
"Oh, aku kira belum pulang kantor" ucap Azalya yang langsung melanjuykan makan nya dengan lahap.
"Iya, lanjutkan lagi saja makan nya, kalian juga my Queen" ucap Zayn pada Azalya dan kedua putrinya.
"Hmm" jawab keduanya sambil mengacungkan kedua ibujarinya.
Semuanya makan dengan lahap dan sangat menikmati, apa lagi Azalya yang sangat lahap seperti sangat merindukan masakan yang Mama nya buat. Dan semuanya hanya menatapnya tanpa mengatakan apa-apa, begitu juga dengan Zahiya dan Zaniya.
Setelah makan malam selesai, semua orang yang ada disana langsung menuju kamarnya masing-masing. Begitu juga dengan Azalya dan Zayn juga anak-anaknya yang memang tidak mau jauh dari mereka berdua.
"Kalian berdua disini dan Daddy disini" ucap Zayn pada kedua putrinya yang akan berbaring dan sudah mengenakan pakaian tidurnya masing-masing dengan model dan motive yang sama, hanya berbeda warna saja.
"Oke, tapi nanti sempit dong Dad. Apa Mommy dan Daddy pindah saja" ucap Zahiya dan Zaniya yang mengangguk mengiyakan ucapan dari Zahiya.
"Oh, benarkah? Tapi Daddy rasa muat dan cukup kita tidur berempat dikasur ini" tanya Zayn dengan menatap kasur yang tidak kecil itu.
Memang muat jika mereka bersama, tapi akan sulit bergerak nantinya. Dan Zaniya maupun Zahiya tidak mau jika tidurnya sempit.
"Baiklah jika Daddy dan Mommy tidak tidur disini. Mommy dan Daddy akan tidur dikamar sebelah, jadi jika kalian berdua membutuhkan sesuatu langsung masuk saja" ucap Zayn yang dijawab anggukan kepala oleh Azalya yang sedang berdiri disampingnya.
"Oke Dad" jawab keduanya dengan kompak dan memberikan jempolnya pada Zayn dan Azalya.
"Tidurlah" ucap Zayn yang mencium kening keduanya bergantian. Lalu keluar dari kamar tersebut dan menutupnya rapat.
"By, apa ada yang salah dengan ku tadi? Kenapa semua orang malah diam saat aku menanyakan kak Alkan ya?" tanya Azalya yang masih bingung dengan dirinya dan juga semua orang yang ada didalam rumah ini.
"Semuanya tidak ada yang salah dengan juga yang aneh. Semuanya hanya masih syok karena putri kesayangan mereka sudah kembali lagi dan juga bisa berkumpul bersama lagi. Jadi jangan difikirkan" jawab Zayn yang merangkul Azalya memasuki kamar sebelahnya.
"Tapi, kak Alkan itu siapa By? Kenapa tiba-tiba aku menanyakan itu pada mereka? Pantas saja mereka bingung dan diam saja, pasti mereka berfikir jika aku ini pura-pura tidak ingat semuanya" ucap Azalya yang baru menyadarinya jika yang dia katakan adalah sesuatu yang tidak dia sadari ucapan nya.
"Dia adalah kakak kamu sayang. Dan itu adalah saudara kamu satu-satunya, dan kalian berdua saja. Tidak seperti ku yang memiliki banyak saudara" jawab Zayn yang mengajak Azalya untuk berbaring bersama.
"Emm, kenapa aku mengatakan sesuatu yang diluar kendali ku sendiri? Ada apa sebenarnya dengan aku By? Apa tidak masalah?" tanya Azalya dengan menatap wajah Zayn yang juga sedang menatapnya sambil berbaring dan memeluk.
"Berarti perasaan dan juga tubuh kamu merespon dengan baik, walau ingatan kamu tidak ada. Tapi perasaan kamu masih ada dan masih sama seperti yang dulu" jawab Zayn dengan mengusap pipi Azalya dan mengecup keningnya cukup lama dan juga penuh kasih sayang.
"Jika begitu aku masih bisa merasakan semua perasaan yang dulu saat aku ada disini? Tapi apa tidak apa-apa dan juga menimbulkan masalah nantinya By? Aku takut" tanya Azalya sambil menelusupkan wajahnya didada bidang Zayn dan memeluk pinggangnya dengan sangat erat.
"Tentu saja tidak ada masalah, karena itu adalah naluriah kamu dan itu baik untuk kamu. Lebih baik kita istilahat dan besok aku masih akan menunjukan kejutan yang lain lagi untuk kamu dan my Queen kita" jawab Zayn yang memeluk Azalya dengan sangat erat dan mengusap punggungnya hingga Azalya terlelap dalam pelukan hangatnya.
Setelah Azalya terlelap, Zayn langsung bangkit dari berbaringnya dan menghubungi seseorang yang dia tugaskan untuk membawa pria yang sudah membuat Azalya seperti ini.
"Kau salah memilih lawan. Aku sudah muak melepaskan mu dan juga mengampuni mu, tapi ini yang kau lakukan terhadap istri ku" gumam Zayn setelah menghubungi seseorang itu.
"Kalian bersiap, kita akan ke markas sekarang juga" ucap Zayn pada Angga dan Marcos yang sedang standby didalam mobil untuk menjalankan perintah dari Zayn.
"Kami sedang didepan King. Kami menunggu anda" jawab Angga yang sedang menatap gerbang besar didepan mereka.
Zayn langsung beranjak turun dari lantai dua tidak menggunakan tangga lagi. Dia tidak ingin membangunkan semua orang yang ada didalam rumah Wijaya. Zayn juga sudah menempatkan beberapa anggotanya yang sudah sangat terlatih untuk menjaga rumah dan juga keluarganya.
"Kita ke markas sekarang juga" perintah Zayn setelah memasuki mobilnya dengan Angga dan Marcos yang sudah ada didalam mobilnya.
"Baik King" jawab keduanya lalu Angga melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Dan tidak membutuhkan waktu lama mereka sudah sampai didepan sebuah gedung terbengkalai yang sudah Zayn jadikan markasnya yang ada disini.
"King. Kami sudah menahan nya dan menanyai juga, tapi dia selalu bungkam dan tidak ingin menjawab pertanyaan kami. Bahkan kami sudah membuatnya tidak berdaya, dia tetap saja bungkam. King" lapor salah seorang anggota Zayn yang ditugaskan untuk menangkap dan menggali informasi dari pria yang sudah membuat Azalya hilang ingatan permanen.
Zayn tidak mengatakan apa-apa, dia langsung masuk dan melihat pria yang sedang duduk dengan keadaan yang sangat mengenaskan, apa lagi menyangkut dia ini sudah tua dan tidak berdaya lagi.
"Tuan Muda, jadi anda yang melakukan ini pada saya? Apa kesalahan saya pada anda?" tanya pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Mark yang membuat Azalya lupa ingatan.
"Apa kau pura-pura lupa dengan apa yang sudah kau lakukan pada istriku!" ucap Zayn dengan tatapan tajamnya dan penekanan disetiap katanya.
"Saya tidak mengenal istri anda Tuan Muda. Dan saya juga tidak pernah bertemu dengan nya, apa lagi berbuat jahat padanga" jawabnya masih mengelak walau dia tahu apa yang Zayn katakan padanya.
"Apa kau yakin? Jika kau yakin lihat ini" tanya Zayn yang memperlihatkan sebuah obat dan juga beberapa minuman yang diambil oleh anggotanya saat menangkap Mark kemarin.
"Anda tidak bisa melakukan itu pada saya Tuan Muda, karena saya memang tidak melakukan kesalahan dan kejahatan pada anda dan keluarga anda. Apa lagi istri anda" ucapnya lagi yang membuat Zayn semakin muak dan juga ingin rasanya membuat pria tua ini tidak akan bisa berbicara untuk selamanya.
"Kau yakin tidak mengenalnya?" tanya Zayn lagi sambil memperlihatkan foto Azalya pada Mark.
"Anda memang sangat hebat dalam menutupi senua kejahatan yang sudah anda lakukan. Bahkan ada lebih kejam dari Addofo Barnard yang memang psychopath. Tapi anda" Zayn tidak melanjutkan lagi ucapan nya dia hanya menatap tajam saja.
"Saya hanya ingin anda menjadi sama seperti Tuan Alberto yang bisa mempercayai saya dan menerima saya. Bukan malah ini yang saya terima? Saya sudah kehilangan nya dan sekarang anda menyiksa saya seperti ini. Sungguh anda sangat berbeda dengan Rina Alberto" ucap Mark dengan panjang lebar dan juga membandingkan Zayn dan Alberto yang memang gampang untuk dibohongi dengan mudah.
Zayn hanya diam dan menatapnya. Zayn sudah menduga ini, yang ternyata musuh yang seaungguhnya adalah orang yang paling terdekat. Tapi Daddy nya tidak menyadari semuanya dengan baik.
"Anda mengatakan yang sebenarnya juga bukan? Dengan begitu anda bisa mengalami apa yang sudah anda perbuat. Jadi hukuman didalam peraturan ku adalah, tangan dibayar dengan tangan dan begitu seterusnya. Jadi bersiaplah untuk mendapatkan hukuman anda sekarang" ucap Zayn yang memerintahkan pada anggotanya untuk meminumkan obat dan juga ramuan yang bisa membuat hilang ingatan seseorang untuk selama-lamanya.
"Tidak! Saya tidak ingin meminumnya. Emm, emm" Mark menutup mulutnya dengan sangat rapat dan tidak bisa membuatnya membuka mulutnya.
Bukan Zayn namanya jika tidak bisa membuatnya membuka mulutnya dengan mudah tanpa adanya paksaan dan juga dia melakukan nya dengan suka rela.
"Aaaa" dia menjerit kesakitan saat Zayn menggoreskan sesuatu pada kulit tangan nya yang tidak ada lukanya. Dan itu bisa membuat luka baru untuk Mark.
"Apa anda sudah meminumnya? Apa rasanya enak? Apa anda menikmatinya juga, apa yang anda buat sendiri" tanya Zayn setelah Mark meminum semua obat dan juga ramuan dalam sekali minum saja.
Zayn melakukan itu tanpa tamatan dan juga dia meminumkan nya dengan asal dan juga dengan dosis yang sangat tinggi tentunya. Mark yang sudah menelan semua obat dan ramuan itu hanya bisa diam dan tiba-tiba dia bereaksi dengan berteriak-teriak.
"Panas... Ini panas sekali... Tolong, tolong jangan lakukan ini pada saya Tuan Muda. Saya tidak melakukan kesalahan dan juga kejahatan apa-apa. Hahaha" ucapnya yang setelah menangis kesakitan dan juga kepanasan lalu tertawa terbahak-bahak hingga mengeluarkan air matanya.
"Anda pantas mendapatkan itu semua. Karena ada bukan manusia, karena dengan teganya melakukan itu pada orang yang tidak bersalah dan juga tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini" gumam Zayn setelah melihat Mark tidak sadarkan diri lagi setelah tertawa terbahak-bahak dan dia juga pasti sudah over dosis karena obat dan ramuan yang dia buat sendiri.
"King, akan kita apakan orang ini?" tanya Angga yang melihat itu semua dan dia bisa melihat jika Zayn menahan emosinya yang kapan saja akan meledak dan bisa saja membunuhnya dengan mudah.
"Berikan pada rumah sakit jiwa. Dengan begitu dia ada yang merawatnya" jawab Zayn yang memberikan perintah pada Angga dan juga anggotanya yang mendengar ucapan nya tadi.
"Akan kami laksanakan King" jawab Angga dan Marcos juga para anggotanya yang sedang bersiap untuk menyamar sebagai wali dari Mark untuk bisa masuk kedalam rumah sakit jiwa.
Zayn langsung memasuki mobilnya kembali dan diikuti oleh Angga dan Marcos yang akan selalu mengantarkan dirinya kemana-mana. Dan sekarang Zayn akan kembali kedalam rumah mertuanya lagi supaya tidak membuat curiga pada semua orang.
"Kalian berdua langsung pergi saja. Besok kembali lagi untuk menjalankan rencana selanjutnya" titah Zayn pada Angga dan Marcos yang berada didalam mobil yang sama dengan nya setelah sampai didepan rumah besar tersebut.
"Baik King" jawab keduanya dengan kompak.
Zayn menyelinap masuk kedalam dan tanpa diketahui oleh security yang berjaga dan juga tempat yang buta akan CCTV. Zayn dengan mudahnya memanjat tembok berukuran besar dan juga tinggi itu tanpa kendala. Zayn kembali memanjat kelantai dua dimana kamar Azalya berada.
Zayn langsung masuk kedalam dan membersihkan dirinya sebelum ikut berbaring dengan Azalya yang masih terlelap dengan nyenyaknya tanpa terusik dengan suara yang Zayn sengaja timbulkan untuk membuat Azalya terbangun. Tapi Azalya tidak terusik sama sekali dengan itu semua, membuat Zayn tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah Azalya yang kembali seperti semula.
"Kamu memang akan kembali seperti semula setelah twins baby Z lahir. Jadi sensitive mu itu adalah bawaan dari mereka berdua" ucap Zayn yang menatap Azalya yang sedang terlelap.
Zayn masih terus menatapi dan akhirnya dia bisa terlelap setelah matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Dia memejamkan matanya tepat pukul tiga pagi, dan itu adalah sudah menjadi kebiasaan bagi Zayn jika dia ingin melakukan sesuatu.
.
Sedangkan didalam kamar sebelah, lebih tepatnya kamar Zahiya dan Zaniya yang merasa sedikit terusik dengan adanya suara yang tidak jauh dari mereka berdua. Keduanya saling pandang dan mengangguk untuk pergi menemui Daddy dan Mommy nya.
"Apa itu adalah orang jahat? Kita harus kekamar Mommy dan Daddy sekarang" tanya Zahiya dan diangguki oleh Zaniya.
Keduanya berjalan menuju kamar sebelah, dimana kamar Mommy nya tidak terkunci dan mereka melihat Mommy dan Daddy nya sedang terlelap saling berpelukan. Keduanya langsung menghampiri dan ikut bergabung dengan kedua orang tuanya, lalu ikut terlelap saat sudah berada ditengah-tengah mereka berdua.
Zayn yang tersadar jika ada seseorang yang memasuki kamarnya lalu berpura-pura untuk tetap terlelap, dan tangan nya sudah bersiap dengan belatinya. Tapi saat yang datang adalah kedua putrinya Zayn kembali menyimpan belatinya, apa lagi kedua putrinya langsung menelusupkan tubuh mungilnya ditengah-tengahnya dan juga Azalya.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya untuk like, komen, vote dan hadiah seiklasnya ya...
Juga subscribe dan pollow akun Othor juga ya....
Othor tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan supaya para reader kesayangan Othor meninggalkan jejaknya terus disetiap babnya....