
Pandangan Zayn tertuju pada sebuah komputer miliknya yang dulu dia gunakan untuk selalu mencoba apa yang dia buat dengan apa yang ada didalam fikiran dan juga keinginan nya sendiri.
Dia merasa ini semua sangat membahagiakan bisa melakukan apa yang dia inginkan dan tanpa adanya beban yng harus dia fikirkan. Walau diusianya yang masih kecil sudah memiliki anggotanya sendiri dan sekarang sudah semakin besar lagi.
Tapi keluarganya seperti hancur karena sesuatu kebohongan dan juga kesalahan seseorang yang sengaja menghancurkan itu. Zayn bahkan tidak bisa mengenal orang-orang yang dulu baik padanya dan melindunginya.
"Semuanya memang sangat berbeda dan itu tidak akan pernah terulang kembali" gumam Zayn saat sudah duduk diatas kursi yang selalu dia duduki dulu saat dia menghabiskan waktunya didepan komputer untuk membuat virus dan anti virus.
"Kenapa setelah melewati kebahagiaan harus ada kesedihan dan harus saling membunuh satu sama lain. Ini memang sama seperti didalam film yang selalu ada pertempuran antar keluarga dan sahabat" gumamnya lagi sambil mengusap komputernya dan juga keyboard yang ada didepan nya.
"Apa kau tidak merindukan Mommy Z? Kamu landing memasuki ruangan ini dibandingkan dengan menemui Mommy kamu sendiri?" tanya Mom Vita yang sudah masuk dan melihat Zayn sedang menatap seluruh ruangan penuh dengan kenangan masa lalunya.
Zayn membalikan tubuhnya untuk melihat wanita yang sudah mengandung dan juga merawatnya dari kecil hingga besar seperti sekarang. Zayn merasa bersalah pada Mommy nya yang malah menghampirinya, bukan untuk bertemu dan bermain dengan cucu-cucunya yang baru mereka temui.
"Maafkan Z Mom. Z hanya ingin memberikan Mommy waktu untuk bertemu dengan Azalya dan juga twins Z, yang baru Mommy temui" jawab Zayn yang mencium punggung tangan Mom Vita dan langsung memeluk tubuh yang sudah mulai renta ini.
"Kamu sangat tega padaku Mommy Z. Selama bertahun-tahun tidak kemari dan saat Mommy kesana kamu tidak pernah kembali ke mainson sekalipun juga. Apa kamu sudah bahagia sekarang? Bisa berkumpul dengan istri dan anak-anak kamu?" tanya Mom Vita yang menatap dan mengusap tubuh jangkung dan juga sangat gagah ini dengan penuh kerinduan.
Tubuh yang dulu sangat rapuh dan juga sering sakit-sakitan. Jika saja tidak ditangani dengan baik dan juga mendapatkan perawatan yang tepat. Mungkin tidak akan bisa seperti sekarang ini, menjadi pria gagah dan juga kuat.
"Z memang berpindah-pindah Mom. Mommy kan tahu jika Z sedang mencari kebenaran Azalya yang dianggap sudah meninggal itu" jawab Zayn yang menatap mata Mom Vita yang sudah berkaca-kaca dan seklibsaha kedipan saja sudah menetes air matanya.
"Apa Azalya mengalami amnesia yang sama seperti Mommy dulu? Sekarang Mommy bisa mengingat segalanya Z, dan Mommy juga sudah tahu kenapa Daddy kamu melakukan itu pada Mommy. Karena dia ingin melindungi dan juga membuat Mommy tidak mengingat kejadian kelam itu. Tapi kenapa dengan Azalya? Apa orang itu tahu dengan obat yang bisa menghilangkan ingatan walau meminum satu butir saja? Apa dia orang yang sama?" tanya Mom Vita yang mengatakan jika dia sudah mengingat segalanya.
"Iya Mom, dia menginginkan supaya Z mau melakukan apa yang dia inginkan, termasuk membuatnya menjadi orang yang akan menguasai semua dunia bisnis maupun dunia bawah atau ilegal" jawab Zayn yang masih menggenggam tangan Mom Vita dan mencoba berbicara dari hari ke hati.
"Lalu apa dia sudah tertangkap dan mendapatkan apa yang pantas dia dapatkan?" tanya Mom Vita yang malah terlihat geram akan orang yang sudah berbulan merusak ingatan seseorang hingga seratus persen.
"Dia sudah mendapatkan hukuman nya Mom. Bahkan lebih parah dan juga tidak akan bisa kembali mengganggu kita semua lagi" ucap Zayn yang membuat Mom Vita merasa lega dengan apa yang dikatakan oleh Zayn padanya.
"Syukurlah jika seperti itu Mommy senang mendengarnya Z. Kamu harus selalu bisa menjaga keluarga kamu nak, Mommy hanya bisa mendo'akan saja supaya kamu selalu bahagia dan menjadi Ayah dan suami yang selalu menjadi idola dan juga kebahagiaan mereka semua" ucap Mom Vita yang memeluk Zayn tapi tatapan nya terlihat sangat sedih dan seperti memendam sesuatu.
"Mommy tidak apa-apa? Apa Mommy menyembunyikan sesuatu dariku, Mom?" tanya Zayn yang memegang bahu Mom Vita dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Mommy baik-baik saja Z, Mommy tidak menyembunyikan apa-apa" jawab Mom Vita sedikit kelagapan dan terlihat gugup menjawab pertanyaan dari Zayn.
"Mom, Z tahu Mommy seperti apa. Mommy akan menyembunyikan apapun yang membuat semua orang tidak menyadari semuanya. Kecuali aku Mom" ucap Zayn yng sudah menggunakan kata aku berarti sudah ingin mengetahui kebenaran apa yang Mommy nya ketahui.
"Mommy tidak mengetahui dan juga tidak menyembunyikan apapun dari kamu atau dari siapapun Z. Sungguh Mommy tidak berbohong" jawab Mom Vita yang masih saja mengelak dengan apa yang Zayn tanyakan padanya.
"Ck, Mommy masih mau ingin menyembunyikan nya atau aku katakan sekarang semuanya didepan Mommy dan akan membuat Mommy semakin syok dan juga bersedih. Silahkan Mommy pilih sendiri" Zayn berdecak dan memberikan pilihan untuk Mommy nya dan menekankan semua kata-katanya.
"Mommy... Mommy mengetahui jika Zoya bukanlah putri kandung dari Daddy kamu Z. Dia adalah anak dari pria yang sengaja untuk bisa menyakiti Daddy kamu. Dan Mommy baru bisa mengingatnya saat Mommy menemukan sebuah kertas yang sangat lama dan Mommy tahu jika itu adalah tulisan tangan dari Daddy kamu. Mommy sungguh kecewa dan juga sangat mengecewakan Daddy kamu, yang seharusnya bisa memiliki Mommy untuk pertama kalinya. Tapi.... Tapi, malah mendapatkan bekas dari orang lain. Mommy sudah sangat kotor Z, Mommy malu dan Mommy sudah berdosa pada Daddy kamu Z. Mommy berdosa" ucap Mom Vita yang langsung menangis sesegukan sambil memeluk tubuh putranya yang selalu bisa membuatnya tenang jika seperti ini sejak dulu.
"Mommy tahu dari mana semua itu? Apa Mommy benar-benar mengingat segalanya atau hanya mengetahui dari sebuah kertas saja?" tanya Zayn yang ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
"Awalnya Mommy memang tidak bisa mengingat semuanya dan juga masih belum percaya, tapi saat Mommy memasuki ruangan kerja Daddy kamu Mommy menemukan sebuah rekaman CCTV dan Mommy bisa mengingat segalanya Z. Bahkan Mommy bisa mengingat kejadian memalukan itu, Mommy benar-benar sangat berdosa Z" jawab Mom Vita yang masih menangis sesegukan didalam pelukan Zayn.
"Jika Mommy sudah mengingatnya tidak apa-apa. Tapi Mommy jangan terus memikirkan semuanya, karena itu tidak akan baik untuk Mommy dan juga kesehatan Mommy. Biarlah semuanya menjadu pelajaran dan juga menjadi cambukan untuk kita supaya jangan sampai ceroboh dan terlalu mempercayai seseorang. Mommy mendingan sholat taubat dan memohon ampun saja pada Allah, semoga Daddy juga mau menerimanya. Tapi dari sudut padang ku Daddy memang sangat mencintai Mommy sehingga tidak ingin melihat kebelakang dan mengingat kejadian kelam itu. Mommy harus selalu sehat dan juga bisa membimbing kami, anak-anak Mommy. Karena Mommy adalah panutan baginya kami semua" ucap Zayn dengan panjang lebar menguatkan dan memberikan semangat pada Mom Vita supaya tidak terlalu memikirkan kejadian silam yang sudah berlalu sangat lama.
"Mommy sudah melakukan semuanya Z, hingga sekarang Mommy masih melakukan nya juga. Kamu jangan khawatir akan hal itu, Mommy bisa menjaga kesehatan Mommy dan juga bisa bahagia. Makanya Mommy meminta kakak-kakak dan abang-abang juga adik kamu untuk tetap tinggal disini dan tidak boleh pergi supaya Mommy adalah teman dan bisa bermain dengan cucu-cucu Mommy" jawab Mom Vita sambil tersenyum untuk meyakinkan Zayn supaya tidak terlalu memikirkan dirinya.
"Z, Mommy mau bertanya padanya kamu. Kenapa nama kamu diganti? Apa ada yang salah dengan kedua nama kedua Daddy kamu itu?" tanya Mom Vita yang memang sudah lama ingin menanyakan itu pada Zayn.
"Tidak ada masalah apapun Mom. Hanya ingin menjadi diriku sendiri dan tidak ingin menggunakan nama besar mereka yang pastinya akan dapat mengenali Z nantinya dengan mudah. Mommy tahu sendiri bukan, jika Z tidak menyukai itu. Begitu juga dengan kedua putriku yang hanya menyematkan nama ku saja. Apa Mommy keberatan dengan nama baruku itu Mom?" tanya Zayn dengan tatapan datarnya seperti biasa walau itu bersama dengan Mommy nya sendiri.
"Mommy tidak keberatan dengan semua itu. Mommy hanya ingin bertanya saja dan juga kamu nyaman dengan itu kenapa Mommy harus tidak suka apa lagi marah padamu. Lalu EDC.CORP yang disana apa masih kamu yng memegangnya atau kamu benar-benar melepasakan nya?" tanya Mom Vita dengan tatapan penuh tanya nya pada Zayn.
"Masih Z yang menjadi CEO Mom. Tapi Z jarang datang dan hanya Chris saja yang berada disana dengan uncle Dion. Apa Mommy keberatan?" jawab Zayn dan juga bertanya padanya.
"Thank you Mom. Kita keluar saja, Azalya dan kedua my Queen ku pasti sedang menungguku disana" ucap Zayn yang mengajak Mom Vita untuk keluar dan menemui anak dan istrinya.
"My Queen?" tanya Mom Vita yang belum mengerti dengan panggilan untuk kedua cucunya itu.
"Dia adalah Zahiya dan Zaniya Mom. Mereka tidak mau dipanggil princess, karena mereka mengatakan jika ada Queen kenapa harus princess" jawab Zayn dengan sedikit menarik sudut bibirnya tipis saat mengatakan itu.
Keduanya berjalan keluar beriringan menuju keluar dan ingin menemui Azalya, Zahiya dan Zaniya yang sedang berada didalam ruangan keluarga sedang berkumpul bersama dengan yang lainnya. Tapi saat akan menuju ruang keluarga mereka berpapasan dengan Dad Louis yang membuat Zayn menghentikan langkahnya. Zayn benar-benar tidak ingin bertatap muka dengan Dad Louis yang sudah membuatnya kecewa dan juga sudah ikut membantu musuhnya.
"Z, kenapa berhenti? Mereka sedang berada disana" tanya Mom Vita saat menyadari jika Zayn tidak tahu berjalan disisinya.
"Mommy duluan saja, Z menerima telpon dulu" jawab Zayn yang sedang menggenggam ponselnya yang memang ada panggilan dari salah satu anggotanya yang berada dimarkas mereka di America. Jadi Zayn bisa menggunakan itu untuk menghindari pria yang ada dihadapan nya saat ini.
"Baiklah, jangan lama-lama" ucap Mom Vita pada Zayn yang hanya mengangguk dan segera pergi lagi dari tempatnya berdiri. Zayn benar-benar sudah tidak bisa lagi diajak untuk seperti dulu lagi. Jangan kan seperti dulu, menatapnya saja sudah enggan.
Zayn melangkah menjauh dan segera menerima telpon tersebut setelah sudah sangat jauh dan berada didalam mobil. Karena hanya itu tampat yang paling aman dari semua tempat yang ada didalam mainson Edison.
"Ada apa kau menghubungi ku dijam seperti ini?" tanya Zayn yang langsung to the point pada sipenelpon yang tidak lain adalah Austin yang tidak seperti biasanya mau menelpon nya jika tidak penting-penting sekali.
"Maaf King, seseorang yang sudah merusak mainson sudah kami tangkap dan mereka hanya mengakui jika mereka hanya dibayar dan tidak tahu apa-apa dengan semua rencana yang dimiliki oleh Alfonzo dan Zian" lapor Aron yang memberikan semua bukti pada pad milik Zayn.
"Apa hanya ini saja? Tidak ada yang lebih baik lagi?" tanya Zayn yang menatap semua bukti yang jelas dan juga pasti dengan semua kiriman dari Austin.
"Semua sudah saya telusuri semuanya dan hasilnya tetap sama. Karena mereka adalah orang-orang yang biasa dibayar dan tidak memiliki jejak kejahatan pada anggota kita King. Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Austin yang ingin tahu hukuman seperti apa yang akan dilakukan oleh mereka pada semua musuh Zayn.
"Lepaskan salah satu dari mereka, dan seperti biasa harus ada yang memantaunya" jawab Zayn yang selalu melakukan itu untuk tahu kebenaran dan juga tempat persembunyian dari Zian Alfonzo.
"Akan kami lakukan King" ucap Austin pada Zayn dimana Zayn sudah memutuskan panggilan nya dan sekarang keduanya hanya diam satu sama lain.
Hingga Zayn dikagetkan oleh kedatangan Zahiya dan Zaniya yang sudah duduk disampingnya dan sedang menatapnya juga dengan sangat lekat juga penuh dengan tanya.
"Sejak kapan kalian ada disini?" tanya Zayn pada kedua putrinya itu.
"Emm" jawab keduanya sambil menggeleng dan kedumukan selalu kompak dalam menjawab pertanyaan dari Zayn.
"Apa yang kalian berdua inginkan? Apa mau pulNh sekarang?" tanya Zayn pada kedua putrinya dan dijawab gelengan kepala oleh keduanya.
"Lalu apa? Kenapa menyusul Daddy kemari?" tanya Zayn dengan menatap wajah kedua putrinya bergantian.
"Kami bosan harus bermain dengan anak-anak seperti mereka yang bikin kesal" jawab Zahiya dan Zaniya yang hanya mengangguk mengiyakan ucapan Zaniya.
"Kenapa seperti itu?" tanya Zayn dengan kening mengkerut atas jawaban anak berusia satu tahun lebih ini.
"Mereka membosankan dan tidak bisa diajak bicara dengan baik. Padahal mereka sudah lebih besar dari kami, tapi bicaranya tidak jelas dan tidak bisa kami mengerti" gerutu Zaniya yang memang selalu banyak bicara.
.
.
.
Yuk tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya....
Juga subscribe dan pollow akun Othor juga ya....
Othor sudah up panjang kali lebar kali tinggi ya😁😁