
"Maafkan saya nyonya" ucap dokter wanita tersebut tidak berani mengatakan apa-apa lagi.
'Anda mendapatkan pasangan yang serasi King, bisa membuat semua orang tidak bisa berkutik lagi akan semua ucapan nya' ucap Aaron hanya berani dalam hati. Jika tidak bersiaplah akan ada singa yang marah.
"Semuanya sudah siap Tuan Muda" ucap Angga yang sudah kembali dari bawah untuk memberitahukan jika semuanya sudah siap.
Tanpa menjawab dan mengucapkan apapun Zayn langsung mengangkat Azalya dan langsung menggendong nya ala bridal style. Azalya langsung mengalungkan tangan nya dileher Zayn.
"Sayang, nanti Mommy akan segera menyusul" ucap Mom Vita yang sedang mempersiapkan perlengkapan yang akan Azalya butuhkan dirumah sakit nanti.
Zayn dan Azalya masuk kedalam mobil yang diikuti oleh beberapa mobil yang ada dibelakang nya untuk mengawal King nya sampai dengan selamat dirumah sakit miliknya sendiri.
"Kau sudah mengatur semuanya?" tanya Zayn yang sedang menatap layar pad nya.
"Sudah King. Dan semuanya sesuai dengan keinginan anda" jawab Angga yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Bisa lebih cepat lagi. Aku sudah tidak tahan ini sakitnya" ucap Azalya yang sedang kesakitan tapi suaminya yang ada disamping nya malah acuh tak acuh terhadapnya.
"Abang bisakah perhatian sedikit saja padaku yang sedang kesakitan seperti ini!" ucap Azalya yang sedang menatap tajam kearah Zayn yang biasa saja tanpa ekspresi apapun diwajahnya.
"Dasar kanebo kering!" umpat Azalya yang sudah sangat kesal dan juga sakit dikakinya.
PLETAK...
"Aw... Sakit tahu!" protes Azalya yang mengusap keningnya yang berdenyut akibat sentilan dari Zayn.
"Itu hukuman untuk mu karena sudah mengumpat ku" ucap Zayn dengan wajah datarnya.
"Nyebelin... Kanebo kering! Kanebo kering. Puas!" ucap Azalya malah semakin berani kepada Zayn.
"Apa! Mau menyentil ku lagi. Tidak akan bisa Ferguson" ucap Azalya sambil menatap Zayn dengan tatapan tajamnya juga saat Zayn menatap nya dengan sangat tajam.
Zayn hanya diam, jika dia meladeni Azalya maka dia akan sama saja dengan nya yang tidak bisa diam dan banyak bicara.
'King, anda tidak bisa berkutik juga rupanya jika sudah berhadapan dengan Nyonya' ucap Angga dalam hati. Dia mana berani mengucapkan nya langsung dihadapan Zayn dan juga Azalya, bisa-bisa dia hanya tinggal nama saja.
"Kau mau mati ya!" ucap Zayn seperti tahu isi fikiran Angga saat ini.
"Maaf King. Saya masih ingin hidup" jawab Angga dengan menelan slivanya dengan susah payah.
Setelah sampai Zayn menggendong Azalya lagi hingga sampai didalam rumah sakit dan didalam ruangan tersebut tidak ada siapa-siapa. Hanya ada Azalya saja dan juga Zayn dan orang-orang nya saja.
"Abang tidak salah? Kenapa rumah sakit ini horor banget sih?" tanya Azalya yang masih berada didalam gendongan Zayn saat ini.
"King sudah mengatur semuanya supaya tidak ada orang ditempat ini" Angga yang menjawab pertanyaan dari Azalya.
"Kenapa bisa seperti itu?" tanya Azalya lagi saat sudah didalam ruangan pemeriksaan.
"Diam dan tutup mulutmu" ucap Zayn yang langsung membuat Azalya bungkam dengan mengerucutkan bibirnya kesal.
"Maaf King. Kami akan segera memeriksakan Nyonya sekarang juga" ucap dokter wanita yang tadi dimarahi oleh Azalya.
"Hmm" jawab Zayn hanya dengan deheman saja.
Azalya melakukan berbagai pemeriksaan yang sangat teliti dan juga secara menyeluruh. Karena dokter tersebut tidak ingin jika karirnya didunia kedokteran musnah karena sedikit kesalahan yang dia lakukan.
"Semuanya tidak ada yang mengkhawatirkan King. Hanya tulang yang bergeser juga terkilir parah, dan ini akan membutuhkan waktu yang lumayan lama untuk proses penyembuhan nya" jelas dokter wanita tersebut dengan memberikan hasil scan dikaki Azalya barusan.
Zayn hanya diam dan melihat bagaimana kondisi kaki Azalya yang memang lumayan parah. Dilihat dari gambar tersebut bentuk kaki yang sebelah kanan sedikit bergeser dari tempatnya.
"Kami akan memasangkan selang infus dan juga gips untuk menyangga kaki Nyonya supaya tidak rubah lagi. Dan ini akan mempermudah untuk bisa kembali seperti semula lagi" jelas dokter wanita tersebut.
Zayn dan juga Azalya hanya diam dan mendengarkan penjelasan dari dokter wanita tersebut. Mereka berdua saling tatap sebentar dan langsung membuang pandangan nya kearah lain.
"Maaf Mommy terlambat. Tadi Mommy menyiapkan ini dulu sebelum kemari, dan ternyata kejebak macet" ucap Mom Vita yang dibantu oleh pelayan membawakan barang-babang Azalya dan juga Zayn.
"Terimakasih Mom, jadi ngerepotin Mommy sekarang" ucap Azalya yang merasa tidak enak akan hal itu.
"Mama dan Papa sudah tahu Mommy?" tanya Azalya lagi.
"Iya, Mommy memberitahukan nya pada mereka semua. Karena mereka harus mengetahuinya, Mommy takut nanti malah disalahkan oleh mereka jika Mommy diam saja tidak memberi tahu keadaan kamu" ucap Mom Vita menjelaskan semuanya.
"Z, kamu mau kemana?" tanya Mom Vita saat melihat Zayn akan keluar dari ruangan rawat Azalya.
"Ada urusan sebentar Mom" jawab Zayn yang langsung keluar dengan diikuti oleh Angga dibelakang nya.
"Apa kau yakin dengan yang kau katakan padaku?" tanya Zayn yang akan menuju markas.
Dimana Zayn mendapatkan kabar jika Austin sudah sadar dan keadaan nya sudah membaik. Zayn segera kesana untuk memastikan semuanya benar. Apa yang ingin diketahui oleh Zayn selama ini akan dia ketahui.
"King, ada masalah yang harus anda selesaikan terlebih dahulu" ucap Angga yang memberitahukan kekacauan yang sedang terjadi di EDC.CORP sekarang.
Bahkan Chris sudah dibantu olehnya juga oleh Papa nya yang ada dinegara ini juga. Tapi tetap saja tidak bisa memecahkan masalah yang ada didalam perusahaan besar itu sekarang.
"Masalah apa?" tanya Zayn pada Angga yang sedang menyetir.
"Masalah diperusahaan King. Chris dan juga Tuan Dion tidak bisa mengatasinya, hanya Tuhan saja yang bisa" ucap Angga yang menyerahkan beberapa bukti yang dia kumpulkan selama ini tapi tetap saja tidak lengkap.
"Apa saja yang kalian lakukan selama saya tidak bisa datang?" tanya Zayn yang sudah menahan amarahnya dengan mengeratkan rahangnya dan giginya gemlutuk.
"Kami melakukan yang kami bisa King. Tapi, tetap saja kami tidak bisa mengambil keputusan sendiri tanpa persetujuan dari anda King. Maaf sudah mengecewakan anda" jawab Angga dengan menunduk.
"Baiklah kesana sekarang juga" ucap Zayn dengan tatapan yang sangat tajam dan juga mengepalkan tangan nya kuat.
"Baik King" jawab Angga dengan sangat cepat. Dia melajukan kendaraan nya dengan kecepatan penuh hingga tidak membutuhkan waktu lama mereka berdua sudah sampai didepan gedung EDC.CORP.
"Tuan Muda" sapa mereka yang melihat kedatangan pemilik perusahaan tersebut.
Zayn melangkah dengan sangat lebar. Dia tidak menjawab sapaan dari kariawan yang menyambutnya. Karena dia sudah sangat berantakan dengan seseorang yang sudah bermain-main dengan nya saat ini.
"Tuan Muda" ucap Chris dan juga uncle Dion sudah ada didepan nya dan menyapa Zayn yang baru masuk ruangan.
"Kumpulkan semua orang diruang rapat dan membawa berkas yang saya butuhkan sekarang juga. Jika ada yang tidak hadir langsung singkirkan dia sekarang juga" ucap Zayn pada Chris dan juga Angga yang disuruh untuk mengumpulkan semua orang didalam perusahaan besar ini.
"Baik Tuan Muda" jawab keduanya dengan kompak dan langsung pergi dari hadapan Zayn yang sudah sangat marah.
"Tuan Muda, bagaimana keadaan anda sekarang?" tanya Dion pada Zayn yang sedang memeriksa beberapa berkas yang ada dimeja.
"Seperti yang uncle lihat sekarang. Saya sudah lebih baik" jawab Zayn dengan menatap uncle Dion dengan tatapan datarnya.
"Anda memang sangat tepat untuk mengurus perusahaan pusat ini Tuan Muda. Karena hanya andalah yang mampu diantara saudara anda yang lainnya" ucap uncle Dion yang memang sudah bisa melihat cara kerja Zayn selama beberapa bulan belakangan ini.
"Terimakasih uncle. Tapi tetap saja saya masih membutuhkan bantuan dari uncle dan juga Chris, jika tidak ada kalian berdua juga para orang yang membantu saya maka saya tidak akan bisa seperti ini" jawab Zayn yang merendah.
Walau dia sendiri yang melakukan nya. Tapi tetap saja merendah dihadapan orang yang lebih tua darinya. Zayn tidak ingin jika dia bersikap arrogant didepan orang kepercayaan dari Daddy nya.
"Anda terlalu merendah Tuan Muda. Bahkan cara kerja anda jauh diatas Tuan sendiri" ucap uncle Dion memuji Zayn dengan sesuai fakta yang dia tahu.
"Tuan Muda, semuanya sudah siap. Tinggal anda datang menuju ruang meeting" ucap Chris yang memberitahukan jika semuanya orang sudah berkumpul.
Zayn langsung pergi menuju ruangan meeting yang benar saja. Semua orang sudah berkumpul dengan wajah kesalnya, karena disuruh berkumpul dengan sangat cepat dan juga singkat.
Tapi saat melihat siapa yang datang mereka semua langsung diam dan dengan wajah yang sudah pucat dan juga tidak bisa berkata-kata. Bahkan hanya menatap nya saja tidak berani, mereka semua sudah berkeringat dingin karena aura yang dikeluarkan oleh Zayn saat ini.
.
.
.
Othor ingatkan lagi ya buat selalu meninggalkan jejaknya... Like, vote, komentarnya dan juga hadiahnya ya....