
Sedangkan Azalya sudah sampai dikamar Zayn yang terlihat sangat sepi seperti tidak berpenghuni sama sekali.Azalya menghampiri Zayn yang sedang tertidur pulas diatas ranjang nya.
"Dia tidur apa mati" gumam Azalya yang menatap wajah Zayn lebih dekat lagi.
Tanpa disadari oleh Azalya, Zayn sudah terbangun sejak ada seseorang keluar dari dalam lift. Zayn yang reflek langsung menarik Azalya yang dengan beraninya menatap wajahnya dengan jarak yang lumayan dekat.
"Apa yang kau inginkan Nona? Kenapa kau berjalan seperti pencuri?" tanya Zayn yang sudah menggenggam tangan Azalya dengan sangat kencang.
"Enak saja pencuri. Saya datang kesini ingin melihat keadaan anda. Katanya sedang sakit, tapi kenapa masih saja bersikap kasar dan tidak terlihat sakit sama sekali" jawab Azalya yang menggerutu diakhir kalimatnya.
CLETAKK
Zayn menyentil kening Azalya dengan kerasa sehingga Azalya mengaduh kesakitan.
"Aww. Kenapa kamu malah menyentil kening ku? Sakit tahu" ucap Azalya yang mengusap-usap keningnya yang terasa sangat sakit.
"Kau memang pantas mendapatkan nya" jawab Zayn dengan datarnya.
"Ish enak saja. Tapi kamu ini sakit apa sih, kenapa terlihat sangat pucat dan ini. Banyak kabel yang menempel pada tubuhmu itu" ucap Azalya yang ingin bangkit malah tersandung kakinya sendiri.
Azalya malah menindih tubuh Zayn yang sedang berbaring terlentang. Sesaat mereka saling pandang sebelum ada orang yang berteriak melihat adegan yang sangat intim tersebut.
"Ya Tuhan Azalya!" bentak Oma Rena yang melihat kelakuan cucunya ini.
Ternyata bukan hanya Oma Rena saja yang datang kemari. Melainkan ada Mom Vita, Dad Louis dan juga Opa Wijaya yang melihat adegan itu.
Dari kejauhan memang seperti sedang ber*iuman mereka berdua. Apa lagi dengan posisi Azalya yang menindih tubuh Zayn yang ada dibawahnya.
"Oma, ini tidak seperti yang Oma lihat. Aza bisa menjelaskan nya. Oma percaya ya sama Aza, places" ucap Azalya dengan menangkupkan kedua tangan nya didepan dada.
"Dasar cucu kurang mecin. Kamu ini pasti ceroboh lagi kan? Lihat, Mister Z sedang sakit saja kamu malah membuat ulah" ucap Oma Rena yang menjewer telinga Azalya dengan sangat keras.
"Aduh Oma, aduh, ampun. Aza salah, lepas Oma. Ini sakit sekali, bisa putus telinga nya Oma" ucap Azalya yang sedang memegangi telinganya yang baru saja dijewer oleh Oma Rena.
"Maaf Oma, tadi Aza kesandung dan malah menindih nya" ucap Azalya dengan tersenyum meringis dihadapan Oma Rena.
"Dasar cucu kurang mecin. Bikin malu saja" ucap Oma Rena yang merasa tidak enak pada pemilik Mainson dan juga pada Zayn.
"Maafkan cucu saya ya nak. Cucu saya ini memang sangat ceroboh dan juga sembrono. Sekali lagi saya minta maaf" ucap Oma Rena pada Mom Vita dan Dad Louis yang sedang menatap interaksi mereka berdua.
"Tidak apa-apa tante, kenapa harus minta maaf. Lagi pula kan Azalya tidak sengaja. Untung saja Azalya tidak terluka" jawab Mom Vita yang langsung menghampiri Azalya yang salah tingkah.
"Maaf auntie" ucap Azalya yang menunduk malu menatap wajah Mom Vita.
"Tidak apa-apa sayang. Apa kamu terluka?" tanya Mom Vita yang melihat kening Azalya memerah.
"Tidak auntie, tidak ada yang terluka" jawab Azalya yang sudah sangat malu akan ulahnya ini.
"Tapi kening kamu memerah sayang. Benar tidak apa-apa?" tanya Mom Vita lagi sambil menyentuh kening Azalya yang memerah.
"Tidak apa-apa auntie. Tadi terbentur dengan kening batu soalnya, hehehe" jawab Azalya yang langsung mendapatkan pelototan tajam dari Zayn.
Azalya malah semakin meledek Zayn dengan menjulurkan lidahnya pada Zayn. Sedangkan para pria langsung turun kembali setelah melihat kondisi Zayn yang memang sudah agak mendingan.
"Kamu ini ada-ada saja sayang" ucap Mom Vita pada Azalya yang sedang tersenyum kepadanya.
Mom Vita menghampiri Zayn yang sedang berusaha ingin duduk bersandar. Mom Vita dengan tlaten membantu putranya yang sedang berbaring menjadi duduk bersandar.
Zayn memang masih terlihat sangat lemas dan belum pulih tenaganya. Makanya Mom Vita terlihat sangat khawatir dengan kondisi putranya saat ini. Ini adalah sakit terparah yang dialami oleh Zayn selama ini.
"Apa menginginkan sesuatu?" tanya Mom Vita pada Zayn yang sudah terlihat nyaman duduknya.
"No Mom" jawab Zayn dengan wajah seperti biasa.
"Baiklah" ucap Mom Vita yang menghampiri Oma Rena dan Azalya yang sedang menatap mereka berdua.
"Apa Mister Z sudah sering seperti ini sebelumnya?" tanya Oma Rena setelah mereka berdua duduk disofa yang tidak jauh dari ranjang Zayn.
"Ini baru pertama kali mengalami separah ini. Biasanya hanya kelelahan biasa dan setelah mendapatkan perawatan akan segera sembuh. Tapi ini sudah lumayan lama" jawab Mom Vita yang menatap Zayn dengan tatapan berkaca-kaca.
"Iya tante. Terimakasih" jawab Mom Vita yang berusaha untuk tersenyum.
Sedangkan Azalya masih menunggui dan juga menatapi Zayn yang sedang duduk bersandar diatas ranjang nya sana.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu?" tanya Zayn yang merasa risih ditatapi oleh Azalya dengan tatapan anehnya.
"Tidak, hanya sedang heran saja. Kenapa orang yang terlihat sehat dan kuat seperti itu bisa sakit parah juga" ucap Azalya dengan tangan yang bersidekap didada.
"Saya juga manusia" ucap Zayn dengan dingin nya.
"Oh manusia rupanya. Saya kira anda itu robot yang tidak pernah merasa sakit dan terluka, karena penampilan dan juga wajah anda tidak ada ekspresi sedikit pun juga" ucap Azalya yang malah berjalan mendekati Zayn yang ingin bangkit dari duduknya.
"Anda mau kemana?" tanya Azalya yang reflek memegang tangan Zayn.
Zayn menatapi tangan nya yang sedang dipegang oleh Azalya. Azalya yang sadar akan tatapan mata Zayn yang tertuju pada tangan nya langsung melepaskan nya dan menjauh dari Zayn.
Zayn memaksakan dirinya berjalan menuju kamar mandi yang jaraknya lumayan jauh dari ranjang nya barusan.
Mom Vita yang menyadari jika Zayn ingin pergi langsung berlari dan memanggil bodyguard yang berada tidak jauh dari mereka semua.
Zayn dibantu oleh dua bodyguard nya menuju kamar madi. Saat Zayn berada didalam kamar mandi Mom Vita dengan cekatan membetulkan selimut yang digunakan oleh Zayn tadi dan juga letak sprei nya yang berantakan.
"Kenapa melakukan nya sendiri nak?" tanya Oma Rena yang melihat Mom Vita melakukan nya sendiri tanpa meminta bantuan pelayan.
"Karena Zayn tidak suka jika ada pelayan yang melakukan ini dikamar pribadinya dan pada barang-barang pribadinya yang lain. Jika saya bisa kenapa tidak" jawab Mom Vita dengan senyuman khas nya.
"Jadi Mister Z tidak suka jika ada yang melakukan itu ditempatnya?" tanya Oma Rena yang juga membantu Mom Vita mengganti sprei.
"Tidak perlu tante. Tante tidak perlu melakukan ini, saya bisa sendiri" ucap Mom Vita yang merasa tidak enak tamunya membantu pekerjaan seperti ini.
"Tidak apa-apa nak. Oma juga sering melakukan nya juga dikamar Azalya" jawab Oma Rena yang sudah membantunya memasang sprei dan juga membetulkan selimut tebalnya.
Sedangkan Azalya membantu memasangkan sarung bantal dan juga guling. Dia terlihat kesulitan memasangkan nya. Karena ini adalah pertama kalinya dia melakukan ini.
"Tumben banget kamu mau membantu?" tanya Oma Rena pada Azalya yang sedang kesulitan memasukkan bantalnya.
"Malu hanya diam saja" jawab Azalya sambil berbisik pada Oma Rena.
Bukan Azalya namanya jika tidak membuat masalah. Azalya tidak sengaja menyenggol guci yang ada disamping nya hingga pecah berantakan.
PRANG...
Mom Vita dan juga Oma Rena langsung menoleh kearah suara tersebut dengan mata yang melotot sempurna.
"Azalya!!!" teriak Oma Rena tertahan karena melihat guci besar dan mahal itu sudah berantakan dan juga tidak berbentuk lagi.
"Apa yang sidah kamu lakukan!" ucap Oma Rena yang langsung memukul lengan cucunya lumayan keras.
"Aku tidak sengaja Oma" ucap Azalya dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Pasalnya ini adalah yang kedua kalinya Azalya memecahkan guci mahal seperti ini.
"Nak maafkan Azalya ya. Oma akan menggantinya segera" ucap Oma Rena pada Mom Vita yang sedang menatap pada guci yang sudah pecah berkeping-keping.
"Tidak apa-apa tante. Azalya kan tidak sengaja, biarkan saja pelayan yang membersihkan nya" ucap Mom Vita yang melihat Oma Rena dan juga Azalya akan memunguti pecahan guci tersebut.
"Kami akan segera menggantinya" ucap Opa Wijaya yang entah sudah sejak kapan ada dibelakang Mom Vita.
"Itu tidak perlu, kami tidak apa-apa. Yang terpenting Azalya tidak apa-apa" ucap Dad Louis menimpali ucapan Opa Wijaya.
"Tapi..." belum sempat melanjutkan ucapan nya sudah disela oleh Mom Vita.
"Tidak ada tapi-tapian om tante. Kami benar-benar tidak masalah dengan semua ini. Jadi, jangan difikirkan" ucap Mom Vita dengan tegas supaya kedua orang tua itu mau mendengarkan nya.
"Baiklah jika begitu. Sekali lagi kami minta maaf" ucap Oma Rena yang sudah sangat malu akan ulah dari Azalya yang selalu saja ceroboh dan bikin ulah.
Sedangkan Zayn yang baru saja keluar dari kamar madi hanya menatap datar dan juga tanpa ekspresi seperti biasanya. Zayn dengan penampilan segar nya dan dibantu oleh kedua bodyguard nya yang selalu standby didekatnya menuju ranjang nya untuk beristirahat kembali.