
Zayn sudah berada didalam mobil untuk segera pulang. Karena dia sendiri sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Azalya dan ingin melihat bagaimana reaksi Azalya saat tahu Zayn membawakan dua buah cincin sekaligus untuknya.
Saat diperjalanan pulang memang selalu saja akan ada masalah yang menghampirinya. Tiba-tiba ada sebuah mobil kontener besar mencoba menabraknya. Untung saja supir yang sekarang mengendarai mobilnya sudah sangat ahli dalam mengatasi situasi seperti ini.
"Siapa mereka?" tanya salah satu bodyguard tersebut pada rekan nya yang sedang mengemudi dan menghindari mobil besar itu.
"Aku juga tidak tahu. Kita harus extra hati-hati, karena mereka tidak sendirian" ucap supir tersebut.
"Kemudikan mobilnya menuju kearah hutan lebar didepan sana dengan begitu mereka tidak akan bisa lolos" ucap Zayn yang memberi perintah pada kedua orang bodyguard nya.
"Siap King" jawab keduanya dengan mengemudikan lebih kencang lagi mobilnya menuju arah hutan yang Zayn maksud.
DOR...
DOR...
DOR...
Mobil yang Zayn naiki semakin masuk kedalam hutan yang sangat lebat hingga tidak ada cahaya matahari yang masuk kedalamnya.
"Kalian turun dari mobil dan berpencar. Jika tetap bersama akan mudah untuk ditangkap" ucap Zayn yang sudah menggunakan pakaian nya yang lain.
Dia sudah menutupi setengah dari wajahnya dengan masker dan juga topi. Jadi tidak akan ada yang bisa mengenalinya dan juga melihat wajahnya. Apa lagi disini juga gelap.
"Tapi King. Kami tidak mungkin meninggalkan anda begitu saja didalam hutan seperti ini" ucap dlsalah seorang dari mereka berdua protes.
"Lakukan sesuai perintah ku jika masih ingin selamat dan menunggu bantuan datang. Sekarang!" ucap Zayn yang langsung melesat lari entah kemana.
"King benar-benar sudah sangat terbiasa dengan hal ini" ucap salah seorang yang juga berlari dari mobil mereka.
"Sial! Kita kehilangan jejaknya lagi. Kemana dia pergi sekarang" ucap seseorang yang sedang mengejar Zayn hingga masuk kedalam hutan.
"Tuan Muda. Kita hanya menemukan mobilnya saja, dan itu juga tidak ada apa-apa didalamnya" ucap salah seorang suruhan dari pria yang sedang mengincar Zayn.
Tentu saja Zayn melihat semuanya dengan sangat baik. Dia berjalan mengendap-endap dan langsung...
SRAK...
SRAK...
SRAK...
Dalam tiga kali gerakan saja sudah menumbangkan enam sampai tujuh orang sekaligus. Dia hanya diam menatap orang yang sudah tidak bernyawa lagi didepan nya dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
"Sial! Kenapa kalian..." dia tidak bisa melanjutkan ucapan nya lagi saat melihat orang-orang nya sudah tidak ada lagi. Lebih tepatnya sudah te*as.
"Kurang ajar! Keluar kau Z! Aku tahu kau ada disekitar sini!" teriaknya yang menembak tidak tentu arah.
"Seharusnya aku jadi langsung menabrak mobil mu hingga hancur!" ucap pria yang sedang marah karena incaran nya begitu licin seperti belut.
Sedangkan kedua bodyguard tersebut sedang beradu tembak dengan para musuh yang menyerang mereka dalam jumblah yang banyak.
"Jika seperti ini terus sudah bisa dipastikan akan mati konyol" gumamnya sambil terus menembaki musuhnya.
Sedangkan Zayn selalu menyerang dengan ketenangan dan juga keheningan. Dia tidak ingin jika yang sudah dia susun seperti ini gagal begitu saja.
"Kau tidak akan bisa lolos begitu saja dari ku" ucap Zayn yang melemparkan jarum beracun pada seluruh orang yang ada didepan nya.
Dan yang terakhir adalah ketua dari kelompok yang sedang menyarangnya. Zayn mendekat kearah ketua dari mereka dan nenancapkan jarum bius untuk bisa membawanya kedalam markas.
"Kalian dimana? Apa bermain-main nya belum selesai?" tanya Zayn yang menggunakan erpone yang menempel ditelinganya.
"Maaf King. Mereka semakin banyak, kami akan menghalau mereka sambil menunggu bantuan datang" jawab seorang dari kedua bodyguard tersebut pada Zayn.
Zayn tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung mengemudikan mobilnya menuju jalan utama lagi. Yang awalnya ingin segera pulang tapi tidak jadi karena ada insiden kecil yang membuat Zayn bersenang-senang dengan mereka semua.
Zayn mengemudikan mobilnya menuju markas dan dia memerintahkan untuk anggotanya bersiap membuat orang yang dia bawa membuka mulut. Untuk menceritakan siapa yang telah menyuruhnya untuk menghabisi nya.
Penginapan yang Zayn maksud adalah sebuah ruangan khusus untuk mengorek informasi sekecil apapun dari tahanan nya. Karena dengan begitu mereka tidak akan bisa memiliki pilihan lain selain mengaku atau mendapatkan pelajaran yang hanya membuat mereka memohon-mohon untuk kematian mereka sendiri.
"Kami sudah menyiapkan semuanya King. Anda tidak perlu khawatir akan hal itu, karena itu sangat menyenangkan melihat mereka semua memohon-mohon ingin segera ma*i" jawab salah seorang yang memang adalah psycho yang tidak jauh berbeda dari Zayn, yang tanpa belas kasihan sedikitpun pada para tahanan nya.
Zayn hanya mengangguk dan pergi begitu saja dari markasnya. Dia menggunakan motornya supaya bisa lebih cepat dan juga tidak akan ada yang mengenalinya.
Setelah menempuh perjalanan lumayan panjang. Zayn sudah sampai dihalaman Mainson nya dengan disambut oleh beberapa bodyguard yang sudah tahu kejadian beberapa jam yang lalu. Dimana King nya mendapatkan masalah dalam perjalanan pulang.
"Apa anda butuh sesuatu King?" tanya salah seorang yang memang sudah paling lama ikut dengan Zayn.
"Tidak perlu. Kau kembalikan motor ini ditempatnya semula" jawab Zayn yang menyerahkan helm canggih miliknya juga pada bodyguard nya.
"Siap King" ucapnya yang langsung membawa masuk motor kesayangan milik Zayn masuk kedalam ruangan yang khusus untuk menyimpan motor dan helm canggih miliknya.
"Z, kamu dari mana saja? Kenapa kamarnya sekali?" tanya Mom Vita saat melihat Zayn baru memasuki rumah dengan pakaikan yang berbeda dari sebelumnya dia berangkat tadi.
"Habis menghadiri meeting dengan klien Mom. Z masuk dulu" jawab Zayn yang mana langsung masuk kedalam dan menuju lift.
"Dia terlihat lelah sekali" gumam Mom Vita saat melihat Zayn dengan wajah yang sangat lelah juga terlihat sedikit pucat.
"Kenapa mbak?" tanya Mama Soraya yang melihat Mom Vita menatap kearah lift sambil bergumam.
"Tidak ada apa-apa. Hanya saja Z baru saja pulang, dan itu terlihat sangat lelah sekali. Aku jadi merasa tidak tenang jika harus pulang lebih cepat" jawab Mom Vita yang merasa dilema dengan keputusan nya.
"Jika mbak tidak bisa pulang dan merasa tidak tega meninggalkan Zayn disini. Jangan memaksakan diri mbak, karena itu tidak akan baik. Lebih baik menundanya dari pada terus terfikirkan" ucap Mama Soraya yang mengusap lengan Mom Vita dengan sangat lembut.
"Kamu benar. Mungkin itu yang terbaik untuk ku juga perasaan ku sendiri supaya bisa tenang melihat Zayn" jawab Mom Vita yang mengiyakan ucapan dari Mama Soraya.
"Ya sudah, jangan terlalu difikirkan mbak. Kita lebih baik mempersiapkan untuk makan malam" ucap Mama Soraya yang meminta Mom Vita tidak terlalu memikirkan apa-apa lagi.
"Kamu benar ini sudah sore dan hampir malam" jawab Mom Vita yang langsung melangkah menuju dapur bersama dengan Mama Soraya.
Sedangkan didalam kamar. Zayn langsung membersihkan dirinya dibawah kucuran shower. Dia begitu lemas dan juga tidak bertenaga lagi saat ini. Lalu dia melihat Azalya sudah bisa berjalan menggunakan tongkat saat Zayn baru saja keluar dari kamar mandi.
"Hubby sudah selesai?" tanya Azalya yang melihat Zayn hanya menggunakan bathrobe saja dengan rambut yang masih basah.
Zayn hanya mengangguk dan mendekati Azalya. Tanpa mengucapkan apa-apa Zayn langsung memeluk tubuh mungil Azalya dalam pelukan nya. Rasa lelah dan juga lemas yang Zayn rasakan seperti menguap begitu saja saat memeluk tubuh Azalya.
"Apa hubby sedang ada masalah?" tanya Azalya yang mengusap punggung Zayn dengan gerakan yang sangat lembut.
Tapi Zayn tidak menjawab pertanyaan dari Azalya. Dia masih fokus memeluknya saja tanpa mengucapkan apapun. Setelah cukup lama memeluknya Zayn melepasakan pelukan nya dan langsung pergi menuju ruangan walk in closet.
"Dasar Mister flat! Ditanya diem mulu" gerutu Azalya yang melihat Zayn sudah masuk kedalam ruangan walk in closet.
"Bisa-bisanya dia diam dan peluk-peluk doang. Untung cinta" gumamnya lagi sambil berjalan menuju sofa untuk menonton acara kesukaan nya.
Sedangkan Zayn mendengar semua gerutuan dari Azalya yang mengumpatinya tapi ujungnya mengatakan hal yang membuat hatinya berbunga-bunga.
"Dasar gadis bar-bar ceroboh" gumam Zayn yang tidak dia sadari dia tersenyum sangat tipis, lebih tipis dari sehelai benang.
Setelah berpakaian Zayn langsung menghampiri Azalya yang sedang menonton serial kesukaan nya. Apa lagi jika bukan kartun. Zayn sudah duduk disamping Azalya dan dengan semgajanya Azalya menelusupkan tangan nya dilengan Zayn yang sedang duduk diam.
"Tidak bisakah duduk saja diam dan tidak kemana-mana tangan mu?" tanya Zayn yang protes tapi dalam hati tersenyum.
"Tidak bisa. Karena ini sangatlah nyaman" jawab Azalya yang malah memeluk pinggang Zayd dengan sangat erat.
Zayn hanya diam saja dan satu tangan nya mengambil sesuatu yang ada didalam saku celananya.
.
.
Kira-kira apa ya yang abang Zayn ambil dari saku???
Yuk isi komentarnya.... 😊😊