
"Apa yang akan abang lakukan sekarang?" tanya Zahiya yang masih menatap lurus kedepan sana sambil meliahat langit malam yang gelap.
"Tidak tahu Za, abang hanya akan mengikuti alurnya saja. Karena sebuah rencana tidak akan berhasil jika Allah tidak menghendakinya" jawab Daffy sangat pasrah dengan apa yang akan dia lakukan kedepan nya.
"Kenapa abang menjadi pesemis seperti itu? Abang harus bisa bangkit dan bisa membuktikan jika abang bisa dan tidak menyerah dengan keadaan. Apa lagi pasrah pada ketentuan Allah tanpa kita berusaha untuk bisa" tanya Zahiya yang menatap kearah Daffy yang masih menatap kedepan sana dengan tatapan kosong.
Daffy tidak menjawab dan dia hanya diam saja sambil terus merenung memikirkan langkah apa yang akan dia ambil kedepan nya. Tapi dia masih belum mendapatkan jawaban atas apa yang ingin dia lakukan.
"Ini sudah larut malam bang. Lebih baik sekarang abang istilahat dan kita bisa lanjut bicarakan ini semua lagi" ucap Zahiya yang ingin beranjak pergi namun tangan nya ditahan oleh Daffy dan tanpa diduga Daffy memeluk Zahiya dengan sangat erat dan dia menangis dalam pelukan Zahiya.
"Biarkan seperti ini dulu sebentar Za. Abang sungguh ingin memeluk kamu untuk bisa meringankan beban dalam hati dan fikiran abang" ucap Daffy yang menangis terisak dalam pelukan Zahiya.
Sedangkan Zahiya hanya diam mematung sambil tidak melakukan apapun. Membalas pelukan nya saja tidak apa-apa lagi berbicara, karena Zahiya tidak ingin jika nanti akan ada perasaan yang tidak boleh tercipta untuknya. Karena dia sudah berjandi pada seseorang.
Setelah memeluk Zahiya dan Daffy merasa lebih baik, dia mengurai pelukan nya dari Zahiya. Lalu dia mengusap pipi Zahiya dan dia mencoba untuk tersenyum.
"Makasih Za, kamu sudah mau mendengarkan semua keluh sedah abang pada kamu. Sungguh, sekarang abang jauh lebih baik. Sekali lagi terimakasih banyak" ucap Daffy yang mengusap kepala Zahiya dengan lembut.
Zahiya hanya mengangguk dan langsung pergi. Karena dia tidak ingin jika nantinya akan membuat canggung keduanya. Jadi lebih baik dia pergi menuju kamarnya dan tidak lupa dia membawa laptopnya yang dia letakan diatas meja tadi.
"Apa kamu tidak bisa merasakan bagaimana abang sangat mencintai kamu Za? Abang sendiri-sendiri tidak tahu, kapan dan bagaimana perasaan ini muncul. Tapi jika kamu tidak menginginkan nya juga tidak masalah, karena abang tahu. Jika perasaan tidak bisa dipaksakan" gumam Daffy yang menatap Zahiya yang sudah jauh dari pandangan nya. Bahkan sudah tidak terlihat lagi, karena dia sudah masuk kedalam kamarnya.
"Apa abang mampu dan sanggup memendam perasaan ini sendiri dan mencintaimu dalam diam? Sungguh aku tidak tahu akan kuat atau tidak jika selalu berdekatan dengan kamu. Makanya abang pertama saat uncle mengajak abang ikut kemari menolak untuk berada disini dan tinggal bersama" gumam Daffy sambil memejamkan matanya dan meratapi sedih akan perasaan cintanya yang hanya bisa mencintai dalam diam.
.
Sedangkan Zahiya malah biasa saja walau dia tahu jika Daffy mencintainya. Zahiya akan bersikap biasa-biasa saja supaya tidak canggung lagi saat berdekatan dengan nya.
"Maafkan Zahi bang, bukan maksud Zahi untuk tidak peka atau menyadari perasaan yang abang miliki untuk Zahi. Tapi Zahi tidak memiliki perasaan apapun pada abang. Hanya menganggap abang saja" ucap Zahiya yang menatap kearah layar laptop yang mana dia sudah meretas CCTV dibalkon tempat Daffy berada tadi.
"Semoga saja abang bisa mendapatkan wanita yang sesuai dengan yang abang inginkan. Semoga bisa lebih segalanya dari aku dan bisa menerima abang apa adanya" ucap Zahiya yang menutup layar laptopnya dan merebahkan dirinya diatas ranjang.
Zahiya mencoba memejamkan matanya tapi tidak bisa. Arena fikiran nya masih tertuju pada pria menyebalkan yang tadi siang bertemu dengan nya.
"His, kenapa aku malah memikirkan pria tua itu" gumam Zahiya yang mengacak-ngacak rambutnya hingga berantakan dan seperti singa.
"Semoga saja aku tidak akan bertemu lagi dengan nya" ucapnya lagi sambil memaksakan untuk memejamkan matanya hingga pagi menjelang.
setelah pagi menjelang mata Zahiya terlihat ada lingkaran hitam dikedua matanya yang indah. Membuat Azalya dan Zayn merasa heran dengan penampilan Zahiya dan malah membuat Zaniya menertawakan dirinya.
"Hahaha, Za. Kenapa dengan kedua mata kamu?" tanya Zaniya sambil tertawa terbahak-bahak melihat Zahiya dengan tatapan mengejeknya.
"Za, kenapa dengan wajah kamu?" tanya Azalya yang menahan tawanya melihat wajah Zahiya seperti itu.
"Semalam tidak bisa tidur" jawab Zahiya sambil mengunyah makanan nya.
"Kenapa? Apa ada sesuatu?" tanya Zayn yang menatap penuh selidik pada Zahiya.
"Tidak apa-apa Dad, hanya tidak bisa tidur saja" jawab Zahiya dengan datar dan terus mengunyah makanan nya.
Daffy hanya diam dan menyimak apa yang mereka. Daffy tidak berani menyela dan tidak ikut berbicara dengan mereka.
'Apa yang sedang kamu fikirkan Za? Apa kamu juga memikirkan apa yang aku fikirkan juga Za? Atau kamu memikirkan yang lain?' tanya Daffy yang hanya berani dalam hati saja.
Setelah sarapan selesai semuanya orang menjalankan aktifitasnya masing-masing. Seperti sekarang ini Zahiya masih melanjutkan kuliahnya ditempat umum. Sekarang dia berada dalam satu mobil dengan Daffy yang sedang mengemudikan mobilnya menuju kampus mereka berdua.
"Jika kamu masih mengantuk, kamu bisa tidur dulu. Jika sudah sampai abang bangunkan" ucap Daffy yang melihat Zahiya terlihat sangat mengantuk.
"Hmm" jawab Zahiya dengan deheman saja lalu dia memejamkan matanya dengan cepat.
'Kamu begitu cantik jika sedang tidur seperti ini Za. Apa lagi dengan kamu tidak menggunakan kacamata kamu yang selalu kamu gunakan setiap keluar mainson. Rasanya... ****!!' umpat Daffy pada dirinya sendiri saat dia berfikiran macam-macam padamu Zahiya.
Siapa yang bisa menolak pesona seorang Zahiya yang kalem dan juga selalu membuat semua orang akan mengaguminya hanya dengan memandangnya saja. Apa lagi jika semuanya tahu akan kemampuan nya yang jauh diatas rata-rata, pasti akan lebih menyukainya lagi.
Setelah menempuh perjalanan yang sebenarnya sangat singkat itu. Sekarang lebih lama, karena Daffy ingin melihat wajah Zahiya dengan sedikit lebih lama. Dan bisa dekat dengan nya lebih lama, hanya dengan menatap dan dekat dengan Zahiya seperti ini saja sudah membuat hatinya sedikit lebih senang dan merasakan kebahagiaan yang tiada terkira.
"Maafkan abang Za. Abang tidak bisa menahan perasaan ini pada kamu, sungguh. Abang sangat mencintai kamu Za, sangat" ucap Daffy yang tidak terdengar sama sekali. Bahkan lebih terdengar seperti gumaman saja.
"Za, kita sudah sampai" ucap Daffy saat dia sudah bisa menetralkan perasaan nya pada Zahiya dan mencoba untuk tegap tenang dan seperti biasanya.
"Iya bang, makasih" jawab Zahiya yang langsung keluar dari dalam mobilnya lalu dia masuk kedalam toilet didalam kampus untuk merapihkan penampilan nya yang sedikit berantakan.
Ya, Zahiya sudah tahu dan dia merasakan apa yang akan dilakukan oleh Daffy padanya tadi. Karena sensitive yang dia miliki sangat peka dan tidak bisa ada yang membohonginya walau dia sedang terlelap. Karena itu semua sama dengan yang dimiliki oleh Zayn, Daddy nya sendiri. Bahkan Zahiya lebih sensitive lagi dibandingkan dengan Daddy nya.
"Aku harus segera meyakinkan Mommy supaya aku bisa keluar dari kampus ini dan juga dari mainson. Jika seperti ini terus aku tidak bisa menjamin jika bang Daffy bisa menahan semuanya dan bisa menahan dirinya sendiri jika ada kesempatan yang ada" gumamnya lagi sambil terus mrmatut dirinya didepan cermin.
"Huh, aku akan melakukan nya sebaik mungkin dan serapih mungkin" gumamnya yang langsung keluar dari dalam toilet.
Tapi saat dia keluar dari dalam toilet, tangan nya ditarik dan didorong paksa kedalam gudang yang masih didalam area kampus dan dekat dengan toilet.
"Apa yang kalian inginkan dari saya? Saya tidak pernah membuat masalah dengan kalian semua. Kenapa kalian selalu saja mengganggu dan juga mengusik hidup saya?" tanya Zahiya mengatakan nya dengan nada datarnya, sambil mengusap-ngusap pan**tnya yang lumayan sakit karena didorong dan membentur lantai sangat keras.
"Loe bilang, loe nggak punya kesalahan dan membuat masalah dengan kita?! Tapi loe dengan santainya malah selalu numpang dengan Daffy! Loe memang cewek gatel yang seharusnya digaruk!" ucap Jessica yang akan menarik rambut Zahiya tapi kalah cepat dengan gerakan Zahiya yang memutar tangan Jessica hingga dia mengaduh kesakitan.
"Lepaskan bang**t! Gue bisa laporin loe ke polisi dan loe bisa langsung di DO sekarang juga!" teriaknya sambil memegang tangan nya yang rasanya akan patah.
"Tanpa kalian suruh atau kalian minta pun. Aku akan keluar dari kampus yang dipenuhi oleh orang-orang toxic seperti kalian semua" jawab Zahiya yang mendorong Jessica hingga dia tersungkur dilantai dengan keras dan langsung tertelungkup.
"Satu lagi. Aku tidak selevel dengan kalian yang jika membuly hanya dengan jambak atau cakar saja. Karena aku bisa saja menggunakan ini untuk bisa membuat kalian semua langsung menemui malaikat Izrail" ucap Zahiya yang memperlihatkan jarum beracun untuk membuat mereka semua takut.
Apa lagi Zahiya memperlihatkan wajah aslinya yang terlihat sangat mengerikan. Karena dia tidak jauh berbeda dengan Zayn yang dijuluki King Mafia. Dan Zahiya adalah Queen Mafia nya.
Semua teman-teman Jessica mulai ketakutan saat Zahiya memperlihatkan jarum yang sedang dia pegang ditancapkan pada sebuah tanaman yang ada didalam gudang tersebut langsung mati dalam waktu beberapa detik saja.
Dan itu membuat Zahiya langsung tersenyum miring melihat wajah-wajah ketakutan dari mereka semua yang biasanya membuly dirinya sekarang malah seperti kerupuk yang tersiram air, melempem.
"Jadi kalian jangan macam-macam dengan saya. Saya selama ini diam bukan berarti lemah dan takut pada kalian semua. Jika saya mau, bahkan dengan mudahnya saya membuat kalian semua seperti tanaman itu dan jika diperiksa oleh dokter pun. Itu tidak akan terdeteksi jika itu adalah racun, yang ada mereka menemukan. Jika kalian semua serangan jantung" jelas Zahiya yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Jessica dan teman-temannya.
"Apa mungkin yang dia katakan benar? Jika iya, gue tidak mau mencari masalah lagi dengan nya. Gue nggak mau mati konyol hanya karena ingin membantu loe Jessie. Gue nggak mau" ucap salah seorang yang sudah sangat ketakutan lalu berlari keluar dengan diikuti oleh teman-temannya juga.
"Sial! Kenapa mereka malah ketakutan hanya dengan gertakan selerti itu? Dasar pengecut!" gerutu Jessica yang sangat kesal dan juga ingin membalaskan rasa sakit yang dia terima dari Zahiya.
Tangan nya terasa sakit dan sepertinya patah atau retak dibagian pergelangan tangan nya. Dia selalu memeganginya dan meringis kesakitan akibat pelintiran dari Zahiya.
"Apa loe nggak sadar juga, jika yang dia katakan itu adalah benarnya. Jika kita membuat masalah lagi dengan nya, yang ada loe akan mendapatkan yang lebih parah dari ini" ucap Marina yang menunjuk pergelangan tangan Jessica yang sudah terlihat membengakak.
"Gue nggak bisa terima. Gue sudah seperti ini dan dia hanya mendapatkan kebebasan? Itu tidak akan pernah terjadi. Jadi jangan harap dia akan bisa hidup dengan tenang selama gue masih ada" ucapnya sambil mengepalkan tangan nya lalu dia menjerit kesakitan.
Karena tangan nya semKim bengkak dan terasa sangat sakit. Ternyata Zahiya tidak sepolos yang mereka kira, apa lagi yang dia lakukan pada Jessica itu sudah sangat membuat mereka berfikir dua kali untuk membuat masalah.
.
Zahiya melangkah dengan sangat perlahan menuju ruang dekan. Karena dia ingin menyerahkan surat untuk diartikan keluar dari kampus ini dan dia ingin melanjutkan pendidikan nya dengan dosen pribadi dan itu hanya diam sendiri.
Karena Zahiya sudah memutuskan semuanya dengan matang dan dia juga sudah menghubungi Zayn untuk menyetujuinya keluar dari kampus.
"Permisi Pak, saya Zahiya ZM ingin menyerahkan ini pada anda dan keputusan saya sudah bulat" ucap Zahiya yang memperkenalkan dirinya lalu menyerahkan surat pengunduran dirinya pada dekan.
"Apa alasan kamu mau keluar dari sini? Bukankah kamu ini adalah mahasiswi yang sangat berprestasi dan juga menjadi panutan untuk para mahasiswa dan mahasiswi disini?" tanya dekan dengan tatapan yang sangat ingin tahu apa yang ingin Zahiya jelaskan padanya.
"Semuanya sudah saya tuliskan didalamnya Pak. Dan itu sudah sangat jelas dan juga detile. Jadi anda tidak perlu menanyakan nya lagi pada saya. Jika begitu saya permisi dan saya langsung pamit pulang Pak" jawab Zahiya yang membungkukan badan nya pada dekan dan langsung keluar dari sana.
Zahiya melangkah menuju parkiran dan dia melihat mobil kesayangan Zayn sudah terparkir cantik didepan kampus dan itu sudah Zahiya tebak jika Daddy nya sendiri yang mengendarai mobil mewah tersebut.
"Apa sudah siap Queen?" tanya Zayn saat Zahiya sudah masuk kedalam mobil dan duduk disampingnya.
"I'm ready Dad" jawab Zahiya yang menggunakan seat belt dan kacamata hitamnya yang sudah didesign sedemikian rupa untuk bisa melihat walau dalam kegelapan sekalipun.
Zayn langsung menginjak pedal gas dengan sangat dalam lalu mobil tersebut sudah melesat bagaikan roket yang sangat cepat. Itu membuat Zahiya tersenyum tipis melihat bagaimana Daddy nya mengendarai mobil seperti pembalap formula 1.
.
.
.
Maaf ya, Othor baru bisa up sekarang... Maklum saja, Othor sedang sibuk mempersiapkan untuk pulang kampung halaman setelah liburan dirumah mertua dan orang tua Othor...
Semoga para reader kesayangan Othor selalu sabar menunggu up selanjutnya, walau selalu telat...
Jangan lupa selalu tinggalkan like, komen, vote dan hadiahnya disetiap babnya ya...