Mr. Z CEO Of The Mafia

Mr. Z CEO Of The Mafia
Kemarahan Zayn



Zayn menatap satu persatu orang yang ada didalam ruangan meeting tersebut. Semua orang yang tadinya saling berbisik dan juga menjelekan dirinya dibelakang, sekarang diam tak berani bersuara sedikit pun juga.


"Kalian semua tahu, kenapa saya mengumpulkan kalian semua disini?!" tanya Zayn dengan tatapan yang sudah merah dan juga sangat tajam.


BRAK!!!


"Apa tidak ada yang mau membuka suara. Hah!!" ucap Zayn sambil menggebrak meja didepan nya.


"Apa ini cara kerja kalian semuanya disini!" ucap Zayn lagi saat melihat semua laporan yang dia baca semuanya kacau dan tidak sesuai dengan yang bukti yang ada.


"Apa kalian fikir saya akan main-main dengan ucapan saya, saat saya bilang akan menghabisi kalian satu persatu!" ucap Zayn dengan tatapan tajamnya dan menunjuk satu persatu wajah mereka.


Bukan hanya orang-orang yang bersalah saja yang ketakutan. Semua orang sama, termasuk Chris yang memang baru kali ini melihat Zayn yang sangat marah seperti itu.


"Sekarang anda maju dan jelaskan semuanya pada saya sekarang juga" ucap Zayn menunjuk wajah orang yang sedang duduk tidak jauh darinya saat ini.


Dengan memberanikan diri pria paruh baya tersebut menjelaskan semuanya dengan seksama sesuai yang dia kerjakan dan juga laporan yang Zayn baca sama semuanya.


Zayn sedikit merasa lega, ternyata ada juga yang bisa dia andalkan diperusahaan EDC.CORP yang sudah dia rubah semuanya dari mata cara dan juga srtuktur perusahaan.


"Anda boleh lanjut bergabung dengan perusahaan EDC.CORP" ucap Zayn yang diangguki oleh pria paruh baya tersebut.


"Sekarang giliran anda" tunjuk Zayn pada pria yang berada didekat pria paruh yang barusan.


Dengan gemetaran dia menjelaskan semuanya. Dengan salah semua laporan yang dia jelaskan, dan itu langsung membuat anggota Zayn yang sudah berjaga diluar langsung menyeret pria tersebut tanpa ampun lagi.


Semua orang yang sudah berbuat kesalahan semakin ketakutan pasalnya pria yang tadi mungkin tidak akan bisa selamat jika Zayn tidak memberikan kesempatan.


"Sekarang masih ada yang berbuat seperti itu lagi. Tanpa kalian ketahui saya sudah memantau kinerja kalian semuanya walau saya tidak bisa masuk kerja dalam beberapa hari lalu. Jadi sekarang bisa jujur jika masih sayang dengan nyawa kalian sendiri. Jika tidak akan sama dengan nya" ucap Zayn sambil menunjukan pria yang tadi diseret ternyata sudah tidak bernyawa lagi.


Entah apa yang sudah dilakukan oleh para orang anggotanya Zayn tadi. Membuat semua orang bergidik ngeri melihatnya, bahkan sudah ada yang sulit untuk bernafas melihat wajah Zayn yang sangat mengerikan jika sudah seperti ini.


"Maafkan kami Tuan Muda. Kami hanya melakukan perintah" jawab salah seorang yang memberanikan diri untuk berbicara yang sebenarnya pada Zayn.


"Jelaskan yang sebenarnya. Jika masih ada yang ditutup-tutupi maka bukan hanya nyawa mu saja yang hilang, melainkan semua orang yang dekat dan juga... " belum selesai Zayn melanjutkan ucapan nya sudah disela oleh pria yang tadi.


"Saya disuruh oleh Tuan Robert Delwyn Tuan Muda. Dia ingin menguasai semua saham yang dimiliki oleh anda yang ada diperusahaan ini Tuan Muda. Saya berani bersumpah, jika semua yang saya katakan adalah kebenaran Tuan Muda" ucap pria itu dengan sangat gemetar.


Disini dia berada didalam mulut singa, sedangkan disana adalah mulut buaya yang siap setiap saat menerkam nya juga. Akhirnya dia mau mengakui segalanya jika dia dan juga sebagian orang yang ada disini sudah masuk dalam jeratan Robert Delwyn.


"Delwyn, dia ingin bermain-main dengan ku rupanya" gumam Zayn yang hanya dia yang mendengar ucapan nya sendiri.


"Sekarang kalian semua yang terlibat dengan Robert Downey berdiri dan keluar dari sini dalam waktu lima menit jika dalam waktu yang saya sebutkan tadi ada yang melebihi waktu tersebut maka tidak akan bisa keluar dengan selamat" ucap Zayn dengan sangat tegas dan juga dingin nya.


Semua orang berhamburan keluar tanpa menghiraukan apa yang mereka lakukan adalah sangat membuat Zayn menatap sinis. Ternyata dimana-mana selalu ada orang-orang yang bisa menusuk nya dari belakang. Dan hanya ada beberapa yang tersisa.


Zayn memberikan informasi jika para kariawan biasa yang memiliki potesi bisa mengemban tugas menggantikan semua orang yang sudah pergi dari EDC.CORP dengan suka rela.


"Lakukan sesuai dengan yang saya katakan barusan. Chris kau yang bertugas memantau semuanya, jika ada yang tidak terima atau melakukan protes langsung singkirkan saja" ucap Zayn pada Chris yang didengarkan oleh semua orang yang tersisa.


"Jika pun itu adalah kariawan baru. Jika memiliki potensi, maka langsung angkat saja" ucap Zayn lagi pada Chris.


"Baik Tuan Muda. Akan segera saya laksanakan" jawab Chris yang langsung pergi dari ruangan meeting tersebut.


Sedangkan semua orang yang tersisa menatap takut-takut pada Zayn yang saat ini mulai bisa mengendalikan emosinya yang sejak tadi memuncak.


"Kalian boleh kembali ketempat kalian masing-masing. Tapi tetap saja saya selalu memantau kalian semua" ucap Zayn pada semua orang yang ada didalam ruangan meeting.


Zayn langsung mendudukan tubuhnya dikursi yang ada disamping nya. Dia mencoba meredam semua amarah nya.


"King, apa anda menginginkan sesuatu?" tanya Angga yang masih stay didekat Zayn saat ini.


"Ambilkan minum dan juga obat ku" jawab Zayn yang memerintahkan Angga untuk memberikan obatnya.


Jika Zayn marah-marah dan juga emosinya memuncak maka tenaganya akan terkuras habis. Dia harus meminum obat dan juga vitamin yang selalu dia minum.


"Ini minum dan obatnya King" ucap Angga yang menyerahkan apa yang diinginkan oleh Zayn.


Zayn langsung meminum obatnya dan dia menetralkan nafasnya supaya lebih cepat reda emosinya.


"Apa anda ingin berisatirahat dulu King? Karena kondisi anda belum pulih benar saat ini" tanya Angga yang menatap wajah Zayn sedikit pucat.


"Biar diruangan saya saja. Antarkan saya kesana" ucap Zayn yang terlihat sangat lemas.


"Mari King" jawab Angga yang langsung memapah Zayn menuju ruangan kerjanya saat ini.


Zayn berjalan seperti melayang dan tidak menampak pada lantai, dia akan selalu seperti ini jika dia tidak bisa menahan emosinya sendiri.


"Saya tunggu disini atau diluar King?" tanya Angga saat Zayn sudah beristirahat didalam kamar didalam ruangan kerjanya.


"Kau tunggu diluar kamar ini. Kau kerjakan pekerjaan yang tadi mereka buat kacau semuanya" jawab Zayn yang memberikan perintah pada Angga.


"Saya laksanakan King" jawab Angga yang langsung pergi keluar setelah pamit pada Zayn.


Angga mengerjakan pekerjaan yang sudah diperintahkan oleh Zayn tadi. Angga mengerjakan dan juga memberi kabar pada Nyonya besar nya supaya tidak merasa khawatir jika King nya lama tidak kembali.


"Anda sangat beruntung masih memiliki keluarga yang sangat menyayangi anda King" gumam Angga yang sedang menekuri layar monitor didepan nya saat ini.


"Anda harus bisa cepat pulih jika anda ingin melihat penerus anda nanti King" gumam Angga lagi lalubm dia larut dalam lekerjaan yang ada dihadapan nya.


.


Sedangkan dirumah sakit Azalya sedang heboh dengan seluruh keluarganya dan juga kedua mertuanya juga berada disana.


"Apa masih sangat sakit nak?" tanya Mom Vita yang melihat Azalya sesekali meringis kesakitan.


"Sedikit Mom" jawab Azalya dengan berbohong. Karena kenyataan nya sangat sakit yang dia rasakan.


"Kamu ini Az, tidak bisa apa sedikit berhati-hati jika sedang berjalan" ucap Alkana pada adiknya yang sangat ceroboh nya itu sudah sangat membuat semua orang bingung sendiri.


"Aku juga tidak mau ceroboh seperi ini kak. Tapi mau bagaimana lagi jika harus seperti ini" jawab Azalya yang protes pada sang kakak.


"Dasar anak manja" ucap Alkana yang menoyor kepala Azalya.


"Mama, kakak sih menganiaya ku" adu Azalya pada Mama Soraya yang sedang duduk tidak jauh dari kakak beradik itu.


"Kalian ini jika berdekatan selalu saja seperti ini. Tidak bisakah kalian akur dan bisa diam, tidak saling mengejek atau saling mengolok?" tanya Mama Soraya yang sudah pusing juga keduanya bersama dan berdekatan seperti sekarang ini.


"Kakak tuh Ma. Masa dia bilang aku ini lebay" adu Azalya lagi pada Mama Soraya lagi.


"Sudah-sudah, jangan berantem. Mama pusing mendengar kalian berdua saling menyalahkan" ucap Mama Soraya yang langsung pergi dari kedua anaknya itu.


Sedangkan Mom Vita dan Dad Louis hanya tersenyum saja melihat interaksi keduanya dan juga Mama Soraya. Mereka berdua jadi teringat anak-anak nya yang berada jauh darinya. Five Z yang sudah lama tidak mereka temui semenjak Mom Vita dan juga Dad Louis berada di Amerika.