
Pagi itu Azalya begitu sangat senang, pasalnya Zayd mau diajak pergi berdua dan juga ditempat yang ramai oleh orang-orang. Ini adalah kesempatan yang sangat langka untuk Azalya.
"By, setelah ini kita wisata kuliner ya. Katanya hari ini adalah hari ke 3 jadi sudah tidak terlalu ramai, mungkin" ucap Azalya dengan sangat antusias mengatakan itu pada Zayn yang hanya diam saja menatap Azalya yang sedang berbicara padanya.
"By, mau ya? Kenapa hubby hanya diam saja? Bilang iya ke, atau tidak mungkin" ucap Azalya yang mengerucutkan bibirnya menatap Zayn yang selalu saja diam dan diam.
"Hmm" jawab Zayn dengan sangat singkat jelas dan juga padat. Karena Zayn sudah merasa lelah dan juga entah kenapa badan nya tidak bisa diajak kompromi lagi.
"By, apa hubby pusing dan mual lagi?" tanya Azalya saat melihat Zayn sudah terlihat pucat lagi seperti kemarin pagi.
"Tidak apa-apa, hanya sedikit pusing saja. Kita segera ke wisata kulinernya, bukankah kamu ingin kesana?" ucap Zayn Zayn tidak ingin mengecewakan Azalya yang sudah sangat antusias untuk pergi ke tempat dimana berbagai kuliner tersedia.
"Tapi hubby sangat pucat. Aku tidak mau jika hubby harus sakit lagi, aku nggak mau" ucap Azalya yang malah ingin menangis saat mengucapkan itu pada Zayn.
"Aku tidak apa-apa. Jadi jangan menangis, oke" ucap Zayn yang menenangkan Azalya yang akan menangis.
"Really?" tanya Azalya yang menatap Zayn dengan tatapan yang sudah berkaca-kaca.
"Ya" jawab Zayn dengan menganggukan kepalanya mengiyakan ucapan Azalya.
Azalya kembali tersenyum saat mendengar jawaban dari Zayn yang mau menurutinya berwisata kuliner yang tempatnya lumayan jauh dari tempatnya sekarang. Tapi Zayn tidak mempermasalahkan itu semua, yang terpenting adalah kebahagiaan Azalya. Itu yang membuatnya ikut bahagia dan juga senang akan hal itu.
"Terimakasih banyak ya By" ucap Azalya saat keduanya sudah didalam mobil.
"Anything for you (apapun untukmu)" jawab Zayn dengan mengusap pipi Azalya yang sedang memeluknya dengan sangat erat.
"Thank you my husband" ucap Azalya yang tersenyum sangat manis pada Zayn yang membuat mood booster nya kembali semula lagi.
'Jika kamu tidak ingin memakan sesuatu sudah aku bawa pulang dan mengurung mu didalam kamar seharian ini. Tapi aku takut jika memang benar disini ada Zayn junior' ucap Zayn dalam hati sambil mengusap perut Azalya dengan sangat perlahan dan juga tidak disadari oleh Azalya sendiri.
"King, apa kita akan ketempat wisata kuliner berada? Bukankah anda bisa mendatangi cafe milik adik anda sendiri jika menginginkan berbagai makanan yang ada di negara ini atau negara luar" Tanya Angga yang lupa, jika King nya masih sama seperti dulu yang dingin dan juga datar. Jangan lupakan tatapan mengerikan nya, yang bisa membuat nyali semua orang menjadi ciut.
"Maaf King. Saya akan diam" ucap Angga yang melihat tatapan mengerikan dari Zayn yang dia lihat lewat kaca dalam mobil.
"Itu lebih baik!" ucap Zayn yang mengatakan nya dengan penuh penekanan.
Angga yang mendengar ucapan Zayn hanya bisa menelan slivanya sendiri dengan susah payah. Melihat Zayn dengan mode Mafianya sudah keluar maka jangan macam-macam dengan nya, atau hanya sekedar untuk mengajak bicara saja.
Setelah menempuh perjalanan yang hampir satu jam lamanya, mereka sudah sampai ditempat yang Azalya inginkan. Yaitu tempat kuliner yang ternyata memang masih sepi dan juga tidak banyak pengunjungnya. Mungkin karena ini masih terlalu pagi, jadi belum banyak pengunjungnya.
"Wah... Ini surganya makanan" ucap Azalya saat sudah keluar dari mobil dan melihat berbagai macam gerobak makanan yang menyediakan berbagai macam makanan dan juga minuman. Dari yang ringan hingga yang berat, semuanya adalah disini. Membuat Azalya semakin senang dan juga antusias ingin mencicipi semua makanan yang ada didepan nya saat ini.
"Nyonya, apa yang anda inginkan sekarang? Biar kami yang akan membelikan nya untuk anda. Anda biar duduk disini" tawar Angga yang memang melihat kondisi King nya sedang tidak baik-baik saja. Dia tidak ingin jika Zayn kenapa-kenapa nantinya.
"Apa boleh seperti itu?" tanya Azalya yang menatap Zayn dan dijawab dengan anggukan kepala oleh Zayn yang memang tidak ingin jauh darinya.
"Baiklah, jika begitu belikan semua makanan yang ada disini dan bawakan kemari" ucap Azalya yang dengan semangat hati memerintahkan semua anggota Zayn yang berada disana.
"Baik Nyonya, anda tunggu disini saja" ucap Angga yang langsung pergi setelah mengucapkan itu pada Azalya dan juga memerintahkan anggotanya yang lain untuk membantunya, sedangkan yang lainnya harus menjaga Zayn dan juga Azalya yang sedang ada didekat mobil.
"By, apa benar hubby tidak apa-apa? Aku merasa sangat khawatir. Setelah ini hubby min... Oh ya ampun! Aku sampe lupa, pantas saja hubby terlihat tidak baik-baik saja hubby belum meminum obat" ucap Azalya yang menepuk keningnya sendiri yang melupakan hal sebesar itu.
"Apa kau menang sengaja atau memang lupa. Hmm?" tanya Zayn yang menarik pinggang Azalya supaya mendekat padanya.
"Sungguh aku lupa By. Maaf" ucap Azalya yang memegang kedua telinganya meminta maaf pada Zayn.
"Kau akan mendapatkan hukuman nya nanti" ucap Zayn yang malah menggigit kecil cupping Azalya dengan gemas dan juga membuat Azalya menggelinjang.
"Jangan seperti ini By, ini ditempat umum" ucap Azalya yang menjauhkan diri dari Zayn yang sedang mupeng (muka pengen).
"Baiklah, tapi jangan harap jika sudah di mainson kau tidak akan bisa mengelak atau menolaknya!" ucap Zayn dengan penuh penekanan disetiap katanya.
"Ini obatnya By" ucap Azalya yang menyodorkan obat-obatan milik Zayn yang harus Zayn minum sekarang juga, supaya tidak semakin pucat nantinya.
Zayn menerimanya dan langsung meminumnya tanpa mengatakan apa-apa lagi pada Azalya, dia hanya ingin bisa cepat sembuh dari sakit yang membuatnya semakin tidak bisa melakukan apapun.
Zayn seperti biasa akan merasa mengantuk dan itu membuat Azalya langsung sigap untuk membawa Zayn masuk kedalam mobil untuk bisa tidur sebentar.
"Hubby tidur disini dulu ya? Nanti setelah semuanya selesai aku akan membawa hubby pulang" ucap Azalya yang sudah merebahkan dirinya dikursi penumpang bagian belakang. Setelah itu, Azalya keluar lagi sambil menunggu makanan yang dia pesan datang.
"Kenapa mereka lama sekali ya?" gumam Azalya yang melihat kanan dan kirinya tidak ada orang yang tadi dia suruh untuk membawakan makanan dan minuman untuknya.
Tak berapa lama kemudian Angga menyiapkan meja dan juga kursi yang sengaja dia siapkan khusus untuk Azalya dan juga Zayn yang akan makan disini, dengan berbagai makanan yang sudah tersedia diatas meja. Dan itu membuat Azalya tidak bisa berkata-kata lagi melihat semuanya.
Angga sudah menyiapkan segalanya yang dipesan oleh Azalya tadi padanya dan sudah memberikan semua keinginan Azalya berada diatas meja. Azalya tidak langsung menyantap semua makanan yang ada dihadapan nya saat ini. Dia malah masuk kembali kedalam mobil dan melihat Zayn masih terlelap dengan sangat nyenyaknya dan juga kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya.
"By, aku makan dulu ya. Nanti jika hubby sudah bangun langsung ikut bergabung saja dengan ku" ucap Azalya bergidik pada Zayn, dan...
CUP...
Azalya mengecup pipi Zayn yang masih terlelap, Zayn tentu saja merasakan apa yang sedang Azalya lakukan padanya. Tapi karena matanya masih mengantuk jadi tidak bisa membukanya, walau dia ingin sekali segera bangun dan makan bersama dengan Azalya.
Azalya benar-benar menyantap semuan makanan yang ada dimeja dengan sangat lahapnya. Dia benar-benar sangat kalap melihat berbagai macam makanan juga minuman yang datang tiada henti dibawah oleh para anggota Zayn yang ditugaskan oleh Angga.
"Kalian tidak makan?" tanya Azalya saat melihat orang yang tadi membawakan makanan untuknya hanya berdiri saja didekatnya.
"Kami sudah makan Nyonya" jawab Angga yang mewakili semua anggotanya yang sangat professional dalam mengerjakan misi. Tapi misinya kali ini adalah membuat Nyonya nya menjadi senang, bukan untuk menghadapi atau untuk menghabisi para klan nya.
Azalya hanya mengangguk mendengar jawaban dari Angga yang mengatakan jika dia sudah makan dan juga tidak akan melakukan apapun sebelum Nyonya nya memerintahkan sesuatu lagi padanya.
Hingga tidak sengaja ada seseorang yang Azalya kenal sedang berduaan dengan seorang pria yang dulu dekat dengan nya dan juga selalu bilang jika dia sangat mencintai Azalya dan akan menunggunya selesai kuliah, baru akan langsung melamarnya.
"Dasar cowok bre*gsek! Untung saja gue nggak masuk dalam perangkapnya. Jika tidak, bisa amsyong hidup gue sama laki-laki modelan begitu" gumam Azalya yang melihat pasangan yang sedang bucin-bucin nya mungkin.
Bukan Azalya namanya jika tidak membuat ulah. Dia dengan santainya menghampiri keduanya yang sedang makan dengan sangat romantis. Bagaimana tidak romantis, mereka berdua makan saling menyuapi dan juga saling tersenyum lalu mengusap pipi masing-masing. Membuat Azalya mual melihatnya.
Azalya sendiri tidak sadar jika dia juga sering melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh pasangan itu. Tapi jika Azalya hanya diam saja, itu bukanlah Azayn. Karena Azalya akan melakukan apa saja yang membuatnya senang dan juga merasa puas.
"Hai. Apartment kabar? Sudah lama kita tidak bertemu?" tanya Azalya yang mana langsung duduk tepat berhadapan dengan keduanya orang yang tiba-tiba salah tingkah.
"Santai saja kali. Nggak usah gugup gitu, gue sengaja sih nyamperin kalian berdua yang terlihat sangat romantis dari kejauhan" ucap Azalya saat keduanya seperti ke gap sedang berbuat mesum oleh pasangan nya.
"Az... Azalya. Sejak kapan loe ada disini? Bukan nya loe ada di Amerika yang?" tanya wanita itu dengan suara yang terbata-bata karena merasa takut Danu juga malu pada Azalya yang notaben nya adalah sahabatnya sejak dulu.
"Iya, gue lagi pengen pulang saja. Kebetulan sekalian honey moon juga disini" jawab Azalya dengan santainya sambil meminum jus yang ada didepan nya.
"Ho... Honey moon??" tanyanya dengan pandangan yang sudah membola sempurna mendengar penuturan dari Azalya. Dan Azalya hanya mengangguk dan memperlihatkan cincin pernikahan nya dan juga cincin yang lainnya.
Membuat keduanya orang itu melotot tidak percaya dengan apa yang sedang mereka berdua lihat. Padahal keduanya sudah memiliki rencana untuk bisa masuk dan juga bisa menguasai seluruh harta warisan milik Azalya yang mereka berdua inginkan.
.
.
.
Wah ada apa lagi ya???
Seperti biasa ya, Othor mau minta like, komen, vote dan juga hadiahnya....
Jangan lupa subscribe dan pollow akun Othor ya 🤗