
Zayn seperti biasa akan menggendong Azalya untuk turun kebawah. Karena tadi sudah lemas dibuatnya, jika dipaksakan berjalan pasti akan jatuh lagi.
"Kalian berdua tidak berencana ingin honey moon apa?" tanya Mom Vita saat sudah didalam lift.
"Tidak Mom, kami hanya ingin disini. Sama saja kan Mom? Mau dimana juga toh akan sama saja" jawab Azalya dengan santainya.
Apa lagi posisinya saat ini sedang merangkul leher Zayn yang sedang menggendong nya ala bridal style. Dengan Azalya yang menempelkan kepalanya didada bidang Zayn dan mendengarkan detak jantungnya yang berirama.
"Gimana kalian saja. Mommy hanya memberi saran saja pada kalian" ucap Mom Vita yang hanya tersenyum pada keduanya yang sudah sangat dekat.
Apa lagi sikap Zayn yang sangat perhatian pada Azalya. Mom Vita tahu jika Zayn sudah merasa nyaman dan juga menaruh hatinya untuk Azalya yang terkesan jauh berbanding terbalik dengan dirinya yang dingin dan datar.
"Kalian datang juga" ucap Oma Rena yang melihat cucu dan cucu mantunya sudah datang dan ikut bergabung.
"Baru bangun Oma" jawab Azalya yang sudah duduk sambil nyengir kuda.
"Dasar. Bukan nya menyambut suami pulang malah baru bangu" ucap Oma Rena yang kesal karena cucunya ini tidak pernah berubah.
"Ya kan mana Aza tahu jika hubby akan pulang cepat" jawab Azalya langsung menerima makanan yang Zayn sodorkan kepadanya.
"Zayn, itu kebalik. Kenapa jadi kamu yang mengambilkan makanan untuk Azalya?" tanya Mama Soraya yang merasa tidak enak akan sikap menantunya yang sangat perhatian pada putrinya.
"Tidak apa-apa Ma" jawab Zayn yang selalu singkat jelas dan padat.
"Aza, sebaiknya jika kamu sudah sembuh lakukan tugas kamu sebagai seorang istri. Karena kewajiban istri adalah melayani suami. Bukan malah sebaliknya!" ucap Mama Soraya yang menasehati putri bungsunya.
"Iya Ma, lagian kan Aza sudah melayani dengan baik. Iya kan hubby?" jawab Azalya sambil menlminta pendapat pada Zayn yang sedang mengunyah makanan nya.
KRIK...
KRIK...
KRIK...
Zayn sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari Azalya. Karena jika diteruskan Azalya pasti akan keceplosan jika dia sudah melakukan enak-enak sebelum turun dan makan malam.
"Ish, nyebelin" gerutu Azalya yang memanyunkan bibirnya kesal pada Zayn yang selalu saja diam.
"Sudah, jangan banyak bicara. Hormati makanan yang ada dihadapan kita, jadi semuanya harus diam" ucap Opa Wijaya yang menengahi mereka yang sedang berdebat didepan makanan.
Semuanya langsung diam dan tidak berbicara lagi. Mereka semua makan malam bersama sebelum Angga datang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja.
untungnya Zayn yang melihat lebih dulu dibandingkan dengan keluarganya yang lain. Jadi Zayn langsung beranjak dari duduknya untuk menghampiri Angga.
"Z, mau kemana? makanannya belum selesai" tanya Mom Vita yang melihat Zayn malah akan pergi.
"Ingin kekamar mandi Mom" jawab Zayn yang melangkah dengan sangat lebar.
Zayn langsung membawa Angga kedalam ruangan rahasia yang ada didalam mainson miliknya. Zayn juga sudah menghubungi Aaron untuk segera datang dan langsung keruangan rahasinya.
"Apa yang terjadi padamu?" tanya Zayn yang sudah membaringkan Angga yang hampir saja kehabisan darah.
"Saya mendapatkan serangan dari orang suruhan Lucas King" jawab Angga yang sedang tersengal-sengal karena dia hampir tidak sadarkan diri lagi.
Zayn mengepalkan kedua tangan nya. Dia ingin sekali marah dan juga menyerang balik orang yang sudah membuat Angga terluka seperti itu. Tapi Zayn masih berfikir keras, ini mungkin saja adalah sebuah jebakan yang untuk memancingnya keluar dan mungkin bisa lebih parah dari dugaan Zayn.
Saat sedang memikirkan bagaimana bisa membuat Lucas keluar dari persembunyian nya Aaron datang dengan peralatan medisnya juga seorang perawat yang mendampingi nya.
"Maaf King saya terlambat" ucap Aaron yang langsung menangani Angga dengan dibantu oleh perawat.
"Apa kondisinya sangat parah?" tanya Zayn yang melihat Aaron sedang memeriksa dan juga mengobati semua luka-luka yang ada disekujur tubuh Angga.
"Sangat parah King. Untung saja dia bisa menghindari serangan yang tertuju pada organ vitalnya King. Ini ada beberapa luka yang hanya beberapa inci saja mengenai organ vital Angga" jawab Aaron yang memperlihatkan semua luka-luka yang dialami oleh Angga.
"Lakukan yang terbaik untuknya. Jangan sampai ada orang mainson yang tahu jika dia sedang terluka parah" ucap Zayn yang akan keluar dari ruangan rahasia didalam mainson nya.
"Saya akan melakukan yang terbaik King" jawab Aaron yang masih mengobati dan juga menjahit luka robek yang lumayan lebar.
Zayn melangkahkan kakinya menuju ruangan makan kembali setelah memastikan Angga sudah ditangani dengan baik. Zayn lupa mengganti pakaian nya yang terkena noda darah dari Angga saat tadi dia menangkap Angga agar tidak jatuh.
"Hubby lama banget" ucap Azalya saat Zayn sudah bergabung kembali.
"Z, apa kamu tidak apa-apa? Kenapa baju kamu ada darahnya?" tanya Mom Vita yang melihat Zayn masih makan.
"Maaf. Z segera kembali" Zayn langsung pergi lagi menuju arah lift.
"****! Kenapa bisa lupa tidak menggati pakaian" umpat Zayn dengan sedikit kesal pada diri sendiri.
Zayn langsung mengganti pakaian nya dan dia tidak lupa langsung membuang baju yang sudah terkena noda darah tersebut kedalam tempat samapah. Dia juga langsung turun kebawah kembali dan bergabung dengan yang lainnya.
"Apa yang terjadi dengan hubby?" tanya Azalya saat Zayn sudah duduk kembali disampingnya.
"Tidak ada" jawab Zayn dengan singkat jelas dan padat.
"Mommy minta penjelasan dari kamu Zayn" ucap Mom Vita dengan tegas dan tidak menerima bantahan.
"Nanti" jawab Zayn yang masih terus mengunyah makanan nya dengan habis.
Barulah mereka semua duduk bersama diruang keluarga untuk menanyakan apa yang terjadi dengan Zayn. Zayn yang sedang ditatapi oleh semua orang dengan tatapan yang penuh tanya menjadi tidak nyaman akan hal itu.
"Coba kamu jelaskan Zayn" ucap Mom Vita yang sudah memanggil namanya denga benar tanpa inisial lagi itu sudah jelas jika Mom Vita sedang menahan marah.
"Luka diperut Z terbuka kembali. Jadi Z tidak menyadari jika darahnya akan keluar sebanyak itu" jawab Zayn dengan sangat datar.
"Apa? Jadi kamu terluka kembali?" tanya Mom Vita yang sudah khawatir akan keadaan Zayn saat ini.
Apa lagi golongan darah Zayn terbilang sangat langka jadi Mom Vita sangat merasa khawatir akan hal ini jika Zayn sedang terluka. Mom Vita juga langsung menghampiri Zayn yang duduk disebrangnya.
"Z sudah baik-baik saja Mom" ucap Zayn yang melihat Mom Vita sudah sangat khawatir padanya.
"Tapi kamu tidak senang berbohong pada Mommy kan Z?" tanya Mom Vita lagi memastikan keadaan Zayn saat ini.
"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja lalu dia menatap wajah Mom Vita yang sedang menatapnya dengan penuh kekhawatiran.
"Hubby yakin tidak apa-apa?" tanya Azalya yang menggenggam tangan Zayn yang sedang memegang tangan nya juga.
"Mungkin saja karena hubby menggendong ku terus. Makanya terbuka kembali luka yang hubby rasakan tadi" ucap Azalya yang akan menangis melihat jika Zayn terluka karena dirinya.
"Bukan karena kamu sayang. Z juga tidak tahu jika lukanya akan terbuka kembali. Jadi jangan menyalahkan diri sendiri" ucap Mom Vita yang meminta Azalya tidak menyalahkan dirinya sendiri.
"Tapi kan memang kesalahan Aza yang manja. Selalu minta hubby untuk menggendong ku" ucap Azalya lagi sambil berkaca-kaca.
"Jangan menyalahkan diri sendiri. Aku tidak apa-apa" jawab Zayn dengan menatap mata Azalya yang sudah basah dan jangan Zayn mengusap pipi Azalya dengan sangat lembut.
"Sungguh? Tapi mulai sekarang aku akan menggunakan tongkat saja sambil belajar berjalan" tanya Azalya dengan sangat tegas juga meminta Zayn tidak menggendong nya lagi.
"Hmm" jawab Zayn dengan deheman saja lalu menatap semua orang yang juga sedang menatapnya dengan penuh haru.
Karena Zayn benar-benar sangat menyayangi Azalya dengan tulus. Walau sikap dan sifatnya datar dan dingin, itu semua tidak menutup kemungkinan untuk bisa menyayangi Azalya dengan caranya yang lain.
"Maaf Tuan Muda. Ada tamu yang mencari anda" ucap seorang kepala pelayan yang menghampiri Zayn dan juga keluarganya.
"Siapa?" tanya Zayn dengan tatapan yang sangat tajam.
"Beliau adalah Tuan Jefford. Katanya sudah membuat janji dengan anda Tuan Muda" jawab kepala pelayan tersebut menjelaskan.
Jika tidak seperti itu maka Zayn bukan hanya marah saja, tapi akan membuatnya mendapatkan hukuman yang sangat mengerikan menurut semua penghuni mainson tersebut.
"Hmm" jawab Zayn yang langsung pamit pada yang lainnya untuk menemui Jeff yang dia suruh untuk menunggu diruangan kerja didalam mainson miliknya. Juga terhubung dengan ruangan Angga sedang dirawat saat ini.
"Ada yang anda inginkan King?" tanya Jeff saat Zayn sudah masuk kedalam ruangan dimana Angga sedang dirawat.
"Kau bisa melihat bagaimana kondisinya saat ini" ucap Zayn yang menatap pada Angga yang terbaring lemah diatas ranjang dihadapan mereka berdua.
.
.
Hadiah sama votenya dong.....
Supaya Othor makin semangat nulisnya 😉😉