Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Menceritakan Zayn



Mom Vita ingin menghampiri brangkar Azalya yang sedang bersama dengan Alkana. Mereka berdua selalu berdebat jika sedang berdua, walau Alkana terkesan pendiam dan juga dingin tapi jika berdua dengan adiknya dia bisa konyol dan juga jahil pada adiknya itu.


"Sudah, kalian berdua ini selalu mengingantkan Mommy pada Zia dan Zayd yang jarang akur tapi sangat dekat" ucap Mom Vita pada keduanya yang sedang berdebat.


"Benarkah Mom? Tapi kelihatan Zayd juga tidak jauh berbeda dengan abang Z yang Mister flat. Oops, sorry Mom" ucap Azalya yang keceplosan memanggil Zayn dengan sebutan Mister flat.


"Tidak apa sayang. Z memang seperti itu sejak kecil, diantara yang lainnya hanya Z yang selalu menyendiri dan tidak suka keramaian. Dulu Mommy sudah berusaha untuk membuat Z bergabung dengan yang lainnya tapi tetap saja seperti itu" jelas Mommy Vita pada menantunya ini.


"Oh gitu ya Mom? Tapi kenapa wajah mereka semua mirip-mirip ya Mom? Jika saja Zayd menggunakan kacamata juga pasti akan susah membedakan keduanya" ucap Azalya yang malah menggibahkan Zayn yang notaben nya suami sendiri.


"Ada satu perbedaan keduanya. cara berpakaian dan juga cara berjalan" jawab Mom Vita yang memberitahu pada Azalya supaya tidak keliru nantinya.


"Bagaimana Mommy tahu? Mommy kan jarang bertemu dengan abang Z bukan?" tanya Azalya lagi yang penasaran dengan keduanya yang bertolak belakang itu.


"Z lebih suka menggunakan hoodie dan jarang menggunakan kemeja jika tidak kekantor. Jika Zayd memakai apa saja, tapi lebih sering dia berpenampilan casual dan kemeja. Dan perbedaan yang mencolok ya kacamata" jelas Mommy Vita yang sedang membayangkan keduanya ada dihadapan nya sendiri.


"Jadi jika cara berjalan? Kata Mommy cara berjalan mereka berdua juga berbeda?" tanya Azalya yang sedang mengorek informasi tentang suaminya sendiri.


"Jika Z lebih lebar jika melangkah. Dan ada aura yang mendominan jika sedang berjalan. Jika Zayd lebih kesantai dan juga tidak ada aura seperti Zayn. Apa ada lagi yang ingin kamu ketahui dari Mommy tentang Zayn?" Tanya Mom Vita yang sudah tahu jika Azalya ingin mengetahui apapun tentang Zayn.


"Tentu saja Mom, masa aku sebagai istrinya tidak tahu apa-apa tentang suamiku sendiri sih. Kan tidak lucu" ucap Azalya dengan sangat antusias mendengarkan penjelasan dari mertuanya.


"Zayn lebih suka hening dan juga sendiri. Dia paling tidak suka jika barang atau apapun tentang nya ada yang menyentuhnya. Karena semua tata letak barang dan yang lain-lain sudah dia sendiri yang atur. Jika ada yang berpindah atau bergeser dia tahu. Yang paling dia sukai adalah melatih fisiknya dan juga mengerjakan berbagai macam kodingan" jelas Mommy Vita sambil mengambil nafasnya dulu sebelum melanjutkan ucapan nya lagi.


"Yang paling tidak disukai adalah keramaian dan juga berisik. Maka dari itu dia membangun mainson ditempat yang lumayan jauh dari orang-orang yang notaben nya ada dirumah atau tidak bekerja. Dan yang lebih tidak disukai adalah orang yang terlalu ikut campur dalam urusan nya atau masalah pribadi nya. Dia juga tidak banyak bicara jika tidak perlu, dan hanya menyibukan diri dengan senjata dan juga komputernya saja. Itu yang Mommy tahu, selebihnya Mommy tidak tahu" jelas Mommy Vita yang seperti sedang berfikir.


"Jadi semua yang pernah Aza lakukan itu adalah yang tidak disukai oleh abang Z dong Mom? Aza kan sudah dua kali memecahkan guci besar yang ada didalam kamar abang Z" ucap Azalya yang merasa lesu karena dia tidak akan bisa membuat hati Zayn luluh padanya.


"Dua? Bukankah satu? Kenapa dua?" tanya Mom Vita yang merasa heran dengan yang dikatakan oleh Azalya tadi.


"Iya, waktu itu Aza pernah masuk kedalam mainson abang Z dan juga menginap disana. Pada saat sedang berjalan malah terpeleset dan menyenggol guci tersebut hingga pecah. Dasar bodoh! Kenapa keceplosan lagi sih. Dasar mulut gue" ucap Azalya yang diakhir kalimat dia hanya didalam hati saja.


Semua orang yang ada didalam ruangan itu memicingkan matanya menatap Azalya yang sedang salah tingkah dan juga nyengir kuda saja. Sebenarnya Azalya sudah sangat ketakutan dengan tatapan semua orang yang ada didalam ruangan rawat nya sendiri.


"Kamu bisa menjelaskan nya Az?!" tanya Mama Soraya yang jika sudah berbicara seperti itu berarti Mama Soraya sedang dalam mode marahnya.


"Aza salah ngomong kok Ma, kan Mama tahu jika Azalya tidak pernah kemana-mana. Iya kan Oma?" tanya Azalya yang mencari pembelaan dari Oma nya.


"Setahu Oma memang Aza tidak pernah keluar rumah selain kuliah, dan itu juga selalu diawasi oleh orang yang menjaganya. Baik dari dekat maupun dari jauh" jelas Oma Rena yang sedang mengingat-ngingat apa mungkin Azalya pernah menginap ditempat seorang pria yang tidak dia kenal.


"Mama tidak sedang menutupi kesalahan Azalya kan Ma?" tanya Mama Soraya yang beralih menatap Mama mertuanya.


"Seingat Mama memang tidak pernah Sora. Karena Mama sendiri yang selalu membangunkan dan juga menidurkan anakmu yang satu itu" ucap Oma Rena yang kesal sendiri karena Soraya seperti sedang mengintrogasi nya saja.


"Maaf Ma, aku hanya tidak ingin Aza melakukan kesalahan-kesalahan yang membuatnya rugi sendiri. Apa lagi jika yang dikatakan nya adalah benar. Mungkin pergaulan disini sudah biasa seperti itu, tapi kita bukan orang sini dan juga warga negara ini juga. Aku hanya takut Ma, maafkan Sora Ma" ucap Mama Soraya yang sudah merasa sangat menyesal karena sempat tidak mempercayai Mama Rena.


"Iya, tidak apa-apa. Semua orang tua memang pasti akan sangat khawatir jika anak-anak berbuat kesalahan. Tapi untungnya Azalya sudah menikah jadi tidak perlu khawatir lagi sekarang" ucap Oma Rena yang langsung menenangkan menantunya ini.


Saat sedang berbicara dan juga saling bertukar cerita Zayn dan juga Angga datang dengan langkah yang pasti nya. Zayn menghampiri para orang tua Danu menyalami nya satu persatu hingga yang terakhir adalah Alkana yang usianya juga berada dibawah nya.


"Kamu habis dari mana Z?" tanya Mom Vita yang melihat penampilan Zayn tidak seperti tadi saat berangkat.


"Pantas saja kamu masih menggunakan pakaian formal kamu" ucap Mom Vita yang menatap Zayn terlihat sangat gagah dan juga lebih berkarisma dengan penampilan nya yang seperti itu.


"Iya Mom" jawab Zayn yang langsung masuk kedalam kamar mandi dengan Angga yang sudah membawakan paper bag yang berisi pakaian ganti untuknya.


"Ya sudah, kami semua akan kembali saja. Takutnya Zayn merasa tidak nyaman jika ada kami semuanya disini" ucap Mama Soraya yang ingin pergi.


Apa lagi setelah mendengar jika Zayn tidak suka jika banyak orang dan terlalu ramai. Jadi sebelum itu terjadi lebih baik mereka pulang saja.


"Kenapa harus pulang sih Ma?" tanya Azalya yang tidak mau jika ditinggalkan oleh semua orang.


"Suami kamu kan sudah datang. Jadi tugas kami untuk menjaga kamu sudah selesai" bukan Mama Soraya yang menjawab melainkan Alkana yang menjawabnya.


"Iya, Mommy juga mau pulang dulu. Mommy rasanya kurang enak badan" ucap Mom Vita membuat alasan supaya menantunya tidak banyak protes lagi.


"Ya baiklah. Kalian hati-hati dijalan semuanya" ucap Azalya pada semua orang yang akan pulang kerumah masing-masing.


Zayn yang baru keluar dari kamar mandi merasa heran dengan semua orang yang akan pergi. Dia ingin bertanya tapi lebih dulu Mom Vita yang bilang jika mereka sudah akan pulang. Karena merasa lelah dan ingin segera berisatirahat.


"Mommy dan yang lainnya pulang dulu ya. Kan sekarang sudah ada kamu yang menjaganya" ucap Mom Vita yang mendekat kearah Zayn berdiri.


"Mommy hati-hati, Dad jaga Mommy dengan baik" ucap Zayn pada Dad Louis yang berada disamping Mom Vita berdiri.


"Kami juga pamit ya nak, tolong jaga putri kami yang manja itu" ucap Mama Soraya yang juga berpamitan pada Zayn.


"Iya Ma" jawab Zayn singkat jelas dan juga padat.


Mereka semua pergi bersama-sama. Hingga sekarang yang tersisa hanya dua orang yang baru saja menjadi pasangan suami istri selama satu hari.


Zayn hanya diam ditempatnya dan membuka laptop nya lagi. Sedangkan Azalya merasa bosan dengan yang dia lakukan sekarang hanya duduk dan juga berbaring saja, membuatnya sangat bosan dan juga jenuh.


"Bang Z" panggil Azalya pada Zayn yang sedang fokus pada layar laptop nya.


"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja.


"Abang Z Ihh!!" ucap Azalya lagi dengan suara yang lebih kencang.


"Kenapa?" tanya Zayn yang menoleh kearah Azalya yang sedang mengerucutkan bibirnya.


"Aku bosan. Abang malah main laptop saja, tidak bisakah abang tidak bekerja dulu jika sedang disini?" protes Azalya yang melihat Zayn tidak bergeming sedikit pun juga.


Azalya semakin kesal sehingga dia melemparkan bantal pada Zayn yang masih saja menatapi layar laptop nya dan tidak mengindahkan ucapan nya yang sejak tadi menggerutu padanya.


.


.


.


Saweran ya.... Othor tunggu.... 😘😘😘