan disana ternyata Aaron sudah menunggunya dan takut menunggu waktu lama Zayn sudah sampai dan langsung menggendong Azalya menuju kamarnya untuk segera diperiksa oleh Aaron.


Sedangkan Zahiya dan Zaniya digendong oleh Angga dan Marcos dibelakangnya. Zahiya mendekati Zayn yang sedang menatap Azalya sedang diperiksa oleh Aaron. Tangan mungil Zahiya dan Zaniya menggenggam tangan Zayn kanan dan kirinya lalu Zayn menoleh kepada dua putrinya lalu dia berjongkok dihadapan kedua putrinya.


"Jangan menangis lagi. Sekarang berganti pakaian dulu, lalu kemari lagi oke" ucap Zayn yang mengusap kepala Zahiya dan Zaniya yang mengangguk dan berlalu menuju ruangan walk in closet untuk segera berganti pakaian.


"Apa yang terjadi dengan istriku?" tanya Zayn dengan tatapan tajamnya pada Aaron.


"Kemungkinan ingatan Nyonya sedikit demi sedikit pulih King. Dari gejala dan juga ekspresi wajah yang tidak sadarkan diri tapi merasa tidak tenang. Anda bisa melihatnya sendiri" jelas Aaron yang memperlihatkan ekspresi Azalya yang pingsan tapi merasa ketakutan.


"Apa dia tidak apa-apa? Apa mungkin dia bisa mengingat semuanya?" tanya Zayn pada Aaron.


"Semoga saja memang seperti itu King. Karena memang seharusnya seperti itu" jawab Aaron yang sudah selesai memeriksa Danu menyimpan alat-alat medis miliknya.


Zayn langsung menghampiri Azalya yang sedang berbaring dan belum sadar dari pingasan nya. Zayn juga menatap dan menggenggam tangan Azalya yang masih memejamkan matanya.


"Dad, apa Mommy sudah bangun?" tanya Zahiya dan Zaniya yang sudah rapih berganti pakaian.


"Belum, seperti yang kalian lihat. Apa menginginkan sesuatu, hmm?" tanya Zayn pada kedua putrinya yang sudah duduk ditengah-tengah kasur dan memegang tangan Azalya juga.


"Apa Mommy baik-baik saja Dad? kenapa belum bangun juga?" tanya Zahiya dan Zaniya yang menatap sedih pada Azalya.


Pasalnya mereka berdua baru pertama kali melihat Azalya seperti ini. Sebelum-sebelumnya belum pernah, jadi mereka berdua sangat mengkhawatirkan Azalya. Apa lagi mereka melihat Azalya sampai meneteskan air matanya walau masih belum sadarkan diri.


'Apa yang kamu rasakan sekarang? Kenapa kamu sampai menangis seperti ini? Cepatlah bangun, aku tidak perduli walau kamu tidak bisa mengingat semuanya. Tapi bangunlah' ucap Zayn dalam hati sambil mengusap air mata Azalya yang mengalir dan dia juga sesekali mengusap air matanya sendiri yang ingin menetes.


"Mommy, bangunlah. Apa Mommy tidak merindukan kami? Cepat bangun Mom, jangan bobok terus" ucap Zahiya dan Zaniya yang masih menangis sambil terus mengusap pipi dan tangan Azalya.


'Kamu dengar mereka sweetie. Mereka sudah sangat mengkhawatirkan kamu, mereka takut jika kamu tidak mau bangun. Bangunlah, jangan membuatku seperti ini' ucap Zayn lagi sambil terus mengusap telapak tangan Azalya supaya lebih hangat dan bisa bangun.


"Dad, apa tidak harus dibawa kedokter? Mommy harus diperiksa oleh dokter Dad" ucap Zahiya dan Zaniya yang tidak sabar untuk melihat Mommy nya sadarkan diri lagi.


"Tadi sudah diperiksa my Queen. Kata dokternya ditunggu saja supaya bisa bangun lagi, mungkin Mommy sedang lelah makanya boboknya lama. Sekarang my Queen juga bobok saja didekat Mommy" ucap Zayn yang meminta Zahiya dan Zaniya untuk tidur disamping Azalya.


"Baiklah Dad. Tapi Daddy jangan meninggalkan kami" jawab Zahiya dan Zaniya dengan meminta Zayn tidak pergi kemana-mana dari mereka bertiga.


Zahiya dan Zaniya dengan patuhnya langsung tertidur disamping Azalya yang masih pingsan. Keduanya saling memeluk satu sama lain dan juga memeluk tangan Azalya yang mereka pegang. Zayn beranjak untuk mengganti pakaian nya yang sudah kotor karena pasir pantai tadi.


Zayn juga mengganti pakaian Azalya saat keduanya putrinya sudah terlelap. Zayn dengan sangat tlaten mengganti dan mengelap seluruh badan Azalya yang masih terlelap.


Sedangkan dialam bawah sadar Azalya sedang menatap bingung dirinya sendiri yang ada dua. Dia benar-benar bingung akan semua itu, dia heran dan juga ingin bertanya tapi ragu. Dengan mengumpulkan keberanian nya Azalya bertanya pada dirinya sendiri.


"Kamu siapa? Kenapa kamu dengan mirip dengan ku?" tanya Azalya pada dirinya sendiri.


"Aku? Tentu saja kamu, kenapa masih bertanya juga? Dasar aneh!" ucap diri Azalya yang lain dan mungkin saja dia adalah Azalya yang dulu sebelum dia hilang ingatan permanen.


"Maksud kamu apa? Kenapa aku ada dua? Dan ini tempat apa?" tanya Azalya lagi dengan semua kebingungan nya.


"Oke, gue adalah loe yang dulu dan juga memiliki ingatan manis bahkan bisa dibilang jika gue juga menginginkan semua itu. Gue adalah loe, dimasa lalu" jawab Azalya yang satu lagi, yang mengaku dirinya adalah masalalunya.


"Tolong, aku ingin ingat semuanya tentang diriku yang dulu dan juga tentang suamiku. Tolong beri tahu aku" ucap Azalya yng sudah memohon pada dirinya sendiri yang malah diam saja menatapnya datar.


"Apa jika loe bisa mengingat segalanya loe akan kuat dan tidak akan sedih? Gue sarankan, lebih baik loe jangan mengingat semuanya" ucap Azalya yang ingin segera pergi tapi ditahan oleh Azalya yang memohon untuk bisa ingat semuanya.


"Aku mohon, beri tahu aku. Aku tidak tahu harus apa jika aku tidak mengingat siapa diriku sendiri, juga ada yang terjadi padaku selama ini. Aku ingin mengingat semuanya. Aku mohon beri tahu aku segalanya" ucap Azalya yang menggenggam tangan Azalya yang lain.


"Oke, jika loe memaksa. Gue akan memberitahukan padamu, talk loe jangan kaget dan juga jangan menyalahkan gue jika loe ingat semuanya. Karena jika loe sudah mengingat segalanya, akan sulit untuk melupakan nya kembali" jawab Azalya yang satunya lagi dengan senyuman dibibirnya.


"Iya, aku berjanji tidak akan menyalahkan siapa-siapa. Karena ini adalah keinginan aku sendiri, jadi tolong beri tahu aku" jawab Azalya dengan mengangguk mantap dan juga tidak memikirkan apa-apa lagi selain ingin mengingat segalanya.


"Kau adalah aku dan aku adalah kamu. Aku pernah mengalami kejadian yang membuat ku melupakan segalanya pada saat sedang berada didalam rumah persembunyian untuk bisa menghindari musuh dari suamiku. Tapi tanpa disadari ternyata musuh itu tahu dimana aku dan juga keempat orang yang diutus oleh suamiku mendapatkan serangan mendadak dari musuh suamiku yang mengakibatkan keempat orang yang ada disana tewas dengan keadaan yang mengenaskan. Bahkan ada diantara mereka yang sudah akan meregang nyawa, dia masih ingin menolongku untuk segera pergi. Tapi naas yang aku terima, aku tertangkap dan dibawa kesebuah tempat yang aku sendiri tidak tahu diamana itu semua. Bahkan aku melihat dua menggantikan ku dengan waniya yang entah dari mana wajahnya sama dan mirip denganku. Juga mengambil semua barang-barang yang melekat pada tubuhku supaya suamiku benar-benar menemukan ku sudah tiada. Apa masih mau lanjut atau hanya sampai disini saja? Atau kau hanya ingin mengingat kejadian yang manis-manisnya saja dengan suamiku?" tanya Azalya pada Azalya yang sedang menangis mendengar semua yang dikatakan oleh Azalya yang sedang menatapnya datar.


"Ceritakan semuanya. Aku ingin mendengar semuanya, jangan berhenti bercerita. Aku sedang menanamkan ingatan itu pada ingatanku yang sekarang" jawab Azalya yang meminta lanjut kembali pada Azalya yang lain menceritakan semuanya.


"Oke, jika kau masih menginginkan ingatan kelam itu, tapi sebelum itu ingatan ku tentang suamiku sangat manis dan juga sangat bahagia. Kau jangan pernah merasa jika suamimu tidak pernah mencintaimu. Karena yang sebenarnya adalah dia sangat mencintaimu dan juga sangat mengharapkan mu menjadi yang pertama dan terakhirnya. Dia bahkan dengan rela menyakiti dirinya sendiri hanya untuk bisa selalu dekat dengan kamu. Oke kita lanjut dengan ingatan kelam mu itu. Aku dibawa kesebuah desa yang terpencil dan juga jauh dari mana-mana, sehingga aku mencoba melawan nya dengan tenaga yang tersisa dalam tubuhku. Sehingga tiba-tiba perutku terasa sakit dan aku pendarahan. Untung saja baby twins Z tidak apa-apa karena entah obat dan ramuan apa yang pria itu berikan padaku, tapi setelah meminum obat dan ramuan yang dia berikan rasa sakit dan juga darah yang keluar berhenti. Juga dengan ingatanku yang memudar, ingatan tentang kebahagiaan dan juga diriku yang dulu perlahan-lahan menghilang sedikit demi sedikit. Sehingga aku tidak ingat lagi setelah itu, dan kamulah yang mengingat segalanya. Apa mau melanjutkan kisah tentang suamimu dan bagaimana pertemuan itu terjadi?" tanya Azalya yang bertanya lagi pada Azalya yang sedang menangis karena dia sudah bisa mengingat segalanya dan juga kisah kelam itu.


"Aku sudah bisa mengingat semuanya, aku berterimakasih padamu. Karena kamu.... " Azalya menatap sekeliling sudah tidak ada lagi siapa-siapa disana, hanya ada dirinya saja dan dia mendengar suara dari suaminya dan juga kedua putrinya yang terdengar sangat memilukan dipendengaran nya.


"Hubby, Zahi, Zani.... Mommy, sudah bisa mengingat semuanya. Mommy sudah bisa mengingat segalanya. Hubby, aku mengingatnya" ucap Azalya yang menangis sambil menunduk dan sedikit tersenyum karena dia bisa mengingat semuanya.


"Hubby..." Azalya berteriak yang malah sekarang ada didalam kamar yang sudah tidak asing lagi dimatanya.


"Kau sudah bangun?" tanya Zayn yang sedang menggenggam tangan Azalya yang sedang menangis.


"Aku mengingat segalanya By, aku sudah bisa ingat semuanya" ucap Azalya yang langsung memeluk Zayn dengan sangat erat dan menangis didalam pelukan hangat Zayn yang selama ini dia rindukan.


"Kamu yakin sudah mengingat segalanya?" tanya Zayn yang tidak mengurai pelukan nya dan malah mengusap punggung dan juga menciumi pucuk kepala Azalya dengan penuh kerinduan yang mendalam.


"Iya By. Aku sudah mengingat segalanya, bahkan pernah membuat guci yang ada didalam kamar hubby pecah dua olehku. Bahkan aku juga sudah bisa membuat Mister flat ku dan kutub utaraku mencair dan lebih hangat padaku" jawab Azalya sambil tersenyum menatap Zayn yang sedang memeluknya juga.


PLETAK...


"Ternyata kamu memang sudah kembali" ucap Zayn setelah menyentil kening Azalya dengan pelan.


"Sakit tahu By, hubby suka sekali menyentil keningku ini? Tapi, kenapa saya aku tidak bisa ingat semuanya hubby tidak melakukan itu? Aku sempat heran akan hal itu" tanya Azalya yang sudah kembali dalam mode cerewet dan juga banyak bicaranya.


Inilah yang Zayn sukai darinya Azalya yang dulu. Dia akan selalu banyak bicara dan juga selalu ceria dan tidak pernah bisa diam barang sebentar saja. Zayn memeluknya dengan erat dan mencubit hidung mungil Azalya dengan gemas.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya disetiap babnya ya...


Juga subscribe dan pollow akun Othor, supaya bisa langsung baca jika Othor sudah up...