
Zayn Ds an para anggotanya sudah mengepung markas Addofo Barnard. Dia melakukan nya dengan senyap dan juga sangat berhati-hati, karena musuhnya ini jauh lebih kejam dan juga tidak bisa ditebak. Jika salah sedikit saja bisa membuat semua rencananya gagal total.
Bisa saja dia sendiri yang akan tiada, bukan malah sebaliknya. Zayn benar-benar sudah matang melakukan penyerangan ini. Dia tidak mengerahkan seluruh anggotanya, hanya sebagian yang berada dinegara ini saja. Yang di America juga sedang berada dalam perjalanan kemari untuk membantu jika diperlukan.
Zayn melakukan penyerangan sekarang karena tangan kanan Addofo sedang cidera. Tapi tidak menutup kemungkinan masih banyak orang-orang yang tidak boleh Zayn remehkan kemampuan nya.
"King, apa kita lakukan penyerangan sekarang?" tanya Angga yang sedang bersiap dengan semua senjatanya yang akan dia gunakan.
"Kita tunggu dia keluar, jika dia tidak keluar berarti dia tidak ada disini. Maka akan percuma saja melakukan itu semua" jawab Zayn yang sedang melakukan pengecekan dilayar padnya dimana Addofo memang sedang berada didalam sana dan belum menyadari jika markasnya sudah dikepung diberbagai penjuru.
Zayn juga memerintahkan anggotanya untuk memasang berbagai ranjau yang akan bisa melumpuhkan mereka semua saat akan menyerang balik. Dengan begitu anggota Zayn akan sangat mudah bisa mengalahkan nya tanpa mengeluarkan banyak tenaga.
Zayn melihat adanya pergerakan dari dalam sana. Dan ternyata memang benar, jika Addofo sedang berada didalam. Zayn juga melihat ada pria yang sangat dia kenal dan juga sekaligus dengan nya berada bersama dengan Addofo Barnard. Siapa lagi jika bukan Louis Edison.
'Apa yang sebenarnya kau rencanakan Dad? Kenapa kau bisa berada disini juga? Apa kau memang selama ini bekerjasama dengan nya atau memang sengaja melakukan itu semua supaya kau bisa membuatnya merasa jika kau masih berpihak padanya? Sungguh, kau tidak bisa ditebak Dad' gumam Zayn dalam hati, dia terus memperhatikan dua orang yang sedang berbincang.
Tapi terlihat ada yang aneh dengan keduanya yang sepertinya tidak terlalu akrab dan terlihat seperti sedang berselisih satu sama lain.
"Apa kau tidak tahu jika yang kau lakukan itu akan membuat putrimu sendiri membencimu!" ucap Louis sambil menunjuk wajah Addofo Barnard yang masih berdiri dengan santainya.
"Aku tidak perduli, mau diajak membenciku atau tidak. Yang pasti aku akan membuat semua keluarga Pratama hancur, sehancur-hancurnya. Karena dia berani melakukan kesalahan dengan membuat ku jauh dengan putriku sendiri" jawab Addofo tanpa mengalihkan pandangan nya dari depan sana.
Zayn bisa mendengar semua percakapan keduanya, karena Zayn sudah memasangkan alat penyadap disetiap penjuru saat dia melakukan penyamaran. Zayn mengepalkan tangan nya, dia menahan emosinya supaya tidak meluap dan mengacaukan segalanya yang sudah dia susun dengan sangat matang dan juga perfect.
"Kau tidak bisa melakukan itu semua. Karena Alberto bisa saja sedang mengintai mu dan ingin melakukan perhitungan pada mu. Karena kau sudah melakukan pele*ehan terhadap istrinya, apa kau tidak tahu jika putranya juga memiliki kemampuan yang tidak bisa kau anggap remeh. Aku sudah mengingatkan mu, dan aku mencoba melupakan apa yang sudah kau lakukan padaku belasan tahun silam!" ucap Louis sambil melangkahkan kakinya menuju mobilnya yang ada disekitar markasnya Addofo.
"Bergerak dengan senyap" ucap Zayn setelah melihat Louis pergi dan Zayn memberikan perintahnya pada anggota yang sudah bersiap dari dekat markas.
DOR...
DOR...
DOR...
Letupan senjata yang bersahut-sahutan membuat pengang pelinga siapa saja yang mendengarnya. Zayn sengaja tidak menggunakan peredam suara, dengan begitu semua anggota Addofo waspada dan juga memancingnya keluar dan ikut bertarung.
saat bersamaan ada sekelompok orang yang tidak Zayn kenal dan dia juga menggunakan pakaian serba hitam juga masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Seperti ciri khas Zayn saat bertarung, semua orang seakan terhipnotis akan kedatangan nya. Tidak terkecuali Zayn yang sedikit mengenalinya dari sorot mata tajam yang tidak jauh berbeda dengan dirinya.
'Akhirnya anda keluar juga. Dengan begini, aku tidak perlu repot-repot untuk memanggil anda' gumam Zayn dalam hati sambil menampilkan dirinya dibalik pohon yang tidak jauh dari ruang orang yang baru bertemu setelah sekian lama.
"Akhirnya kau keluar juga Alberto. Sudah lama aku mencarimu dan juga ingin sekali membuatmu merasakan apa yang namanya kehilangan" ucap Addofo saat berhadapan dengan pria paruh baya yang mungkin saja seumuran dengan nya.
"Aku sengaja mengulur waktu untuk membuatmu kesal. Dan, berhasil bukan? Seharusnya kau bisa membalaskan apa yang ku rencanakan untukmu. Jangan pernah mempengaruhi putri kesayangan ku! Ingat itu" ucap Alberto yang menatap dengan sangat tajam dan juga membunuhnya.
"Hahaha... Putrimu? Apa aku tidak salah mendengarnya? Hahaha, asal kau tahu. Ternyata wanita yang kau sembunyikan dari ku adalah wanita yang sangat istimewa dari juga, hmm... Sangat nikmat" ucapnya dengan sangat menyebalkan dan juga membuat kesal siapa saja yang mendengarnya.
Apa lagi Zayn yang sudah mati-matian menahan amarahnya yang sudah memuncak. Tapi dia ingin mendengar semuanya dari dua orang yang sudah menyakiti perasaan wanita yang sangat baik dan juga penuh kasih sayang itu. Ingin rasanya Zayn menyumpal mulutnya dengan granat, supaya tidak mengeluarkan kata-kata yang membuat orang lain kesal dan juga marah.
"Kau memang bastard Addofo! Kau bahkan tanpa adanya rasa bersalah sedikitpun setelah melakukan kejahatan yang sangat besar seperti itu. Apa kau akan bisa menahan semua peluru ini dalam tubuhmu yang sudah sangat banyak berbuat jahat! Bahkan sudah melakukan pele*ehan terhadap wanita yang kau temui selama ini. Mungkin dengan ini semua kau akan bisa diam dan tidak akan melakukan kejahatan yang semakin besar dan lebih banyak lagi" ucap Alberto sambil memperlihatkan senjatanya dan juga benda yang sudah membuatnya tidak bisa memiliki keturunan lagi.
Bahkan Addofo langsung diam setelah melihat benda itu yang ada ditangan Alberto. Dia masih sangat ingat dengan semua yang telah dilakukan oleh Alberto padanya belasan bahkan puluhan tahun yang lalu. Alberto semakin tersenyum senang melihat ada ketakutan dimata Addofo, pria gila yang bisa melakukan apapun yang menurutnya itu adalah kesenangan dan juga membuatnya puas.
"Silahkan saja jika kau inginkan seperti itu. Karena aku bukanlah orang yang dulu lagi, aku yang sekarng sngat berkuasa dan sngat ditakuti diseluruh negara bahkan dunia sekalipun. Jadi, jangan pernah macam-macam dengan ku lagi!" ucap Addofo dengan ancaman nya yang sering dia gunakan pada semua musuh-musuhnya yang akan dia habisi tanpa ampun.
"Kita lihat saja, siapa yang akan menang dan yng akan kalah. Lebih tepatnya siapa yang akan bertahan hidup dan siapa yang akan mati dengan mudah, jika itu aku maka aku akan selalu mengejarmu walau aku sudah mati sekalipun. Tapi jika sebaliknya maka akan sangat menguntungkan dan juga sangat muaskan untuk ku dan juga wanita yang sudah kau sakiti" ucap Alberto yang siap akan menyerang dengan semua kemampuan nya yang selama ini dia tahan-tahan karena masih memandang sahabat atau teman rasa saudara.
BUG...
BRAK...
Keduanya saling menyerang dan saling mempertahankan dirinya. Keduanya sama kuat dan juga memiliki dendam pribadi masing-masing, Zayn hanya membasmi para anggota Addofo yang sudah menyadari jika dia sedang melihat dan juga menyaksikan Tuan mereka yang sedang bertarung dengan musuh lamanya.
SRAK...
SRAK...
SRAK...
Zayn selalu menggunakan belatinya, jika diperlukan dia menggunakan senjata lainnya untuk bisa melumpuhkan musuhnya dengan mudah. Jika musuhnya lumayan berat maka akan menggunakan belatinya untuk membuat musuhnya meregang nyawa dengan sangat menyakitkan dan juga menyiksa.
"King, biar kami yang menangani mereka semua. Kami sudah lama ingin bermain-main dengan para cecunguk itu" ucap Jeff yang memang sangat senang jika berurusan dengan bunuh membunuh.
Zayn sedikit menyingkir dari orang-orang yang sedang menyerangnya Zayn memasuki markas Addofo sambil menghalau semua serangan dari para anggota Addofo yang masih terus menyerangnya dengan memba*i buta pada Zayn. Zayn dengan senang hati meladeni semua yang dilakukan oleh anggotanya Addofo.
Sedangkan tidak jauh dari Zayn dan para anggotanya. Addofo dan Alberto sedang bertarung mati-matian melawan satu sama lain dengan seluruh kekuatan dan juga kemampuan yang mereka miliki.
"Kau tidak akan mampu melawan ku Albert. Karena kamu sudah bukan la.gi tandingan ku" ucap Addofo dengan seringai liciknya yang sudah melukai Alberto dengan senjata yang dia pegang.
"Aku memang bukan tandingan mu. Tapi setidaknya aku bisa mengulur waktu mu untuk bisa bersenang-senang dengan ku" jawab Alberto dengan senyuman sinis dibibirnya.
"Apa yang kau maksud? Kenapa kau mengatakan itu?" tanya Addofo dengan tatapan yang sudah semakin tajam dan juga penuh amarah.
"Tidak ada, maksud apa-apa. Hanya ingin melihat kemampuan yang kau miliki saat ini saja seperti yang dulu atau malah lebih meningkat lagi" jawab Alberto dengan terus menahan serangan yang dilayangkan padanya.
Addofo terus menyerang Alberto dengan sangat semangat dengan terus melukai Alberto. Addofo benar-benar tidak mengenal ampun dan belas kasihan, pada orang yang sudah menolong Danu membantunya dulu. Sekarang dengan sengajanya ingin membunuhnya dan melenyapkan nya.
SRAK...
JLEB...
"Terimakasih atas apa yang kau lakukan Uhuk... Pada ku" ucap Alberto dengan memuntahkan darah dari mulutnya dengan sangat banyak.
Zayn yang melihatnya langsung menghampiri Alberto yang sudah tergeletak dengan bersimbah darah segar dari tubuhnya dan juga mulutnya. Zayn mentap dengan tatapan datarnya dan juga menatap penuh amarah pada Addofo yang sedang tertawa melihat Alberto sudah hampir mati.
"Maafkan Daddy Z. Daddy tidak bisa menjaga dan juga membesarkan kamu dan juga saudara mu yang lain. Daddy terpaksa melakukan itu semua demi keselamatan kalian semua, Uhuk.... Maafkan Daddy Z" ucap Alberto dengan terbata-bata menahan supaya bisa menahan darah yang akan keluar lagi dari mulutnya.
"Anda pasti bisa bertahan. Jangan menyerah dengan semudah itu, saya akan berusaha untuk membantu anda" ucap Zayn yang mencoba menguatkan Alberto untuk bisa bertahan.
"Itu semua tidak mungkin terjadi, Uhuk... Maafkan Daddy Z, sungguh. Daddy minta maaf, sampaikan maaf Daddy pada Mommy kamu. Dan bilang, Uhuk... Jika... Jika Daddy sangat mencintainya" ucap Alberto yang langsung tidak sadarkan diri lagi setelah mengatakan itu pada Zayn.
Zayn yang sedang memangku kepala Alberto langsung mengepalkan tangan nya dan menatap wajah Alberto yang sudah tidak bernyawa lagi. Sekarang Zayn tidak akan tinggal diam, dia ingin menyerang Addofo tapi dia ingin melakukan dengan caranya yang ingin menyingkirkan bastard sepertinya.
.
.
.
Maaf ya, Othor up nya lama.... Othor sangat sibuk akhir-akhir ini, mohon pengertian nya ya...
Maklum, Othor adalah Ibu rumah tangga biasa yang harus bisa membagi waktu 🤗🤗
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya ya...
Subscribe dan pollow akun Othor juga ya...