
"Apa mungkin yang dia katakan adalah benar? Jika dia adalah Queen? Tapi tadi dia bilang dia bukanlah Queen" gumam Albert setelah kepergian Zahiya yang dibawa oleh Angga.
"Tuan, maafkan saya. Saya tidak bisa menahan nya untuk tidam masuk kedalam mainson Tuan" ucap orang kepercayaan Albert yang berdiri dibelakang dan membungkuk.
"Tidak masalah. Kau boleh pergi dari sini sekarang juga. Saya tidak ingin melihat orang yang melakukan kesalahan ada disini lagi. Silahkan pergi" ucap Albert yang ternyata mendengarkan perkataan dari Angga.
Flashback On...
"Kenapa kau ingin membawanya pergi? Apa jaminan nya jika kau adalah orang yang tidak berbahaya untuknya?" tanya Albert saat Angga sudah masuk kedalam kamar Albert.
"Pertama ini adalah tugas saya untuk menjaga dan membawa pergi Nona Muda kami. Kedua ini adalah kewajiban saya untuk melindunginya dari orang-orang yang berniat untuk membahayakan nya dan mencelakainya. Ketiga anda adalah pengecualian karena anda adalah orang yang sudah salah faham terhadap kami. Karena orang yang menjadi orang kepercayaan anda bukanlah orang yang tepat. Karena dia bisa saja akan menghianati anda kelak, karena dia pernah melakukan hal yang sama terhadap saya. Tentu anda tidak akan mengenal saya siapa dan juga Tuan kami ini siapa. Yang jelas, anda jangan pernah mempercayainya. Jika anda ingin selamat nantinya" ucap Angga yang langsung menggendong tubuh Zahiya menuju keluar kamar Albert.
"Kenapa dia mengatakan seperti itu? Apa mungkin dia bisa....?" gumamnya yang mengingat jika saat awal bertemu dengan nya dia yang membujuk untuk meneruskan Zian Alfonzo menjadi ketua Mafia.
"Apa mungkin benar? Dia yang melakukan itu? Pantas saja dia ingin selalu dekat dengan ku dan bilang jika... Ah, sudahlah. Jika dia memang berniat buruk padaku tidak akan bisa kubiarkan dia bebas dengan mudah dan menahan ku untuk melakukan apa yang ku mahu" gumamnya yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada dirinya sendiri.
Flashback Off...
"Maksud anda apa Tuan? saya tidak mengerti?" tanya pria itu dan dia sebenarnya ingin sekali marah pada Albert Einstein. Orang yang dia didik untuk menjadi lebih baik dan membalaskan dendamnya pada Zayn malah menjadi seperti ini.
"Kau boleh pergi dan berisatirahat. Apa kau tidak melihat kondisi mu yang seperti ini?" tanya Albert menunjuk wajah Danu seluruh tubuh pria didepannya.
"Oh, iya Tuan. Saya akan istirahat sekarang, tapi jika ada apa-apa langsung hubungi saya dan saya akan membantu anda dengan sekuat tenaga saya" ucap pria tersebut yang merasa lega karena Albert bukan mengusirnya karena mendengarkan ucapan Angga tadi.
'Dasar bo*oh! Sudah ada yang memperingatkan mu untuk menjauhkan ku tidak kau dengarkan. Tapi baguslah, dengan begitu aku bisa menguasai dirimu dan juga seluruh orang-orang Alfonzo yang sudah terlatih tentunya' ucapnya sambil tersenyum dalam hati saat dia berjalan menuju markas yang tidak jauh dari mainson Albert Einstein.
Setelah kepergian orang kepercayaan nya, Albert membuka semua informasi tentang orang yang dia cari. Ternyata memang benar, jika orang tersebut sudah melakukan penghianatan terhadap King Mafia yang sudah membantunya selama ini.
"Dia memang harus selalu diwaspadai. Pantas saja banyak orang yang tidak suka padanya termasuk Pak Wandie" gumam Albert yang menatap seluruh informasi yang dia dapatkan dari seseorang yang tidak lain adalah Angga.
"Saya harus selalu waspada terhadapnya. Karena dia sudah membuat semuanya menjadi kacau seperti ini. Zahiya terluka karenanya dan sekarang entah berada dimana?" gumamnya lagi lalu dia malah terfikirkan akan keadaan dan dimana Zahiya berada.
"Apa mungkin saya memiliki perasaan padanya? Apa mungkin karena dia saya menjadi memiliki hati dan perasaan? Jika iya, kenapa disaat mulai ada perasaan dia malah pergi jauh dari ku dan entah berada dimana? Zahiya" ucapnya yang mengingat beberapa hari belakangan saat bersama dengan Zahiya.
.
Sedangkan Zahiya sekarang sedang berada didalam kamarnya dan bersama dengan Aaron yang memeriksa keadaan Zahiya. Zayn tidak ingin jika Zahiya kenapa-kenapa dan dimanfaatkan oleh pria itu. Tapi fikiran buruk terhadap pria yang beberapa hari lalu dekat dengan nya adalah pria yang baik dan tidak membuatnya kenapa-kenapa.
"Dia ternyata seorang dokter bedah King. Terlihat dari cara dia membersihkan luka dan menjahitnya ulang, ini sangat rapih juga teliti. Bahkan dia mengganti anastesinya dengan yang alami dan ini sangat langka King" jelas Aaron padanya Zayn yang melihat langsung luka dibahu Zahiya.
"Lalu apa dia bisa dipercaya dan bisa dianggap baik karena sudah menolong Queen? Tentu saja tidak bukan?" tanya Zayn yang dijawab anggukan kepala oleh Aaron.
"Tapi King. Ada pengecualian jika dia menaruh hati pada Queen, karena jika hati yang sudah berbicara maka kita tidak akan ada yang bisa mengerti akan itu semua menggunakan logika King. Mungkin saja bukan? Karena semuanya tidak ada yang tahu" ucap Aaron yang mengatakan nya dengan sangat tegas pada Zayn.
"Jika itu benar maka harus tetap waspada akan semua ini. Jika semuanya memang benar maka memang harus extra menjaga dan bersama dengan Queen siang ataupun malam" ucap Zayn dengan telak sambil membuat Aaron mengangguk setuju akan semua ucapan dari Zayn.
"Itu memang harus selalu dilakukan King. Karena jika kita lengah sedikit saja, maka kejadian seperti ini akan terulang kembali dan mungkin akan lebih parah. Apa lagi Queen sekarang sudah bisa dekat dengan orang asing dan bisa bersama dengan nya" ucap Aaron yang mengatakan nya sambil menunduk karena dia ditatap tajam oleh Zayn.
"Jika yang kau katakan benar. Maka lakukan semuanya dengan benar, jangan pernah mengecewakan. Jika tidak..." ucap Zayn yang disela oleh Aaron.
"Maka tidak akan melihat matahari terbenam sore nanti" ucap Aaron yang langsung pergi setelah mengatakan itu pada Zayn.
"Cepatlah sembuh Queen. Daddy akan selalu ada bersama mu" ucap Zayn yang mengecup kening Zahiya sebelum keluar dari kamarnya.
"By, Hubby dari mana? Apa Zahi sudah pulang dari bersembunyinya?" tanya Azalya saat melihat Zayn berada didelan pintu kamar Zahiya.
"Belum, dia beljm pulang. Biarkan saja dia menjadi apa yang dia inginkan selagi tidak merugikan orang lain dan bisa menjaga dirinya sendiri" jawab Zayn yang langsung merangkul Azalya untuk menjauh dari kamar Zahiya yang sengaja dia kunci dari luar.
"Huh, memang benar sih jika Zahi tidak merugikan orang lain dan bisa menjaga dirinya sendiri. Tapi dia ini adalah perempuan, dan kenapa seorang perempuan bersikap layaknya laki-laki. Walau penampilan nya sangat feminim, aku sampe bingung dengan sikapnya itu" ucap Azalya yang menghembuskan nafasnya sedikit kasar dan dia memang bingung dengan semua sikap Zahiya yang sama persis dengan Zayn.
"Jangan difikirkan, biarlah dia berbuat seperti itu. Karena dia masih sangat muda dan masih ingin mencari jati dirinya sendiri. Kita hanya akan mendukung dan mendo'akan yang terbaik untuknya. Dengan do'a dan dukungan dari kita, maka dia akan merasakan semuanya" ucap Zayn yang mengusap pipi Azalya dengan sangat lembut.
"Iya juga By, aku akan melakukan apa yang membuat anak-anak bahagia aku juga pasti akan bahagia. Apa lagi jika terus seperti ini bersama dengan Hubby. Dengan orang sangat aku cintai selama ini" ucap Azalya yang dengan gemas mencubit kedua pipi Zayn.
"Thank you sweetie, karena semua ini aku lakukan hanya untukmu dan kedua putri kita" ucap Zayn yang mengusap kepala Azalya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Saat keduanya sedang berduaan Zaniya datang untuk Kengganggu mereka berdua dengan kekonyolan yang dia miliki.
"Assalamualaikum, Mommy Daddy.... Kalian ini membuatku iri saja dengan kemesraan kalian berdua" ucap Zaniya yang langsung duduk ditengah-tengah keduanya.
"Wa'allaikumsalam, kau ini sudah dilamar oleh seorang pria. Masih saja seperti anak kecil" ucap Azalya yang menoyor kening Zaniya saat Zaniya memeluknya dan Zayn bersama-sama.
"Mau bagaimana lagi. Aku ini mana bisa Bismilahi saja jika melihat kalian berdua seperti ini" ucap Zaniya yang mengusap-ngusap keningnya.
"Mom Dad, jika keluarganya bang Tama datang kemari tolong Mommy dan Daddy jangan membahas masalah keadaan mereka atau menanyakan sesuatu yang mungkin akan menyingung mereka. Apa lagi menyinggung masalah Ayah nya. Bisakan Mom Dad?" tanya Zaniya yang mengatakan itu pada Zayn dan Azalya.
"Thank you Mom Dad" ucap Zaniya yang memeluk Zayn dan Azalya bersama-sama dan menempelkan pipinya pada pipi Zayn dan Azalya yang berada dikanan dan kirinya.
"Sama-sama, sekarang mandi dan bersihkan dirimu. Bau sekali" ucap Azalya yang membuat Zaniya mengerucutkan bibirnya menatap Azalya yang malah tertawa cekikikan melihat Zaniya yang misuh-misuh.
"Jadi, kapan keluarganya datang kemari sayang?" tanya Zayn yang sejak tadi hanya diam saja.
"Menurut Daddy kapan? Karena kata bang Tama menunggu intruksi dari Daddy. Karena takut berbuat kesalahan" jawab Zaniya yang menanyakan pendapat juga menyindir Zayn tentunya.
"Bilang saja malam ini. Daddy menunggu mereka untuk datang, karena semua ini harus jelas. Daddy tidak ingin jika kalian melakukan kesalahan. Jadi jangan pernah mengecewakan" ucap Zayn pada Zaniya yang mengangguk dan segera naik kekamarnya sekarang.
"Aku harus menghubungi bang Tama. Karena aku harus menyampaikan semuanya pada bang Tama" ucap Zaniya yang segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Tama.
"Assalamualaikum bang, aku mau ngasih tahu. Jika Daddy meminta abang dan keluarga abang datang kemari nanti malam dengan mereka" ucap Zaniya saat panggilan telpon nya sudah diangkat oleh Tama.
"Wa'allaikumsalam. Akan aku usahakan bisa datang tepat waktu. Apa ada lagi?" tanya Tama yang mengatakan itu pada Zaniya.
"Iya, memangnya abang sedang dimana sekarang? Kenapa terdengar sangat ramai?" tanya Zaniya yang ingin mengalihkan menjadi panggilan video, tapi tidak diterima oleh Tama.
"Abang sedang mengerjakan pekerjaan abang dicafe. Abang akan izin untuk pulang lebih cepat. Sudah dulu ya abang akan segera bersiap-siap untuk pulang" ucap Tama yang memutuskan sambungan ponselnya sepihak. Setelah mengatakan itu pada Zaniya.
"His... Malah dimatiin lagi! Ngeselin banget sih!!" gerutu Zaniya yang menatap layar ponselnya yang sudah gelap.
"Harus sabar, karena ini semua demi kebaikan kita semua. Bang Tama melakukan ini untuk masa depan aku juga nantinya. Semangat bang Tama" ucap Zaniya yang menyemangati Tama walau tidak terdengar oleh Tama.
Zaniya langsung membersihkan dirinya dan berendam untuk menyambut kedatangan pujaan hatinya yang akan datang melamarnya secara resmi. Dia ingin menampilkan yang terbaik pada calon tunangan nya nanti.
.
Sedangkan Tama sebenarnya tidak sedang dicafe. Dia sedang dijalan untuk menjemput Mama Sinta dan Tami yang akan tinggal mersama dengan nya.
"Nak, apa kamu sudah yakin dengan semua ini? Mama hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk kamu. Semoga semuanya berjalan lancar" ucap Mama Sinta yang mengatakan itu pada Tama.
"Amiin. Itu yang paling penting dari segalanya Ma, karena do'a dari seorang Ibu adalah yang paling mujarab dari segala do'a-do'a yang ada. Terimakasih banyak Ma" ucap Tama yang langsung memeluk tubuh Mama Sinta.
"Pasti sayang, pasti. Mama akan selalu mendo'akan kalian berdua, karena kalian adalah sumber kebahagiaan Mama selama ini" ucap Mama Sinta yang memeluk kedua anaknya.
'Maafkan Mama yang belum bisa membuat kalian bahagia. Apa lagi Mama salah memilih seorang pria untuk menjadi suami. Semoga kalian mendapatkan yang terbaik sayang. Terutama kamu Tami, putri Mama yang sangat Mama sayangi. Cukup hanya Mama yang mendapatkan semua ini, kamu harus bisa mendapatkan suami yang baik dan bertanggung jawab. Juga mencintaimu sepenuh hatinya' ucap Mama Sinta dalam hati.
"Mama menangis?" tanya Tami yang merasakan ada air yang menetes ditangan nya.
"Mama hanya terharu dan Mama bahagia. Ini adalah tangisan bahagia, karena sebentar lagi kakak kamu akan segera memiliki pendamping. Kamu jangan mengajaknya berdebat terus" jawab Mama Sinta yang mengusap air matanya lalu mengatakan itu pada Tami.
"Pasti Ma, aku akan melakukan apa yang Mama katakan. Karena nanti aku akan memiliki ipar dan akan aku ajak mengerjakan tugas kuliah bersama" jawab Tami yang membuat Mama Sinta tersenyum.
"Kita harus membawa apa kesana kak? Masa kita tidak membawa apa-apa?" tanya Tami yang melihat Tama yang sedang membereskan barang bawaan Mama dan adiknya.
"Setelah ini kita pergi ke Mall untuk membeli sesuatu untuk Zaniya, ya walau itu tidak akan mahal dan juga mewah seperti yang selalu dia gunakan" jawab Tama yang mengatakan nya dengan sedikit lesu.
"Jika masalah itu Mama sudah mempersiapkan semuanya untuk semua ini. Ya, walaupun akan terlihat kuno untuk anak-anak jaman sekarang. Jika penasaran mari Mama memperlihatkan sesuatunya pada kalian berdua, terutama untuk Tama" ucap Mama Sinta yang mengajak kedua anaknya untuk duduk dilantai yang dilapisi tikar diruangan tamu sekaligus ruang makan tersebut.
"Wah, apa yang akan Mama perlihatkan pada kami?" tanya Tami yang sangat antusias ingin melihatnya.
"Sabar dulu. Mama memang sengaja menyimpan ini untuk anak-anak Mama" jawab Mama Sinta yang mengeluarkan kotak bludru berwarna merah yang warnanya sudah memudar. Mungkin karena termakan oleh waktu.
"Wah, Mama memiliki barang-barang ini sejak kapan Ma? Kenapa Mama tidak mengatakan apa-apa pada Tami Ma?" Tami mengatakan itu sambil mengerucutkan bibirnya menatap Mama Sinta.
"Mama memang sengaja menyimpan ini semua untuk kalian berdua. Ini untuk Tama" ucap Mama Sinta pada Tama memberikan satu kotak berukuran sedikit besar dari kotak yang diberikan pada Tami.
"Ini adalah peninggalan Ibu mertua Mama dulu. Kata beliau, ini adalah perhiasan turun temurun dari keluarga Papa kamu nak. Dan ini Mama serahkan pada kamu dan kamu berikan pada istri kamu kelak" ucap Mama Sinta yang menjelaskan asal-usul perhiasan tersebut.
"Ini untuk Tami. Ini adalah perhiasan Mama yang mana beli dulu saat masuk bekerja dipabrik, dan Mama belum datang kekota ini dan memiliki kalian. Mama tidak ingin jika Mama memberikan ini dan memberikan nya tidak adil akan membuat kalian berdua merasa tidak disamaratakan. Jadi Mama juga memberikan ini untuk kamu, Tami. Justru kakak kamu yang tidak mendapatkan ini dari Mama, yang dia dapatkan ini adalah dari nenek kalian dan itupun harus untuk menantu" jelas Mama Sinta pada kedua anaknya.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiahnya...
Terimakasih dan happy reading... 🤗🤗🤗